Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Keadaan Aluna


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


Mobil yang di kendarai adit sudah sampai di depan rumah orang tua aluna. Dengan buru - buru adit turun dari mobil dan langsung menuju pintu utama rumah. Belum juga mengetuk pintu, pintu sudah terbuka. Meri keluar dengan wajah masam dan memandang tidak suka ke arah adit.


" Mau apa kamu datang kerumah ku ? " Tanya meri sinis.


" Apa papa ada Tante ?" Tanya adit bersikap sopan.


" Papa , papa.. kamu masih memanggil suami ku papa ? Dasar tidak tahu diri banget sih kamu ? Ingat kamu itu sudah bukan bagian keluarga kami lagi, jadi jangan pernah panggil suami ku papa !!" Ucap meri dengan ketus.


" Maaf, papa sendiri yang memintaku untuk memanggilnya tetap dengan panggilan papa. Jadi tante kalau mau protes ya protes saja sama papa jangan sama adit. Karena adit hanya mengikuti kemauan papa andi saja tante. Tolong panggilkan papa dong Tan, adit ada perlu sama papa " Ucap adit masih bersikap baik dan sopan menanggapi ucapan ketus dari meri.


Tidak perlu memanggil pak andi kedalam, ternyata pak andi sudah berjalan menuju pintu untuk melihat siapa tamu yang tak kunjung di ajak masuk oleh sang istri. Karena tadi terdengar suara mobil datang tapi tidak ada tamu yang masuk.


" Kenapa tamu nya tidak di ajak masuk ma, sudah mau magrib begini kenapa justru di ajak berdiri saja di depan pintu. " Tegur pak andi.


" Ini adit nyariin papa " Ucap meri.


" Loh.. Adit. Masuk yuk dit, papa kira tadi siapa ?" Ucap pak andi.


" Tidak usah pa, adit cuma sebentar saja. Adit kesini untuk menjemput papa untuk adit bawa kerumah sakit. " Seru adit langsung pada tujuanya.


Rumah sakit ?


Apa aluna itu tidak terselamatkan ?


Meri terlihat senyum - senyum sendiri saat mendengar kata rumah sakit disebut oleh adit. Dia sudah yakin jika saat ini alunalah yang ada di rumah sakit. Senyum sinis meri mengundang banyak pertanyaan dalam benak adit.


* Kenapa saat aku menyebut kata rumah sakit tante meri senyum - senyum seperti itu ? Apa dia tahu siapa yang ada dirumah sakit ? Atau jangan - jangan dia ada kaitannya dengan apa yang sudah menimpa aluna ? * Gumam adit dalam batinnya.


" Rumah sakit? Ada apa ini dit, siapa yang sakit ?" Tanya pak andi dengan khawatir.

__ADS_1


" Aluna sakit pa dan sekarang di rawat di rumah sakit. Tadi candra minta tolong adit untuk menjemput papa, karena candra khawatir kalau papa menyetir sendiri. " Ucap adit tanpa memberitahu keadaan aluna yang sebenarnya.


Pak andi langsung syok dan lemas mendengar kabar aluna masuk rumah sakit. Seumur hidup aluna baru kali ini dia masuk rumah sakit. Pak andi langsung mengajak adit untuk berangkat kerumah sakit. Sedangkan meri tidak mau ikut dengan beralasan mala sebentar lagi pulang jadi dia mau menunggu mala pulang terlebih dahulu.


* Semoga saja si aluna cepat mampus, dengan begitu tidak ada lagi yang menjadi saingannya mala * Gumak meri dalam batinnya.


********


Di rumah sakit


" Bagaimana keadaan istri saya dokter ? Apa ada yang parah ? Apa dia sudah sadar?" Tanya candra saat dokter keluar dari ruang UGD.


Dokter baru saja keluar dari Ugd dan langsung di berondong pertanyaan dari candra. Dokter melihat kekhawatiran dalam raut wajah candra.


" Pasien belum sadarkan diri, benturan di kepalanya cukup serius tapi semoga saja tidak sampai luka dalam . Tubuhnya hanya luka luar saja dan lecet - lecet di bagian tangan dan kakinya. Tapi untuk lebih menyakinkan lagi nanti kita akan melakukan pemeriksaan saat pasien sudah sadarkan diri. " Ucap dokter menjelaskan dengan detail.


" Tapi kepalanya tidak apa - apa kan dok, istri saya tidak akan hilang ingatan. ?" Tanya candra khawatir.


" Kita lihat saat pasien sadarkan diri ya pak. Semoga saja semuanya baik - baik saja. " Ucap dokter.


Candra belum tenang jika aluna belum sadarkan diri. Setelah keluar dari ruangan dokter , candra langsung menuju kamar rawat aluna sesuai yang diberitahu oleh suster.


" Aluna kecelakaan pa . Sepertinya dia korban tabrak lari. Saat ini aluna sedang istirahat, papa jangan khawatir ya luna tidak apa - apa " Ucap candra menenangkan mertuanya.


" Bagaimana papa bisa tenang can ? Aluna itu dari dulu sudah menderita. Sekarang baru saja dia merasakan kebahagiaan sudah diberi musibah seperti ini " Ucap pak andi dengan mata berkaca - kaca.


Candra dan adit hanya diam menyimak semua yang disampaikan oleh pak andi. Cukup lama berada di rumah sakit, akhirnya adit pamit karena dia harus menjemput penumpang. Candra dan pak andi mengucapkan terimakasih kepada adit , karena adit sudah banyak menolong mereka


********


Mala masih berada di hotel bersama sang pujaan hati baru nya, Marko. Jam sudah menunjukan pukul 8 malam tetapi mala tak ingin pulang sesuai dengan pesan sang mama sebelum dia pergi.


" Sayang apa malam ini kita akan menginap disini saja ?" Tanya mala sudah mengganti panggilan dengan sayang.


" Kalau kamu mau tidak masalah. Bahkan selamanya berdua dengan mu pun aku mau " Jawab marko memeluk mala dari belakang.


" Sudah dong jangan begini terus terus sayang aku dingin mau pakai baju." Ucap mala dengan lembut karena saat ini dia hanya mengenakan piyama mandi saja.


" Baiklah sayang , tapi kalau menginap aku tidak bisa menjamin bisa menahannya. " Ucap marko sambil melepaskan pelukannya.


" Itu soal gampang. Yang penting sekarang sayang pesan makanan dulu sana, aku lapar. Bagaimana aku mau melayanimu jika aku lapar. " Seru mala bicara dengan suara mendayu - dayu.

__ADS_1


Marko semakin gemas dengan mala, kalau mereka tidak sama - sama lelah pasti mala sudah diterkam nya lagi. Baik marko dan mala mereka sama - sama merasakan ada yang berbeda dengan perasaan mereka. Mereka sama - sama nyaman satu sama lain.


" Sayang aku mau tanya sesuatu sama kamu tapi kamu jawab jujur ya ?" Tanya marko terlihat serius .


Mala yang sedang berganti pakaian di depan markopu hanya mengangguk saja. Mala tidak ada rasa malu dan risih sama sekali saat memakai baju di depan marko padahal dia benar - benar dalam keadaan polos.


" Kamu sudah berapa lama main sama om - om ?" Tanya marko serius.


" Belum lama, sekitar 1 bulan ini. Itu pun baru 3x di pakai di ranjang. " Jawab mala jujur dan tanpa malu.


" Selama itu apakah mereka memakai pengaman ?" Tanya marko ingin tahu. Karena dia sendiri tahu memakai pengaman itu tidak enak.


" Mereka tidak mau memakai pengaman jadi aku sendiri yang memakai kontrasepsi. Kenapa sayang ? Apa kamu mau pakai pengaman ? Jangan dong sayang karena kalau pakai pengaman itu kurang jreng " Seru mala.


Mala sudah selesai memakai baju dan kini sudah berdiri tepat dihadapan marko. Sedangkan marko duduk di pinggir ranjang. Mala mengalungkan tangan nya di leher marko, dan marko memeluk pinggang mala.


" Aku juga tidak mau memakainya sayang. Syukurlah kalau kamu pakai kontrasepsi, karena aku belum mau mempunyai anak. Karena punya anak satu saja sampai sekarang aku belum mengurusnya dengan baik. Tapi aku ingin serius menjalin hubungan dengan mu, memang kita baru kali ini bertemu tapi aku merasa kita itu cocok" Ucap marko mengatakan isi hatinya.


" Kamu sudah punya anak sayang ?" Tanya mala serius.


" Sudah,dia perempuan umurnya tidak jauh dari kamu. Tapi ya sudahlah jangan dibahas, aku tidak mau merusak kebersamaan kita dengan cerita masalalu kelam ku. " Seru marko.


" Kalau kamu serius dengan ku, aku minta kamu jangan main perempuan lagi ya. Cukup aku saja yang akan melayanimu dengan baik." Ucap mala yang kini sudah duduk dipangkuan marko.


" Aku memang tidak pernah main perempuam, cukup kamu seorang saja sayang. Kalau boleh malam ini juga aku datangi orang tuamu dan aku lamar kamu sayang." Ucap marko sambil mencium mala.


Mala semakin bahagia mendengar penuturan marko, tapi dia tidak mau gegabah. Dia ingin mengenal marko lebih dalam lagi. Dia tidak mau kejadian seperti adit dulu, yang dia kira kaya ternyata kekayaannya bohong. Mala duduk di pangkuan marko sambil memeluk marko dengan erat.


" Jangan cepat - cepat melamarku sayang, karena aku masih ingin mengenalmu lebih dalam lagi. Aku belum mau berumah tangga, yang penting sekarang aku sudah menjadi milikmu dan kamu milikku. " Seru mala dengan manja.


" Iya sayang apapun yang kamu mau akan aku berikan asal kamu bahagia. Baiklah, kamu turun dulu ya karena aku mau pesan makan malam untuk kita. Setelah itu baru kita saling makan lagi." Ucap marko sambil mencubit hidung mala.


Mala mengangguk dan tersenyum bahagia. Setelah mala turun, marko pun mengambil ponselnya dan memesan makanan lewat pelayanan hotel tempat dia menginap.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2