
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Dengan sangat terpaksa akhirnya Julia mau diajak pulang oleh orang tuanya. Tapi sebelumnya masalah Julia dan Bobi sudah dibicarakan dengan Pak RT dan beberapa perwakilan dari warga. Keputusannya Bobi tidak jadi menikahi Julia, karena Julia akan dibawa pulang ke kota oleh kedua orang tuanya. Dan orang tua Julia juga tidak keberatan jika bobi tidak menikahi Julia.
Bobby menerima keputusan orang tua Julia dengan hati yang gembira. Akhirnya dia bisa terbebas dari Julia, namun dia juga merasa bersedih karena kepindahan Julia. Dia tidak bisa lagi bertemu dengan Julia.
Julia sendiri bersedih bukan karena tidak jadi menikah dengan Bobi atau tidak bisa bertemu dengan bobi lagi. Tetapi Julia bersedih karena harus meninggalkan kampung di mana kampung ini adalah tempatnya bertemu dengan Marko dan menikah dengan Marko . Julia juga merasa berat meninggalkan Marko , karena dia masih ada rasa untuk Marko bahkan masih berkeinginan hidup bersama Marko.
" Kamu bisa bereskan barang-barang kamu dari sekarang Julia. Karena dua hari lagi kita akan pulang kekota. Dalam dua hari ini kamu boleh menemui Marko untuk berpamitan sekaligus meminta maaf atas kesalahan yang sudah kamu perbuat kepada Marko." Ucap pak Hengki memberikan kesempatan Julia untuk berpamitan kepada Marko.
" Iya pa. Nanti sore Julia akan menemui as Marko. Tapi Julia minta ditemani mama atau papa ,karena jika Julia sendirian mas marko tidak akan mau menemui Julia . Dia sepertinya terlalu benci kepada Julia . Padahal sudah beberapa kali Julia meminta maaf." Ucap Julia seakan dirinya paling benar.
" Oke nanti biar ditemani sama mama ,karena papa mau istirahat. " Ucap Pak Hengki.
Julia mengangguk dan setuju dengan saran papanya. Julia pun masuk kamar membereskan pakaiannya dan barang-barangnya. Dia memasukkan semuanya ke dalam koper dan hanya menyisakan beberapa setel yang akan dia pakai selama 2 hari ini.
__ADS_1
Untuk sementara waktu ini , Julia mengikuti apa perkataan orang tuanya. Agar orang tuanya tidak mencoretnya dari kartu keluarga dan Julia tetap mendapat harta warisan dari kedua orang tuanya. Julia terpaksa mau ikut pulang karena orang tuanya mengancam tidak akan memberikan hartanya sepeserpun kepada Julia . Dan kelak harta orang tuanya akan jatuh ke tangan Kenzo di saat Kenzo umur 18 tahun nanti dan sebagian akan disumbangkan ke panti sosial.
" Huuhh kalau bukan karena uang dari mama dan papa aku tidak mau ikut pulang ke kota. Tinggal bersama mama dan papa itu sama saja hidup di dalam penjara. Mau kemana-mana tidak bebas mau ngapain pun tidak bebas." Ucap Julia bicara pada dirinya sendiri.
Dengan bermalas-malasan Julia membereskan barang-barangnya. Susan yang masuk ke kamar Julia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Julia yang malas-malasan seperti itu . Susan tahu Julia mau diajak pulang karena terpaksa.
" Nanti jam 4 sore mama temani kamu bertemu dengan Marko." Ucap Susan dari ambang pintu kamar Julia.
" Iya ma " Jawab Julia dengan singkat.
Akhirnya waktu sudah menunjukkan jam 4 sore , Julia dan Susan sudah ada dalam perjalanan menuju bengkel di mana tempat yang saat ini menjadi tempat tinggal Marko. Hanya butuh waktu 20 menit mobil Julia sudah sampai di bengkel Marko . Bengkel sudah terlihat sepi karena memang sudah sore, bahkan sebagian rolling sudah tertutup.
Melihat mobil Julia masuk ke pekarangan bengkel, membuat Wito langsung berlari menuju ruangan Marko. Wito memberitahu Marco jika Julia datang.
" Apa kabar Marko maaf kami datang mengganggu pekerjaanmu. " Seru susan meminta maaf karena sudah mengganggu waktu kerja Marko.
" Kabarku Alhamdulillah baik bu. Mari masuk, maaf ruangannya adanya seperti ini. Julia silakan masuk ." Sapa Marko sedikit ramah.
" Iya Mas Marko terima kasih." Jawab Julia dengan lemah lembut untuk menarik simpati Marko kembali.
Marko sendiri merasa mual mendengar suara Julia yang terkesan terlalu berlebihan dan dibuat-buat. Marko hanya menanggapinya dengan menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis saja.
__ADS_1
Jini mereka semua sudah duduk di ruangan Marko. Ruangan kerja Marko memang tidak terlalu lebar tapi cukup nyaman untuk berbincang. Buktinya dulu Marko dan Julia senang melakukannya di ruangan ini berarti tempatnya memang terlalu nyaman.
" Marko saya ke sini mau meminta maaf sama kamu, karena mungkin selama ini Julia sudah merepotkan kamu dan Julia sudah menyakitimu. Bahkan Julia sudah menghianati pernikahan kalian. Tolong maafkan kesalahan Julia. Besok lusa Julia akan ikut kami pulang ke kota. Saya sebagai mamanya Julia minta maaf jika mungkin selama ini kami juga banyak salah sama kamu Marko. Julia cepat kamu minta maaf juga sama Marko." Ucap Susan dengan tegas dengan menatap tajam ke arah Julia.
Julia hanya mengangguk , Julia tersenyum manis ke arah Marko . Sedangkan Marco yang diberikan senyuman hanya membuang pandangannya ke arah lain, seolah tidak menyadari senyum yang diberikan oleh Julia.
" Mas Marco maafkan aku karena aku sudah menghianati pernikahan kita. Sebenarnya aku masih berharap suatu saat nanti aku dan kamu bisa hidup bersama lagi. Mas, sebelum aku pulang ke kota apakah kamu tidak mau rujuk lagi denganku." Tanya Julia yang masih mengharapkan rujuk dengan Marko.
" Aku sudah lama memaafkan kamu Julia. Tetapi kalau soal rujuk maaf aku tidak bisa aku tidak mau dan tidak bisa. Carilah pria lain yang lebih dari aku . Carilah kebahagiaanmu sendiri dan satu pesanku jangan pernah mengganggu rumah tangga orang lain. Dan suatu saat nanti jika kamu sudah menemukan orang yang tepat hargai dia, sayangi dia dan setialah kepada pasanganmu. " Ucap Marko berpesan kepada Julia.
Tanpa terasa Julia meneteskan air matanya. Dia sangat bersedih karena Marko sudah menolaknya rujuk untuk yang kesekian kalinya. Susan yang melihat Julia meneteskan air mata juga ikut bersedih ,tapi mau bagaimana lagi semua masalah memang berawal dari Julia. Jadi Julia harus menerima konsekuensinya.
" Baiklah Marco kalau begitu saya dan Julia pamit ya karena waktu juga sudah semakin sore . Jika kamu ada waktu temuilah suami saya . Kami menginap di kontrakan Julia , kontrakan yang dulu kamu tempatin . Besok lusa kami akan kembali ke kota. Semoga kamu bahagia dan kamu menemukan pengganti Julia yang lebih baik lagi." Ucap Susan dengan ramah.
" Aamiin. Terimakasih bu. Untuk menemui Pak Hengki mungkin saya tidak bisa, karena malam ini saya ada acara. Salam saja untuk beliau" Ucap Marko menolak secara halus.
Sebenarnya Marko tidak ada acara ke mana-mana dia hanya malas saja bertemu dengan Pak Hengki, karena pasti nanti akan bertemu dengan Julia kembali.
" Baiklah kalau begitu kami pamit dulu assalamualaikum." Seru Susan lalu bangkit dan melangkah keluar dari ruang kerja Marko.
" Waalaikumsalam." Jawab Marko singkat.
__ADS_1
Julia terus memandang ke arah Marko , seakan enggan berpisah dengan Marko . Dia berjalan dan terus menatap ke belakang sampai dia hampir saja terjatuh karena tersandung.
********