Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Menjenguk mala


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Candra menyempatkan diri untuk mengantarkan aluna periksa kandungan. Sebelumnya candra menjemput aluna ke kampus terlebih dahulu baru mereka akan kerumah sakit. Candra benar - benar menjaga aluna, dia tidak membiarkan aluna pergi seorang diri tanpa ada yang menemani.


" Sayang kira - kira anak kita laki - laki apa perempuan ya ? " Tanya candra saat mereka sedang menunggu antrian.


" Laki ataupun perempuan sama saja mas, yang penting dia terlahir dengan sehat tanpa kurang suatu apapun. Lagi pula ini masih dua bulan mas, jenis kelaminnya juga belum bisa diketahui." Ucap aluna menjelaskan.


" Aamiin... Iya sayang. Lelaki ataupun perempuan itu sudah menjadi rezeki kita. " Seru candra sambil memgusap perut aluna yang masih rata.


Candra benar - benar bahagia, keputusannya saat itu untuk tetap melanjutkan perjodohan dengan aluna sebagai penggantinya ternyata adalah pilihan yang tepat. Aluna adalah sosok wanita dan istri idaman setiap lelaki, sangat beruntung candra bisa mendapatkan aluna dan meluluhkan hati aluna.


* Alhamdulillah ya Allah engkau telah mengirimkan jodoh terbaikmu untuk hamba. Aku berjanji akan terus menjaganya dan membahagiakan dia . Izinkan kami hidup bahagia dan menua bersama. Aamiin * Gumam candra dalam batinnya.


" Ibu Aluna " Seru assisten dokter memanggil nama aluna.


Aluna dan candra bergegas masuk keruang pemeriksaan. Cukup lama aluna dan candra berada diruang pemeriksaan , dan alhamdulillah janin aluna sehat dan berkembang dengan baik. Kesehatan aluna juga baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


" Mas, Bukannya itu om marko ?" Tanya aluna saat mereka hendak keluar dari rumah sakit.


" Iya sayang itu bang marko ? Siapa ya yang sakit, kok wajahnya seperti orang yang lagi banyak masalah begitu ?" Tanya candra sedikit heran.


Candra dan aluna menghampiri marko yang sedang duduk sendiri di kursi tunggu dekat lobby rumah sakit. Marko tidak tahu jika kini ada aluna dan candra yang sudah berdiri di dekatnya. Masalahnya terlalu rumit dan dia benar - benar pusing menghadapi mala.


" Bang marko ?" Sapa candra mengagetkan marko.


Marko langsung melirik orang yang sudah berdiri disampingnya. Terlihat candra dan aluna yang kini ada disampingnya dengan memandang lurus kearah marko. Marko bersyukur bisa bertemu dengan candra maupun aluna, sedari tadi dia memang sedang memikirkan hendak menghubungi candra atau pak andi.


" Candra, akhirnya aku bisa bertemu dengan kamu. Aku benar - benar bingung harus bagaimana ini candra. Tolong aku candra " Ucap marko seakan mengiba agar candra mau nenolongnya.


" Tenang bang, ini ada apa bang.? Emm.. Begini saja lebih baik sekarang kita ke kantin rumah sakit kita bicara disana saja sembari kita mencari minum. " Ucap candra berpendapat.

__ADS_1


Marko mengangguk dengan lemah, tubuhnya terlihat sangat lemah karena sudah dua hari dia kurang istirahat dan kurang makan. Selera makannya hilang , tidak ada rasa lapar sama sekali.


Candra tetap menggandeng tangan aluna dengan mesra , aluna tidak menolak setiap perlakuan manis yang diberikan oleh candra.


Kini mereka sudah sampai di kantin rumah sakit, candra langsung memesan teh hangat dan makanan. Kebetulan memang dia dan aluna belum makan siang, tidak lupa dia juga memesankan untuk marko.


" Makan dulu bang, setelah itu abang bisa ceritakan masalah abang. Abang pasti belum makan siang kan ?" Tanya candra.


" Dari semalam aku memang belum makan, selera makanku hilang Can. " Jawab marko pelan.


" Sekarang malan saja dulu om, biar om punya tenaga untuk menceritakan masalah om." Ucap aluna ikut berbicara.


Marko mengangguk pelan. Dia mulai menyendokkan makanannya ke mulut nya. Sedikit demi sedikit makanan itu mulai dikunyah nya dan tanpa terasa satu piring makanan sudah berpindah kedalam perutnya. Melihat iti semua, aluna dan candra hanya saling pandang dan melempar senyum.


" Sekarang ceritalah om. " Ucap candra mulai mengawali perbincangan.


Haaahhhhh


Terdengar helaan nafas marko, sepertinya masalah dan beban hidupnya sangatlah berat. Wajah nya tetap menunjukan kesedihan dan frustasi yang mendalam. Aluna dan candra sudah bisa menebak, pasti soal mala tapi belum tahu hal apalagi yang diperbuat mala.


" Mala keguguran " Seru marko singkat.


" Kok bisa om ?" Tanya aluna.


Terlihat marko mengusap wajahnya dengan kasar lalu mengajak rambutnya.


" Ini semua karena aku , karena dia melarang aku pergi dari rumah. Tidak sengaja aku melepaskan tangan mala saat dia mrnarik lengan ku dengan kasar. Mala terjatuh dan akhirnya dia keguguran. Aku sudah membunuh anak ku sendiri dan aku juga sudah menghancurkan masa depan anak ku..Aku bukan orang tua yang baik, aku ini jahat" Seru marko menyalahkan dirinya sendiri.


" Sekarang bagaimana keadaan kak mala ?" Tanya aluna antusius, karena dia menghawatirkan keadaan mala.


Marko masih diam membisu, aluna dan candra saling lempar pandangan. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan mala dan marko enggan untuk menceritakannya. Namun bukan aluna namanya jika dia tidak bisa membuat marko memberitahu apa yang terjadi dengan mala.


" Kasih tahu kami om, apa yang terjadi dengan kak mala? Kalau om marko diam membisu begini aku akan menuntut om marko karena sudah membuat kak mala kehilangan bayinya, apalagi kalian itu anak dan ayah. Mau kamu di rajam ?" Seru aluna mengancam.


Mendengar ancaman aluna, marko hanya mampu menggelengkan kepalanya saja. Candra bergerdik ngeri mendengar ancaman sang istri.


* Ternyata simanisku bisa juga kalau disuruh marah dan mengancam orang * Gumam candra.

__ADS_1


Marko bangkit dan mengajak aluna dan candra masuk keruang perawatan mala agar mereka berdua tahu sendiri bagaimana keadaan mala. Candra lebih dulu membayar tagihan makanan mereka.


Kini mereka bertiga sudah berada didepan ruang perawatan mala. Dengan hati yang berdebar marko membuka pintu dan mengajak aluna dan candra masuk.


" Sayang kamu datang ? Kamu kemana saja? Ngapain ada mereka disini ? Pasti wanita itu mau menggoda mu kan sayang , dasar wanita murahan. " Seru mala menyambut kedatangan aluna dan candra.


" Kak mala apa kabar ?" Tanya aluna masih berusaha bicara dengan baik.


" Sayang kamu harus usir mereka berdua. Oh iya mana gaun pengantinku ? Kata suster kamu tadi lagi ambil gaun pengantin ? Sayang , aku mau bobok tapi maunya di peluk. Heheeee.... Sini sayang naik ke kasur kita bobok sama - sama, nanti kita buat dedek bayi lagi. " Seru mala dengan suara yang berubah - ubah.


Aluna dan candra mengernyitkan keningnya , mereka tidak percaya dengan keadaan mala yang saat ini ada di depan mata mereka. Mala seperti wanita yang sudah terganggu kejiwaannya. Apa benar saat ini mala sudah gila ?


" Bang,kenapa dia jadi seperti ini ?" Tanya candra.


Akhirnya marko menceritakan semua yang sudah terjadi kepada aluna dan candra. Semua berawal dari marko yang ingin meninggalkan mala dan mala selalu mengancam untuk bunuh diri dan menyakiti janin dalam kandungannya.


" Jadi kak mala tidak mau om meninggalkannya ? Dia tetap mau hidup dengan im sebagai sepasang kekasih bukan ayah dan anak?" Tanya aluna memperjelas cerita marko.


" Iya, mala akan mengancam bunuh diri dan menyakiti kandungannya jika aku pergi. Dan sejak itu aku merasa ada yang aneh dengan mala. Sepeetinya mala ada masalah dengan kejiwaannya, dia tidak bisa menerima jika aku ini ayah kandungnya. Bahkan dia tetap meminta ku untuk menikahinya. Aku bingung, kondisi mala yang seperti ini perlu perhatian khusus, tapi jika aku terus ada di sampingnya mala akan semakin bergantung kepadaku dan tidak mau melepaskan ku. Jadi aku harus bagaimana ?" Tanya marko dengan frustasi.


Yang dikatakan marko memang benar, jika dia tetap ada di dekat mala sudah pasti mala akan semakin menjadi. Tindakan marko untuk menjauh dan mengakhiri hubungan dosa mereka adalah keputusan yang sangat tepat. Sekarang masalahnya siapa yang akan merawat mala?


" Om tetap harus menjauh dari kak mala, jangan sampai kalian terjerumus kelembah dosa lagi. Nanti aku akan bantu mencari orang untuk merawat kak mala. Apa om sudah mengabari mama meri ?" Tanya aluna.


" Nomor ponsel meri tidak bisa dihubungi. Besok aku berencana membawa mala periksa kejiwaannya. Agar kita bisa tahu bagaimana penanganannya.Jika kalian bertemu meri, tolong kasih tahu dia keadaan mala. Semua ini memang salahku, dulu jika aku tidak berpacaran dengan mala semua ini tidak akan terjadi " Seru marko penuh penyesalan.


" Tidak ada yang perlu disesali om, dulu kalian memang sama - sama tidak tahu. Sekarang jangan mengulangi m


kesalahan yang sama. " Ucap aluna dengan bijak.


Mala sedari tadi menyimak pembicaraan tiga orang yang ada dihadapannya. Dia hanya diam sembari sesekali menggerutu sendiri lalu menatap tajam kearah aluna, sorot matanya menggambarkan bahwa dia cemburu melihat aluna dekat - dekat dengan marko.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK 🙏❤️❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏


__ADS_2