
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Malam ini aluna dan candra sudah masuk kekamar, aluna yang baru masuk karena memastikan sang papa sudah tidur dan minum obat terlebih dahulu. Candra sudah ada diatas ranjang sambil memainkan ponselnya. Saat menyadari Aluna sudah masuk kamar dia meletakkan ponselnya.
" Jangan tidur dulu lun, aku mau bicara " Ucap candra terlihat serius.
" Kak candra mau bicara apa ?" Tanya aluna yang sudah duduk dipinggir ranjang.
Hhuuufff
Candra menghela nafas dengan panjang, mungkin dia gugup karena baru pertama kalinya candra akan bicara serius dari hati kehati kepada aluna. Candra mencoba memantapkan dirinya terlebih dahulu sebelum memulai pembicaraan.
" Lun , aku mencintaimu dan aku ingin kita hidup bersama untuk selamanya. " Ucap candra tanpa berbasa - basi. Candra langsung bicara pada intinya, saat ini sudah tidak tahu lagi seberapa gugup nya dia.
Aluna yang mendengar pernyataan dari candra masih terdiam. Ada perasan sejuk dalam hatinya saat candra mengucapkan kata cinta untuknya.
" Emmm... Apa kak candra serius ?" Tanya aluna gugup.
" Aku serius Aluna, bahkan sekarang ini kita suami istri dari 5 bulan yang lalu. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Awalnya saat menikah dengan mu aku memang tidak mempunyai perasaan apa - apa Lun, namun makin hari makin hari aku merasa nyaman menjalankan kehidupan rumah tangga dengan mu. Dan aku sudah menyakinkan diriku jika aku jatuh cinta sama kamu. Apa kamu bisa menerima cinta ku ?" Tanya candra langsung tanpa ada romantis - romantisnya terlebih dahulu.
" Aku pun sama kak, jika aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Aku juga mempunyai perasaan yang sama seperti kak candra, dan selamanya kita akan hidup bersama dan menua bersama. " Ucap aluna juga bicara dengan jujur.
Candra sangat bahagia dengan jawaban yang diberikan oleh Aluna. Candra langsung membawa aluna dalam pelukannya dan mencium kening aluna dengan lembut. Ternyata setelah mengungkapkan isi hati, rasa memeluk aluna sedikit berbeda rasanya jantung berdebar semakin tidak menentu. Candra melepaskan pelukannya dengan pelan dan menatap wajah aluna dengan intens.
" Terimakasih Aluna " Seru candra menggenggam tangan aluna dan menciumnya.
" Sama - sama kak. Justru aku yang berterimakasih karena kak candra mau menikahi wanita miskin sepertiku. " Seru aluna tersenyum tipis.
__ADS_1
" Jangan bicara seperti itu Aluna. Aku mencintaimu karena kesederhanaan mu,karena kebaikan dan ketulusan mu. Kamu jangan pernah mempermasalahkan soal siapa aku dan siapa kamu, dimata Allah kita itu sama. " Seru candra mengingatkan Aluna.
Aluna tersenyum manis lalu mengangguk dengan patuh. Ada satu hal yang ingin candra bicarakan lagi kepada Aluna dan masalah ini tanpa sengaja sudah candra ketahui dari dulu.
" Apa aku boleh minta sesuatu kepadamu ?" Tanya candra dengan senyum manis terap menghiasi bibirnya.
" Emmm... Malam ini aku belum bisa kak. Karena baru kedatangan tamu sore tadi. " Ucap aluna berfikir jika candra meminta haknya sebagai suami.
Candra tahu yang dimaksud tamu oleh Aluna. Tapi candra tidak meminta begituan, ada hal yang penting yang lainnya. Namun candra suka dengan jawaban aluna yang berterus terang jika dia sedang ada tamu, karena candra setelah selesai bicara berniat untuk meminta haknya ternyata masih diportal.
" Bukan soal itu Aluna, pikiran kamu kenapa sudah sampai sana duluan ?" Tanya candra sambil tertawq.
" Terus apa dong kak ?" Tanya aluna malu - malu.
" Aku memintamu, tolong berhenti meminum pil penunda kehamilan. " Ucap candra dengan lembut dan sedikitpun tidak ada nada marah dan memaksa.
Candra bisa memaklumi kenapa aluna meminum pil penunda kehamilan ? Itu semua karena dia belum yakin dengan candra dan belum yakin dengan perasaan masing - masing. Tapi malam ini semuanya sudah jelas dan masing - masing sudah mengetahui isi hatinya.
Aluna tertegun mendengar permintaan candra, dia tidak menyangka jika candra tahu tentang pil penunda kehamilan yang dia minum. Aluna mengira semuanya aman sampai sekarang , ternyata salah justru candra sudah mengetahuinya lebih dulu.
" Sejak pertama kita melakukannya " Jawab candra singkat.
" Kenapa kak candra tidak melarangnya ?" Tanya aluna lagi ingin tahu alasan candra membiarkanya.
" Karen aku tidak mau melarang atau memarahimu. Itu semua karena pernikahan kita tanpa adanya cinta, baik kamu ataupun aku tidak ada rasa cinta. Sekarang hati kita sama - sama sudah terpaut dan mengakui isi hati masing - masing, jadi aku minta tolong bethenti.Karena aku ingin punya anak banyak dari kamu, istriku sayang " Ucap candra menyebut aluna sayang.
Wajah aluna merah merona sudah seperti tomat yang sudah merah. Candra membawa aluna dalam dekapannya. Dipelukan candra, aluna berbicara jika dia bersedia berhenti meminum pil penunda kehamilan.
***********
Pagi harinya, aluna yang baru saja selesai memasak sarapan dikejutkan denga ketukan pintu yang tidak betaturan. Pagi - pagi bertamu dan mengtuk pintu semaunya.
Tok Tok Tok
Ketukan pintu semakin keras, candra dan pak andi tidak ada yang keluar dari kamar. Berarti mereka masih ada dikamar mandinya masing - masing makanya mereka tidak mendengar suara pintu depan yang diketuk seperti orang yang hendak menagih hutang.
__ADS_1
" Mama, kak mala !" Seru aluna saat dia sudah membuka pintu.
" Dasar anak tidak tahu diri kamu Aluna. Papamu sudah keluar dari rumah sakit tapi kamu sama sekali tidak mengabari mama dan tidak membawanya pulang kerumah, tahu orang sakit malah diajak tinggal dikontrakan sempit begini. " Seru mama meri langsung memberondong aluna dengan segala caciannya.
" Iya nih jadi anak kok sok berkuasa " Ucap mala ikut memarahi aluna.
Aluna tidak mau menjawab karena ini masih didepan pintu, jika dia menjawab sudah pasti ada keributan dan akan menjadi tontonan para warga yang lainnya apalagi masih pagi dan masih hari libur.
" Masuk dulu ma, kita bicara didalam saja " Ucap aluna masih dengan nada yang sopan.
Mala dan meripun masuk dan betepatan dengan pak andi yang baru keluar dari kamarnya. Pak andi terkejut saat mendapati istrinya dan mala ada dihadapannya bahkan wajahnya seperti sedang tidak bersahabat.
" Papa , kenapa tidak bilang mama kalau papa sudah keluar dari rumah sakit." Seru meri pura - pura baik.
" Bukannya mama tidak perduli dengan papa, jadi untuk apa papa bilang sama mama. Papa dirawat saja hanya aluna dan candra yang bergantian menjaga papa. Mala malah sama sekali tidak menjenguk papa kan?" Bentak pak andi sambil melirik mala.
" Tapi sekarang mama dan mala sudah datang kesini, kami akan membawa papa pulang karena rumah ini terlalu sempit dan tidak cocok untuk papa. Kita pulang kerumah kita yuk pa " Seru meri merayu pak andi agar mau pulang dengannya.
" Aku tidak mau. Aku lebih nyaman dengan anak aluna karena disini aluna merawatku dengan baik dan sabar. " Jawab pak andi menolak ajakan pulang sang istri.
Meri mendengus kesal karena suaminya tetap belum mau pulang, padahal mereka mengajak pak andi pulang karena mereka sudah kekurangan uang. Namun pak andi sudah membaca jalan fikiran mala dan meri, kali ini pak andi tidak bisa ditipu daya lagi oleh dua wanita licik seperti ular. Padahal mereka itu anak dan istrinya sendiri.
" Ehh... Ada tamu ya ?" Tanya candra pura - pura baru tahu, padahal dia tadi sudah mendengarkan semua perdebatan yang terjadi.
" Ehh.. nak candra, apa kabar kamu nak ?" Tanya meri dengan dibuat seramah mungkin.
" Baik tante " Jawab candra membuat semua yang ada didekatnya langsung memandang kearahnya.
Candra sengaja memanggil meri dengan panggilan tante , karena dia ingin menggetes mama meri akan marah atau tidak dengan panggilan tante. Meri sebenarnya ingin marah tetapi diurungkannya mengingat candra orang kaya, dia tidak mau dipandang buruk oleh candra.
*******
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA. 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️