
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Satu tahun sudah usia Rayyan, dan saat ini Aluna dan Candra sedang mengadakan acara makan keluarga saja. Anak juga baru berusia 1 tahun jadi belum paham apa itu ulang tahun.
Rayyan berusia 1 tahun, Adisti berusia 8 bulan dan Aisha berusia 1 bulan ketiga malaikat kecil itupun menjadi kebahagiaan tersendiri untuk para orang tuanya. Acara makan siang kali ini juga dihadiri kedua teman Candra, Ardan dan Leo. Mereka sengaja datang ke Indonesia untuk ikut merayakan kebahagiaan sahabatnya.
" Ardan, kapan dulu kamu mau menikah ? Diantara kita bertiga kamu loh yang paling tua." Seru Candra di sela - sela obrolannya.
" Iya kah Ardan itu paling tua diantara kalian bertiga ?" Tanya Surya menambahi.
" Cuma tua satu tahun dong juga Ndra," Jawab Ardan sambil memanyunkan bibirnya.
Leo menatap sekilas ke arah Ardan, dia ingin tahu apakah Ardan akan berbicara soal Yuki. Ya, saat ini Ardan dan Yuki memang sudah menjalin hubungan, bahkan mereka sudah akan melangkah ke jenjang hubungan yang serius. Leo sudah tahu semuanya tentang hubungan Ardan dan Yuki, tetapi tidak dengan Candra.
Ardan ingin bicara jujur dengan Candra soal Yuki, namun Ardan khawatir Candra akan marah. Sebab Yuki adalah salah satu wanita yang dulu mengejar - ngejar Candra bahkan Candra sempat membenci wanita yang bernama Yuki.
Belum sempat Ardan membuka suara tiba - tiba ada dua orang perempuan datang kerumah Candra. Candra dan kedua temannya tahu betul siapa wanita itu.
Deg...
Jantung Candra tiba - tiba seakan berhenti berdetak, dia kaget saat ada wanita itu didepan rumahnya. Bagaimana dia tidak kaget dan khawatir jika wanita itu adalah Yuki dan mamanya.
* Kenapa ada Yuki dan mamanya disini ? Kenapa mereka bisa tahu rumahku ? Jangan - jangan ini ulah Leo dan Ardan.?* Gumam Candra dalam hatinya.
" Tante Tami, Yuki ! Kalian kenapa ada disini ? Tahu darimana alamat rumah ini?" Tanya Candra menghampiri Yuki dan mamanya yang ada di ambang pintu.
Mendengar ada tamu seorang perempuan membuat Aluna dan Mama Sita berjalan kedepan mencari tahu siapa tamu itu. Namun saat mereka sudah melihat tamunya, baik Aluna maupun Mama Sita tidak mengenali tamunya.
" Siapa mereka mas?" Tanya Aluna kepada Candra.
__ADS_1
Candra terdiam, sebab dia bingung mau menjelaskan bagaimana. Karena Yuki dan Mamanya juga datang secara tiba-tiba. Candra sangat khawatir jika Aluna tahu Yuki adalah salah satu wanita yang sudah pernah mengejar-ngejarnya. Candra takut Aluna salah paham dan akan marah tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya.
" Tami !" Teriak mama Sita yang akhirnya mengenali mama Yuki.
" Iya Sita ini aku Tami. Akhirnya kamu ingat juga." Ucap Tami lalu memeluk Mama Sita.
" Maaf tadi aku seperti ingat dan pernah melihat wajah kamu tapi aku takut salah. Ternyata kamu ini benar Tami teman masa kecilku. Bagaimana aku bisa lupa ya,padahal beberapa bulan ini kita sering Video Call." Seru Mama Sita.
Mama Sita mengajak dua tamunya masuk kerumah dan memperkenalkannya kepada para keluarganya. Ardan dan Leo sama sekali tidak terkrjut dengan kedatangan Yuki. Karena sebenarnya Yuki dan Mamanya datang 2 hari yang lalu berbarengan dengan mereka. Dan selama 2 hari ini Yuki dan mamanya tinggal dirumah milik Almarhum kakeknya.
" Jangan bilang kalian tidak tahu jika Yuki dan Mamanya juga ada di Indonesia? atau jangan-jangan memang waktu itu kalian berangkat dari luar negeri dengan pesawat yang sama." Tanya Candra dengan tatapan penuh selidik.
" Iya mereka memang berangkat bareng kami. Dan selama 2 hari ini mereka tinggal di rumah kakeknya Yuki, yang tidak jauh dari sini. Mungkin hanya sekitar 2 jam saja." Ucap Leo memberitahu. Leo akhirnya bicara jujur kepada Candra.
" Kenapa kamu tidak bilang dari awal ? kamu tahu kan Yuki itu bagaimana aku tidak mau membuat istriku salah paham dengan kehadiran Yuki." Seru Candra kesal.
Namun Leo hanya terkekeh mendengar kata-kata dari Candra. Mana mungkin Yuki akan mengganggu Candra, sedangkan Yuki datang ke Indonesia ingin melaksanakan pernikahan di kampung halaman orang tuanya. Yuki dan Andra sebulan lagi akan melangsungkan pernikahan mereka akan menetap di Indonesia.
" Kamu tenang saja. Yuki tidak akan mengganggu kamu dan Aluna, sebab saat ini Yuki sudah mempunyai pawangnya sendiri." Ucap Lei menyakinkan Candra sembari melirik ke arah Ardan.
Surya, Adit yang tidak tahu apa - apa hanya diam menyimak saja. Mereka mau bicara juga bingung apa yg mau dibicarakan sebab apa yang dibahas Candra bersama kedua temannya juga Surya dan Adit tidak paham.
Terdengar helaan nafas keluar dari rongga pernapasan Ardan, mungkin saat ini waktu yang tepat untuk memberitahu Candra jika dia dan Yuki akan menikah Bahkan mereka juga akan menetap di Indonesia.
" Aku dan Yuki akan menikah satu bulan lagi." Ucap Ardan dengan jelas.
Haahhhh ?
Menikah ?
Candra memelototkan matanya dan mulutnya terbuka,jika ada lalat pasti akan masuk kemulut Candra. Candra hanya tidak menyangka jika Yuki dan Ardan akan menikah padahal dulu Yuki sangat tergila-gila kepada dirinya. Namun itu semua hanya masalalu saja, sebab jodoh tidak ada yang tahu. Candra juga ikut bahagia karena Ardan akhirnya menemukan tambatan hidupnya dengan begitu kehadiran Yuki tidak akan membuat Aluna salah paham.
" Oh jadi wanita itu tadi mantan pacar kamu Ndra? " Tanya Surya sengaja bicara agak keras agar didengar oleh Aluna.
" Heehhh pelankan suaramu. Awas vas bunga ini nanti masuk kemulut ember kamu loh." Seru Candra sambil menunjuk Vas bunga yang ada di atas meja.
__ADS_1
" Sadis." Seru Surya sambil melongos .
" Yuki bukan mantan pacar Candra. Tetapi Yuki itu wanita yang pernah menyukai Candra. Jadi jangan salah sebut yang ada nanti setelah ini akan ada perang antara suami dan istri." Ucap Ardan menjelaskan.
Sementara itu di perkumpulan para wanita saat ini Mama Sita dan Mamanya Yuki sedang berbincang-bincang mereka saling melepas rasa rindu yang sudah lama memuncak selama berpuluh tahun mereka tidak bertemu. Sedangkan Yuki bergabung dengan Aluna , Tika dan Mala.
" Jadi Yuki ini temannya mas Candra saat kuliah di Amsterdam?" Tanya Aluna antusius.
" Iya , teman Ardan dan Leo juga." Ucap Yuki jujur .
" Berarti kenal juga dong sama Julia?" Tanya Aluna lagi.
" Julia ? Hemmm... Oh iya ingat wanita yang super heboh dan seperti piala bergilir itu. Aku tidak mengenalnya secara detail sih,cuma kenal - kenal nama saja. Lagipula memang aku beda fakultas sama dia." Jawab Yuki menjelaskan soal Julia dan dirinya yang memang tidak seberapa dekat hanya kenal nama saja.
* Hemm... Sampai segitunya ya Si Julia. Jadi saat diluar negeripun dia menjadi piala bergilir untuk siapapun? Beruntung papa marko sudah terlepas dari dia.* Gumam Mala dalam hatinya.
Yuki memang anak yang pandai bergaul sehingga baru beberapa jam saja dia bergabung dengan Aluna dan keluarganya, dia sudah bisa berbaur dengan baik. Bahkan saat diajak mengobrol pun Yuki cepat menyambung.
Aluna mengajak semua tamunya untuk makan siang bersama sebagai bentuk rasa syukurnya atas bertambahnya usia sang anak Rayyan yang saat ini genap berusia 1 tahun.
* Aluna ini wanita yang baik dan sederhana, padahal aku baru saja bertemu dan mengenalnya tetapi aku merasa cocok dengannya. Pantas saja saa itu Candra menolakku mentah-mentah . Aku jadi malu sendiri jika teringat saat aku menginginkan Candra, bahkan dengan tidak tahu alunya aku meminta bantuan Papa. Dengan cara menjatuhkan perusahaan Candra.*Gumam Yuki dalam batinnya.
Acara makan siang kali ini sangat berkesan bagi Yuki, karena kedatangannya dan mamanya disambut hangat oleh keluarga Aluna. Yuki tahu dari Ardan jika hari ini adalah hari ulang tahun Rayyan , Yuki membawakan kado untuk Rayyan berupa 4 stel pakaian yang dia beli di Amsterdam.
" Yuki sama Ardan sudah menentukan tanggal pernikahannya atau belum?" Tanya Mama Sita.
" Sudah Tante" Jawab Yuki dan Ardan bersamaan.
" Cieee kompak nihhh." Seru Leo menggoda sang calon pengantin.
" Jangan ciee..ciee doang kamu. Sebentar lagi Ardan akan menikah terus giliran kamu kapan?" Tanya Candra monohok.
Leo hanya bisa menelan salivanya sendiri, apa yang ditanyakan Candra memang benar. Dia sendiri memang jomblo, sampai sekarang dia belum menemukan wanita yang cocok dan pas yang sesuai dengan kriterianya.
* Semoga setelah Ardan menikah aku juga akan segera masa lajangku. Segera menemukan wanita impianku, tapi aku ingin mendapatkan wanita yang mau menerima segala kekuranganku. Seandainya ada wanita yang bisa membuat aku jatuh cinta aku akan melamarnya langsung.* Gumam Leo dalam batinnya.
__ADS_1
Kedatangan Leo dan Ardan selain Ardan ingin menikah di Indonesia , juga ada urusan lain yang sangat serius. Yaitu mengurus kepindahan perusahaan mereka, Candra dan dua temannya sudah sepakat jika perusahaan mereka akan pindah ke Indonesia, sebab Ardan juga ingin menetap di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan Leo juga akan menetap di Indonesia juga.
**********