
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Mala mencoba menghubungi mama sita untuk diajak bertemu namun tidak ada jawaban dari mama sita. Mala tidak menyerah diapun mengirim pesan singkat kepada mama sita.
[ Tante besok siang sepulang mala dari kampus bisakah kita bertemu. ] Tulis mala dan mengirim nya ke tante sita.
Pesan mala langsung dibalas oleh Tante sita
[ Maaf mala tante belum bisa menemuimu karena tante masih ada acara dengan teman - teman tante. Tante masih di kota dan belum kembali lagi ke rumah yang di desa ] Balas tente sita.
" Sial !! Kenapa tante sita juga tidak dirumah sih " Gerutu mala kesal.
" Bagaimana mala ? Apa jeng sita sudah bisa dihubungi?" Tanya mama meri yang sudah maduk kekamar mala.
" Tante sita tidak ada disini ma. Dia masih di kota ada acara dengan teman - temannya. Tapi ini lebih baik, setidaknya tante sita tidak tahu jika aluna yang sebenarnya orang yang cerdas. Aku yakin Aluna pasti belum menceritakan siapa dia yang sebenarnya. Buktinya kemarin tante sita mempercayai apa yang kita katakan " Ucap mala dengan tersenyum sinis.
Mama meri merinding melihat wajah mala yang terlihat sangat menakutkan. Bahkan senyumnya pun terlihat mengerikan. Padahal dia datang kekamarnya tadi ada hal lain juga yang ingin ditanyakannya tapi melihat mala yang seperti itu, meri mengurungkannya.
" Ma, aku mau istirahat. Sekarang mama keluar saja " Ucap mala mengusir mamanya.
" Ya sudah kamu istirahat saja sayang . Mama akan keluar kamar kamu. " Ucap mama meri.
Mama meri pun langsung keluar dari kamar mala lalu dia masuk kekamarnya sendiri. Saat masuk kamar sudah ada pak andi di atas kasur dengan mata yang terpejam.
" Pa! Apa papa benar - benar sudah tidur atau papa tidur bohongan ?" Seru mama meri.
" Apa sih ma, papa mengantuk!" Jawab pak andi ketus.
" Mama mau bicara soal mala dan adit pa. Hemm... Apa surat cerai mereka sudah keluar. ?" Tanya mama meri dengan sangat bodohnya.
__ADS_1
Adit maupun mala belum ada yang mendaftarkan perceraian mereka kekantor pengadilan agama jadi bagaimana kantor pengadilan bisa mengeluarkan surat cerai untuk mala.
" Belum " Jawab pak andi singkat dan malas untuk menjelaskan karena matanya benar - benar sudah berat.
Hhuuuffff
Terdengar helaan nafas berat dari mama meri. Dia sangat menyayangkan surat cerai mala yang belum keluar juga, padahal perceraian sudah 2 minggu yang lalu.
" Kok lama sih pa ?" Tanya mama meri lagi membuat pak andi semakin kesal.
" Bagaimana pengadilan mau mengeluarkan surat cerai karena baik adit maupun mala tidak ada yang mendaftarkan perceraian mereka kepengadilan Agama. Menggugat itu butuh biaya ma !!" Bentak pak andi dengan kesal.
Haaahhh ?
Mata mama meri langsung melotot lebar, dia yang bodoh atau dia yang lupa. Perceraian jika tidak didaftarkan kepengadilan mau sampai kapanpun pengadilan tidak akan pernah tahu jika sudah bercerai.
" Kenapa papa tidak mau mendaftarkan ? Kasihan mala pa, dia juga butuh pesangan hidup. " Ucap mama meri.
" Mama kira orang bercerai itu gampang. Apalagi mala itu perempuan, dia juga punya masa iddah Ma. Tidak bisa seenaknya langsung dekat atau menikah begitu saja. Perlu waktu ma, dan setahu papa masa iddah itu 4 bulan. " Seru pak andi semakin membuat mama meri melongo.
" Sekali lagi mama mengganggu papa tidur ! Papa akan seret mama keluar dari kamar ini." Ucap pak andi lalu kembali berbaring lagi.
* Hemmm... Besok aku harus menemui Aluna. Aku akan meminta Aluna untuk menjauhi Candra dan bila perlu Aluna dan Candra bercerai * Gumam mama meri tersenyum sambil merencanakan hal yang sangat licik.
********
[ Aluna temui mama di cafe XX yang tidak jauh dari kampus ] Pesan dari mama meri masuk keponsel Aluna.
Aluna yang hendak sarapan pun langsung menghentikan aktifitasnya dan meletakkan sendoknya. Sebelum membalasanyq dia bertanya kepada candra terlebih dahulu.
" Kak mama meri mengajak ketemuan di cafe dekat kampus. Menururmu apa aku harus menemuinya ?" Tanya aluna meminta perserujuan candra sebagai suaminya yang harus dia hormati.
" Memangnya ada urusan apa mama meri meminta kamu menemuinya ?" Tanya candra pura - pura tidak tahu.
" Aku juga tidak tahu kak. Hemmm... Apa kira - kira ada kaitannya dengan aku yang menjadi Asdos ya kak ?" Seru aluna lagi.
" Bisa jadi sih. Ya sudah daripada penasaran lebih baik kamu temui saja. Apa perlu aku temani?" Tanya candra.
__ADS_1
" Tidak perlu kak." Jawab Aluna singkat.
Selesai sarapan Aluna berangkat kekampus terlebih dahulu dan saat urusan dikampus selesai dia baru akan kepabrik. Beruntung dia punya teman kerja seperti mbak sari yang sangat baik dan mengerti dengan kepadatan kegiatan kampus Aluna. Karena bekerja tidak bisa full , Aluna sudah membicarakan dengan candra jika dia tidak masalah di gaji setengahnya saja, dan semua itu di setujui candra dan tentunya dengan perdebatan yang cukup panjang.
Aluna kekampus dengan di antar oleh candra, namun hanya sampai pinggir gerbang saja agar tidak mengundang banyak pertanyaan mahasiswa yang lainnya.
Dihari keduanya mengajar berjalan cukup baik , mala terlihat lebih baik dan tidak banyak bicara seperti hari - hari biasanya. Tanpa terasa sudah dua jam Aluna ada dikelas mala, dan sekarang saatnya dia keluar dari kelas.
* Lihat saja Aluna ! Setelah ini kamu akan mendapat amukan dari mama. Salah siapa kamu berani kuliah dan membohongi kami, kamu sudah membangunkan macan yang tertidur aluna * Gumam mala dalam batiinya sambil menatap sinis kepergian Aluna yang semakin tidak terlihat.
Jam makan siang pun tiba, jam mata kuliah aluna juga sudah habis. Aluna ingat jika dia ada janji dengan mama meri di cafe dekat kampus, aluna berjalan kaki menuju cafe yang sudah dijanjikan oleh mama meri.
" Apa kabar ma ?" Tanya aluna dengan sopan sambil mengulurkan tangan nya namur di tepis oleh mama meri.
" Tidak perlu basa - badi. Idihhh... Kamu habis darimana sih ? Keringetan seperti itu ?" Tanya mama meri yang melihat aluna basah dengan keringat.
" Oh ini karena panas Ma. Karena dari kampus kesini aku hanya berjalan kaki." Jawan aluna jujur.
Meri tidak menyangka jika aluna hanya berjalan kaki padahal suaminya orang kaya .
" Suamimu kan orang kaya ? Lantas kenapa kamu jalan kaki? " Tanya mama meri membuat aluna terkejut karena identitas candra sudah diketahui.
Namun aluna pura - pura biasa saja agar mama meri tidak semakin banyak pertanyaan. Mungkin mereka tahu karena orang tua candra tapi belum tahu jika candra pemilik pabrik teh.
" Suami ku tidak kaya harta, tapi dia kaya hati. Yang kaya harta itu orang tuanya bukan suamiku..Kalau suamiku kaya tidak mungkin dia capek - capek kerja jadi buruh di pabrik. Jadi tidak masalah kalau aku jalan kaki untuk menghemat pengeluaran. " Ucap aluna terlihat sangat tenang.
Mama meri seakan tidak percaya dengan penjelasan aluna, penjelasan aluna sama persis seperti yang dikatakan oleh suaminya tadi malam jika yang kaya adalah orang tua candra bukan candranya. Mama meri semakin ragu untuk mendekatkan mala dengan candra melalui bantuan mama sita.
* Bagaimana ini ? Tapi sepertinya jeng sita menyukai dan menyayangi mala. Hemmm... Pasti jika mala jadi menantunya dia akan kecipratan hartanya juga * Gumam mama meri.
" Mama minta kamu tinggalkan Candra, bila perlu kamu gugat cerai Candra !!"
Deg....
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏🙏
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️