Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Marko dan Meri


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


💕 HAPPY READING 💕


Meri menemui marko dirumah nya karena sudah berapa kali meri menghubungi marko tetapi tidak ada jawaban dari marko. Meri datang kerumah marko saat pak andi bekerja, meri kesal karena marko tidak mau membalas pesan dan mengangkat teleponnya.


" Marko... Marko !!! Buka pintunya marko ! Aku tahu kamu ada didalam, cepat buka pintunya sebelum aku mendobraknya !" Teriak mari dari arah depan pintu.


* Mau apa wanita licik itu datang kesini ? Aku sudah malas berurusan dengan wanita gila itu, berapa kali saja dia membohongiku. Rasa cintaku juga lama - lama hilang, semenjak candra menceritakan semuanya , rasa ini sudah mulai hilang * Gumam marko dalam hatinya.


Namun marko tetap beranjak membukakan pintu untuk meri, dibiarkan terlalu lama justru akan mengganggu tetangga yang lainnya. Mulut meri jika dibiarkan akan semakin teriak - teriak. Dengan malas marko membukakan pintu untuk meri.


Ceklek...


Saat pintu terbuka, terlihat jelas wajah kesal meri. Tanpa disuruhpun meri langsung masuk dan duduk di kursi ruang tamu.


" Kemana saja kamu marko ? Kamu mengabaikan telepon dan Sms ku.. ! Apa kamu sudah tidak perduli lagi dengan anak mu ?" Tanya meri dengan kesal.


" Kamu datang cuma ingin memarahi ku ? Kalau cuma mau marah lebih baik kamu pulang saja, aku mau istirahat. !" Ucap marko tegas.


" Bukan begitu marko ku sayang . Aku hanya kesal karena kamu mengacuhkan teleponku ." Ucap meri sambil mendekati marko.


Hhuuuufff.


Marko membuang nafas dengan berat, jika berdekatan dengan meri seperti ini marko memang tidak bisa mengendalikan dirinya. Sepertinya meri memang sengaja menggoda marko, karena meri memang menginginkan marko.


" Sayang apa kamu tidak merindukan ku ?" Tanya meri berbisik ditelinga marko.

__ADS_1


Suara meri membuat gejolak diri marko samakin meningkat. Marko tetap mencoba menahannya agar meri yang meminta dan mengajaknya terlebih dahulu.


" Aku tidak merindukan mu " Jawab marko dengan suara yang serak.


" Jangan bohong marko sayang. Aku tahu kamu ini sudah sekuat tenaga menahannya. Ayok kita lakukan sekarang marko ku sayang. Aku sangat menginginkannya, selama seminggu aku tidak mendapatkannya. " Ucap meri semakin menjadi dengan tangan yang sudah dia kalungkan di leher marko.


Marko sudah tidak bisa menahannya lagi, tanpa fikir panjang marko langsung menyantap meri di atas kursi ruang tamu.


* Masa bodoh dengan semua kebohongan dan kelicikan meri. Yang penting saat ini aku bisa menuntaskan dan menyalurkan hasratku. Setelah ini mau bagaimana nanti aku fikirkan lagi. Kucing dikasih ikan asin siapa yang mau menolak.* Gumam marko menyeringai licik.


" Ayo marko lakukan sekarang, aku sangat menginginkannya " Seru meri seperti orang yang sudah kelaparan.


" Iya meri sayang, kali ini kita lakukan sampai kita sama - sama puas " Ucap marko.


Akhirnya apa yang diinginkan meri terlaksana juga, mereka saling menyatukan diri mereka. Benar - benar sudah lupa dengan umur, apalagi meri dia sudah melupakan ikatan pernikahannya dengan pak andi.


Selesai dengan kegiatannya marko dan meri membersihkan dirinya bersama - sama. Selesai mandi meri melanjutkan obrolannya dengan marko yang sempat tertunda.


" Marko.. Kalau kamu menyayangi mala dan ingin melihat dia hidup bahagia seharusnya kamu menjalankan apa yang aku perintahkan " Ucap meri.


Deg..


Meri langsung menatap marko dengan serius, meri heran darimana marko bisa tahu jika mala sudah menikah padahal meri sama sekali belum pernah menceritakannya kepada marko.


" Kamu tahu darimana ?" Tanya meri gugup.


" Aku sudah tahu semuanya tentang mala, bahkan status dia sekarang seorang janda pun aku sudah tahu. Kamu jangan berbohong lagi Mer, aku sudah tahu cerita yang sebenarnya tentang mala dan pria yang bernama candra. Dulu kamu dan mala menolak pria itu karena dia miskin kan ? Setelah tahu dia kaya kalian putar haluan ? Aku tidak suka kamu mengajarkan hal buruk kepada mala, aku sengaja membiarkan mala dalam didikan mu dan andi agar mala punya masa depan baik tidak sepertiku !!" Seru marko dengan suara tingginya.


Meri tersentak karena marko sudah tahu semuanya bahkan baru kali ini marko bicara kasar kepadanya. Meri mulai menyusun cara agar marko tetap mau menolongnya menyingkirkan Aluna.


" Kamu itu wanita yang paling pijik dan jahat !! Aluna itu darah dagimu dia anak kandung mu. Tapi kenapa kamu tega ingin menyingkirkan nya? " Tanya marko.


" Karena dia anak ku dari andi ! Kamu kan tahu aku tidak mencintai andi, dulu aku hanya pura - pura cinta dan pura - pura baik sama andi. Aku hanya mencintai kamu marko. " Ucap meri membela diri.


" Cinta ? Cinta seperti apa yang kamu bilang ? Dulu aku pernah mengajak mu menikah justru kamu menolakku karena aku hanya pengangguran dan andi pegawai kantoran !! Justru kamu meminta tetap berhubungab secara sembunyi - sembunyi sampai aku ikut dalam permainan mu dan lahir lah mala yang memang dia darah daging ku. Sekarang kejadian masalalu mu mau kamu ulang pada anak mu sendiri ?" Seru marko tersenyum sinis.

__ADS_1


" Tidak ! Semua jelas berbeda marko !" Bentak meri lantang.


" Tidak ada bedanya !! Kamu dan mala menolak lelaki yang kalian miskin demi menikah dengan pria kaya, meskipun tidak 100% sama tapi tetap sama saja. Meri, sekarang kamu tinggalkan rumah ku. Aku mohon tolong jangan libatkan aku dalam masalah mu. Aku tidak mungkin menyakiti aluna, apalagi dia anak dari sahabatku sendiri. Asal kamu tahu pria yang bernama candra itu juga anak sahabatku, Akbar !! " Teriak marko dengan lantang.


Meri tertegun dengan kemarahan marko yang belum pernah dia lihat. Marko benar - benar marah, meri sendiri heran beberapa jam yang lalu mereka baru bergumul dengan mesra tapi kenapa sekarang mereka saling bersitegang.


" Apa kamu tidak perduli dengan anak mu ? Kalau kamu seperti ini aku tidak segan - segan memberitahu andi siapa mala yang sebenarnya, biar mala hidup susah dan di usir dari rumah andi. " Ancam meri dengan sinis.


" Ohh... Silahkan saja meri , aku tidak takut lagi dengan ancaman mu. Selama ini aku memang takut melihat mala hidup susah dan aku ingin dia hidup bahagia. Tetapi setelah tahu kalakuan dan sifat mala sama sepertimu aku sudah tidak takut lagi mala hidup susah. Bahkan di luaran sana dia pasti sudah naik keranjang para pria hidung belang " Ucap marko dengan emosi.


Plakkk


Tamparan mendarat di pipi marko, meri tidak suka marko menghina anaknya sendiri. Seburuk apapun mala tetap dia anak kebanggaannya. Apalagi marko adalah ayah kandung mala , tidak pantas dia menghina mala.


" Silahkan kamu tampar aku sampai puas meri. Ingat jika kamu membuka siapa mala yang sebenarnya bukan hanya mala saja yang akan terusir dan hidup susah. Tetapi kamu juga akan diusir bahkan duceraikan oleh Andi. Apa kamu lupa jika kamu itu sudah mengkhianati andi dari puluhan tahun yang lalu dan bodohnya aku selama ini masih mengharapkan mu. Tapi tidak sekarang ini, aku sudah tidak mau berurusan lagi dengan mu ." Ucap marko lalu berjalan membuka pintu lebar - lebar dab meminta meri segera pergi.


" Pergi dari rumah ku, dan tolong jangan pernah temui aku dan melibatkan aku dalam kejahatan mu. Sudah cukup selama ini aku mengikuti kemauanmu. " Ucap marko .


" Kamu benar - benar berubah marko. Lihat saja kamu pasti akan merengek untuk kembali dengan ku !" Seru meri kesal.


" Tidak akan dan tidak akan pernah. Aku sadar hubungab kita selama ini adalah hubungan yang sakah. Aku ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi dan kamu perbaiki hubungan mu dengan Andi. Berhentilah membenci aluna karena bagaimanapun dia darah dagingmu juga. Dan berhenti mengajarkan mala hal yang buruk " Ucap marko lagi.


" Jangan menggurui ku, aku menyesal datang kerumah mu !" Seru meri ketus lalu pergi meninggalkan kediaman marko.


Sepeninggalan meri, marko langsung menutup pintu dan menguncinya. Dia duduk di kursi sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi, sedangkan tangannya terus memijat keningnya.


* Semoga setelah ini meri tidak akan mengganggu kehidupan anak - anak akbar dan andi. Aku tahu betuk bagaimana meri, dia tidak akan menyerah begitu saja. Bisa saja dia menyuruh orang lain untuk menyakiti anak andi. Heemm... Aku harus memberitahu candra, apa perlu aku mengintai meri. Aku juga ingin bertemu mala , tapi aku sendiri tidak tahu wajah mala.* Gumam marko dalam batinnya.


Sampai detik ini marko belum tahu wajah mala saat dewasa, terakhir melihat mala sekitar 12 tahun yang lalu saat mala masih duduk di bangku SD. Saat ini jika dia bertemu mala dijalan mungkin dia tidak akan mengenali mala.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK 🙏❤️


TINGGALKAN LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA HADIAHNYA JUGA DONG KAK AGAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK MENULIS 🙏❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2