
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Teman - teman , saudara dan para tetangga banyak yang sudah pulang kekediaman masing - masing. Hari ini baru saja di adakan ajara syukuran atas kelahiran anak tika dan adit. Sebagai teman baik , Aluna serta mala masih memilih untuk tinggal terlebih dahulu. Mereka berbincang - bincang seperti biasa.
Candra , Adit , dan Surya mengobrol di ruang tamu sedangkan para istri lebih memilih mengobrol di kamar. Babby Rayyan sendiri saat ini memang sedang tidur dikamar Tika.
" Mala, masih tuh si surya mengalami ngidam nya ?" Tanya Tika pada mala.
" Kalau ngidam ingin makan ini dan itu sih sudah tidak legi, cuma kadang - kadang saja sih Tik. Tapi kalau mual dan muntah dipagi hari ya masih tik. " Jawab mala dengan jujur.
" Heemm... Baru tahu rasa tuh calon bapak baru. Tahu rasa juga kan dia, bagaimana tersiksanya wanita yang sedang hamil. Semoga nanti kalau aku hamil lagi adit juga bisa merasakan yang namanya mual dan ngidam. Biar tidak seenaknya mau mencetak anak terus - menerus" Ucap tika sambil terkekeh.
Aluna dan mala juga ikut tertawa dengan perkataan barbar Tika. Anak juga baru berusia seminggu sudah mikirin mau hamil dan ngidamnya segala. Aluna yang sedari tadi menggendong adisti akhirnya meletakkannya di dalam bok bayinya, karena bayi cantik itu sudah tertidur dengan pulas.
" Kamu ini Tik, anak juga masih merah sudah bahas soal hamil dan ngidam lagi. Memangnya sudah ada niatan mau program kasih adik Adisti. Atau selesai nifas mau langsung gaspol rem blong ?" Tanya Aluna yang sudah ikut duduk di kaarpet yang ada dikamar tika.
Hahahahaaaaa
Ketiga wanita itupun tertawa lebar mendengar pertanyaan Aluna yang terlalu Absurd. Bagaimana pakai istilah Gaspol rem Blong. Aluna memang ada - ada saja kalau memakai istilah. Beruntung kedua bayi yang ada diruangan itu tidak ada yang terbangun, kalau mereka berdua kaget dan terbangun pasti akan ada paduan suara antara Rayyan dan Adisti.
" Ssstt... Jangan keras - keras kalau tertawa. Nanti kedua anak kalian terbangun. " Ucap mala mengingatkan aluna dan tika.
" Upsshh , maaf aku lupa Tik. " Ucap aluna langsung diam .
" Oh tidak masalah. Adisti kalau sudah tidur itu lama , terkadang dia dengar suara brisik sekalipun masih saja nyenyak tidur. Sama persis seperti adit, kalau sudah tidur lupa segalanya " Seru Tika sambil terkekeh.
" Kalau sama mamanya adisti lupa tidak ya ?" Tanya mala menimpali.
" Kalau itu sudah pasti tidak dong. Mama adisti selalu diingat dan nomor satu setelah Adisti. Kalau dia sampai lupa aku getok deh kepalanya biar dia ingat" Ucap tika dengan serius.
__ADS_1
Perbincangan semakin ngelantur sana dan sini, tidak tahu apa - apa saja yang mereka bicarakan. Sampai akhirnya Rayyan terbangun dan Alunapun mengajak candra pulang. Begitupun dengan mala dan surya, mereka juga ikut pulang karena hari sudah semakin siang. Mereka mau kerumah mama meri dan pak andi terlebih dahulu.
Setelah teman-temannya pulang ke rumah masing-masing. Adit dan tika mengiistirahatkan tubuhnya ,ckebetulan adisti memang lagi masih nyenyak tidurnya.
Adit dan tika sangat bahagia karena acara hari ini berjalan dengan lancar. Mereka pun tak hentinya mengucap rasa syukurnya karena kehidupan mereka dikelilingi oleh orang-orang baik seperti ,Aluna Candra serta Mala dan Surya. Mereka berempat sudah banyak membantu untuk acara syukuran adisti.
* Alhamdulillah ya Allah , Engkau masih memberikan aku teman ,saudara yang begitu peduli dengan ku dan keluarga kecilku. * Gumam adit saat membaringkan tubuhnya disamping tika yang sudah duluan terlelap.
Candra dan Surya memang banyak membantu dalam acara syukuran Adisti, anak Adit. Sumbangan dana yang mereka berikan lebih dari cukup untuk membuat syukuran.
Sementara itu saat dalam perjalanan menuju rumah mama meri , mala dan surya melihat ada julia yang sedang ribut dengan seorang pria yang mereka yakini itu bernama Bobi. Mereka ribut di dipinggir jalan yang tidak jauh dari rumah kontrakan julia.
" Mas itu bukannya julia ? Apa itu laki - laki yang bernama bobi ?" Tanya Mala ingin tahu.
" Mana sih sayang ? Oh iya itu julia sama bobi, ada apa mereka ribut dipinggir jalan begini. Kelihatannya julia marah dan bobi mencoba menenangkannya " Seru surya lalu menghentikan mobilnya karena ingin melihat keributan antara julia dan bobi.
" Mas jangan ikut campur sama urusan mereka, nanti malah kita yang akan disalahkan. Apalagi setahuku julia sekarang juga sedang hamil mas. " Ucap mala tidak mau surya terlibat dengan permasalahan Julia.
" Mas tidak akan ikut campur sayang, mas cuma mau menonton saja. Sayangkan kalau ada tontonan gratis tidak kita tonton. Jarang - jarang kita bisa menonton kejadian seperti ini. Tenang saja, sebentar saja kok. " Ucap surya dengan santainya.
Plaakkk....
Tangan julia mendarat di pipi kiri Bobi. Sepertinya dia memang sangat marah dengan bobi.
" Apa mau aku tampar lagi ? Hehhh... Ini belum seberapa dengan rasa kesalku atas perkataan dari istri kurangajarmu itu ! Seenaknya saja dia menghinaku pelakor, kita seperti ini juga atas sama - sama mau. Kamu duluan yang datang padaku dan sebagai tuan rumah yang baik aku menyamnutnya dong. " Ucap julia dengan kesal.
" Iya aku tahu. Sudah sekarang lebih baik kamu aku antar pulang ya, masalah leni jangan di ambil hati lagi. Maklum dia juga sedang hamil, jadi dia juga mudah marah. " Seru bobi dengan sabar.
" Tidak ! Aku akan tetap mendatangi wanita itu dan menghajarnya, seenaknya dia menghinaku. Aku dan dia itu jauh beda, aku wanita berkelas dan dia hanya wanita kampungan. Sekarang kamu pilih saja mau lanjut dengan ku apa tetap mau lanjut dengan istrimu ? Ingat Bobi, jika kamu tidak menikahiku hukuman dari warga sudah menantimu. " Seru Julia dengan kesal.
Hhhaaahhhh ...
Bobi terlihat frustasi dengan mengusap wajahnya dengan kasar. Jika sudah teringat masalah warga , bobi tidak bisa berkutik lagi jika julia membahas soal pernikahan. Apalagi julia mau bobi menceraikan istri pertamanya, Leni.
Leni cinta pertama bobi jadi tidak mungkin bobi aksn menceraikan leni begitu saja. Terlebih untuk wanita seperti Julia , yang hanya kepuasan saja yang dicari bobi. Nasib mu bobi , salah siapa kamu berurusan dengan wanita yang bernama Julia.
__ADS_1
" Aku ingin memberi pelajaran wanita kampung itu " Ucap Julia lalu berjalan menjauhi bobi namun dengan sigap bobi menarik tangan julia sampai julia terjatuh dan tersungkur ditanah.
Brruuukkk... Aoowww..
Julia teriak kesakitan sambil memegangi perutnya. Bobi melihat julia yang kesakitan jadi panik dan diapun mendekati julia. Namun betapa terkejutnya bobi saat mendapati darah segar mengalir dari celah pangkal paha Julia.
" Sakit bob. Perutku sakit sekali "Ucap julia semakin kesakitan.
" Aku harus bagaimana Julia. Aku, aku tidak tahu harus apa. Dan ini ada darah ? Darah apa ini julia ? Apa kamu sedang kedatangan tamu bulanan, tapi tadi kita bary saja melakukannya?" Tanya Bobi dengan polosnya.
Mendengar kata-kata ada darah Julia pun langsung melihat ke arah bawah, dan ternyata benar darah segar sudah mulai mengalir. Sepertinya Julia tahu apa yang saat ini terjadi dengan dirinya, terutama pada kandungannya.
Melihat Julia yang sepertinya kesakitan membuat mala dan Surya juga ikut khawatir, karena yang mereka tahu Julia sedang hamil . Dan tadi dia baru saja terjatuh, sebagai sesama perempuan apalagi sama-sama hamil tentunya mala juga sangat khawatir dengan kandungan Julia. Mala malah takut jika Julia akan keguguran apalagi usia kandungan Julia masih terlalu muda.
" Mas sepertinya ada masalah dengan julia, lihat dia kesakitan. Kita kesana mas, julia itu sedang hamil muda mas. " Ucap Mala langsung membuka pintu dan turun dari mobil.
Melihat istrinya yang turun dari mobil begitu saja, membuat Surya langsung ikut turun dan berjalan mengikuti mala dari belakang. Mereka mendekati Julia dan Bobi, saat sudah dekat dengan Julia mata Mala terbelalak melihat darah segar yang mengalir dari pangkal paha julia.
" Dasar pria bodoh !! segera bawa kerumah ke rumah sakit " Hardik mala dengan geram karena bobi hanya diam saja tanpa melakukan sesuatu.
" Kalian jangan ikut campur dengan urusanku sana pergi !" Usir bobi dengan kebodohan yang hakiki.
" Hai ..apa mata kamu tidak bisa melihat ada darah segar mengalir ? Itu tandanya kandungan Julia bermasalah, segera bawa julia ke rumah sakit kalau kalian tidak mau kehilangan calon bayi kalian. jadi pria bodoh sekali kamu ini !" Bentak surya yang ikut geram dengan kelakuan Bobi.
Nendengar soal kandungan Juliaa yang bermasalah, membuat Bobi tiba-tiba terkhawatir. Dia takut terjadi sesuatu dengan bayinya. Jujur bobi walaupun tidak mau menikahi Julia, tetapi dia tetap ingin mau mengurus anak yang dikandung Julia.
" Tolong suruh ya ini sakit banget tolong saya. " Ucap julia dengan wajah memelas.
" Mas kita antarkan Julia ke rumah sakit ,kita pending dulu ke rumah mama. Nanti mala akan menghubungi ama jika kita tidak jadi ke rumah mama. Kasihan Julia Mas takut terjadi yang lebih fatal dari ini. " ucap malah juga ikut menghawatirkan keadaan julia dan bayinya.
" Tapi sayang masa harus mas sih ? di sini kan ada Bobi julia juga ada mobil. Biarkan calon suaminya saja yang membawa Julia ke rumah sakit kita tetap ke rumah mama ." Ucap Surya menolak sejarah halus.
" Mas ini demi nyawa jangan seperti itu, lagi pula mobil Julia ada d kontrakannya. Sudah sekarang kita cepat antar Julia ke rumah sakit ,sebelum terjadi sesuatu yang lebih dari ini malah khawatir Julia keguguran mas. " Ucap mala menyakinkan suaminya.
Akhirnya Surya mau mengantarkan Julia ke rumah sakit. Bobi mengangkat tubuh Julia masuk ke mobil surya dan dia juga ikut mengantarkan kerumah sakit. Surya mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi , beruntung keadaan jalanan memang sedang lenggang.
__ADS_1
*********