Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Tamu pak andi


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Malam ini Aluna datang ke rumah papa nya untuk memenuhi undangan makan malam sang papa. Dan malam ini juga dia berencana untuk menginap di rumah orang tuanya. Sebenarnya malam ini aluna dan candra akan menemui orang tua candra di villa , tapi dia tidak mau menolak ajakan makan malam papa nya.


Candra tidak masalah, lagi pula orang tuanya juga baru datang sore tadi. Mereka masih perlu untuk beristirahat. Masih banyak waktu untuk menemui mereka, lagi pula mereka seminggu akan ada di des itu.


" Pa sebenarnya tamu papa siapa sih kok harus masak segini banyak. " Ucap mama meri sambil memandang makanan yang sudah terhidang di meja.


Sedari jam 3 mams meri sudah sibuk memasak beragam menu yang diminta oleh pak andi. Pak andi bilang jika akan ada tamu istumewa yang akan datang untuk makan malam. Karena pak andi memang yang mengundang nya secara khusus. Mama meri memasak banyak menu, ada ayam kecap, sop daging,cumi saus tiram, ikan goreng, sambal, dan ada tumis bayam campur teri.


" Nanti mama juga tahu. " Seru pak andi dengan santai nya.


Huuffff .


Meri hanya mendengus kesal sambil terus merapikan meja makan dan menyusun piring sendok pada tempatnya.


" Wahhh... Banyak banget masakan mama malam ini ? Ada acara apa sih ma?" Tanya mala yang baru saja keluar dari kamar.


" Ada tamu nya papa " Jawab meri singkat.


Malu pun langsung menghampiri papa nya yang sedang duduk di ruang keluarga sembari menonton televisi.


" Suami mu mana ? Sudah dua hari ini papa tidak melihat nya ?" Tanya pak andi melirik mala yang duduk di samping nya.


" Ada di rumah orang tuanya pa. Katanya disana ada pekerjaan yang harus dia selesaikan." Jawab mala berbohong agar papa nya tidak marah.


Pak andi diam dan tidak bertanya lagi. Mala pun memberanikan diri untuk bicara dengan papa nya masalah uang bayaran kuliah nya, karen dia sudah malu dari kemarin di tanya sama pihak administrasi terus menerus.

__ADS_1


" Pa, mala minta uang dong untuk bayaran semester " Ucap mala tanpa rasa takut.


Deg.


Pak andi langsung mengalihkan pandangan nya dari Televisi dan beralih memandang mala dengan penuh tanda tanya.


" Uang semester kamu bulan kemarin kan sudah papa titipkan mama kamu dari dua bulan yang lalu. Bahkan dari sebelum kamu menikah ? Memang belum mama kamu kasih ?" Tanya pak andi serius.


Mala hanya menggeleng sambil melirik mama nya yang diam terpaku di dekat meja makan. Meri sepertinya ketakutan karena uang itu sudah dia habiskan bersama mala.


" Ma ! Mana uang semester mala ? Kan sudah papa titipkan kepada mama ? Atau jangan - jangan uang itu mama pakai untuk shopping ?" Tanya pak andi dengan suara penuh intimidasi.


" Maaf pa. Ini semua ide nya mala, mala yang ngajak membagi dua uanv itu dan kami gunakan untuk berbelanja di mall " Jawab mama meri jujur.


Braakkkk...


Pak andi melempar remot Tv sampai hancur berkeping - keping. Dia benar - benar dibuat emosi dan marah oleh Mala dan Meri. Saat dia sedang marah tiba - tiba terdengar ucapan salam dari arah pintu utama.


" Assalamualaikum " Seru seseorang.


Pak andi meredam amarah nya lalu berjalan kedepan untuk membukakan pintu tamu nya. Setelah pintu terbuka pak andi pun langsung membawa kedua tamu nya ke ruang makan.


* Aluna dan Candra ? Jadi aku seharian memasak hanya untuk mereka ? Kurangajar !! Enak sekali mereka, tapi jika aku marah sekarang papa pasti akan semakin marah. Lebih baik aku diam saja dulu daripada papa semakin marah * Gumam meri dalam hatinya.


" Aluna , Candra ayok makan. Ini mama kamu sudah masak banyak untuk kalian. " Seru pak andi langsung mengajak aluna dan candra makan.


" Iya pa " Jawab aluna dan candra bersamaan.


Mala mau protespun takut jika sang papa akan semakin marah. Jadi dia juga hanya ikut diam dan bergabung untuk makan malam.


" Aluna ini ayam kecap dan sop daging nya, ayo kamu juga ambil yang banyak. " Ucap pak andi sambil menyendokkan ayam ke piring Aluna.


" Aluna kan tidak suka ayam pa ?" Seru mama meri protes karena tidak rela aluna memakan ayam.


" Itu dulu tapi sekarang dia suka kok. Mama bisa mrlihat perubahan tubuh Alun kan ? Dia semakin segar, dan berisi tentunya semakin cantik " Ucap pak andi memuji Aluna.

__ADS_1


" Itu semua karen suami aluna memberi nafkah aluna dengan baik pa. " Jawab alun membuat candra tersenyum bahagia.


Meri diam tidak berkomentar lagi dia tahu jika aluna sedang menyindirnya. Namun dia berusaha untuk diam agar suaminya tidak memarahinya. Sekarang yang terpenting uang , karena keuangan dipegang oleh suami nya mau tidak mau meri harus mengikuti kata suaminya. Nanti dia akan mencari cara untuk membuat suaminya tunduk seperti dulu.


" Huuuhhh...gayaan makan daging, padahal biasanya juga makan sayur sama tahu tempe. Awas keselek tuh makan daging. Mungkin di rumah kontrakan nya juga tiap hari makan tahu tempe, dasar miskin " Seru mala tersenyum sinis ke arah aluna dan candra.


" Jaga ucapan mu mala !! Papa tidak pernah mengajarkan mulut mu untuk menghina orang. Kecuali jika memang mama mu yang mengajarkan mu seperti itu. Setidak nya Aluna tidak sebodoh kamu, dia punya pekerjaan dan dia punya penghasilan bahkan dia tidak pernah menyusahkan papa. Kamu sudah menikah saja masih menyusahkan papa, sekarang diam ! Jika masih saja ribut di di depan makanan seperti ini, lebih baik kamu masuk kamar " Ucap pak andi tegas.


Mala hanya melirik malas ke arah papa nya, dia pun segera menghabiskan makanan nya.


* Lihat saja kamu Aluna, aku akan membuat perhitungan dengan mu. Gara - gara kamu papa memarahi ku, dasar anak pembawa sial !!* Gerutu mala dalam hati nya.


Selesai makan malam Aluna tidak di bolehkan untuk membereskan meja makan. Pak andi meminta Aluna dan Candra duduk di ruang keluarga saja, dan membiarkan meri dan mala yang membereskan semua nya.


" Pa, aku tidak enak sama mama. Tadi aku datang tinggal makan, dan sekarang aku malah duduk saja." Ucap aluna.


" Sudah tidak apa - apa. Biarkan mama mu sesekali papa atau kamu memang harus tegas. Kalau dibiarkan mama mu dan mala bisa semakin kurangajar " Ucap pak andi sambil melirik ke arah dapur.


" Yang dikatakan papa benar Lun. Kamu jangan mau mengalah terus menerus. Apalagi mala dia itu kalau kamu cuma diam saja semakin kurangajar. Kamu harus melawan nya , setidak nya kamu harus tegas. " Ucap candra membenarkan perkataan pak andi.


" Iya pa, kak " Jawab mala singkat.


Mereka bertiga terlibat obrolan yang sesekali terdengar tawa mereka sampai ke dapur dan itu membuat mala dan mama nya kesal.


" Seenaknya saja mereka tertawa seperti itu. Seharus nya anak miskin itu yang mencuci piring. Tapi kenapa justru dia dijadikan ratu, lama - lama papa juga ngeselin ma." Ucap mala mencoba untuk protes.


" Nanti mama cari cara untuk membuat papa tunduk seperti dulu. Mama juga tidak suka kalau papamu dekat dengan Aluna seperti itu, bila perlu mama main dukun agar papa mu bisa tunduk " Ucap mama meri terlihat kesal.


" Terserah mama saja. Yang penting papa bisa baik seperti dulu, berapa pun mala minta uang pasti akan di kasih " Ucap mala lagi.


Cucian piring kotor pun sudah beres mereka berdua tidak ikut bergabung di ruang keluarga. Mama meri dan mala lebih memilih masuk ke kamar nya masing - masing.


*******


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN KLIK FAVORITE NYA ❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏


__ADS_2