
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Damar !!" Seru Julia sangat - sangat terkejut dengan pertemuannya dengan orang dimasalalunya.
Sudah 5 tahun Julia tidak bertemu dengan Damar, tepatnya semenjak kejadian malam itu. Damar meninggalkan Julia saat mengetahui Julia bukan wanita baik - baik dan sudah tidak perawan lagi. Padahal dirinya juga sudah ikut menikmati tubuh Julia.
" Kamu benar Julia kan?." Tanya Damar memastikan kebenarannya.
" Iya."Jawab Julia singkat tanpa mau memandang kearah Damar.
Damar tertegun melihat perubahan sikap Julia, dia juga melirik anak yang ada disamping Julia. Anak itu terlihat menggemaskan, Damar mendekati anak itu dan mensejajarkan tubuhnya.
" Adik kecil namanya siapa?." Tanya Damar dengan lembut.
" Kenzo om." Seru Kenzo sembari tersenyum manis menampilkan deretan gigi putihnya.
* Kenapa saat melihat anak ini aku teringat saat masa kecilku dulu ya. Hemm.. Kenapa Julia ada ditempat ini? Bukannya dulu dia ada diluar negeri. Dulu aku memang sangat mencintainya, namun cintaku bertepuk sebelah tangan dan setelah aku menikmatinya aku tinggalkan dia begitu saja. Yang ternyata dia memang wanita murahan, cintaku ditolak tapi kenapa saat aku ajak tidur dia mau. Dan semenjak kejadian itu aku pulang ke Indonesia dan tidak pernah tahu kabarnya lagi.*Gumam Damar dalam batinnya.
Tidak mau berlama - lama, Juliapun mengajak Kenzo untuk segera pulang sebab pasti mamanya sudah menunggu mereka pulang. Namun saat Julia dan Kenzo hendak melangkah, Damar menghentikannya.
" Tunggu Julia ! Apa kamu tinggal di daerah sini juga? Kebetulan aku juga sudah 3 bulan ini tinggal disekitaran sini. Aku bekerja di pabrik teh yang ada didaerah sini juga. Apa aku boleh main kerumah kamu, emm untuk masalalu kita lupakan saja." Ucap Damar.
" Maaf aku tidak bisa berteman denganmu lagi. Kenzo ayuk kita pulang sayang." Seru Julia dengan lembut.
__ADS_1
" Ok mama Julia." Seru Kenzo dengan lantang.
Haaahhhh?
Damar kaget mendengar panggilan mama yang keluar dari mulut Kenzo. Damar baru tahu jika anak itu ternyata anak Julia.
" Kamu sudah menikah, Julia?." Tanya Damar ingin tahu.
" Sudah. " Jawab Julia singkat.
Julia dan Kenzo terus berjalan dan tidak menghiraukan Damar lagi. Damar masih terdiam ditempatnya, tidak tahu kenapa Damar sangat penasaran dengan kehidupan Julia. Damar masih menyimpan rasa cintanya untuk Julia sehingga sampai sekarang dia belum juga mau menikah padahal usianya sudah lebih dari cukup.
* Aku memang pernah melakukan kesalahan terhadap Julia, yang membuat aku menyesal sampai sekarang. Tetapi saat itu juga Julia sudah tidak perawan lagi dan dia juga mengakui jika sudah tidur dengan beberapa pria. Tapi saat itu aku meninggalkan benih itu di rahimnya, tapi aku yakin saat itu Julia pasti pakai pengaman agar tidak bisa hamil. Tapi anak tadi kenapa ada kemiripan dengaku?. Atau jangan - jangan...!!* Gumam Damar dalam batinnya.
" Ahh tidak mungkin, lagipula yang tidur dengan dia bukan hanya aku." Ucap Damar pada dirinya sendiri.
" Kamu kenapa diam saja Julia? Ini sarapan kamu sedaritadi juga hanya diaduk-aduk saja, tidak kamu makan juga. Bukannya sarapan ini tadi kamu yang membelinya? Kenapa tidak kamu makan, kalau memang tidak menyukai nasi uduk kenapa tadi kamu beli nasi uduk ini?."Tanya Susan heran dengan tingkah Julia.
" Tidak tahu ma tiba-tiba saja Julia tidak nafsu makan. Julia ke kamar dulu ya Ma, sepertinya Julia capek. Sebab tadi berjalan sambil membawa beberapa belanjaan, nasi uduk ini biarkan saja di tudung nasi nanti kalau Julia laper Julia makan. Kenzo m,ama Julia ke kamar dulu ya nanti kalau mama Julia sudah enakan kita main lagi."Ucap Julia sembari mengusap kepala Kenzo dengan lembut.
" Iya mama Julia."Jawab Kenzo dengan riang.
Susan hanya memperhatikan Julia saat dia masuk ke kamarnya. Susan yakin sudah terjadi sesuatu dengan Julia, sehingga Susan berniat untuk menanyakan kepada Kenzo. Siapa tahu Kenzo tahu apa yang tadi sudah terjadi saat mereka pergi mencari makanan.
" Kenzo tadi suka tidak saat jalan-jalan bersama mama Julia mencari ayam goreng."Tanya Susan mulai memancing dengan pertanyaan.
" Suka ma, banyak orang-orang yang jualan. Tadi juga waktu mau pulang Kenzo ketemu sama Om baik, tapi mama Julia seperti marah."Jawab Kenzo dengan polosnya sehingga membuat Susan semakin penasaran dengan cerita Kenzo.
Usia Kenzo saat ini sudah 4 tahun, sehingga dia sudah mulai mengerti dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Meskipun berbicara dengan suara yang belum seberapa jelas, Susan tahu spa yang dimaksud oleh Kenzo.
__ADS_1
* Seseorang itu siapa ya? Apa mungkin Marko, Candra atau Surya? Tapi bukannya Julia tidak mau mengganggu kehidupan mereka, terutama Marko. Lantas siapa pria yang dimaksud Kenzo.*Gumam Susan dalam batinnya.
"Kenzo tahu tidak siapa nama om yang tadi bertemu di jalan sama Kenzo dan mama Julia?."Tanya Susan lagi ingin tahu siapa pria yang dipanggil om oleh Kenzo.
" Kenzo tidak tahu Ma. Kenzo juga baru bertemu satu kali tadi. Ehh tapi tadi mama Julia panggilnya Damal."Jawab Kenzo dengan wajah polosnya.
Damar? Siapa pria yang bernama Damar ini? Susan semakin paham jika Julia pasti ada hubungan masa lalu dengan pria yang bernama Damar. Jika tidak ada hubungan apa-apa tidak mungkin Julia akan bersikap acuh seperti.
Sementara itu, saat ini di kamarnya Julia sedang menyesali pertemuannya dengan Damar. Damarlah yang pernah menghina Julia secara terang-terangan didepan teman kuliahnya.
" Kenapa aku bertemu dengan Damar? Dia dulu sudah membuat aku malu dengan menghinaku sudah tidak perawan lagi. Bahkan saat aku masih bersama teman-temanku. Padahal dia sendiri juva ikut menikmatiku. " Ucap Julia pada dirinya sendiri.
Julia mengingat saat Damar mengutarakan perasaan cintanya saat mereka masih sama-sama berkuliah di Amsterdam. Namun Julia dan Damar berbeda universitas, saat itu Julia masih berusaha mengejar cintanya Candra. Meskipun tidak pernah dia dapatkan sampai saat ini. Julia juga mengingat kejadian malam terakhir di mana dia dan Damar melakukannya, bahkan Damar melakukan tanpa pengaman begitupun dengan Julia.
* Sebenarnya saat aku tahu jika aku sedang hamil, aku yakin anak itu adalah anak Damar. Tetapi aku tidak mau mencari tahu keberadaan Damar. Sebab aku tidak mau mendapat penghinaan dari Damar lagi, pasti dia akan tidak percaya jika anak itu anaknya. Terlebih memang sudah banyak pria yang tidur denganku.*Gumam Julia dalam batinnya.
Julia tidak akan memberitahu Damar jika Kenzo adalah anaknya. Julia tidak mau Damar akan mengambil hak asuh Kenzo darinya. Saat ini Julia sudah bisa menerima keberadaan Kenzo, dan Julia juga sangat menyayangi dan mencintai Kenzo.
Sementara itu saat ini Damar di kantor pabrik teh pun bekerja tidak tenang. Dia terus kefikiran dengan pertemuannya dengan Julia dan Kenzo tadi.
" Sebenarnya ada apa sih dengan fikiranku ini? Kenapa aku terus mengingat Julia dan anaknya. Ini tidak bisa dibenarkan, Julia itu sudah bersuami jadi aku tidak baik memikirkan istri orang."Ucap Damar pada dirinya sendiri.
Sudah 3 bulan ini Damar memang bekerja di pabrik teh milik Candra, tetapi Damar bekerja di bagian staff keuangan menggantikan posisi Aluna yang sudah lama kosong. Dan dia tidak pernah menyangkau jika dia akan bertemu dengan Julia di daerah tempatnya bekerja, meskipun hanya berbeda desa.
" Apa mungkin Julia itu memang ditakdirkan berjodoh denganku? Sehingga kami bertemu kembali di sini? Tapi bukankah Julia sudah menikah, jadi mana mungkin aku dan dia bisa bersatu? Jujur saja aku sangat menyesal dulu pernah menghinanya, dan aku juga sudah pernah mencari keberadaan Julia untuk meminta maaf tetapi aku tidak menemukannya. Sebab saat itu juga aku tidak tahu di mana tempat tinggalnya di Indonesia. Tidak ada satu temannya yang mau memberitahu ku dimana alamat rumah Julia."Ucap Damar terus bermonolog pada dirinya sendiri.
Damar berjanji akan mencari tahu alamat rumah Julia, dan akan meminta maaf secara langsung kepada Julia. Pertemuannya dengan Julia tadi pagi membuat Damar semakin tidak tenang, dan terus dihantui rasa bersalah. Damar kembali fokus dengan pekerjaanya, setelah pulang nanti dia akan mencari tahu rumah Julia. Damar akan mencari diseputaran tempat tadi pagi dia bertemu dengan Julia dan Kenzo.
**********
__ADS_1