Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Ingin rujuk


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Kabar penggerebekan Julia dan bobi sudah sampai ketelinga Aluna dan Candra. Aluna tahu dari tika yang memang rumah kontrakan tika tidak jauh dari rumah marko dan Julia. Aluna sendiri tidak menyangka jika julia bisa sampai mengkhianati marko, terlebih dengan pria yang sudah mempunyai istri dan anak pak Rt.


Aluna mencoba menghubungi mala untuk mencari tahu kebenarannya tidak bermaksud ikut campur atau kepo. Tetapi hanya memastikan saja.


[ Aku malah belum tahu kabar itu Aluna, kamu dapat kabar darimana ? Apa itu akurat ?] Tanya mala saat aluna menanyakan kabar kebenaran berita soal marko dan julia.


[ Aku dapat kabar dari Tika kak, kontrakan tika kan tidak jauh dari rumah mereka. Aku kira kak mala sudah tahu. ] Seru Aluna .


[ Beneran aku tidak tahu Lun. Apalagi memang beberapa hari ini aku sibuk di kampus menyiapkan sidang skripsiku ]


[ Wahhh... Kak mala sudah sidang Skripsi? Selamat ya kak, semoga segera wisudanya ]


[ Alhamdulillah sudah 3 hari yang lalu. Terimakasih ya Lun ]


[ Ok baiklah kak kalau begitu aku tutup ya teleponnya. Assalamualaikum ]


[ Iya Aluna, waalaikum salam ]


Klik


Aluna mematikan sambungan teleponnya dan meletakkan kembali diatas nakas kamarnya. Dia ikut senang mendengar mala sudah sidang skripsi, dengan begitu mala tinggal selangkah akan menyandang sarjana. Sebagai adik tentunya aluna juga ingin yang terbaik untuk kakaknya.


* Semoga semua urusan kak mala diperlancar. Dia juga sekarang sedang hamil, memiliki suami yang baik dan pengertian.Bahagia selalu kak mala * Gumam aluna dalam hatinya.


Rumah Aluna saat ini terasa sepi, hanya ada aluna dan anaknya serta bibik yang membantu nya dirumah. Dan ada pak sopir yang selalu siap sedia mengantarkan aluna pergi kemanapun.


Minggu depan Aluna sudah kembali kekampus, seharusnya sudah dari minggu kemarin tetapi kebetulan kampus tempatnya mengajar memberikan tambahan cuti seminggu untuk aluna.


" Mbak aluna sedang mikirin apa ?" Tanya bibi dengan heran melihat aluna yang melamun.


Bibik memang ada didalam kamar aluna, tadi sedang membantu aluna menyusun pakaian yang sudah disetrika kedalam lemari.


" Ini bik, sebentar lagi akukan harus sudah masuk kekampus untuk mengajar. Aku bingung mau ambil jasa pengasuh atau tidak ? Kata mama saat aku mengajar biar dia saja yang menjaga Rayyan, tapi aku tidak enak dengan mama bik. Kalau menurut bibik bagaimana ?" Tanya aluna meminta saran dari bibik.


" Kalau menurut bibik ikuti saja apa kata mama, nanti juga ada bibik yang bantuin jaga. Sudah mbak aluna jangam khawatir ada bibik juga loh " Ucap bibik serius.


" Tapi bibik apa tidak capek?" Tanya aluna merasa tidak enak jika harus menambah pekerjaan bibik.


" Tidak mbak. Lagipula selama ini pekerjaan bibik jufa banyak dibantu mbak aluna. Jaga Rayyan juga nanti ada mama mertuanya mbak aluna. Sudah pokoknya tidak usah pusing cari pengasuh, ada bibik " Ucap bibik dengan serius.

__ADS_1


Aluna tersenyum lalu memeluk bibik dengan hangat, meskipun hanya pekerja dirumahnya, aluna sudah menganggap bibik seperti keluarganya sendiri. Tidak ada yang dia beda - bedakan, dimata Allah semua manusia itu sama.


Selesai dengan tugas nya, bibik keluar kamar aluna dan segera pergi kedapur untuk menyiapkan bahan - bahan makanan yang akan dia masak untuk makan malam, bibik menyiapkan saja karena saat makan malam aluna sendiri yang akan memasak sedangkan bibik hanya membantunya saja.


Sementara itu ditempat lain saat ini Julia didatangi oleh kedua orang tuanya. Julia sendiri terkejut dengan kedatangan kedua orang tuanya yang datang secara tiba - tiba. Apalagi saat ini dia dan marko sedang ada masalah, bahkan kata talak sudah julia terima.


" Mama dan papa datang kok tiba - tiba begini ? Ada apa sampai mama dan papa repot - repot datang kesini ?" Cara penyambutan julia sama sekali tidak sopan.


Orang tua datang bukannya dipersilahkan duduk dan dibuatkan minuman terlebih dahulu. Namun julia beda, orang tuanya masih berdiri didepan pintu sudah diberondong banyak pertanyaan yang menurut orang tuanya tidak perlu ditanyakan lagi.


" Apa begini cara kamu menyambut kedatangan orang tua kamu ?" Tanya susan dengan kesal.


Tanpa menunggu jawaban julia , papanya masuk dan sedikit mendorong julia sehingga julia dengan pelan memundurkan diri dan membiarkan kedua orang tuanya masuk dan duduk di sofa ruang tamu.


" Mama tidak mengajak kenzo ?" Tanya julia karena dia tidak melihat keberadaan kenzo.


" Tumben sekali kamu menanyakan keberadaan anak kamu. Kesambet apa kamu ? Apa karena perselingkuhan yang kamu lakukan itu membuat kamu sadar diri. ? Mama tidak menyangka kelakuan murahan kamu itu masih saja ada, mana lelaki itu tidak lebih baik dari marko. Dasar anak tidak tahu diri, bikin malu saja kamu julia. Apa kamu senang jika mama dan papa malu dan menjadi bahan gunjingan masyarakat ? Hahhh.... !!" Bentak susan dengan geram.


Pak hengki hanya diam saja, membiarkan istrinya meluapkan emosi dan amarahnya yang sudah dua hari ini dia pendam. Papa julia tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Julia, julia dari dulu memang selalu berulah dan membuat mereka malu. Pergaulan bebas Julia saat menginjak SMA yang membuat dia salah arah sampai dia mempunyai kebiasaan yang tidak bisa dibenarkan. Suka bergonta - ganti pasangan untuk tidur , julia sudah hipers3k.


" Mama tahu darimana ?" Tanya julia kaget saat mamanya tahu semuanya.


" Marko sudah menceritakan semuanya Julia. Dan mama jijik melihat video mu itu , dasar menjijikan. Pa, kita salah apa pa sampai kita punya anak seperti ini. Anak semata wayang kita sudah mencoreng wajah kita berkali - kali Pa. Mama malu, mungkin jika bukan karena kenzo mama sudah memilih mati saja dari dulu pa " Seru susan dengan sesunggukkan.


Pak hengki menghampiri susan dan memeluknya, dia tidak mau istrinya merasa tertekan dengan kelakuan anaknya. Kedatangan mereka ingin menjemput Julia dan membawanya pulang kekota, mungkin lebih baik julia tetap ada dalam pantauannya agar tidak melakukan hal yang memalukan.


" Tidak pa !Julia tidak akan pulang , karena suami julia ada disini dan julia akan tetap disini " Seru Julia menolak ajakan papanya dengan lantang.


Susan bangkit dan mendekati julia, dia langsung melayangkan tamparannya dipipi Julia.


Pllaakkk....


" Jangan gila kamu Julia ! Marko itu sudah menceraikan kamu, bahkan kamu sudah di talak 3 ! Apalagi yang kamu tunggu tetap tinggal di desa ini ? Menikah dengan pria berondong selingkuhan kamu itu ? Ingat Julia, dia itu sudah bersuami. Bukannya pilihannya ada dua, menikah dengan pria itu atau keluar dari kampung ini ?" Seru susan sambil mencengkram kedua pipi Julia.


Julia kesakitan dengan apa yang dilakukan oleh mamanya, sampai gusinya merasa ngilu. Dengan kasar susan menghempaskan Julia dan Julia jatuh bersimpuh dilantai. Kedua orang tua julia sama sekali tidak ada sedikitpun rasa kasihan atau iba kepada Julia, sepertinya amarah mereka memang sudah mendarah daging.


Julia bangun dan duduk di sofa sambil menundukkan kepalanya. Baru kali ini dia melihat amarah ibunya, selama ini ibunya memang hanya mulutnya saja yang cerewet tidak sampai bersikap kasar seperti itu. Sekali dua kali menampar sudah pernah tapi tidak semarah kali ini.


" Aku tidak mau menikah dengan pria itu ma , pa. Julia masih mengharapkan bang marko dan ingin rujuk dengan marko . Julia yakin kemarin mas marko itu hanya emosi sesaat, nanti kalau emosinya sudah reda julia akan ajak mas marko bicara baik - baik dan kami pasti akan rujuk. " Seru Julia dengan percaya dirinya yang patut di acungi jempol.


Kedua orang tua julia hanya menggelengkan kepalanya mendengar kelakuan bodoh Julia.Bagaimana dia masih saja percaya diri jika marko akan mau rujuk dengannya, apalagi dia sudah menjatuhkan talak 3 untuk Julia. Tidak semudah membalikkan telapak tangan Julia.


Papa juliapun menjelaskan tata cara bagaimana rujuk jika sudah dijatuhkan talak tiga


" Rujuk itu tidak semudah yang kamu bayangkan julia apalagi sudah jatuh talak 3. Untuk rujuk dengan istri setelah talak tiga dijatuhkan, maka si istri harus menikah dengan seorang muhallil. Setelah menikah dengan muhallil, lalu si istri yang dijatuhkan talak tiga itu cerai ba'da al dukhul dan harus melewati masa iddahnya. Baru kamu bisa kembali rujuk atau menikah lagi dengan marko. Apa kamu kira mudah . "Ucap pak hengki dengan tenang.


Julia tidak tahu jika harus menikah dulu baru dia bisa rujuk dengan Marko. Tapi demi bersatu lagi dengan marko apapun akan julia lakukan, meskipun harus menilah dulu dengan pria lain.

__ADS_1


" Julia tidak masalah jika harus menikah dengan pria lain yang penting bisa balik dengan mas marko " Ucap julia dengan menyunggingkan senyumnya.


" Bodoh ! Kamu kira marko mau rujuk dengan mu ? Marko sudah menemui kami dan menyerahkan kamu pada kami. Dia tidak mau lagi rujuk, bahkan saat ini dia sudah mengurus perceraiannya kalian. Jadi jangan bermimpi kalau marko mau rujuk lagi dengan kamu, karena dia sudah jijik sama kamu Julia " Ucap susan penuh penekanan.


" Tapi aku mau mas marko ma , pa. Tolong bantu bicara dengan mas marko agar dia mau rujuk denganku " Ucap julia sambil menangis.


Mungkin sekarang julia baru menyadari jika dia sebenarnya mencintai dan sangat membutuhkan marko. Meskipun terkadang marko kasar, marko tetap berusaha baik dan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untuk Julia.


Susan semakin pusing dengan permintaan Julia, tanpa susan minta sebenarnya kemarin saat marko menemui mereka. Susan sudah meminta agar marko kembali kepada Julia, tetapi marko tetap ingin pisah dan memilih untuk hidup sendiri.


" Maaf mama dan papa tidak bisa membantumu. Segera bereskan barang - barang mu karena malam ini juga kita akan pulang ke kota " Jawab tegas Susan.


" Tidak ma ! Julia akan tetap disini, julia tidak mau tinggal satu atap dengan kalian. Yang ada hidupku akan kalian atur , belum lagi kenzo yang akan merecoki hidup julia. Aku ingin bebas, tidak mau dikekang oleh kalian. Sekarang lebih baik kalian pergi saja darisini jangan mengurusi hidupku lagi !" Bentak julia dengan lantang.


Plaakk Plakkk


Kali ini giliran papanya yang memberikan tamparan dipipi Julia. Dia sudah tidak bisa lagi meredam emosinya, julia semakin dibiarkan semakin tidak tahu diri. Bahkan orang tuanya sendiri saja dia bentak dan dia usir.


" Papa tidak akan memberikan uang sepeserpun untuk kamu. Dulu kamu masih jadi istri marko memang tanggung jawab marko dan dia yang menafkahimu. Tapi sekarang kalian sudah bercerai dan kamu mau dapat uang darimana ? Karena marko tidak lagi menafkahi kamu !" Bentak papa Julia dengan penuh emosi.


" Ma,kita pergi dari sini. Percuma kita datang jauh - jauh kesini. Biarkan saja dia mengurus hidupnya sendiri. Kita lihat saja mau sampai mana dia bertahan, mungkin saja dia akan menjajakan tubuhnya untuk bertahan hidup " Ucap papa julia dengan nafaa tersengal - sengal karena amarahnya semakin meradang.


" Silahkan sana kalian pergi dan jangan hiraukan hidupku lagi " Ucap julia semakin membuat kedua orang tuanya emosi.


Tanpa fikir panjang susan dan suaminya pergi dari rumah yang ditempati Julia.Mereka memilih mencari penginapan saja untuk beristirahat dan menenangkan diri mereka. Tidak mau menginap dirumah mama sita, sebab saat ini fikiran mereka sedang kalut dan tidak baik - baik saja.


" Pa, mau jadi apa anak kita pa ? Mama benar - benar sudah tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi Julia . " Ucap susan sambil terisak menangisi kelakuan Julia yang semakin tidak terarah lagi.


" Mama tidak tahu ma, sudahlah jangan mama fikirkan anak kurangajar itu. Dia sudah tidak menganggap kita lagi sebagai orang tuanya , kita lihat saja masalah apalagi yang akan diperbuat oleh anak itu " Ucap papa julia tetap fokus dengan setir mobilnya.


" Tapi Julia itu anak kita satu - satunya pa. Salah apa kita dimasalalu sampai anak kita seperti ini pa ?" Tanya mama susan masih menangis tersedu - sedu.


Suami susan hanya menggeleng pelan dan tetap fokus mengendarai mobilnya menuju penginapan terdekat kampung itu.


" Aku tidak akan mau pulang kerumah mama dan papa, aku tidak mau hidup diatur dan terkekang. Pasti mereka banyak aturan yang harus aku ikuti. Oh tidak bisa, julia tidak bisa hidup di atur - atur. " Ucap Julia bicara sendiri.


Tok Tok Tok


Pintu rumah julia diketuk dari luar , julia sudah tahu siapa yang datang. Julia langsung membuka pintu dan menyuruh tamunya untuk masuk.


" Ada apa kamu memanggilku kemari ? Aku tidak mau digerebek warga lagi, beruntung istriku saat ini sedang hamil sehingga dia tidak meminta cerai. Tapi tidak tahu saat dia sudah melahirkan namti. " Ucap bobi dengan kesal.


" Kalau soal istrimu itu bukan urusan ku bob. Sekarang begini , kamu harus menikahiku tetapi hanya sementara saja. Setelah itu kamu ceraikan aku jadi aku akan bisa rujuk dengan mas marko. Bagaimana ?" Seru julia .


" Maksudnya bagaimana ?" Tanya bobi belum paham dengan maksud pembicaraan julia.


Hhhuuufffft..... Juliapun menjelaskan apa yang dia mau sesuai dengan yang dijelaskan papanya tadi. Bobi mendengarkan apa yang dijelaskan oleh julia. Bobi sendiri juga tidal paham dengan pernikahan yang dimaksud oleh julia, dia akan menanyakan terlebih dahulu kepada orang tuanya.

__ADS_1


**********


__ADS_2