
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Adit mengajak orang tuanya untuk menjenguk pak andi, sebelum menjenguk pak andi. Terlebih dahulu adit menghubungi candra untuk menanyakan apakah pak angi sudah dibawa pulang. Sebenarnya candra agak sulit untuk membalas pesan dari adit, karena jika dia membalasnya adit dan orang tuanya akan datang kekontrakan dan adit tahu jika candra adalah pemilik pabrik teh.
Candra tidak mau setelah tahu siapa candra , adit akan membenci candra. Karena candra meminta pak tirta mengembalikan uang pabrik, hidup adit dan orang tuanya semakin susah. Akhirnya candra membalas pesan adit , dan siang ini adit datang bersama kedua orang tuanya.
" Masuk Dit , papa ada didalam. Katanya kamu datang sama orang tua kamu? Mana dia?" Tanya candra serius.
" Itu masih didalam mobil, mereka agak sungkan ketemu papa andi. Mungkin mereka takut papa andi memarahi mereka karena aku menceraikan mala. Aku tidak lama - lama kok Can, karena aku juga mau narik makanya sekalian bawaobil. " Seru adit sambil terkekeh.
" Ya sudah yuk masuk " Seru candra dengan ramah.
Adit dan candra pun duduk kursi, pak andi keluar dari kamar bersama Aluna. Setelah pak andi duduk, aluna berlalu kedapur untuk membuatkan minuman tamunya.
" Assalamualaikum " Seru suara dari luar.
" Waalaikumsalam " Jawab semua yang ada didalam rumah adit.
Pak tirta dan istrinya masuk , dia pun terkejut saat mendapati ada pemilik pabrik tempatnya bekerja dulu.
" Pak candra ?" Seru pak tirta gugup.
" Iya pak tirta apa kabar? Silahkan duduk pak, buk. " Seru candra dengan ramah.
__ADS_1
" Kalian sudah saling mengenal ya pa ? Padahal setahu adit papa dan candra belum pernah bertemu. Saat peenikahan ku dengan mala candra kan tidak datang. " Ucap adit sedikit bingung.
Dari arah dapur aluna keluar dengan membawa nampan dan 5 cangkir teh , lalu dia hidangkan di atas meja. Dengan senyum mengembang aluna menyapa pak tirta dan istrinya.
" Silhakan diminum pak, buk , dit " Seru aluna ramah.
" Jadi aluna ini anaknya pak andi dan candra menantu pak andi ?" Tanya pak tirta dengan wajah bingung nya.
" Ini ada apa sih pa ? " Tanya adit belum paham.
Akhirnya pak tirtapun menceritakan semuanya, menceritakan siapa candra yang sebenarnya. Adit cukup terkejut saat mengetahui siapa candra, ternyata candra memang jauh lebih baik dari dirinya. Adit semakin malu dan berkecil hati saat mengetahui identitas candra. Apalagi dulu papa nya melakukan kecurangan di pabrik yang menyebabkannya di pecat dan mengembalikan uang pabrik.
" Jadi candra pemilik pabrik ? Maafin kesalahan papa ku ya can, jujur aku malu sama kamu. Dulu aku pernah memandangmu sebelah mata. Aku juga pernah beberapa kali ikut andil dengan kecurangan yang papaku lakukan. Maaf.. Maafkan aku dan papaku." Ucap adit dengan wajah penuh rasa bersalah.
" Aku sudah melupakan masalah itu, lagipula masalah itu sudah selesai. Kedatangan kalian kesini kan untuk menjenguk papa andi. Jadi jangan membahas yang lainnya. " Ucap candra tetap dengan senyum ramahnya.
Pak andi yang belum tahu cerita tentang kelarga adit pun hanya diam menyimak. Yang pak andi simpulkan dari pembicaraan yang dia dengar, pak tirta melakukan kecurangan di pabrik dan curang dalam bentuk apa pak andi belum tahu.
**********
Haaahhhh ?
Mata meri melotot lebar saat mengetahui jumlah saldo yang ada dalam ATM suaminya. Karena saldonya tidak sesuai dengan ekpestasi meri dan mala. Mereka mengira jika di Atm ada uang puluhan juta tetapi ternyata nihil, dalam Atm hanya ada uang 105 ribu saja.
" Kenapa uangnya cuma ada segini ? Kemana yang lainnya ? Atau papa punya Atm yang lainnya ? Tapi waktu itu di dompet cuma ada satu ATM ini saja. Hemm... Ini ada yang tidak beres, atau jangan - jangan papa memberikan uangnya untuk biaya kuliah S2 aluna ?" Banyak pertanyaan dalam kepala meri tapi dia tidak menemukanjawabannya.
Meri keluar dari Atm dengan wajah cemberut, dia sangat kesal karena sudah capek - capek jalan dari rumahnya ternyata apa yang diharapkannya tidak sesuai harapannya. Meripun kembali kerumah dengan berjalan kaki lagi, tidak terlalu jauh sih hanya sekitar 10 menit dari rumahnya.
" Bagaimana ma ? sudah ambil uang berala juta ? Bagi dong sini, mala lagi butuh banget nih pengen jalan - jalan." Ucap mala seenaknya.
" Uang terus yang ada difikiran kamu. Coba kalau tadi kamu mau mengantar mama dengan naik motor, mama tidak akan secapek ini. Mana panas banyak debu, tahu kamu cuma uang saja." Ucap meri dengan kesal.
__ADS_1
" Maaf ma,, habis motornya tidak ada bensinnya. Mau dorong kedepan untuk isi bensin eceran jelas ogah banget. Mana ma uang nya ?" Seru mala sambil mengulurkan tanhmgannya kehadapan mamanya
" Tidak ada uang ! Atm papa mu hanya ada uang 105 ribu saja. Mau diambil juga tidak bisa. Sudah sana kalau mau pergi - pergi saja kamu. Mama lagi pusing jangan ganggu mama." Seru mama meri mendoronh mala menjauh.
Mala mencebikkan mulutnya, dia juga kesal karena tidak diberi uang tapi malah diusir sama mamanya. Malapun ingat tentang pinjaman ke rentenir, lalu dia meminta mamanya untuk menggadaikan surat mobil papanya saja seperti saat menggadaikan surat motor.
" Ma,bagaimana kalau kita gadaikan surat mobil papa ? Lumayan ma, pasti dapat tuh uang 10 sampai 20 juta. Jadi kita bisa menjalankan misi kita ke candra " Ucap mala dengan serius.
" Haahh...? Rentenir ? Mala ini sudah tanggal berapa? Dan kenapa mama lupa untuk membayar cicilannya, ini sudah jalan hampir dua bulan mala !!" Teriak mama meri dengan keras.
" Mama apa-apaan sih ma ? Jangan teriak didekat mala dong, sakit tahu telinganya mala. " Celetuk mala dengan kesal.
Mama meri langsung melihat ponselnya untuk melihat tanggal dan bulan. Dan benar saja pinjamannya sudah masuk bulan kedua, tapi dia heran kenapa rentenir itu tidak mendatangi rumahnya. Meri semakin takut jika tahu - tahu motor suaminya akan ditarik oleh rentenir.
" Kalau motor kesayangan papamu itu diambil rentenir bisa habis mama mu ini mala. Papa pasti akan memarahi mama habis - habisan. " Seru meri dengan takut.
" Itu bukan urusan mala. Yang menggadaikan surat papa kepada rentenir itukan mama bukan mala. Lagian mamakan punya perhiasan kenapa tidak mama jual saja untuk menebus surat motor papa. " Ucap mala seenaknya.
" Mama menggadaikan motor kepada rentenir itu karena prosesnya yang cepat karena butuh uang untuk kamu kuliah. Kalau bukan karena kamu, mama tidak akan menggadaikan motor papamu. Dan sekarang kamu justru menyalahkan mama. Kamu bilang jual perhiasan mama ? Heehhh jangan harap mama akan menjual perhiasan - perhiasan mama. " Ucap meri dengan mata melotot.
" Terserah mama deh, pusing - pusing deh mama mikirin hutang. Sudahlah mala mau pergi dulu, pusing mala dirumah terus. Dirumah dengerin mama cuma mengomel terus - menerus. Mungkin malam ini mala tidak pulang, mala mau tidur dirumah Jesi, karena dirumah jesi ada pesta ulang tahunnya. Daaa mama !!" Seru mala berjalan keluar meninggalkan mamanya.
Meri hanya mengangguk pelan, karena saat ini fikirannya sedang tertuju kepada surat motor suaminya yang telah dia gadaikan dua bulan yang lalu. Dia takut jika motor itu akan diambil paksa oleh sang rentenir.
" Masak iya aku harus menjual perhiasan ku " Seru meri pada dirinya sendiri.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️