
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak apapun pasti akan terjadi. Dan itulah yang sekarang ini dirasakan dan dialami oleh Mala Dari yang dulunya dia seorang wanita yang bisa dibilang nakal dan murahan, serta memandang seseorang hanya dari segi hartanya. Bahkan dua kali hamil diluar pernikahan hingga akhirnya Allah mengambil kedua anak yang belum sempat dia lahirkan itu.
Hal yang paling membuat dia menyesal dan bahkan sering menangis jika dia teringat dosa - dosanya, dosa dimana dia pernah menjalin asmara dengan ayah kandungnya sendiri dan sampai hamil. Bahkan disetiap sholatnya Mala sering menangisi dosanya. Seperti saat ini, selepas sholat malamnya dia terisak sehingga Surya terbangun.
" Sayang, kamu kenapa ?" Tanya Surya menghampiri istrinya yang sedang duduk di sajadah nya.
" Tidak apa - apa mas. " Jawab Mala sambil mengusap air matanya lalu melepas mukenanya.
" Kalau tidak apa - apa kenapa menangis sayang?" Tanya Surya lagi lalu memeluk Mala yang baru saja melepas mukenanya.
Mala menyambut dengan hangat pelukan Surya, sudah biasa Mala menangis dalam pelukan sang suaminya. Suryapun tahu apa yang membuat istrinya menangis. Surya membawa Mala bangkit dan duduk di pinggiran kasur nya.
" Sayang, jangan menangis lagi ya. Allah itu maha pemaaf. Sekarang kamu sudah menyesal dan bertaubat tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Akupun bukan orang yang sempurna sayang, aku juga hina dan banyak dosa. Tetapi aku sudah melupakan semuanya dan aku bertaubat, tidak akan pernah mengulanginya lagi. Begitupun dengan kamu, jadi sudah jangan pernah menangis lagi. Kita sama - sama berjalan dijalan yang lebih baik." Ucap Surya menyakinkan Mala .
Mala merasa beruntung mempunyai suami seperti Surya, suami yang baik dan penuh kasih sayang serta bisa menerima segala kekurangan dan masalalunya. Surya sosok suami idaman yang sempurna dimata Mala, sekalipun Surya tidak pernah menyinggung masalalu Mala.
" Terimakasih Mas. " Seru Mala dengan lembut.
" Sekarang lebih baik kamu istirahat lagi, lagipula masih jam 2 dini hari. Aisha juga masih tidur nyenyak tuh di bok bayinya." Ucap Surya sembari menunjuk kearah bok bayi milik Aisha.
__ADS_1
" Iya mas. Oh iya mas itu temannya Candra seminggu lagi kan mau menikah. Tapi mereka mau menikah di rumah sang wanitanya perjalanan 2 jam lebih Mas. Kira - kira kalau Aisha dibawa apa tidak masalah ? Aisha baru 2 bulan kan mas ?" Seru Mala yang baru ingat dengan pernikahan temannya Candra.
" Sepertinya tidak apa - apa sayang. Nanti kita konsultasi sama dokter anak dulu ya. Tapi sepertinya tidak akan masalah kok, Aisha anak yang sehat lagi pula kitakan bawa mobil kita sendiri." Ucap Surya lagi.
Mala mengangguk paham sembari mengulas senyum manisnya membuat Surya mulai panas dingin. Mala yang tahu jika suaminya seperti menginginkannyapun tidak tega untuk tidak memberikannya. Apalagi akhir - akhir ini Mala memang lebih disibukkan dengan Aisha. Selama sehabis melahirkan baru 2 kali mereka melakukannya lagi itupun sudah 1 minggu yang lalu. Apalagi saat itu sampai 40 hari Surya menahannya karena Mala masih masa nifas.
" Mas mau ?" Tanya Mala sambil memainkan matanya dan justru membuat Surya semakin panas dingin.
" Jangan menggodaku begitu sayang. " Jawab Surya semakin panas dingin.
" Kalau mau ayok sekarang saja , mumpung Aisha masih tidur. Tapi jangan lama - lama dan jangan banyak gaya, soalnya kalau belum sampai puncak Aisha sudah bangun kamu bakalan sakit kepala sendiri loh." Ucap Mala semakin membuat Surya tidak bisa menahan dirinya.
Tanpa menunggu lama Suryapun melancarkan aksinya dimalam menjelang pagi. Mereka berdua saling menghangatkan dan saling mengucap kalimat cinta serta mengarungi nirwana secara bersama - sama. Cukup lama mereka bermain tetapi Aisha tidak terbangun juga. Sepertinya Aisha tahu jika Mama dan Papanya sedang melepas rasa rindu.
" Terimakasih istriku sayang." Ucap Surya sambil mengecup kening mala dengan lembut.
" Sama - sama mas. " Jawab Mala dengan mata terpejam sebab dia kelelahan.
" Iya mas. Biar nanti subuh tidak perlu mandi lagi." Jawab Mala sembari meregangkam otot - ototnya.
Surya turun dari ranjang dan masuk kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk sang Ratunya mandi. Tidak butuh waktu lama air hangat sudah siap. Surya keluar kamar mandi untuk memanggil sang Istri.
" Air nya sudah siap sayang, kita mandi sama - sama ya biar cepat. Bagaimana mau tidak ? ." Tanya Surya tetap usaha agar mereka bisa mengulang kegiatan mereka tadi.
" Tidak bisa ! Kalau kita berdua mandi bersama bagaimana nanti kalau Aisha bangun? Kita tidak ada yang tahu, jadi kasihan Aisha pasti akan menangis. " Seru Mala menolak secara tegas.
Mala sudah tahu otak mesum sang suaminya, jadi secepat mungkin dia langsung menolaknya dengan memakai nama Aisha. Satu jam bermain sudah cukup, jangan sampai mereka masih tetap bermain dikamar mandi dan Aisha terbangun. Bisa gawat !
__ADS_1
" Iya juga ya." Seru Surya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mala masuk kamar mandi, cukup lama mala melakukan ritual mandinya. Saat Mala keluar kamar mandi ternyata Surya sedang menggendong Aisha.
" Nah benar bangunkan? Sebentar ya aku pakai baju dulu mas." Seru Mala buru - buru mengambil baju gantinya.
" Iya mama" Seru Surya menirukan suara anak kecil.
Hanya butuh waktu beberapa detik saja Mala sudah memakai bajunya. Kini Mala sudah mengambil alih Aisha dan menyuruh Surya untuk segera mandi. Bayi cantik itu terlihat tersenyum kearah mamanya saat diajak berbicara.
Malampun sudah berganti menjadi pagi , dimana setiap manusia sudah mulai di sibukkan dengan urusannya masing - masing. Kedua teman Candra, Ardan dan Leo saat ini untuk sementara mereka tinggal di Villa milik keluarga Candra.
" Bagaimana urusan perusahaan itu Dan?" Tanya Candra yang kini sedang menemui kedua temannya.
" Alhamdulillah semuanya beres dan mulai minggu depan perusahaan kita bisa beroperasi disini juga. Untuk kerja sama dengan perusahaan yang ada diluar negeri sana juga masih tetap berjalan dengan baik. Dan sebagian karyawan sudah aku alokasikan keperusahaan- perusahaan. Sedih sih melihat para karyawan yang harus pindah kerja, tidak sedikit juga yang ikut pindah ke Indonesia tetapi rata - rata memang mereka yang berasal dari Indonesia juga." Jawab Ardan.
" Baiklah kalau begitu, nanti kita siapkan mess untuk para pekerja yang jauh. Oh iya bukannya minggu depan hari pernikahan kamu ? Lalu bagaiman bisa kita opening kepindahan perusahaan itu jika kamu minggu depan sedang jadi pengantin baru?" Tanya Candra.
" Itu soal mudah Candra. Nanti kita opening sehari setelah pernikahan Ardan. " Jawab Leo sambil menikmti makanannya.
" Apa tidak apa-apa Dan?" Tanya Candra meminta kepastian dari Ardan.
Bagaimanapun perusahaan itu adalah jerih payah mereka bertiga , jadi saat peresmian kepindahan perusahaan pun mereka bertiga harus bisa hadir.
" Tidak masalah Candra. Lagipula untuk bulan madu bisa lain kali, aku juga sudah membicarakan masalah ini kepada Yuki dan Yuki juga setuju." Jawab Ardan dengan yakin.
" Baiklah kalau begitu." Seru Candra.
__ADS_1
Ketiganya kembali menghabiskan makan siang nya, diantara mereka bertiga kini tinggal Leo saja yang belum mendapatkan pasangan. Leo tidak memusingkan masalah itu, jika saatnya jodoh dia datang pasti nanti akan datang juga.
***********