
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Pagi - pagi ada orang suruhan sang mama datang mengirimkan banyak barang untuk Aluna. Aluna sendiri sampai kaget dengan barang yang dikirim oleh mama mertuanya. Ada pakaian, tas , dan mek up serta beberapa sandal dan sepatu yang Aluna tahu harganya tidaklah murah.
" Mas kenapa mama mengirim barang sebanyak ini ?" Tanya aluna heran.
" Mana aku tahu Lun. Tiba - tiba pak cahyo datang mengantar barang ini. " Jawab candra.
Pak Cahyo adalah sopir yang di pekerjakan orang tua candra. Pak cahyo sudah bekerja selama 10 tahun lebih, dia sopir bawaan dari kota yang sangat jujur dan sabar.
" Ini banyak banget kak, dan ini juga mahal - mahal. Aku memang belum pernah beli pakaian merek ini tapi aku tahu ini barang mahal. Aku jadi tidak enak sama mama kak. " Ucap Aluna.
" Sudah tidak perlu diributin, itu hadiah buat kamu. Mama kan belum pernah ngasih apa - apa untuk kamu. Sudah terima saja dan jangan ribut lagi. Begitu saja repot loh " Seru Candra sedikit menggerutu.
Huuuffff....
Aluna mendengus kesal melihat candra yang menggerutu. Dia bukannya tidak mau menerima hadiah dari mama mertuanya, tapi aluna merasa jika itu semua terlalu mahal untuk dia. Selama ini dia hanya membeli baju yang murah dan jika ke mall pun cari yang diskonan.
" Sudah cepat siap - siap kita mau berangkat kerja. Hari ini mau berangkat bareng atau mau sendiri?" Tanya candra.
" Terserah kak candra saja. " Seru Aluna.
" Kamu bawa motor sendiri saja ya, soalnya nanti aku mau menyelesaikan urusan dengan pak Tirta. Aku mau menyelesaikan urusan rumah, alhamdulillah pak Tirta sudah mengembalikan uang pabrik. Aku mau mengurus balik nama kepemilikan rumah biar semuanya beres jadi aku bekerjapun bisa tenang. " Ucap candra.
" Iya kak. Kalau begitu aku siap - siap dulu. Kak candra kalau mau berangkat duluan tidak apa - apa. " Seru aluna.
Setelah bicara seperti itu Aluna pun langsung menuju kamar mandi dan membiarkan barang - barang pemberian mama mertuanya di ruang tamu begitu saja. Dia akan membereskan saat pulang dari pabrik nanti sore, karena waktu sudah semakin siang. Aluna selesai mandi dan masuk ke kamar nya dia terkejut saat paperbag sudah pindah di atas ranjang nya. Sebagian pakaian Aluna memang masih ada di kamar nya, karena lemari di kamar candra sudah tidak muat lagi.
" Baik juga suami ku memindahkan paperbag ini kekamar. Terkadang dia memang pengertian tapi tak jarang dia menyebalkan " Ucap aluna pelan takut di dengar oleh candra.
Aluna segera bersiap , tidak butuh waktu lama aluna sudah selesai dan siap untuk berangkat.
" Kak candra sudah berangkat ? Tapi kok motor nya masih ada?" Gumam Aluna.
Aluna mencari keberadaan candra , kamar, dapur dan teras depan tetap tidak menemukan candra. Aluna mencoba menghubungi ponsel candra.
__ADS_1
[ Hallo Lun ? Ada apa ?] Tanya candra dari seberang sana.
[ Kak candra dimana ?] Tanya Aluna.
[ Aku dijalan mau kepabrik ? Memang nya kenapa ? Kan tadi kamu yang menyuruhku berangkat duluan. Mungkin hari ini aku tidak di pabrik, ini ke pabrik hanya mengambil berkas - berkas yang di butuhkan. Selain soal rumah pak tirta, akh juga ada ketemu seseorang dulu. ]
[ Oh... Tapi kok motor kak candra masih ada di kontrakan ?]
[ Oh itu.. Aku bawa mobil Lun. Tadi aku minta sopir mengantarkan mobil ku yang ada di rumah kakek, karena hari ini aku perjalanan lumayan jauh. Oh iya.. Mungkin aku pulangnya sedikit terlambat ya ]
[ Ya sudah ]
Klik
Aluna mematikan sambungan teleponnya begitu saja . Tidak tahu kenapa saat candra mengatakan ingin menemui seseorang ada perasaan aneh pada diri Aluna.
* Memangnya siapa yang mau ditemui nya ? Apakah pria atau wanita ? Masak aku cemburu sih ? * Gumam Aluna pada dirinya sendiri.
********
Mala dan mama meri sudah ada di depan rumah sesuai dengan alamat yang diberikan oleh mama sita. Mereka kaget saat alamat yang dia tuju ternyata rumah paling mewah dan paling besar di daerah tempat tinggalnya itu . Hanya butuh waktu 35 menit saja dari rumah mereka.
" Wah ternyata ini rumah tante sita ma ? Besar dan mewah banget ma. Bahkan rumah adit cuma ada seperempatnya saja. Kalau tahu candra anak orang kaya pasti aku mau sama dia. Atau jangan - jangan selama ini candra memang membohongi kita ya ma ? Atau papa yang bohong ? Papa kan temannya om Akbar , masak iya papa tidak tahu kalau temannya orang kaya " Ucap mala dengan serius.
Setelah menjelaskan siapa dirinya kepada satpam, meri dan mala di izinkan masuk oleh pak satpam. Mala dan meri semakin kagum saat melihat rumah dari dekat.
" Tadi terhalang gerbang dan sekarang kita sudah di depan pintunya langsung ma. Makin tidak sabar aku ma melihat bagian dalam nya " Ucap mala .
" Husssttt... Jangan sampai jeng sita tahu jika kita ini mendekatinya hanya karena kekayaannya. Kita harus bisa bersikap senatural mungkin. " Ucap meri mengingatkan anaknya.
" Iya ma " Jawab mala singkat.
Ceklek...
Pintu utama terbuka dan mama sita tersenyum dan berpenampilan dengan anggun menyambut sang besan yang sudah sampai di rumahnya.
" Jeng meri, mala yuk masuk " Seru mama sita dengan ramah.
" Iya jeng " Jawab meri dengan mengukir senyum ramahnya.
Mala dan meri masuk dan mereka semakin kagum dengan interior nya. Bahkan mulut mereka berdua menganga tanpa mereka sadari, beruntung tidak ada lalat atau nyamuk yang masuk.
* Wahhhh ini seperti rumah para artis ibu kota. Sofa nya bagus, tv nya besar , lampu kristal bahkan pernak perniknya pun bagus - bagus. * Gumam mala.
__ADS_1
" Silahkan duduk Jeng meri, mala " Seru mama sita menyadarkan kedua tamunya dari lamunannya.
" Eh... Emm iya jeng. Maaf ya kagum sama rumah jeng sita. " Jawab meri gugup.
" Rumah ini jarang di tempati Jeng. Hanya ada satpam, tukang kebun, sama ART saja . " Ucap mama sita.
" ART tante banyak ?" Tanya mala.
" Tidak hanya ada 3 saja , 1 menginap dan yang 2 pulang. Karena tugasnya hanya bersih - bersih saja dia akan datang pagi dan pulang siang, kalau yang menginap hanya untuk mencuci, menyetrika dan membantu tante di dapur ya mungkin juga membersihkan dapur dan mana yang masih kotor.. "Ucap mama sita berterus terang yang sebenarnya juga menyombongkan diri.
Mala dan Meri hanya mengangguk dengan tersenyum penuh arti. Mala benar - benar menyesal sudah menolak candra, ternyata candra adalah ATM untuk mala. Mala bertekad akan merebut candra dari tangan Aluna, tidak perduli meskipun Aluna adik kandungnya sendiri.
" Mala kamu tidak kuliah ?" Tanya mama sita.
" Hari ini kosong tante, besok baru ada jam kuliah. " Jawab Mala dengan pura - pura ramah agar mama sita menyukainya.
" Kamu sudah semester berapa ? Tante lupa ?" Seru mama sita.
" Semester 6 Jeng, sebentar lagilah selesai Jeng. Mala ini anak yang cerdas dia juga dapat nila yang bagus - bagus jeng " Ucap mama meri membanggakan anaknya.
* Ihh mama kok bilang semester 6 sih ! Aku kan sudah pernah bilang sama tante sita kalau aku ini semesrer 7 , semoga saja tante sita tidak ingat * Gumam mala dalam batinnya.
" Itu baru wanita yang cerdas, tante suka dengan wanita yang mengutamakan pendidikan. Biarpun berpendidikan tinggi tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita. " Seru mama sita.
Mala dan mama nya pun saling pandang dengan senyum yang tipis terukir di bibir mereka. Seperti nya mereka sudah menemukan jalan untuk memisahkan aluna dan candra.
" Tapi menantu tante kan hanya tamatan SMA. Aluna itu memang susah dibilingin tante, padahal sudah disuruh kuliah tapi dia tidak mau. Dia itu keras kepala kalau sudah A ya A, dan jika sudah menginginkan sesuatu tidak bisa di cegah. Seperti halnya saat Candra datang kerumah, Aluna terpesona dan dia memaksa papa untuk memilih dia yang di jodohkan dengan Candra. Padahal aku juga menyukai candra, tapi demi adikku aku yang mengalah tante. " Ucap mala dengan drama kebohongannya yang sangat luar biasa.
Mama meri tidak menyangka jika mala bisa mengarang cerita sebagus dan serapih itu. Benar - benar mala luar biasa.
" Jadi aluna yang memaksa papa mu untuk menikahkan dia dengan candra ? Tapi kenapa candra bilang jika dia jatuh cinta dengan Aluna ?" Seru mama sita heran karena cerita mala dan candra tidak sama.
" Itu karena candra tidak bisa menolak permintaan papa dan dia tidak enak sama papa tante. Bagaimanapun papa dan om akbar sahabat dekat. Sampai sekarangpun aku masih mencintai Candra tante. " Ucap Mala dengan wajah dibuat sesedih mungkin.
Mama sita tidak menyangka jika Aluna selicik itu, rela merebut kebahagiaan saudara kandungnya sendiri demi kebahagiaannya. Mama sita belum tahu jika mala sudah menikah dan saat ini sudah menjadi seorang janda, jandapun belum resmi karena belum ada surat resmi dari pengadilan agama.
* Apa benar seperti itu ? Tapi cerita mala sepertinya benar, tapi kelihatannya candra juga bahagia dengan pernikahannya. Apa aku harus memisahkan candra dan Aluna, walaupun aku kurang menyukai aluna tapi aku mencoba menerimanya. Jika memang terbukti Aluna merebut candra dari Mala, aku akan meminta candra untuk menceraikan Aluna * Gumam mama sita dalam batinnya.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️