
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Plaaakkk
Plaaakkk
Dua tamparan melayang sempurna di pipi julia. Tamparan itu berasal dari tangan meri, meri tidak terima julia memarahi mala dan mengatakan jika mala anak haram. Julia datang menemui mala untuk meminta kembali rumah yang sudah diberikan marko kepada mala. Jika julia punya rasa malu , pasti dia tidak akan melakukan hal seperti itu. Apalagi rumah itu sudah diberikan kepada mala jauh sebelum marko mengenal julia.
" Kamu tidak berhak menghina dan menghakimi anak ku. Sampai aku mendengar mulutmu itu menghina anakku lagi, aku pastikan mulutmu itu akan sobek lebih levbar lagi ! Pahaammm.... !!" Bentak meri dengan lantang.
Sekitar jam 9 pagi julia datang ke kontrakan meri tidak ada hujan tidak ada angin tahu - tahu turun dari mobil dia marah - marah dan memanggil nama mala. Beruntung mala sudah berangkat kuliah dari jam 8 pagi sehingga tidak bertemu dengan julia.
" Kamu berani menamparku wanita j@l@n9 ? Kamu irikan karena marko lebih mrmilih ku daripada kamu yang sudah tua dan keriput itu. Duhh kasihan sekali sih , frustasi karena marko lebih memilih ku " Ucap julia masih dengan sombongnga. Dua tamparan meri tadi sama sekali tidak membuat dirinya kapok atau takut justru dia semakin berani.
Cuuiihhhh...
Meri meludah dihadapan julia, seolah jijik melihat kelakuan julia yang terlalu sombong dan percaya diri.
" Jangan sombong kamu julia. Lihat saja jika marko tahu kelakuan kamu seperti ini , suatu saat nanti marko pasti akan meninggalkanmu. Marko itu orangnya netral dan tidak pernah mau mengusik orang lain terlebih dahulu dan tidak pernah mau mengbil sesuatu yang sudah dia berikan kepada orang. Tanpa kamu mintapun, mala sudah berniat mengembalikan rumah itu tetapi marko tidak mau. Lagipula kamu itu tidak berhak atas rumah itu,rumah itu sudah menjadi hak milik mala jauh sebelum kamu mengenal marko. " Ucap meri dengan ketus.
Julia tidak mau kalah,apapun yang terjadi dia harus bisa mendpatkan rumah marko yang sudah diberikan kepada mala. Sebab sekarang kehidupan julia hanya bisa bergantung kepada marko . Kedua orang tua julia sudah menghentikan jatah bulanan untuk julia, dan jatah bulanan dari marko juga tidak sebanyak dari orangtuanya dulu.
" Aku tidak takut sama mas marko. Mas marko itu sangat mencintaiku dia pasti menuruti apa kemauanku. " Ucap julia dengan sombong.
" Baik kalau begitu aku akan hubungi marko agar dia datang kemari." Ucap meri mengambil ponselnya lalu menghubungi marko.
Dalam deringan kedua marko langsung mengangkat sambungan telepon dari meri.
[ Hallo marko... Apa kamu sedang sibuk ?] Tanya meri terlebih dahulu.
__ADS_1
[ Tidak sibuk - sibuk banget sih. Tumben telepon ada apa mer ? ] Tanya marko.
[ Datanglah kerumah ku sekarang karena saat ini ada istrimu juga di rumahku. Dia datang untuk meminta kembali rumah yang sudah kamu berikan kepada mala. ]
[ Kurangajar ! Masih berani dia meminta rumah yang bukan haknya. Lama - lama habis juga kesabaran ku. Baiklah aku kesana sekarang. ]
Klik
Meri mematikan sambungan telepon dan kembali memasukan ponsel ke saku dasternya lagi. Sedangkan julia terlihat duduk santai sambil memainkan ponselnya. Dia sangat percaya diri jika marko tidak akan marah kepadanya, dia menganggap masalah dengan sepele.
" Tunggu saja , suami tercintamu itu sudah menuju kesini. Aku tidak akan bertanggung jawab jika dia menghajarmu. Kamu itu baru kemarin mengenal marko. Aku yang sudah puluhan tahun jadi aku tahu bagaimana watak marko. " Ucap meri lagi.
" Oh tidak mungkin. Mas marko itu sangat menyayangi dan mencintaiku, apalagi dengan goyanganku. Saat dia marah, aku goyang saja dia sudah takluk lagi. " Ucap julia lagi dengan rasa penuh percaya diri.
Bruummm... Bruummm
Mobil marko sudah masuk kehalaman rumah meri. Ternyata marko cepat sekali sampai, dapat dipastikan jika marko mengendarai mobil di atas rata - rata.
" Assalamualaikum " Sapa marko dari ambang pintu.
Marko berjalan masuk dan mendekat kearah julia, melihat marko yang langsung hendak menghampirinya membuat julia besar kepala. Dia menyangka jika marko akan memeluk dan menciumnya seperti saat dirumah saat dia pulang bekerja.
" Sayang... " Seru julia dengan manja.
Pllaakk Pllaakk
**********
Dirumah candra, saat ini aluna ada dirumah tidak ada jam mengajar dikampus. Aluna sedang menemani papanya yang sibuk dengan ikan - ikan hiasnya.
" Jadi kapan pernikahan mala sama surya itu?" Tanya pak andi sembari memberi makan ikan hiasnya.
" Belum tahu pa. Kak mala jugakan belum memberitahu, katanya kemarinkan mau acara lamaran dulu sekitar dua minggu lagi. Papa ini kan sudah diberitahu kak mala kan ?" Tanya aluna heran kenapa mesti menanyakannya lagi.
" Hahahaa... Lucu kalu lihat kamu lagi cemberut begitu. Iya , iya mala sudah mengatakan sama papa . Papa tadi hanya bercanda saja kok. Semoga saja surya menjadi jodoh sampai akhir hayat. Papa yakin jika surya itu bisa membahagiakan mala, papa lihat dia memang anak yang baik , humbel dan humoris. " Ucap pak andi yang kini sudah berpindah memberi makan ikan - ikan yang di dalam aquarium.
__ADS_1
" Aamiin " Jawab aluna singkat.
Aluna memperhatikan ikan - ikan yang ada di dalam aquarium. Ikan kecil berawarna - warni itu kini menjadi hobi baru papanya dan sesekali dia juga ikut membantu memberikan makan.
" Pa yang ini lucu banget sih pa. " Seru Aluna sambil menunjuk kearah iksn yang berwarna biru.
" Iya lucu dan bagus. Harganya juga bagus banget itu Lun " Ucap pak andi menimpali perkataan aluna sambil tersenyum.
" Memang berapa harganya pa ? 200 ribu ya pa ? Hemmm ikan segede jempol tangan harganya saja mahal, mana tidak bisa dimakan juga kan pa ?" Tanya aluna berfikir jika ikan yang dia sukai itu bergarga 200 ribu .
" Harganyanga 5 juta Lun " Jawab pak andi sambil tersenyum.
Hahhhh ? 5 juta hanya untuk membeli ikan seupil ini, hemmm.. Hobi yang membuat miskin ya Lun.
" Ikan sekecil ini 5 juta pa? " Tanya Luna hampir tidak percaya dengan yang dikatakan papanya.
" Iya lun. Makanya para pedagang ikan hias cepat kaya, papa juga sudah mulai menekuni hobby papa nih. Siapa tahu bisa menghasilkan. Ya tidak harus kaya juga , yang penting papa ada kegiatan dan hobby papa tersalurkan " Ucap pak andi .
" Jangan ikan terus donh yang di rawat, hati juga perlu di rawat pa. Pa, apa tidak ada keinginan untuk menikah lagi gitu? Kalau tidak mau menikah dengan wanita lain, ya coba saja rujuk sama mama. Aku dan kak mala mendukung jika kalian itu rujuk " Ucap aluna mencari kesempatan dalam kesempatan membicarakan soal pendamping hidup sang papa.
Haaaahhhhhh
Terdengar helaan nafas pak andi dengan berat. Pembahasan ikan kok tiba - tiba jadi bahas soal menikah dan rujuk. Aluna memang pintar mencari kesempatan. Pak andi meletakkan pakan ikan pada tempatnya dan duduk di samping aluna.
" Kenapa jadi bahas soal pernikahan dan rujuk si lun.Tadikan bahas soal ikan, lagipula papa belum memikirkan soal menikah lun. Papa masih ingin tinggal sama kamu , apa kira - kira kamu ini sudah bosan melihat papa ikut sama kalian ?" Tanya pak andi.
" Ya tidak dong pa. Mau sampai kapan pun dan mau papa menikah lagi, jika mas candra memberi izin pasti aluna juga senang papa tinggal dirumah ini. Mas candra sudah pernah bilang jika papa selamanya boleh tinggal sama kami." Ucap aluna.
*******
JIKA ADA BANYAK TYPO NYA MAAF YA KAK.
Rate bintang 5 nya kak.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1