
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Pov. Pak Andi
" Asal kamu tahu aku sudah dari dulu menduakan mu . Tepatnya saat kita masih pengantin baru pun aku menduakan mu. Sebenarnya aku menikah dengan mu karena aku ingin hidup terjamin, aku tidak mencintaimu. " Ucap istriku secara gamblang.
Tentu saja aku syok dan aku tidak percaya begitu saja saat meri mengatakan dia tidak mencintaiku. Lantas kenapa dia mau aku nikahi dan punya anak 2. Apa karena harta ? Tapi kalau tidak mencintaiku kenapa dia mau mengandung anakku.
" Dasar perempuan murahan !!" Bentak ku dengab lantang sambil mengangkat tangan hendak menamparnya kembali namun aku urungkan. Karena jika aku memukulnya lagi dia pasti tidak akan tinggal diam dan akan melaporkanku kepolisi.
Aku menurunkan tangan ku dan aku mengepalkan kedua tangan ku untuk mengurangi rasa emosiku. Aku memang bodoh , selama ini aku terlalu bodoh.
" Dan ada satu rahasia besar yang harus kamu ketahui soal mala. Mala itu bukan anak kandung mu, tetapi anak ku dengan pacarku. Bahkan sampai sekarang aku dan dia masih sering bertemu dan menghabiskan malam bersama. " Ucap meri semakin membuat aku syok.
Bahkan jantungku seakan berhenti berdetak saat mengetahui kenyataan baru yang selama ini di simpan rapat - rapat oleh meri. Jadi sampai detik ini meri masih saja berhubungan dengan pacarnya yang tidak lain adalah ayah kandung mala.
" Pantas saja aku dan mala tidak ada kemiripan dan ikatan batin sama sekali. Ternyata dia memang bukan anak ku. Ya sudahlah, buat apa aku sesali lagi pula semuanya sudah terjadi. Anggap saja selama ini aku memberi nafkah anak yatim, hitung - hitung sedekah." Ucap ku mencoba mengukir senyum padahal dalam hati ini sangat sakit seperti dihujam ribuan pisau yang tajam.
" Terserah kamu, yang penting sekarang aku sudah mengatakan semuanya. Karena kamu sudah menceraikanku jadi untuk apa aku menutup - nutupi atau merahasiakannya lagi. " Ucap meri sinis.
" Baiklah karena kamu bukan istriku lagi, aku minta sekarang kamu keluar dari rumah ku ini" Ucap ku dengan suara bergetar.
Namun bukannya takut, meri justru tersenyum sinis kearah ku. Seakan dia sudah merencanakan semua ini. Selama ini aku sudah gagal menjadi seorang ayah dan suami, aku gagal mendidik istriku aku gagal membahagiakan istriku sehingga dia mencari kebahagiaan diluar sana. Ya Tuhan kenapa semua ini harus terjadi kepadaku, apa aku memang terlalu bodoh sehingga tidak mengetahui rahasia besar seperti ini dalam rumah tanggaku.
__ADS_1
Disaat seperti ini aku teringat anak ku Aluna, apa mungkin karena rahasia besar ini yang membuat meri sangat membenci aluna, karena aluna adalah darah dagingku.
" Jadi rahasia ini yang membuatmu sangat membenci aluna ?" Tanya ku dengan menatap meri tajam.
" Iya karena dia ada disaat yang tidak tepat , disaat mala masih terlalu kecil. Dan karena dia juga anak dari perbuatan mu, bukan perbuatan pacarku " Jawabnya dengan sinis.
" Aku akan meminta harta gono - gini karena aku juga berhak mendapatkan harta ini. " Ucapnya lagi semakin membuatku muak.
Aku tidak sudi memberikan harta ku untuk wanita murahan sepertinya. Aku bukan orang kaya tetapi aku juga tidak miskin -miskin amat, hartaku bisa menghidupi ku sampai aku tua nanti karena dari zaman masih muda aku rajin menabungkan sebagian gajiku, namun semenjak menikah dengan meri aku sudah jarang menabung karena dia meminta semua gajiku. Tapi aku tidak memberitahu berapa total gajiku aku menyisakan seperempatnya untuk aku tabung.
" Harta gono - gini mana yang kamu minta ? Rumah ini memang sudah ada dari aku belum mengenalmu. Harta yang bisa dijadikan gono - gini cuma mobil, aku tidak masalah jika mobil itu dijual dan kita bagi rata. Lagipula rumah ini itu atas nama Aluna bukan namaku" Ucap ku dengan serius.
Rumah ini memang sudah aku rubah nama kepemilikannya atas nama aluna, aku merubahnya sekitar 1 tahun yang lalu saat aluna hendak menikah dan surat rumah ini sudah aku simpan di tempat yang aman.
" Kamu tidak bisa begitu ! Kamu boleh saja memberikan rumah ini kepada Aluna tapi ingat , Mala dan aku juga berhak mendapatkannya. Apa kamu lupa jika masih ada mala?" Ucap meri seakan dia manusia paling benar.
Rasanya aku ingin tertawa mendengar pernyataan meri Dia bilang mala punya hak yang sama? Apa dia lupa jika baru beberapa menit yang lalu dia mengakui mala bukan anak ku, jadi mala tidak berhak atas apa yang aku punya.
" Kamu tidak perlu iku campur soal mala. Mala tetap berhak mendapatkan bagiannya karena bagaimanapun mala besar dan lahir dirumah ini. Mungkin saja jika tidak ada aluna didunia ini, aku akan tetap seperti dulu menjadi istri yang patuh dan memilih terus hidup bersamamu, dan bahagia bersama meskipun mala bukan anak kandungmu. Tapi saat aku mengetahui aku hamil aluna, aku berontak karena aku tidak mau mempunyai anak dari kamu. " Ucap meri semakin menyakitkan hatiku.
Ya Allah...
Aku ternyata selama ini di bodohi dan di bohongi oleh istriku sendiri. Tapi sekarang aku sudah tahu semuanya dan tidak akan aku biarkan dia menginjak - injak harga diriku lagi.
" Sekarang kamu keluar dari rumah ku. !!" Ucap ku dengan lantang.
" Baik aku akan pergi dari rumah ini. Tapi ingat aku akan tetap menuntut harta gono - gini. " Ucap meri lalu mengambil koper untuk mengemas barang - barangnya.
Kepalaku sakit dan dadaku rasanya sesak, aku memilih keluar kamar dan duduk di sofa ruang keluarga. Aku mencoba menenangkan diriku , jangan sampai aku sakit. Jika aku sakit, aku pasti akan merepotkan aluna, kasihan anak ku itu karena selama ini dia sudah hidup menderita.
__ADS_1
" Aku akan keluar dari rumah ini tapi ingat aku tetap akan memperjuangkan apa yang seharusnya menjadi milik mala. Segera urus surat cerai kita, agar aku bisa menikah dengan ayahnya mala." Ucap meri sama sekali tidak ada rasa sedih sedikitpun karena sudah aku ceraikan.
" Kamu jangan khawatir secepatnya kamu akan mendapatkan surat ceraimu. Tolong beritahu aku siapa ayah kandung mala ?" Tanya ku ingin tahu siapa ayah kandung mala.
" Heehh... Kamu sudah tahu bahkan sudah mengenalnya. Dia teman mu sendiri, Marko " Ucap meri memberitahu nama ayah kandung mala.
Deg.
Marko ? Apa yang meri maksud adalah marko teman ku semasa SD , marko teman kecil ku dulu. Jika memang marko itu yang meri maksud aku akan memberinya pelajaran. Lihat saja marko ! Pantas saja saat pernikahanku dengan meri saat itu dia terlihat terus memperhatikan meri, jadi selama ini dia menjalin hubungan dengan meri.
" Kenapa ? Kaget ? Kamu tidak menyangka kan. ? Aku dan marko saling mencintai, sebenarnya sudah 12 tahun ini marko menjauh dan tidak menemuiku. Namun beberapa bulan ini aku sengaja menghubunginya dan kembali saling memadu kasih dengan nya. Hahahaaaa " Ucap meri begitu bahagia sampai dia bisa tertawa lantang tanpa memikirkan perasaan ku.
Aku tiddk mau hilang kendali sehingga aku secepatnya menyuruh meri untuk pergi. Setelah meri keluar dari rumah aku termenung sendirian, aku memikirkan aku ini salah apa sehingga meri tega melakukan ini semua kepadaku.
" Papa tidak apa - apa ?" Tiba - tiba suara aluna mengagetkan ku.
Kenapa aluna ada disini ? Padahal tadi aluna dan candra sudah pergi, apa memang mereka sengaja menghindar dan memberikan aku kesempatan untuk menyelesaikan masalah ku dengan meri.
" Kenapa kalian disini lagi ?" Tanya ku penasaran.
" Maaf pa, tadi kami sengaja pamit pulang itu hanya ingin memberi papa ruang untuk bicara dengan mama. Dan kamu melajukan mobil hanya sampai pojok rumah saja, karena kami khawatir dengan papa." Ucap menantuku bicara dengan sangat sopan.
Aku sangat terharu dengan perhatian dan kepedulian anak mensntuku ini. Aku tidak salah memilih menantu, beruntung waktu itu mala menolaknya dan aku meminta aluna untuk menggantikan perjodohan itu.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏