
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Hari berikutnya suasana pagi hari seperti biasa, selepas sholat subuh mala langsung terjun kedapur untuk memasak sarapan. Sedangkan surya bermalas - malasan kembali di kasur. Aneh , memang aneh biasanya sehabis sholat subuh surya selalu membantu pekerjaan rumah mala tetapi sudah beberapa hari ini surya bermalas - malasan.
Mala tidak mempermasalahkan hal itu, dia agak sedikit aneh saja dengan suaminya. Bahkan untuk urusan makanpun sekarang dia selalu meminta masak ini dan itu .
Dengan senang hati mala melayani dan mengurus suaminya. Kewajiban seorang istri salah satunya mengabdi kepada suaminya dan mengikuti perintah sang suami, selagi itu tidak merugikan dan bukan hal yang negatif.
" Sayang, mas mau minum susu cokelat dong " Ucap surya yang tiba - tiba sudah berada di dapur.
* Kok susu ? Sejak kapan mas surya suka susu, biasanya kalau tidak kopi ya teh. Tumben banget minta susu. * Gumam mala heran.
" Mas, yakin mau minum susu? Bukan teh atau kopi saja ? Perutnya mual atau tidak mas ?" Tanya mala beruntun takut saja jika perut suaminya mual minum susu semakin mual.
" Sedikit mualnya tapi pagi ini muntahnya tidak terlalu seperti biasanya sayang. Cuma tidak tahu kenapa tiba - tiba mas ingin minum susu cokelat panas sayang " Jawab surya dengan manja sambil duduk dan berpangku tangan dikursi makan.
" Mas sudah berhari - hariloh kalau pagi mual - mual begini. Kita periksa kedokter saja ya mas, lagipula mas inikam kerja dirumah sakit coba periksa sebentarkan bisa mas. Jangan dibiarkan begini , nanti kalau ada apa - apa bagaimana ?" Ucap mala kembali meminta surya untuk periksa kedokter.
Surya memikirkan apa yang dikatakan istrinya, dia merasa ucapan istrinya memang ada benarnya juga. Siapa tahu memang ada masalah dengan lambungnya sehingga saat pagi dia selalu mual dan muntah. Dan dia juga merasa perutnya itu ingin makan ini dan itu tanpa perlu kompromi terlebih dahulu.
" Iya sayang , nanti mas coba periksa dirumah sakit " Jawab surya akhirnya mengiyakan ucapan sang istri.
Mala mengangguk sambil tersenyum, susu coklat panas sudah terhidang di meja makan. Dengan cepat surya meminumnya padahal masih dalam keadaan panas, baru saja dibuat dengan air yang mendidih. Melihat kelakuan suaminya yang semakin aneh membuat mala heran dengan suaminya.
Urusan masak sarapanpun sudah selesai sesuai dengan permintaan sang suami. Ada sayur kangkung, ayam goreng, sambal dan kerupuk udang.
" Mas surya mau sarapan sekalian ?" Tanya mala mulai menyajikan masakannya diatas meja makan.
" Mas, mandi dulu ya sayang. Hehehee... mas tadi sebelum sholat subuhkan memanh belum mandi. Lagian semalam kita tidak berolahraga jadi tidak perlu mandi subuh - subuh. Dingin banget dek " Ucap surya sambil terkekeh.
" Iya sudah mas mandi saja dulu. Mala mau menyapu teras depan sambil siram bunga - bunga, setelah itu nanti kita sarapan sama - sama " Ucap mala dengan senyum mengembangnya.
Surya masuk kamat untuk mandi dan mala kedepan sambil membawa sapu dan alat penyiram tanaman. Mala sangat senang tinggal dulingkungan tempat tinggalnya, sebab meakipun rumah tetangga berdekatan tidak ada yang namanya tetangga yang kepo atau julid ingin tahu urusan para tetangganya yang lain.
" Pagi mbak mala " Sapa salah satu tetangga yang baru saja pulang belanja sayuran.
" Ehh... ibu leli, habis belanja bu?" Tanya mala dengan ramah.
" Iya mbak. Ini belanja sabun sama kopi di warungnya teh mimi. Mau nunggu tukang sayur kok belum lewat - lewat ya mbak ?" Seru ibu leli.
Biasanya setiap jam 6 pagi memang ada abang sayur keliling dengan mendorong gerobaknya. Dan ibu - ibu dilingkungan tempat tinggal mala selalu belanja sayur dengan abang gerobak itu.
" Sedikit telat mungkin bu. Ditunggu saja bu, biasa bu kalau telat itu " Ucap mala sambil terkekeh.
__ADS_1
" Mbak mala bisa saja. Ya sudah saya pulang dulu ya mbak, menunggu abang sayur didepan rumah saja samabil menyapu halaman." Ucap ibu leli berpamitan.
" Iya bu silahkan. Nanti kalau abang sayur lewat aku juga ikut gabung deh belanja sama ibu yang lainnya. Tapi kalau lewat ya, sepertinya kalau sudah siang begini mungkin abang sayurnya tidak lewat. " Seru mala berpendapata.
Biasa kalau di desa setiap ada abang sayur pasti ibu-ibu akan berkerumun untuk membeli dagannya. Ibu - ibu disini baik - baik tidak ada yang namanya saling iri. Tidak ada yang sombong dengan kekayaan atau pekerjaan suaminya dan hal ini juga yang membuat mala suka bergaul dengan ibu - ibu dilingkungannya.
" Ok mbak. Seperti biasa abang sayur kalau memang dia berjualan akan berhenti di pojok sana " Ucap ibu lele sambil menunjuk kearah rumah ibu Rt.
Mala tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Setelah ibu leli pulang mala juga masuk karena kegiatannya menyapu dan menyiram tanaman sudah selesai.
" Mas , sudah mau sarapan ?" Tanya mala saat surya keluar kamar dan sudah rapi dengan pakaian kerjanya.
" Iya sayang. Yuk kita sarapan sama - sama, perut mas sudah lapar banget ini. " Seru surya sambil merangkul mala menuju meja makan.
Mereka berdua akhirnya sarapan bersama , surya makan dengan lahapnya. Sekarang nafsu makan surya memang meningkat, tetapi akan terkuras saat dipagi hari. Mala memandang aneh kearah suaminya yang makan seperti orang rakus, tapi lama - lama diapun mengabaikannya. Mungkin karena tadi isi perutnya habis dimuntahkan jadi surya terasa sangat lapar.
" Sayang mas tidak bantu mencuci piring ya. Maaf, mas hari ini harus berangkat lebih awal. " Ucap surya.
" Iya mas tidak apa - apa. Yuk aku antar sampai depan " Ucap mala sembari mengambil tas kerja surya.
Surya menggandeng tangan mala dengan mesra, sampai dekat mobil surya mencium kening mala dan mala mencium tangan. Setelah berpamitan suryapun berangkat kerumah sakit.
*************
Siang hari disaat pekerjaanya mulai senggang, surya datang kesalah satu ruangan dokter umum. Dia ingin memeriksakan keadaan perutnya yang suka mual dan muntah.
Surya sengaja mendatangi dokter saat pasien sudah sepi, karena dia tidak mau mengganggu kerja sang dokter. Dengan senyum - senyum surya masuk ruangan dokter firman, salah satu dokter umum ditempatnya bekerja.
" Emm.. saya mau memeriksakan lambung saya dokter, sudah beberapa hari ini perut saya selalu mual bahkan sampai muntah - muntah. Terkadang sampai tidak ada tenaga lagi tetap saja mual. " Ucap surya menjelaskan.
Meskipun dia bekerja di rumah sakit , dia tidak tahu apa yang saat ini dia alami karena memang bukan bidang dia. Kalau soal urusan laboratorium surya memang ahlinya.
" Oh begitu, coba kamu berbaring dulu disana aku coba periksa perutmu. Apa mungkin kamu salah makan arau alergi makanan ?" Tanya dokter firman sembari bangkit dari duduknya.
Surya langsung berbaring dan membiarkan dokter firman memeriksa dirinya. Setelah diperiksa surya disuruh duduk kembali untuk mendengarkan penjelasan dokter.
" Keluhannya tepatnya bagaimana surya ?" Tanya dokter firman.
" Kalau pagi itu perut saya mual dan muntah serta badan lemas dok. Dan anehnya semua itu terjadi pagi saja " Jawab surya menjelaskan dengan jujur.
Dokter firman mengangguk paham, dia sudah memeriksa surya tetapi ditubuh surya tidak ada masalah, lambung surya baik - baik saja. Dokter firmapun tersenyum , surya memang tidak sakit dab tidak ada masalah tetapi istrinyalah yang bermasalah dan harus segera diperiksa.
" Kamu sudah menikah ?" Tanya dokter firman.
" Sudah donh dokter, dokter ini bagaimana sih ? Waktu saya menikah dokter juga datang loh ? Pikun ya ?" Tanya surya sambil terkekeh.
" Kurangajar kamu mengatakan saya pikun. Aku suntik mati itu nanti burung kamu biar tidak bisa bangun sekalian " Ucap dokter firman mengancam surya dengan kesal.
Uppsshhh....
__ADS_1
Secara refleks surya langsung menutup burung nya agar tidak disuntik oleh dokter surya. Melihat tingkah surya membuat dokter surya tertawa terbahak - bahak, surya sendiri terlihat malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Jangan dokter, kalau dia tidak bisa bangun lagi uang ratusan jutapun sudah tidak ada gunanya lagi. Kasihan juga istri saya, apalagi kami belum punya keturunan. Bisa menangis seumur hidup saya kalau dia tidak bisa bangun " Ucap surya sambil memanyunkan bibirnya.
" Makanya jangan asal bicara kamu. Sudah sana kamu keluar ini sudah jamnya makan siang. Aku lapar mau makan siang dulu " Dokter firman mengusir surya.
" Eh.. enak saja main usir mengusir. Tunggu dulu dong, ini kejelasan pemeriksaan tadi apa dokter firman yang terhormat? Masak tidak ada kejelasan sama sekali, saya ini sakit apa gitu?" Seru surya menahan dokter firman yang sudah bangkit dari tempat duduknya.
" Sakita gila ! Makanya kalau bicara suka nyeleneh, jadi lupakan apa yang tadi ingin saya sampaikan. Huuhh... kalau bukan karena kamu saja sudah sata getok kepala kamu Sur" Ucap dokter surya.
Surya terkekeh melihat dokter firman yang sedang kesal. Padahal usia dokter firman ada diatasnya 5 tahun tapi surya tidak sungkan untuk meledek sang dokter.
" Kamu tidak sakit apa - apa surya , tapi..."
" Kok bisa saya tidak sakit sih dok ? Saya ini setiap pagi mual dan muntah loh dok, periksa yang benar dulu dokter " Surya menyela ucapan dokter firman begitu saja tanpa menunggu sang dokter selesai bicara.
Tok Tok dua kali getokan dikepala surya menggunakan pulpen yang ada di meja kerja dokter firman. Dokter firman kesal karena surya langsung menyela ucrpanya padahal belum juga selesai bicara.
" Kalau ada orang lagi menjelaskan itu didengar dulu jangan kebiasaan menyela. Aku suntik beneran itu burung nanti, diam dulu saya belum selesai bicara " Ucap dokter firman marah.
Surya meringis sambil mengusap - usap kepalanya yang terasa sakit karena getokan dokter surya tadi.
" Kamu itu tidak sakit surya , tapi sepertinya kamu mengelami kehamilan simpatik ? Kamu pasti sudah tahukan maksud dari kehamilan simpatik, kamu ini juga bekerja di kesehatan loh jangan pura - pura tidak paham. " Ucap dokter firman dengan tegas.
" Tapi istri saya tidak sedang hamil dokter ? Masak iya saya mengalami kehamilan simpatik, coba dokter periksa lagi " Jawab surya.
Sebab mala memang tidak hamil , bahkan untuk hamilpun masih butuh perjuangan panjang. Mengingat mala divonis akan lama untuk bisa hamil, karena rahim mala ada masalah akibat benturan saat kegugurab yang ke dua.
" Coba suruh tes atau periksa dulu istri kamu, aku yakin istri kamu saat ini hamil tetapi kalian sama - sama tidak tahu. Karena keasikan lembur , hahahaaaa....." Ucap dokter firman gantian meledek surya.
* Apa benar mala sedang hamil. Tapi.... ? Ah, jika Allah sudah berkehendak apa yang tidak mungkin. * Gumam surya dalam batinnya.
Suryapun mengucapkan terimakasih dan bergegas keluar dari ruangan dokter firman. Sekarang sudah jam makan siang,surya langsung menghubungi mala untuk menanyakan keberadaan mala. Sebab surya akan menjemput mala untuk dibawa kedokter kandungan.
[ Assalamualaikum mas surya ] Sapa mala dari seberang sana.
[ Wa'alaikumsalam , sayang kamu dimana ?] Tanya surya .
[ Dirumah mas, memangnya ada apa ?]
[ Tidak ada apa - apa, sekarang kamu bersiap karena sebentar lagi aku akan menjemputmu. Aku akan mengajakmu kesuatu tempat sekarang ]
[ Kemana mas ?]
[ Nanti kamu juga tahu sendiri, sudah cepat bersiap. Begitu mas sampai kita langsung pergi. Assalamualaikum ]
[ Wa'alaikumsallam ]
*********
__ADS_1