Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Selama dua jam


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Siang sudah berganti malam, candra mengantarkan aluna dan mertuanya pulang kerumah utama. Candra tidak mau aluna ikut bermalam dirumah sakit untuk menemani mama nya menjaga pak akbar. Mengingat aluna masih hamil muda dan perlu banyak istirahat. Sesampainya di rumah , pak andi masuk dan beristirahat di kamar tamu. Candra membawa aluna masuk ke kamarnya dan istirahat disana.


" Setelah mandi mas mau kerumah sakit lagi ya sayang, mas mau menemani mama. Kasihan kalau mama menjaga papa sendirian. " Ucap candra meninta izin.


" Iya mas tidak apa - apa. Hemm.. Apa lebih baik mama suruh pulang saja mas, biar istirahat dirumah. Kasihan mama kalau kurang istirahat mas, nanti dia ikutan sakit " Ucap aluna ikut khawatir dengan mama mertuanya.


" Iya sayang, nanti mas suruh pak sopir antar mama pulang saja. Terimakasih sayang sudah mengkhawatirkan mama ku. " Ucap candra membelai lembut kepala istrinya.


" Sama - sam mas. Mama sita itu orang tuaku juga mas, jadi wajar kalau aku mengkhawatirkannya. " Ucap aluna dengan senyum yang sangat manis.


Candra memeluk istrinya dan membimbingnya keatas peraduannya. Tanpa ada yang tahu entah siapa yang memulai kini candra dan aluna sudah dalam keadaan polos. Aluna dan candra bermain olah raga malam hari, mereka saling bermandikan peluh . Hormon kehamilan aluna sedang baik, sehingga aluna selalu menginginkan lebih dan lebih dan itu semua membuat candra senang.


" Mas... Emmmhhh.... " Seru aluna disela permainan yang belum berhenti.


" Jangan ditahan sayang keluarkan saja suara mu, aku menyukai suara indah mu" Ucap candra dengan lembut.


Aluna hanya mengangguk pasrah, suara - suara sakral saling bersahutan antara candra dan aluna. Mereka benar - benar hanyut dalam permainan cinta mereka berdua. Suara aluna semakin menggema saat candra menyesap sesuatu milik aluna, candra benar - benar membuat aluna melayang lebih jauh.


" Mas.... " Seru Aluna dengan tubuh yang bergetar hebat.


Aluna sampai pada puncak untuk yang ketiga kalinya, sedangkan candra belum sama sekali. Candra terus bermain sampai dia benar - benar merasakan tubuhnya yang melayang dengan hebatnya, getaram hebat pada tubuhnya bisa dirasakan oleh Aluna.


" Terimakasih istriku sayang. Sekarang kita mandi bareng yuk, setelah itu makan dan mas mau kerumah sakit lagi. " Ucap candra sambil mencium kening aluna dengan mesra.


" Mas, julia itu sepertinya menyukai mas..Aku minta mas jangan dekat- dekat dengan dia ya. Mas jangan sampai tergoda dengan ulat bulu itu" Seru aluna sedikit cemberut.


" Kamu cemburu ya ? Kamu tenang saja sayang, suami mu ini suami yang setia. Kamu adalah wanita pertama dan terakhir yang bisa membuat aku merasakan sebuah cinta. Jadi sampai kapanpun aku tidak akan tergoda dengan wanita lain. " Ucap candra sambil mencubit mesra dagu aluna.

__ADS_1


Aluna tersenyum lalu memeluk mesra sang suami, dia lupa jika masih dalam keadaan polos. Tanpa menunggu lama candra langsung mengangkat tubuh aluna dan membawanya kekamar mandi. Di dalam kamar mandi mereka tidak hanya mandi tapi mereka bermain dulu sampai mereka benar - benar lelah dan menyudahi permainannya.


Selesai mandi sudah jam 10 malam, aluna dan candra makan terlebih dahulu sedangkan pak andi sudah beristirahat karena pak andi sudah makan malam lebih dulu. Selesai makan , candra kerumah sakit untuk menemani mamanya.


" Sayang mas kerumah sakit dulu ya, kalau kamu butuh apa - apa panggil bi Tartik saja. Tadi mas sudah berpesan sama bik tartik untuk menemanimu dan melayanimu dengan baik. Mungkin mama malam ini menginap di rumah sakit juga, tadi mas sudah telepon mama tapi mama mau menemani papa.." Ucap candra.


" Iya mas hati - hati. Jangan ngebut - ngebut ya, ingat jangan dekat - dekat dengan Julia !" Seru aluna menekankan nama julia.


" Iya sayang, lagipula ini sudah malam pasti julia juga sudah pulang. Mas berangkat ya ... Assalamualaikum " Seru candra.


" Waalaikumsalam " Jawab aluna singkat.


Aluna mengantarkan suaminya hanya sampai teras depan saja, setelah mobil candra sudah tidak terlihat lagi, aluna masuk kedalam dan menaiki tangga menuju kamar suaminya. Bik tartik mengikutinya dari belakang, dia sudah diberitahu candra jika saat ini aluna sedang hamil jadi bi tartik harus menjaga aluna selama candra dirumah sakit, apalagi aluna harus naik turun tangga.


" Bibik istirahat saja di kamar bibik tidak apa - apa " Seru aluna canggung karena diperlakukan seperti ratu oleh bik tartik.


" Tidak mbak, bibik akan menemami mbak aluna dikamar ini. Ini pesan dari mas candra, biar bibik tidur di sofa saja. " Ucap bik tartik sopan.


" Apa nanti badan bibik tidak sakit - sakit ?" Tanya aluna khawatir.


" Baiklah. Kalau begitu sekarang kita istirahat ya bik, karena aku capek dan mengantuk sekali. Mungkin efek hamil dan tadi perjalanan jauh jadi badan ku pegal - pegal.." Ucap aluna sambil mengulas senyum manis.


Aluna naik ke ranjang king size milik suaminya yang diperkirakan muat untuk 4 orang dewasa. Tidak menunggu lama aluna sudah masuk ke alam mimpinya.


*******


Sesampainya di rumah sakit, candra langsung menuju kamar rawat inap papanya. Wajahnya terlihat lebih segar dan senyumnya pun lebih cerah, bagaimana tidak segar jika tadi sudah di cas selama 2 jam. Semua vitamin sudah dia dapatkan dengan sempurna.


" Assalamualaikum ma " Seru candra masuk ke ruang perawatan sang papa.


" Waalaikumsalam " Jawab mama sita dengan suara yang sudah melemah.


Mama sita sepertinya sudah mengantuk berat, apalagi saat ini memang sudah mengantuk berat. Di samping mama sita ternyata masih ada julia yang setia duduk di samping sang mama.


" Loh julia kenapa kamu masih disini ? Ini sudah malam banget, apa kamu tidak dicariin orang tua kamu ?" Tanya candra sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Mama tadi sudah menyuruhnya pulang tapi dia tidak mau, katanya dia kasihan sama mama karena mama disini sendirian. Oh iya kenapa kamu kesini lagi ? Kamu kan baru perjalanan yang lumayan jauh seharusnya kamu istirahat saja dirumah, temani istrimu. Apalagi dia baru pertama kali dirumah itu dan dia juga sedang hamil. " Ucap mama sita.


" Tadi aluna yang meminta candra menemani mama dan dia khawatir mama akan kelelahan menjaga papa sendirian. Maaf ya ma candra agak lama datangnya, soalnya tadi minta vitamin dulu sama aluna ma " Seru candra senyum - senyum bahagia.


Julia bukan anak kecil dia sudah dewasa tentunya dia juga tahu apa maksud yang barusan dikatakan oleh candra. Tangan julia mengepal dengan erat, dia tidak suka dengan perkataan candra tadi. Seharusnya candra bisa menjaga perasaannya. Heeii... Julia memangnya kamu siapa minta dijaga perasaan nya ??


" Dasar mesum, sudah tahu istri hamil dan baru perjalanan jauh masih saja di embat. " Seru mama sita.


" Sebentar ma cuma 2 jam " Ucap candra sambil melirik julia yang menatapnya tidak suka. Candra sengaja bicara seperti itu agar julia risih dan tahu diri.


" Emm... Tante sepertinya julia pulang saja ya, kan ada mas candra yang akan menemani tante menjaga om akbar. " Seru julia memilih pulang daripada terus mendengar cerita keromantisan antara candra dan aluna.


" Tapi ini sudah malam Julia, apa kamu diantar sopir saja ya ? Kan ada pak mardi yang stanby di rumah sakit?" Ucap mama sita.


Julia menggeleng, dia tidak mau di antar oleh sopir. Jelas dia menolak jika dia diantar sopir, coba kalau diantar oleh candra dengan senang hati dia akan menerimanya.


" Julia tadi bawa mobil tante, jadi biar julia pulang sendiri saja. Kasihan pak sopir kalau harus mondar - mandir, lagian jarak rumah sakit kerumah cuma 30 menit saja kok tante " Tolak julia.


" Baiklah, kamu hati-hati ya " Seru mama sita lembut.


" Iya tante, kalau begitu julia pulang dulu ya. Mari tante, mas candra " Pamit julia dengan melirik ke arah candra.


Candra hanya mengangguk sekilas tanpa melihat wajah julia. Akhirnya julia keluar juga dari kamar rawat pak akbar dengan wajah kesal dan di tekut kusut. Padahal dia tidak membawa mobil dan berharap bisa di antar oleh candra , niat ingin berduaan dengan candra jadi gagal total.


" Apasih kelebihan wanita desa itu? Aku ini lebih cantik dan aku lebih modis tapi kenapa candra tidak tertarik dengan ku. Aku dulu sempat mengira jika candra itu tidak suka dengan perempuan, karena aku sama sekali tidak pernah melihatnya jalan dengan wanita. Bahkan saat di luar negeri pun seperti itu, aku sudah menggodanya dan menyatakan perasaan ku sampai aku malu pun dia tetap menolak ku. Tapi kenapa dengan gadis desa itu dia bisa menikah , bahkan terlihat sekali dia mencintai istrinya " Ucap julia bermonolog sendiri.


Mobil taksi yang di pesan julia sudah datang, julia masuk kemobil dan sang sopir langsung melajukannya dengan kecepatan yang lumayan kencang karena jalanan memang sudah sepi dan lenggang.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK .


LIKE, VOTE, KOMEN, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2