Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Rencana 2M


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Sepulang dari pabrik Aluna langsung mencuci tangan dan menyiapkan makan malam. Candra lebih memilih masuk kamar dan keluar dengan membawa handuk yang dikalungkan di lehernya. Kamar mandi di kontrakan memang masih jadi satu dengan dapur.


" Kak malam ini mau makan apa ?" Tanya aluna sebelum memulai masak karena dia ingin memasak sesuai permintaan sang suami.


" Makan kamu " Seru candra tepat di telinga aluna.


" Apaan sih kak, sudah sana mandi dulu. Jangan mengganggu ku. Aku mau masak dulu, udah sana masuk kamar mandi. " Ucap aluna sambil mendorong candra masuk kedalam kamar mandi.


" Aluna... !! Nanti malam aku akan memakan mu !" Teriak candra dari dalam kamar mandi.


Huuuffff...


Aluna menghembuskan nafas dengan panjang, dia kesal mendengar teriakan candra yang terlalu absurd. Dia khawatir di dengar oleh tetangganya. Lagipula di dengar tetangga juga tidak apa - apa Lun, suami istri kan ?


* Dasar suami mesum * Gumam aluna dalam batinnya.


Aluna melanjutkan masak nya, akhirnya dia memilih memasak sup ayam, tempe goreng dan sambal terasi.Ternyata selera makanan candra dan aluna banyak yang sama. Mereka sama - sama suka pedas , sayuran hijau.


" Masak apa Lun ?" Tanya candra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dia lilit dipinggangnya saja.


" Masak sup kak. Cepat sana ganti baju " Seru luna tanpa melihat kearah suaminya.


Candra tidak beranjak tetap berada di samping Aluna. Aluna yang tidak suka memasak dilihatin pun langsung menegur candra.


" Kak aluna tidak suka ya kalau lagi masak dilihatin begini" Seru Aluna lalu mengalihkan pandangannya kearah sang suami.


Aaaaaaaaaa.....


Aluna tiba - tiba berteriak, dia tidak tahu jika candra hanya mengenakan handuk saja.


" Kamu kenapa ? Bukannya kamu sudah pernah melihatnya ? Tapi aku suka jika kamu malu - malu kucing begini." Seru candra sambil terkekeh.


" Sudah sana kak, nanti aku tidak selesai - selesai memasaknya. Ini juga sudah mau magrib, aku belum mandi juga. Sana cepat pakai baju nanti masuk angin. " Ucap aluna sudah kembali menghadap kearah kompor.


" Cieee... Malu ni yeee... Sekarang pakai baju tapi nanti malam tidak pakai baju ya. " Seru candra semakin menggoda Aluna dan tiba - tiba mencium pipi kanan aluna.


" Kak candra...!!" Teriak Aluna kesal.


Candra pun berlari masuk kekamar dengan tawanya yang pecah. Akhir - akhir ini Candra senang menggoda aluna, karena menurutnya saat aluna marah - mara dan malu - malu wajahnya semakin menggemaskan.


Setelah drama pengganggu itu pergi aluna kembali melanjutkan memasaknya. Setelah 20 menit akhirnya masakan nya sudah selesai dan sudah terhidang di meja. Aluna langsung menyambar handuk yang dia gantung di dekat kamar mandi lalu masuk kamar mandi dan mandi.


Selesai menjalankan 3 rakaatnya candra dan aluna pun makan malam dengan menu sederhana yang aluna masak dengan cepat.


" Maaf ya kak hanya sempat masak sup sama temle goreng saja. " Ucap aluna saat sedang makan malam.

__ADS_1


" Tidak masalah, apapun yang kamu masak itu rasanya enak dan mantap. " Seru candra dengan senyum manisnya.


" Kak , emm.. Nanti sajalah selesai makan aku kasih tahu kak candra " Ucap aluna yang mau mengatakan sesuatu tapi dia tunda.


" Mau bicara apa sih ? Bicara saja sekarang" Seru candra.


" Nanti saja kak selesai makan, ingat kalau makan jangan sambil berbicara . Tapi sedari tadi kita berbicara terus " Seru Aluna sambil tersenyum.


" Ok " Jawab candra singkat.


Aluna dan candra makan malam dengan hikmat dan tenang, karena memang cuma ada mereka berdua jadi bagaimana tidak tenang.


Selesai makan aluna dan candra bekerja sama membereskan meja makan dan mencuci piring.


" Nah sekarang apa yang ingin kamu bicarakan" Seru candra yang sudah duduk santai di karpet ruang Tv.


" Emm... Tadi pagi kan aku di suruh ke kampus sama dosen ku. Beliau menawarkan supaya aku mau menjadi assisten dosen, sementara menggantikannya mengajar. Beliau mau keluar kota selama seminggu. Dosen ku itu Pak Hanum, beliau sangat baik dan tegas dan beliau bilang jika aku ini sudah mampu untuk menjadi assisten dosen." Ucap aluna menceritakan penawaran dari dosennya.


" Itu kesempatan bagus Lun, bisa jadi pengalaman baru juga untuk kamu. Aku akan mendukung mu 100 % " Ucap Candra semakin bangga dengan Aluna.


" Jadi kak candra mengizinkan ?" Tanya Aluna.


" Sudah pasti mengizinkan dong. Kapan dimulainya..?" Tanya Candra.


" Senin depan kak. Tapi bagaimana dengan pekerjaan di pabrik, aku tidak mau orang - orang menilai ku jelek karena mentang - mentang suami yang punya pabrik aku bisa seenaknya.." Ucap Aluna.


Candra sebenarnya tidak masalah jika aluna bolos bekerja. Tapi aluna memang yang mempunyai tanggung jawab dengan pekerjaannya sulit untuk meninggalkan pekerjaan nya.


" Kamu atur saja jadwal nya, atau kamu diskusikan dulu dengan pak hanum." Ucap candra memberi pendapat.


********


Sedangkan di tempat lain, saat ini Mala dan mama nya sedang merencanakan sesuatu. Tadi sebelum mama sita pulang mala sudah meminta nomor ponselnya terlebih dahulu.


" Ma jadi besok kita ketemuan dengan tante sita dimana ?" Tanya mala.


" Memang kamu sudah buat janji ?" Tanya mama meri.


Mala menggelengkan kepalanya, dia memang belum menghubungi tante sita.


" Sudah sana kamu hubungi dulu nanti biar mama yang bicara " Ucap mama meri.


Mala mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi tante sita. Tepat di panggilan ke dua tante sita mengangkat telepon mala.


[ Hallo siapa ini ?] Tanya tante sita dari seberang sana.


[ Hallo jeng sita ini saya besan nya jeng sita ] Ucap mama meri dengan ramah.


[ Oh..jeng meri, apa kabar jeng ? Kenapa kemarin lusa tidak ikut kerumah? Padahal pak andi kan kerumah bareng sama Aluna dan Candra. Sekarang aku dan suami ada desa juga. ]


[ Maaf jeng, kemarin itu berbarengan dengan acara arisan ibu - ibu jadi saya tidak bisa ikut ]


Padahal meri sengaja tidak mau ikut, dan suaminya memang tidak mengajaknya.


[ Iya jeng tidak apa - apa. Oh iya jeng sini main kerumah sesekali dong main kerumah ] Ucap mama sita.

__ADS_1


Mama sita mengira jika candra sudah membuka jati dirinya kepada keluarga istrinya. Karena yang mama sita tahu pak andi sudah tahu siapa candra yang sebenarnya dan mengira jika meri dan mala pasti sudah tahu juga.


* Pucuk dicinta ulam pun tiba * Gumam mama meri.


[ Baiklah jeng bagaimana kalau besok siang saya dan mala main kesana. Nanti kirim saja alamat rumahnya jeng ]


[ Iya jeng meri. ]


[ Terimakasih jeng sita. Selamat berjumpa besok ]


Klik..


Mama meri mematikan sambungan teleponnya dan dia pun tertawa dengan bahagia.


" Akhirnya kita bisa kerumah mertuanya Aluna , mama ingin tahu rumah nya seperti apa. Mereka bilang jika mereka saat ini tinggal di desa." Ucap mama meri.


" Pokok nya kalau benar orang tua candra itu orang kaya , mala akan merebut candra dari aluna si bodoh itu. " Seru mala dengan senyum sinis.


" Iya.. Kamu rebut saja candra. Lagi pula dulu kan memang kamu yang di jodohkan . " Ucap mama meri.


" Tenang saja ma, sepertinya tante sita itu suka dengan wanita yang berpendidikan. Saat pernikahan aluna dia sempat mengobrol dengan mala , dia kagum sama mala selain cantik dan modis mala juga calon sarjana. " Ucap mala dengan bangganya.


" Wah bagus itu, dengan begitu kita akan semakin mudah untuk mengambil hati jeng sita. Setelah itu baru kamu ambil candra dari tangan Aluna." Ucap mama meri.


Tok Tok Tok


" Ma,, jangan di kamar mala terus menerus. Tolong buatkan papa wedang jahe dan bawa keruang kerja papa " Seru pak andi menghentikan obrolan mereka.


Huuffff


Meri mendengus kesal karen sekarang suaminya sering seenaknya menyuruh nya untuk urusan yang sepele. Bagaimana tidak meminta meri yang mengerjakannya, karena sekarang Aluna tidak ada, dulu selalu aluna yang sering membuatkan wedang jahe untuk pak andi.


" Ma... " Seru pak andi lagi.


" Iya pa nanti mama buatkan " Teriak meri dari dalam kamar Mala.


" Papa tunggu di ruang kerja" Seru pak Andi.


Meri pun keluar kamar Mala dan menuju dapur untuk membuatkan wedang jahe yang diminta suaminya.


" Bagaimana ini ? Aku kan tidak bisa membuat wedang jahe. Dulu yang sering ku hidangkan itukan buatan Aluna dan aku hanya mengakui jika itu buatanku. " Seru mama meri pelan.


" Oh jadi wedang jahe yang dulu mama sering hidangkan itu juga buatan Aluna ? Berarti selama ini mama ini tidak bisa apa - apa dong?" Seru pak andi yang datang secara tiba - tiba dan mengagetkan istrinya.


" Papa " Seru meri kaget.


* Sial ! Kenapa papa harus kedapur sih, jadi ketahuan kan. * Gerutu meri dengan kesal.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️ MAAF TELAT UP NYA.


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2