
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Kamu ngapain ada disini ?" Tanya mala saat mendapati aluna ada di rumah pak andi.
Saat ini mala datang kerumah orang tuanya dengan mengendarai mobil marko. Dia terkejut saat melihat aluna ada dirumah papanya, mungkin dia lupa aluna juga anak dari pak andi. Bahkan aluna lebih berhak ada dirumah itu daripada dia.
" Ini rumah papa , jadi aku juga berhak ada dirumah ini. " Jawab aluna santai.
" Terserah kamu saja Aluna. Awas minggir aku mau masuk. " Seru mala sambil mendorong aluna pelan.
Mala melenggang masuk tanpa menghiraukan aluna , dia masuk sambil memanggil - manggil mamanya. Dia belum tahu jika mama nya sudah di usir dari satu minggu yang lalu.
" Mamaa... Ma.. Maamaa " Teriak mala.
Pak andi yang ada di teras belakang langsung masuk saat mendengar suara mala memanggil mamanya. Akhirnya anak yang di tunggu - tunggunya datang juga. Beruntung tadi pagi pak andi dan aluna tidak jadi pergi kerumah sakit, jika mereka pergi pasti saat ini belum pulang.
" Mama mu sudah tidak tinggal disini lagi !" Seru pak andi.
" Maksud papa apa? Papa mengusir mama?" Tanya mala dengan heran.
" Bukan hanya mengusirnya tapi aku juga menceraikannya. Aku sudah menceraikan mama mu karena mama mu selingkuh, bahkan dia selama ini sudah membohongi ku Mala. " Ucap pak andi dengan suara lemah.
Kedatangan mala membuat pak andi teringat kembali dengan kelakuan dan kebohongan yang selama ini sudah di ciptakan oleh meri.
" Papa dan mama bercerai ? Kebohongan apa yang dilakukan mama sehingga papa menceraikan mama ? Terus sekarang mama tinggal dimana pa ?" Tanya mala.
" Papa tidak tahu mama mu sekarang tinggal dimana ? Kamu coba hubungin saja dia, karena aku sudah tidak mau berurusan lagi dengan mama mu. Sekarang papa sedang mengurus perceraian kami. Maaf jika selama ini papa belum bisa membahagiakan mu, meskipun kamu bukan anakku sampai kapan pun kamu tetap papa anggap anak. Karena dari bayi kamu sudah hidup bersama papa" Ucap pak andi dengan mata berkaca - kaca mengingat kebersamaannya dengan mala dari masa kemasa sampai mala tumbuh sebesar ini.
Melihat papanya yang kembali sedih, aluna pun menghampirinya dan mengajaknya untuk duduk serta memberinya segelas air putih.
Mala sendiri belum paham dengan apa yang dikatakan oleh papanya. Banyak pertanyaan dalam benaknya yang ingin dia tanyakan.
" Kalau aku bukan anak papa, lantas aku anak siapa pa ?" Tanya mala dengan jantung berdegup menanti jawaban dari pak andi.
" Kamu anak mama kamu dengan selingkuhannya " Jawab pak andi.
Jdeeerrrr
__ADS_1
Wajah mala bagaikan disambar petir , dia benar - benar tidak menyangka jika dia bukan anak kandung papanya. Tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipinya, biarpun dia berkelakuan tidak baik mala sangat terpukul mendengar kenyataan baru tentang siapa dirinya yang sebenarnya.
" Aku bukan anak papa ? Lalu siapa papa ku ?" Tanya mala dengan suara serak karena dia juga menangis.
" Tanyakan sama mama mu, mungkin dia tahu keberadaan papa mu " Jawab pak andi.
" Apa benar mama selingkuh pa ?" Tanya mala lagi ingin lebih menyakinkan.
Pak andi hanya mengangguk pelan, lalu pak andi menceritakan semuanya kepada mala sesuai dengan apa yang diakui oleh meri, tapi pak andi tidak memberitahu siapa nama ayah kandung mala. Biarlah mala langsung dari mamanya.
" Baiklah, mala kesini hanya mengambil barang - barang mala saja. Mala mau tinggal dirumah pacar mala karena 2 bulan lagi mala akan menikah." Ucap mala .
" Carilah mama mu dan tanyakan siapa ayah mu. Dia berhak menjadi wali saat kamu menikah." Ucap pak andi sebelum dia masuk kekamar nya.
Mala tidak menjawab apa - apa, dia diam lalu masuk kamarnya untuk membereskan barang - barangnya.
*********
Lima hari berlalu mala sudah mengetahui dimana mamanya tinggal. Meri tinggal di rumah kontrakan tidak jauh dari rumah marko, hanya perlu 15 menit sudah sampai di rumah utama marko yang di tinggali marko dan mala. Mala pun sudah mendengar langsung dari mamanya jika dia memang bukan anak kandung pak andi.
Mala mengetahui ayah kandungnya adalah pacar atau cinta pertama sang mama. Dan meri janji akan mempertemukan mala dengan ayah kandungnya.
Hooeeekk... Hoeeekkk..
" Kamu kenapa sayang ?" Tanya marko yang menyusul mala kekamar mandi. Marko hanya mengenakan celana boxer saja. Mereka berdua memang belum menikah tapi hubungan mereka sudah seperti sepasang suami istri bahkan tidur pun seranjang.
" Aku tidak tahu sayang, sudah dua hari ini aku lemas dan sering mual dan muntah . Tapi hanya di pagi hari saja." Jawab mala.
" Emm..sayang jangan - jangan kamu hamil ?" Seru marko menebak.
Deg.
Mala langsung tertegun, apa yang dia alami sekarang memang sama persis saat dia hamil pertama dulu. Lemas, mual dan ingin muntah. Mala bingung mau sedih atau bahagia, jika dia hamil marko apa mau menikahinya karena marko belum mau untuk memiliki anak.
" Sayang apa kamu hamil ?" Tanya marko menyadarkan mala dalam lamunannya.
" Ehh...aku tidak tahu sayang ? Tapi aku kan masih sering minum pil penunda kehamilan , masak iya aku hamil ? Tapi kalau aku hamil bagaimana ? Kamu apa akan meninggalkanku ? Sedangkan kamu belum mau memiliki anak ?" Tanya mala beruntun dengan wajah sedih.
" Sudah kamu jangan bersedih, jika kamu hamil aku tetap akan menikahimu karena kamu sudah mengandung anak ku. Tapi untuk memastikannya kamu coba tespeck dulu ya, atau mau kerumah sakit saja ?" Tanya marko dengan lembut.
" Tespeck saja sayang tapi tolong kamu yang belikan ya ? Aku lemas sekali sayang " Seru mala dengan manja.
Marko tersenyum dan mengangguk, marko pun memgangkat mala dan menidurkan di kasur. Tidak lupa marko menyelimuti mala dan mencium kening mala dengan lembut sebelum dia pergi keapotik.
__ADS_1
Marko pergi keapotik untuk membeli alat tes kehamilan , jarak rumah dari apotik lumayan jauh, marko mengendarai motor agar lebih cepat karena dia sangat penasaran apakah mala benar - benar hamil.
" Marko " Seru seseorang.
Deg..
Marko langsung terdiam saat mendengar seseorang menyebut namanya. Marko sangat mengenali siapa pemilik pemilik suara tersebut.
" Andi " Seru marko gugup.
" Kenapa kamu gugup seperti itu ? Apa kamu punya salah dengan ku ?" Tanya pak andi dengan tatapan serius.
" Emm... Kamu bicara apa sih ? Aku salah apa ?" Tanya marko pura - pura tidak tahu .
" Jangan berbohong marko ! Aku sudah tahu semuanya, meri sudah menceritakan semuanya kepadaku dan dia juga sudah aku ceraikan. Oh iya anak kalian sudah mau menikah apakah kamu tidak ingin menjadi wali nikahnya ?" Tanya pak andi sinis.
* Apa ? Andi sudah menceraikan meri, terus sekarang meri tinggal dimana ? Nomor meri sudah dua minggu ini memang aku blokir karena aku mau fokus menyiapkan pernikahanku dengan mala. Jadi anakku juga mau menikah ?* Gumam marko dalam batiinya.
Sebenarnya pak andi ingin sekali menghajar marko namun itu tidak mungkin dia lakukan karena saat ini mereka ada di tempat umum. Apalagi ada satpam yang berjaga di depan apotik itu.
" Maaf .... !" Seru marko hanya kata maaf yang bisa dia ucapkan.
" Tidak ada yang perlu dimaafkan semuanya sudah berlalu. Tapi seandainya kita bertemu tidak ditempat umum atau tidak ramai seperti ini sudah pasti kamu babak belur karena ku. Mungkin Allah tidak mau aku menghukummu sehingga kita di pertemukan disini. Tapi aku yakin hukuman dari Allah itu akan datang " Ucap pak andi dengan serius.
" Maaf .. Aku permisi. Karena istriku sudah menunggu ku " Seru marko.
" Silahkan " Jawab pak andi singkat.
Marko meninggalkan apotik dengan mengendarai motornya,dia melajukan motornya dengan kencang. Sedangkan pak andi masih berada di apotik untuk membeli obatnya.
" Dia sudah menikah ? Bahkan dia membeli alat tes kehamilan ? Apa dia sudah menikah dengan meri dan saat ini meri hamil ? Tapi sepertinya tadi dia terkejut saat mengetahui aku menceraikan meri, hemm.. Atau jangan - jangan marko memang sudah menikah dengab wanita lain. * Gumam pak andi.
*********
Bocoran dikit untuk bab selanjutnya, mala akan membawa marko menemui mamanya . Bagaimana ya kira - kira ? Penasaran kan ?
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK .
Jangan lupa Like, komentar, vote, favorite, serta berikan hadiahnya agar AUTHOR semangat untuk Up. 🙏🙏❤️❤️
TERIMAKASI 🙏
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1