Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Baju dinas dari mertua


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


" Aluna, kamu pilih apa saja yang kamu mau nanti semua belanjaan kamu biar mama yang bayar. Ingat tidak boleh menolak pemberian dari mertua !" Ucap mama sita memberi peringatan aluna.


Saat ini aluna dan mama sita ada di salah satu pusat perbelanjaan atau bahasa kerennya Mall terbesar di daerah itu. Jarak mall dari rumah memang cukup jauh , perlu satu jam lebih perjalanan baru bisa sampai mall. Aluna justru bingung mau beli apa karena memang aluna tidak suka berbelanja.


" Hadiah mama yang waktu itu juga belum semua aluna pakai ma. Jadi sepertinya kali ini aluna tidak beli apa - apa ma. " Jawab aluna.


" Oh... baiklah kalau kamu tidak mau beli biar mama yanh beli" Ucap mama sita tersenyum penuh arti.


Aluna mengangguk dengan senyumnya yang terus menngembang, karena dia sangat bahagia bisa diterima dengan bail oleh mama mertuanya sehingga aluna bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah dia dapatkan dari ibu kandungnya.


Aluna menemani mama sita berbelanja tetapi dia tidak memperhatikan barang - barang yang diambil oleh mama sita. Menemani mama sita belanja saja dia sudah senang. Sebenarnya barang - barang yang dipilih mama sita tadi semua untuk aluna.


" Sudah ma ?" Tanya aluna saat mama sita menghampiri aluna yang duduk menunggunya membayar semua belanjaannya.


" Sudah sayang, ini tolong mama bawain ya " Seru mama sita memberikan 5 paperbag kepada aluna dan dia juga membawa 4 paperbag juga.


" Iya ma " Jawab aluna singkat lalu menerima paperbag yang diberikan oleh ibunya.


Sebelum pulang mama sita mengajak aluna untuk makan siang terlebih dahulu. Mereka memilih makan di restoran cepat saji yang ada di dalam mall.


" Aluna makan yang banyak. Mama sudah mendengar semua cerita masalalumu saat masih tinggal dengan orang tuamu. Kamu selalu makan tidak benar, bahkan kamu tidak diperbolehkan makan ikan dan daging sama mama mu. Sekarang kamu makan yang banyak, pokoknya kamu mau makan apa saja tinggal makan jangan sungkan - sungkan. " Ucap mama sita serius.


" Terimakasih ma " Jawab aluna dengan hati yang menghangat.


Mereka pun mulai makan namun tiba - tiba pandangan mama sita tertuju kepada sepasang pria dan wanita yang baru saja masuk ke restoran dan bergandengan tangan dengan mesra.


" Bukannya itu mala ?" Tanya mama sita sambil menunjuk kearah mala.

__ADS_1


Aluna pun langsung memandang kearah yang di tunjuk oleh mama sita. Apa yang dibilang mama sita memang benar, wanita yang baru datang adalah kakaknya, Mala. Tapi siapa pria yang sedang bersama mala ? Bahkan pria itu lebih dewasa dari mala.


" Iya itu kak mala ma " Jawab aluna serius.


" Kok mala jalan sama om - om sih Lun ? Atau jangan - jangan dia memang wanita simpanan Om - om " Ucap mama sita membuat aluna mengernyitkan keningnya.


" Maksud mama kak mala menjadi wanita simpanan atau bisa dibilang pria itu sugar daddy nya kak mala?" Tanya aluna memperjelas ucapan mama sita.


" Iya kamu benar. Kasihan sekali papa mu Lun. Mama mu memang tidak pengertian dan kakak mu justru akan membuat malu papa mu. " Ucap mama sita lalu menyuapkan sendok kemulutnya lagi.


Aluna terus memperhatikan mala dan teman prianya, mereka terlihat akrab bahkan sesekali mala tidak malu bergelayut manja pada teman pria nya. Aluna ingin menghampiri mala tapi dilarang oleh mama mertuanya.


" Kamu mau kemana ? " Tanya mama sita.


" Mau menghampiri kak mala ma. Aluna ingin tahu siapa pria dewasa yang sedang bersamanya itu." Ucap aluna jujur.


" Jangan ! Biarkan saja, jangan sampai buat keributan disini karena nanti kita juga akan malu. Lebih baik kamu ambil gambar mereka dan nanti kamu bisa tanyakan sama mala siapa sebenarnya pria itu. Kalau mama sih yakin pria itu pasti teman kencan nya mala" Ucap mama sita penuh keyakinan.


Aluna mengangguk patuh lalu dia duduk kembali dan melanjutkan makannya. Setelah sepuluh menit makanan aluna dan mama sita sudah habis, mama sita membayarnya dan mereka pun keluar meninggalkan restoran. Saat meninggalkan restoran fikiran aluna terus tertuju kepada mala dan teman prianya, sebagai seorang adik aluna takut terjadi sesuatu dengan kakaknya.


**********


Mama sita hanya tersenyum simpul menanggapi pertanyaan sang menantu. Semua barang yang dibelinha tadi memang semua untuk aluna, dan aluna tidak bisa menolak lagi karena semuanya sudah terlanjur dibeli dan dibawa pulang.


" Ini semua punya kamu sayang " Ucap mama sita dengan santai.


" Hah... Buat aluna ? Sebanyak ini Ma ?" Tanya aluna dengan mata melotot.


Mama sita hanya mengangguk dan tersenyum jahil kearah aluna. Aluna hanya bisa bengong dan menerima nya dengan pasrah.


* Kalau tahu semua ini untukku pasti aku akan melarang mama untuk membelinya. Kenapa tadi aku tidak memperhatikan apa saja yang diambil mama ?* Tanya aluna pada dirinya sendiri.


" Sudag yuk mama bantu bawa masuk kedalam, tapi maaf ya mama tidak bisa mampir karena mama ada janji sama teman - teman mama di kota, jadi mama mau balik ke kota dulu. Mungkin hanya tiga hari saja " Seru mama sita.


" Iya ma, terimakasih untuk semua traktirannya ya ma. " Ucap aluna berterimakasih.


" Sama - sam sayang. Sudah ya mama pulang dulu, itu yang di paperbag merah nanti malam kamu pakai agar candra makin cinta dan betah dirumah. " Ucap mama mertua aluna dengan senyuman jahilnya.


Aluna hanya tersenyum dan mengangguk saja. Mobil mama sita pergi meninggalkan rumah kontrakan candra. Saat di kamar aluna membuka salah satu paparbag, dia membuka yang warna merah karena dia penasaran dengan isinya.

__ADS_1


" Ini isinya apaan sih sampai mama memintaku untuk memakainya untuk nanti malam. " Ucap aluna sambil mengeluarkan baju yang ada di dalam paperbag merah.


Mata aluna melotot saat mengetahui baju seperti apa yang ada di dalam paperbag itu. Tiga buah baju transparan bahkan tidak layak disebut baju, pantas nya disebut sebagai kain saringan.


" Ini kan lingerie ? Untuk apa mama membeli baju seperti ini, mana tiga lagi. Heemmm...aku malu kalau pakai baju seperti ini di depan kak candra. " Ucap aluna sambil terus memandangi baju tipis yang ada di tangannya.


Aluna menempelkan baju itu ketubuhnya bukannya senang justru aluna merasa malu dan jijik membayangkab dia memakai baju seperti itu.


Ting... Pesan masuk di ponsel Aluna dan Aluna langsung membacanya.


[ Jangan lupa nanti malam pakai baju yang ada di paperbag merah, terserah mau pakai yang warna apa saja. Kalau boleh saran pakai yang merah biar semakin hot ] Tulis mama sita.


* Apaan sih mama ini, jangan kan memakainya langsung membayangkannya saja aku malu sendiri.* Gumam aluna dalam hatinya.


[ Aku malu ma ] Balas aluna.


[ Kenapa malu ? Kamu harus bisa membuat candra semakin mencintai kamu dengan cara memanjakan matanya. Jangan sampai candra melirik wanita diluaran sana. Memangnya kamu mau kalau suami kamu seperti itu ? Lagi pula candra itukan suami kamu, jadi kamu harus biasakan dari sekarang ]


[ Apa nanti kak candra tidak jijik melihat aluna berpakaian seperti itu ?]


[ Jelas tidak dong. Justru dia akan senang, kamu harus menservis suami mu dengan baik. Siapa tahu mama segera punya cucu ]


[ Heemm...nanti akan aluna coba ya ma ]


[ Ok sayang ]


[ Iya ma ]


Aluna meletakkan ponselnya dia atas kasur dan dia kembali melihat 3 lingerie yang ada di atas kasur. Ada warna hitam, merah maroon dan biru muda.


* Masak iya nanti malam aku harus pakai baju ini * Gumam aluna dalam hatinya.


**********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2