
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Perjalanan kehidupan rumah tangga tidak semua berjalan dengan indah dan mulus. Pasti ada kerikil - kerikil kecil dan masalah kecil yang menjadi bumbu dalam sebuah hubungan rumah tangga. Seperti halnya rumah tangga Aluna dan Candra. Sudah berapa kali rumah tangga mereka mendapat ujian.
Pernikahan mereka yang berawal dari sebuah perjodohan pengganti pernah mendapat masalah kecil dari mama sita, dimana mama sita tidak setuju dan memandang rendah terhadap Aluna. Masalah datang dari perempuan, dimana mala saat itu menginginkan candra kembali dan begitupun dengan Julia. Semua masalah itu berhasil mereka hadapi dan kini mereka sedang berbahagia dengan kehamilan aluna.
" Mas, aku tidak pernah menyangka rumah tangga dan pernikahan kita akan berjalan sampai detik ini. Dulu kita menikah tanpa adanya cinta, bahkan aku sempat berfikir suatu saat kita pasti akan memilih kehidupan kita sendiri - sendiri. Karena waktu itu aku hanya memikirkan papa, bagaimana agar papa tidak malu dab akhirnya aku menyetujui menjadi pengganti kak mala. " Ucap aluna mengenang masa lalu saat memutuskan menikah dengan candra.
Candra mencium kening Aluna dengan lembut dan membawa aluna dalam pelukannya. Tanpa terasa air matanya mengalir, bukan air mata karena sedih tetapi air mata kebahagiaan. Dia sangat bahagia bisa menikah dengan wanita seperti Aluna. Wanita cantik, baik dan penuh kasih sayang.
" Mas kok menangis ? Aku buat mas sedih ya ?" Tanya aluna menatap wajah candra.
" Tidak sayang. Mas menangis karena bahagia, mas sangat bersyukur bisa menikah dengan wanita setegar dan sebaik kamu. Terimakasih sayang, terimakasih sudah menjadi wanita terbaik ku setelah mama. Kamu wanita pertama dan terakhir yang bisa meluluhkan hati ku. I love You sayang " Ucap candra kembali membawa aluna dalam pelukannya.
" Sama - sama mas. Mas juga pria pertama yang bisa meluluhkan hatiku selain papa. Jadilah suami san ayah yang baik untuk anak - anak kita kelak. I love you to mas " Jawab aluna penuh haru.
Candra dan Aluna saat ini sedang beradadi Villa milik keluarga candra. Selama menikah ini pertama kali aluna mau diajak ke villa, disini udara nya lebih sejuk dan pemandangan nya masih Asri. Namun hanya sepi, tidak ada orang lain selain para pekerja dan penjaga Villa.
" Jalan - jalam yuk. Selama bekerja di paprik teh pasti belum pernah jalan - jalan kekebun tehnya langsung kan ? Kita bisa lihat pekerja memetik daun teh, bagaimana mau tidak ? " Tanya candra .
" Boleh mas, mumpung udara masih sejuk nih... Tumben panasnya tidak terik, mungkin tahu kalau aku mau jalan - jalan kekebun teh jadi cuacanya dibuat sejuk " Ucap aluna sambil terkekeh.
" Bisa aja kamu sayang. Ya sudah yuk " Ajak candra.
Mereka kini sudah menyusuri kebun teh yang luas, seluas mata memandang semuanya hanya ada kebun teh. Aluna sangat senang jalan - jalan kekebun teh. Memang ini yang pertama, kebun teh memang letaknya lumyan jauh dari papbrik pengolahannya butuh sekitar 35 menit .
" Luas banget ya mas ? Hemm... Ini semua punya kamu mas ?" Tanya aluna serius.
__ADS_1
" Iya dong sayang... Bagaimana ? Suami kamu kaya kan ?" Tanya candra sambil terkekeh dengan jawaban sombongnya sendiri.
" Idih sombong banget sih mas " Jawab aluna cemberut.
" Maaf sayang... Mas cuma bercanda loh. Begitu saja marah. Ini semua dulu bukan milik keluarga mas, dulu milik almarhum temannya nenek tetapi saat itu mereka butuh uang dan kebun ini dijual dan di beli oleh kakek. Dulu tidak seluas ini, lambat laun ya jadi seluas ini. " Jawab candra.
Aluna mendengarkan cerita sang suami sambil menganggukkan kepalanya. Tangan aluna mulai memetik daun teh yang masih muda. Dan mengumpulkannya sampai mendapat lumayan banyak.
" Mau kamu apakan daun teh itu sayang ?" Tanya candra heran melihat kelakuan sang istri.
" Mau aluna bawa pulang mas,mau aku buat teh dengan racikan tangan aluna sendiri. Dijemur terus langsung diseduh mungkin enak ya mas ?" Tanya aluna .
" Bagi yang suka ya enak - enak saja. Biasa nya warga sekitar menambahkannya dengan bunga melati yang juga dikeringkan jadi baunya semakin harum " Jawab candra .
Aluna dan candra memutuskan kembali ke villa karena hari sudah mulai panas. Apalagi dikehamilannya yang semakin membesar membuat aluna sering merasa lelah. Candra sudah meminta aluna untuk cuti hamil namun aluna belum mau , menurut aluna dia masih sanggup mengajar dengan perut yang lumayan membesar.
" Sayang,kehamilan kamu ini baru jalan 6 bulan kan ? Kok besar banget ya, pasti calon bayi kita sehat dan embul " Ucap candra sambil mengusap perut buncit aluna.
" Aamiin... Bukan hanya perut aluna yang membesar mas tapi badan aluna juga semakin membesar. " Jawab aluna.
" Mas makan yuk, aku sudah lapar lagi. " Ucap aluna sambil tertawa kecil.
Padahal baru jam 11 siang aluna sudah 2 kali makan dan ini mengajak makan lagi. Candra tidak menolak dan dia juga mengiyakan ajakan sang istri, bisa memaklumi jika ibu hamil memang senang makan.
**********
Perdebatan dan keributan kecil terjadi di kontrakan meri. Saat ini mala dan surya sedang berdebat masalah tempat duduk dalam mobil. Mereka berniat menyusul aluna dan candra ke villa .
" Kalau kamu duduk di belakang aku tidak mau menjalankan mobilnya " Ucap Surya cemberut.
" Apaan sih kamu ini Surya ! Semalam kamu kan sudah setuju jika mau ke villa nya candra,kenapa sekarang harus ribut masalah tempat duduk sih ?" Tanya mala kesal.
" Makanya kamu duduk dulu di depan, aku tidak akan memakan mu atau yang aneh - aneh. Aku ini bukan sopir kamu,masak iya aku duduk didepan sedangkan kamu duduk dibelakang." Jawab surya membela diri.
__ADS_1
" Isshh.... Sudahlah kamu turun. Dan pindah kebelakang, biar aku yang mengendarai mobilnya. Ribet amat sih jalan sama kamu ini, meliebihi jalan sama ibu - ibu arisan. " Ucap mala lagi.
Perdebatan mereka disaksikan oleh meri, meri sendiri heran melihat mala dan surya. Ribut terus setiap kali bertemu dan anehnya ada saja bahan yang membuat mereka ribut. Meri mendekati mobil surya dan mengatakan sesuatu yang membuat mereka menjadi bengong.
" Sudah kalian turun saja semua,sana jalan kaki saja biar adil. Atau kamu pindah belakang saja surya,biar mama yang menjadi sopir kalian berdua. Begitu saja kok ribut terus, dan ada saja yang kalian ributkan. Bagaimana nanti kalau kalian menikah yang ada akan ribut terus menerus " Ucap meri menasehati mala dan surya.
" Kalau sudah menikah ya pasti tidak ribut dong tante , kami akan bermesraan terus. Iya kan mala sayang " Jawab surya sambil mengedipkan matanya kearah mala.
" Idihh ogah ! Siapa juga yang mau menikah sama kamu,pria brisik dan bawel. " Jawab mala ketus.
Huuuuffftttt...
Surya,menghela nafas dengan kasar, masih saja mala sok jual mahal. Padahal surya yakin jika mala juga punya perasaan yang sama seperti surya.
* Sabar surya,harus lebih lagi usaha pendekatannya. Mala dulu itu punya masalalu yang kelam jadi dia sedikit trauma berhubungan dengan pria* Gumam meri dalam batinnya
" Mala , kamu mau berangkat apa tidak ?" Tanya candra.
" Iya - iya aku pindah depan " Ucap mala lalu turub dan masuk lagi duduk di samping surya.
Meri ingin tertawa melihat tingkah mala dan surya yang seperti anak kecil. Dia yakin jika surya bisa mengambil hati mala , harapan meri ingin melihat mala hidup bahagia dengan pria yang dicintai mala. Surya sudah tahu kelamnya masalalu mala langsung dari meri, meri sengaja menceritakan semuanya kepada surya agar surya tahu yang sebenarnya tentang mala.
Surya merespon baik cerita meri, karena setiap irang pasti punya cerita masalalunya masing - masing. Dan sampai detik ini surya tetap baik dan tidak memandang masalalu mala.
" Tante kami pergi ya..Assalamualaikum " Ucap surya mulai melajukan mobilnya.
" Waalaikumsalam hati - hati surya, mala " Ucap meri sambil melambaikan tangannya.
* Sudah seperti melepas anak dan menantu saja. Ya Allah... Semoga mala bisa membuka hatinya untuk surya. Aku yakin surya itu pria yang baik dan sabar serta pengertian.* Gumam meri.
***********
RATE BINTANG 5 NYA KAK.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️