Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Membuat candra marah


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


💞💞 HAPPY READING 💞💞


Adit dapat orderan mengantarkan pelanggan ke rumah sakit dimana pak andi juga sedang dirawat. Saat sampai depan gedung rumah sakit dia melihat candra yang baru saja masuk gedung sambil menenteng plastik ditangan kanannya. Setelah penumpangnya turun adit segera turun dari mobil dan memanggil candra.


" Candra " Seru adit sedikit berteriak karena jarak adit dan candra lumayan jauh. Beruntung tidak ada yang terganggu dengan suara adit.


Adit sedikit berlari untuk menghampiri candra. Candra sendiri menghentikan langkah kakinya dan menunggu adit.


" Adit ? Kamu ngapain disini ? apa ada keluarga yang sakit ?" Tanya candra serius.


" Tidak ada. Tadi aku habis mengantar penumpang kerumah sakit ini dan aku melihat mu masuk kedalam gedung rumah sakit jadi aku segera menghampiri mu. Kamu sendiri ngapain disini? " Ucap adit membalikkan pertanyaan kepada candra.


Penumpang ?


Candra langsung menatap adit dengan lekat, pria di depannya ini sekarang terlihat sedikit kurus dan penampilannya pun sudah tidak seperti dulu lagi. Kejadian pemecetan pak tirta dan tuntut mengembalikan kerugian pabrik membuat perekonomian keluarga adit turun drastis, dan yang lebih parahnya lagi rumahtangga adit dan mala berakhir perceraian karena mala tidak mau hidup miskin dengan adit.


" Ohh.. Aku disini sedang menunggu papa mertua ku. Dia sudah 3 hari dirawat dirumah sakit. " Ucap candra berkata jujur.


" Papa andi? " Tanya adit menyakinkan.


" Iya papa andi. Kalau kamu tidak sibuk , kamu bisa menjenguknya. " Ucap candra dengan ramah.


Sebenarnya adit ragu untuk menjenguk pak andi, apalagi dia belum mengurus surat perceraianya dengan mala. Tadi dia menghampiri candra hanya ingin meminta maaf saja karena dulu saar dia masih kaya pernah memandang rendah candra.


" Kebetulan aku belum ada orderan, jadi bisa menjenguk pak andi dulu. " Seru adit akhirnya mau menjenguk pak andi.


" Baiklah. Ayook ikut aku keruangan papa " Ajak candra.


Candra dan adit berjalan beriringan menuju kamar rawat pak andi. Saat mereka sampai pak andi ada diatas brankar sedang menonton televisi.


" Adit " Seru pak andi saat melihat adit juga ikut masuk bersama candra.


" Iya pak. Pak andi sakit apa ?" Tanya adit yang sudah mengganti panggilan papa menjadi pak.

__ADS_1


Pak andi terasa asing dengan panggilan pak dari adit, mungkin adit tidak enak jika tetap memanggil pak andi dengan panggilan papa.


" Hanya kecapean saja, aluna sama candra saja yang terlalu beebihan meminta papa terus dirawat disini. Oh iya Dit, tolong jangan panggil pak. Tetap panggil saya papa ya, meskipun kamu dan mala sudah beralhir, kamu tetap papa anggap anak papa. " Seru pak Andi dengan senyum mengembang.


" Baik pa. " Jawab Adit sambil menganggukkan kepalanya.


Adit mengamati ruang perawatan pak andi, adit tahu jika ruangan tempat pak andi dirawat adalah ruangan VIP yang harga kamarnya tidaklah murah. Adit merasa malu dengan Candra, dulu dia pernah merendahkab candra sekarang justru candra lebih baik darinya. Namun sampai sekarang adit belum tahu jika candra adalah anak dari pemilik pabrik teh.


" Papa sudah makan ?" Tanya candra menghampiri pak andi.


" Sudah Can, tadi saat kamu sholat suster mengantar makan malam papa. Itu piring nya juga sudah kosong " Ucap pak andi sambil menunjuk piring kosong diatas nakas.


" Maaf ya pa tadi habis sholat , adit keluar sebentar ke minimarket samping rumah sakit. " Ucap candra.


" Iya tidak apa - apa, lagi pula papa juga sudah bisa makan sendiri. " Jawab pak andi.


Mereka bertiga pun berbincang - bincang seputar pekerjaan mereka. Candra merasa kasihan dengan adit, karena adit bekerja sebagai sopir taksi online yang penghasilannya tidak seberapa karena harus membayar sewa uang mobil juga.


********


Jam sepuluh pak andi sudah lepas infus dan sudah diizinkan pulang. Sampai hari itu juga mala dan mamanya tetap tidak datang kerumah sakit. Pak andi langsung dibawa pulang kerumah kontrakan candra, aluna pun sudah setuju karena dengan begitu dia bisa mengurus papanya dengan baik.


" Iya pa " Jawab candra singkat.


" Mama dan kak mala tidak diberitahu kalau papa pulangnya kerumah kami ?" Tanya aluna .


" Tidak perlu Lun. Mereka sampai hari ini pun tidak datang kerumah sakit, mama mu itu memang tidak perduli dengan papa. Biarkan saja mereka, nanti kalau mereka butuh sesuatu pasti mencari papa. " Ucap pak andi melarang aluna memberitahu mamanya.


Aluna hanya mengangguk lalu terdi, mungkin sang papa masih marah atau kesal dengan istrinya dan anak pertamanya.


" Kita sudah sampai pa " Seru candra.


" Iya candra, terimakasih ya. Papa sudah merepotkan mu, setelah ini kamu kembali saja ke pabrik aluna juga jika mau kembali kepabrik tidak apa - apa. " Ucap pak andi lalu membuka pintu mobil dan turun dari mobil.


Candra membawa tas pak andi masuk kedalam rumah kontrakannya.


" Candra yang akan kembali ke pabrik pa, biar aluna disini menemani papa. " Ucap candra.


" Kamu sudah beberapa hari ini tidak masuk kerja Lun, nanti kamu dipecat sama boss mu bagaimana ?" Tanya pak andi.


Pak andi lupa jika sang menantu adalah pemilik pabrik tempat anaknya bekerja. Jadi tidak mungkin dia akan memecat istrinya sendiri. Namun sebenarnya candra memang ingin aluna berhenti bekerja dan fokus dengan kuliahnya.

__ADS_1


" Apa papa lupa siapa pemilik pabrik tempat aluna bekerja ?" Tanya aluna tersenyum sambil melirik candra.


" Oh iya papa lupa. Menantuku sendiri kan pemilik pabrik teh itu ? Maklum Lun papa sudah tua jadi sudah mulai lupa. Tapi meskipun pabrik itu milik suami mu tetap saja kamu tidak boleh bertindak semaunya." Ucap pak andi menasehati aluna.


" Iya pa " Jawab aluna.


" Aku tidak akan memecat aluna pa, lagi pula aluna sudah mengajukan cuti selama seminggu. Jadi papa jangan khawatir." Ucap candra.


Aluna mengernyitkan keningnya karena dia merasa tidak pernah mengajukan libur cuti. Tapi kenapa candra bilang aluna mengajukan cuti seminggu dan sudah di izinkan oleh candra, aluna sudah menebak siapa pelaku pengajuan cutinya. Sudah pasti tersangkanya saat ini ada didepannya yang sedang garuk - garuk kepala yang tidak gatal.


" Iya pa kak candra sudah mengizinkan aluna cuti . Jadi bisa menemani papa di rumah." Jawab aluna sambil melirik suaminya.


Candra pun kembali kepabrik untuk menyelesaikan pekerjaannya yang sudah beberapa hari ini tertunda karena dia juga disibukkan dengan sakitnya pak andi. Candra tidak tega membiarkan aluna menjaga papanya sendiri, selama dirumah sakit setiap makan siang candra menyempatkan datang kerumah sakit.


" Pak candra di ruangan pak candra ada seorang wanita yang sedari tadi menunggu bapak. " Ucap sekertaris candra.


" Siapa ? Aku merasa tidak ada janji dengan siapapun ?" Tanya candra heran.


" Namanya mala, dia mengaku calon istri pak candra." Jawab sekertaris candra.


Di pabrik memang banyak yang belum tahu tentang pernikahan candra dan aluna. Apalagi sekertaris candra memang belum genap sebulan bekerja jadi dia belum tahu tentang candra. Sekertaris itu bekerja setelah pak hadi pensiun.


* Apa sih mau nya wanita licik itu? Bisa - bisanya dia datang kepabrik dan mengaku calon istriku. Dasar wanita gila * Gumam candra.


Candra langsung masuk dan benar saja ada mala yang sedang duduk di sofa ruangannya.


" Mau apa kamu datang kesini ? Dan apa kamu sudah gila mengaku sebagai calon istriku. !!" Bentak candra dengan kesal.


" Haii.. Candra. Kenapa sih datang - datang kok marah ? Duduk dulu dan kita ngobrol dulu disini " Ucap mala dengan tidak tahu malu.


Braaakkk...


Candra memukul meja dengan cukup kuat, sehingga membuat mala terperanjat.


*******


RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏🙏❤️❤️


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2