
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Tiga hari berlalu, Julia dan Damar beserta Susan sudah melaksanakan tes DNA untuk Kenzo. Dan hari ini hasil tesnya itu keluar, Julia terlihat biasa saja sebab dia sudah tahu jika Damar adalah ayah biologis dari Kenzo. Mereka melakukan tes DNA itu dirumah sakit dimana Surya juga bekerja.
" Loh Damar" Seru Surya yang memang mengenali Damar.
"Emmm kamu Surya kan? Kamu bekerja disini?."Tanya Damar juga mengenali Surya.
Damar dan Surya saling berpelukan, ternyata mereka saling kenal. Sebab dulu zaman masih kuliah Surya sering nongkrong dengan Damar, Damar setelah pulang dari luar negeri dia melanjutkan dikampus di Indonesia. Dia sering nongkrong dengan teman-temannya dan ditempat nongkrongnya itulah dia berkenalan dengan Surya.
"Kalian saling kenal?."Tanya Julia heran.
"Iya."Jawab Surya dan Damar secara bersamaan.
"Kok kamu ada sama mereka, Mar. Apa kamu dan Julia ini sepasang kekasih atau sepasang suami istri. Ada Kenzo sama Tante Susan juga."Seru Surya lalu menyalami Susan dengan ramah.
"Ceritanya panjang. Yang pasti kami datang kesini untuk mengetahui hasil tes DNA antara aku dan Kenzo."Ucap Damar bicara jujur dan apa adanya.
Surya masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh Damar. Sehingga membuat Damar menceritakan secara detail agar Surya lebih paham. Dan benar saja, Surya terlihat kaget mendengar cerita dari Damar.
*Jadi sampel DNA kemarin itu punya Damar dan Kenzo, kalau memang iya sudah tidak perlu diragukan lagi. Kenzo memamg anak Damar, hanya saja Surya tidak mau mengatakannya. Ada dokter yang lebih berhak untuk memberitahu Damar dan Julia.*Gumam Surya dalam batinnya.
"Oh begitu. Ya sudah aku kembali bekerja dulu ya, jangan lupa nanti main kerumah ku. Nanti alamatnya aku kirim lewat chatt saja, nomor masih yang lama kan?."Seru Surya.
"Sudah ganti bro. Oh iya kalau nomor kamu masih yang lama nanti aku chatt duluan, aku pasti akan main kerumah kamu. Soalnya aku juga sekarang tinggal dan bekerja di pabrik teh yang ada di daerah ini." Seru Damar menjelaskan.
"Ok. Nomor ku masih yang lama. Baiklah aku duluan ya bro."Seru Surya lalu berjalan menuju ruang kerjanya.
Setelah Surya pergi, Julia, Susan dan Damar masuk ke ruangan dokter. Kini mereka sudah ada dihadapan dokter yang sudah memegang hasil dari tes DNA Damar dan Kenzo. Susan dan Damar sudah tidak sabar untuk mengetahui hasil dari tes DNA itu. Namun tidak dengan Julia, dia terlihat sangat santai. Sebab dia sudah tahu dan sangat yakin jika Kenzo adalah anak biologis dari Damar.
" Bagaimana hasilnya, Dokter?."Tanya Susan yang sudah tidak sabar lagi ingin mengetahui hasil dari tes DNA dari Damar dan Kenzo.
__ADS_1
" Ini hasilnya, saya sendiri memang belum membukanya. Apa mau saya yang membukanya atau bapak dan ibu sendiri yang membuka?."Tanya Dokter semakin membuat Damar dan Susan penasaran.
" Dokter saja yang membuka dan langsung jelaskan, serta kasih tahu kami apa hasilnya."Jawab Damar dengan cepat.
Dokter itu mengangguk, lalu membuka amplop putih yang masih bersegel. Dengan segera dia membaca hasil tes DNA itu, sang dokter langsung memandang ke arah Damar. Damar yang dipandang oleh dokter merasa ada sesuatu yang aneh, sehingga Damar merasa tidak nyaman.
" Kenapa dokter memandangku seperti itu? Apa hasilnya, apa tidak cocok denganku?."Ranya Damar serius.
" Dari hasil tes DNA ini hasilnya 99% anda ayah kandung dari anak yang bernama Kenzo."Jawab dokter dengan serius sembari menyerahkan kertas itu kepada Damar.
Alhamdulillah
Susan dan Damar berseru bersamaan, Damar sendiri sangat senang mengetahui jika Kenzo adalah anak kandungnya. Sebab Damar sudah mulai menyayangi dan menyukai Kenzo dan tidak mau kehilangan Kenzo. Meskipun mereka baru tiga kali bertemu, ikatan batin antara ayah dan anak sangat melekat antara Damar dan Kenzo. Terbukti Kenzo langsung akrab dan lengket dengan Damar.
" Aku kan sudah bilang jika Kenzo itu anak kandung dari Damar, mama dan kamu saja yang memaksa untuk melakukan tes DNA. Buang-buang waktu ku saja!."Seru Julia bangkit dari duduknya lalu keluar dari ruangan dokter begitu saja tanpa permisi terlebih dahulu.
" terima kasih Dokter atas semuanya."Seru Susan lalu bangkit dan menyusul Julia yang sudah lebih dulu keluar.
Begitu juga dengan Damar, setelah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada dokter, Damar juga menyusul Julia dan Susan keluar dari ruangan dokter. Damar mengejar Julia yang berjalan dengan cepat menuju parkiran rumah sakit.
" Julia tunggu!!."Seru Damar yang membuat Julia langsung menghentikan langkah kakinya, begitupun dengan Susan yang berada di belakang Julia.
" Kenapa kamu menyalahkan aku ? Itu juga atas salah kamu sendiri. Kamu sudah menolak cintaku dan bahkan kamu setelah menolak cintaku justru mengajak aku tidur bersamamu. Dan yang aku ketahui ternyata kamu sudah tidak perawan lagi, hal itulah yang membuat aku semakin sakit hati atas semua sikap kamu. Jadi jangan salahkan aku jika aku pergi begitu saja tanpa mengabarimu, sebab kamu juga tidak mengharapkab diriku."Seru Damar tidak mau disalahkan oleh Julia.
" Sudah, sudah!!. Kalian jangan bertengkar di sini, malu dilihat oleh orang. Lebih baik sekarang kita pulang dan kita bicarakan semuanya di rumah. Kasihan Kenzo yang terlalu lama kita tinggal, dan kita titipkan kepada tetangga."Ucap Susan mencoba menengahi perdebatan antara Damar dan Julia.
Julia pergi begitu saja dan masuk ke mobilnya dan diikuti oleh Susan. Julia dan Susan lebih dulu meninggalkan Rumah Sakit dengan mengendarai mobil milik Julia. Sementara itu, Damar mendekati motornya dan pulang dengan mengendarai motor matic nya.
* Maafkan aku Julia bukan aku meragukan Kenzo sebagai anakku, tetapi aku hanya ingin semuanya jelas agar tidak ada yang salah lagi. Terlebih kamu dulu memang saat tidur denganku sudah tidak perawan lagi. Sekarang aku sudah yakin sekali jika Kenzo memang anakku. Dan aku berjanji kepada kamu dan Kenzo akan membahagiakan kalian berdua. Dalam hatiku masih terselip rasa sayang dan cintaku untukmu, Julia.*Gumam Damar sembari mengendarai motornya.
Mobil Julia sampai lebih dulu di depan rumah kontrakannya, dan disambut bahagia oleh Kenzo yang berlari dari dalam rumah. Tidak lama dari itu motor Damar juga sampai di depan rumah kontrakan Julia.
"Papa Damar datang."Seru Kenzo memanggil Damar dengan sebutan papa.
Kenzo memanggil Damar dengan panggilan Papa. Panggilan seperti itu juga atas permintaan dari Damar sendiri. Meskipun waktu itu dia belum terlalu yakin jika Kenzo anaknya, tetapi hati kecil Damar ingin sekali menjadikan Kenzo anaknya dan ternyata memang Kenzo adalah anak kandungnya sendiri.
" Kenzo kan mama duluan yang datan. Kenapa Kenzo memanggil dia lebih dulu?."Tanya Julia mencoba untuk protes.
__ADS_1
" Kenzo kangen papa Damar, Ma."Jawab Kenzo dengan wajah polosnya yang kini sudah berada dalam gendongan Damar.
" Sekarang lebih baik kita masuk dulu kita bicara di dalam rumah. Terima kasih ya mbak sudah mau menjaga Kenzo. Maaf sudah merepotkan."Ucap Susan berterima kasih kepada tetangga samping kontrakannya yang dia mintai tolong untuk menjaga Kenzo.
" Sama-sama, Bu. Kalau begitu saya pulang dulu ya, Bu."Ucap tetangga itu dengan sopan.
Susan dan Julia mengangguk sembari mengulas senyumnya. Biarlah nanti mereka yang akan datang ke rumah tetangganya untuk memberikan sedikit rezeki untuknya. Karena sudah bersedia dititipi Kenzo, sekarang Julia dan Susan masih ada urusan yang lebih penting lagi yaitu soal Damar. Susan mengajak Damar dan Kenzo untuk masuk ke rumah terlebih dahulu dan akan membicarakan masalah Damar dan Julia.
" Kenzo nonton tv dulu ya nak, soalnya oma mama sama mamq Julia dan papa Damar mau berbicara terlebih dahulu. Anak kecil tidak boleh ikut mendengarkan ya, Nak."Serus Susan bicara dengan lembut agar mudah dipahami oleh Kenzo.
"Iya Oma Mama."Jawab Kenzo yang memang saat ini memanggil susan dengan panggilan oma mama, bukan mama lagi.
Susan menghidupkan televisi lalu meminta Kenzo untuk duduk di karpet bulu sembari menikmati makanan ringan yang ada dalam toples sembari menonton televisi.
"Sekarang bagaimana keputusan kamu, Damar?."Tanya Susan yang kini sudah ada dihadapan Damar.
"Ma, Julia tidak mau menikah dengan Damar."Seru Julia tetap menolak menikah dengan Damar.
"Diam kamu Julia!!."Bentak Susan dengan tegas namun dengan suara yang pelan, khawatir Kenzo mendengar obrolan mereka.
Haaahhhh
Julia hanya bisa menghela nafas setelah mendengar bentakan dari mamanya. Julia pun diam dan memilih mendengarkan apa yang ingin dikatakan Damar. Dengan membantah tidak akan menyelesaikan masalah, yang ada mamanya pasti akan semakin marah dan murka. Julia sudah hafal betul bagaimana watak mamanya.
"Kalau Julia bersedia menikah denganku, aku pasti akan sangat senang Tante. Aku ingin menebus kesalahanku dimasa lalu. Lagipula aku juga masih mencintai Julia, aku ingin membahagiakan Kenzo dan Julia. Julia apakah kamu mau menikah dengan ku? Kita mulai semuanya dari nol dan kita sama-sama belajar menjadi orang tua yang baik untuk Kenzo." Tanya Damar penuh harap.
Damar sangat berharap Julia mau berumah tangga dengannya serta merawat Kenzo bersama-sama. Melihat keseriuasan hati Damar, membuat Susan yakin jika Julia akan bahagia dengan Damar dan Damar bisa menjadi imam yang baik untuk Juli.
"Julia, Jawab ! Mama harap kamu jangan egois, ada Kenzo yanh membutuhkan sosok Papa seperti Damar. Apalagi Damar memang papa kandungnya. Jika kamu menolak, mama akan membawa Kenzo pergi dari desa ini dan kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari papa kamu. Mama tidak mengancam, tetapi ini mama lakukan demi Kenzo."Seru Susan.
Julia terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh mamanya. Dia bimbang antara menerima Damar atau menolak Damar.
*Aku bingung, jika aku menolak pasti Kenzo bersedih dan kemungkinan aku juga tidak akan mendapatkan pria lain yang sebaik Damar. Bismillah, aku ingin Kenzo bahagia dab aku ingin menjadi wamita yang lebih baik lagi. Semoga keputusanku kali ini tepat.*Gumam Julia dalam batinnya.
"Aku mau menikah dengan Damar."Jawab Julia dengan yakin.
"Alhamdulillah."Seru Damar dan Susan bersamaan.
__ADS_1
***********