Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Kedatangan tante susan


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Aku tidak menyangka jika om marko akan menikshi dengan julia mas. Dia seumuran dengan kak mala , hemmm... bagaimana ya kakau orang tuanya menentang hubungan mereka.?" Gumam aluna saat dalam perjalanan pulang.


Candra hanya menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak tahu lagi harus berkomentar apa. Julia sudah rusak dari dulu, apalagi saat ini sama marko. Daripada mereka terus berzina maka lebih baik mereka menikah saja.


" Sudah jangan bahas julia lagi sayang, males bahas dia. Oh iya katanya kamu mau mengundang makan malam tika sama adit ? Jadi apa tidak?" Tanya candra mengalihkan pembicaraan agar aluna tidak terus menerus membahas soal julia dan marko.


" Oh iya mas, aku hubungi tika dulu ya . Kebetulan kan nanti malam itu malam minggu jadi bisa bergadang deh kita. " Ucap aluna antusius.


" Jangan bergadang sayang, ingat ada dede bayi dalam perut. Kamukan harus banyak istirahat, maksimal jam 11 malam . Bagaimana ? Setuju?" Tanya candra serius.


" Iya setuju " Jawab aluna dengan lesu.


Aluna mengambil ponsel dalam tasnya lalu menghubungi tika, namun sampai panggilan ketiga tika tidak mengangkat panggilannya. Aluna lupa jika saat ini masih jam kerja , jadi kemungkinan ponsel tika masih di silent karena bekerja tidak boleh sambil memainkan ponsel.


" Tidak diangkat mas ? " Seru aluna dengan cemberut.


" Hemm... ini masih jam kerja sayang . Coba hubungi adit saja, bilang kalau tadi sudah hubungi tika tapi tidak ada jawaban." Ucap candra memberi ide baru untuk menghubungi adit.


Aluna mengangguk lalu beralih menghubungi adit, sampai panggilan kedua adit baru mengangkatnya.


[ Hallo assalamualaikum Lun, ada apa Lun ?] Tanya adit penasaran karena tidak biasanya aluna menghubunginya.


[ Wa'alaikumsalam dit, hemm... lagi sibuk ya ?] Tanya aluna sedikit tak enak karena adit pasti sedang mengantarkan penumpang.


[ Oh tidak kok, ini baru saja nganter penumpang. Ada apa Lun, apa ada yang penting ?]


[ Tidak dit, aku cuma mau bilang jika nanti malam aku mengundang kamu dan tika makan malam dirumah . Sudah lama kita tidak berkumpul, tadi aku sudah hubungi ponsel tika tapi tidak ada jawaban. ]


[ Jam segini tika masih kerja, baiklah nanti aku sampaikan sama tika . Insya allah kami datang, salam untuk papa dan candra ya. ]

__ADS_1


[ Iya dit, kami tunggu ya. Nanti salamnya saya sampaikan. Assalamualaikum ]


[ Wa'alaikumsalam ]


Klik


Aluna mematikan sambungan teleponnya dan kembali menyimpannya di dalam tasnya. Dia beralih memandang suaminya yang sedang fokus dengan setir mobilnya. Tiba - tiba aluna teringat dimana dia diminta untuk menggantikan mala sebagai jodoh pengganti untuk candra, saat itu aluna sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun begitupun dengan candra. Aluna mau menggantikan mala karena tidak mau membuat sang papa malu.


* Aku tidak pernah menyangka jika aku dan mas candra akan sampai detik ini. Bahkan saat ini kami saling menyayangi dan saling mencintai. Semoga kami selalu bahagia dan bisa selalu bersama untuk membesarkan anak - anak kami. Aamiin * Gumam aluna dalam hatinya sendiri.


" Kenapa senyum - senyum sayang ? Mas tampan ya ? Kalau tampan memang sudah dari dulu " Ucap candra dengan penuh rasa percaya diri.


" Iya suamiku memang tampan. " Jawab aluna dengan senyum yang penuh kehangatan.


Tanpa terasa mobil yang dikendarai candra sudah sampai di pekarangan rumah mereka. Di depan rumah sudah ada mobil orang tua candra , mereka datang tanpa mengabari terlebih dahulu.


" Mas, ada mama sita sama papa akbar ? Kok mereka datang tidak mengabari kita dulu ya mas ?" Tanya aluna sebelum turun dari mobil.


" Itu sudah biasa sayang. Mereka pasti sudah bosan tinggal di villa makanya mereka datang kesini." Ucap candra sambil terkekeh.


Aluna dan candra turun dari mobil dan langsung berjalan menuju rumah. Benar saja didalam rumah sudah ada kedua orang tua aluna, namun yang membuat aluna bingung siapa orang yang ada di dekat mertuanya dan anak kecil yang sedang bermain ?


" Mama, papa kok tidak ngasih tahu sih kalau mau datang ?" Tanya candra menghampiri kedua orang tuanya dan menyalaminya serta menyalami wanita yang duduk disamping mamanya.


" Tante susan apa kabar?" Tanya candra dengan sopan.


" Tante baik can " Jawab susan dengan senyum ramahnya.


Orang tua julia sengajs datang kedesa karena ingin menemui julia, sudah satu bulan julia meninggalkan rumah dan tidak mau pulang. Sehingga membuat mamanya menyusulnya, dia khawatir jika terjadi sesuatu dengan julia. Apalagi julia sudah pernah jatuh kepergaulan bebas sampai adanya kenzon.


" Sayang ini tante susan, mamanya julia dan ini anaknya julia, kenzo " Ucap mama sita mengenalkan susan kepada aluna.


Aluna mengangguk senyum lalu menyalami susan dan ikut duduk di samping mamanya.


" Kalian ini kemana saja, tidak pernah datang ke villa . Sudah sebulan mama dan papa disini kalian baru sekali saja datang ke villa. ?" Tanya mama sita agak kesal.


" Maaf ma,soalnya kami sama - sama sibuk apalagi aluna juga sudah sibuk sama urusan kampusnya . Maklum ibu dosen muda ma " Ucap candra melirik aluna.

__ADS_1


Mama sita bisa mengerti kesibukan anak dan menantunya. Sebenarnya dia tidak masalah jika dia yang datang menemui mereka, apalagi jaraknya tidak terlalu jauh , aluna juga sedang hamil tidak baik jika sering dalam perjalanan kesana kemari.


" Candra, tante susan ini datang kesini karena mencari keberadaan julia. Apa kalian tahu dimana tempat tinggal julia. ?" Tanya mama sita menanyakan keberadaan julia.


" Tadi kami bertemu dengan julia di cafe XX ma. Julia sama pacarnya, bahka yang kami dengar mereka akan segera menikah. " Ucap candra lancar begitu saja tanpa ada yang dia skip.


Susan sudah tidak kaget lagi jika julia dekat dengan laki - laki, sudah seperti mainannya sehari - hari. Julia susah untuk dinasehati, jika dinasehati ujungnya julia akan marah dan pergi dari rumah selama berhari - hari.


" Bisa kamu bawa tante bertemu dengan julia nak candra ?" Tanya susan.


" Candra tidak tahu tempat tinggalnya tante. Begini saja, besok candra hubungi julia dan candra tanyakan tempat tinggalnya baru kita bisa datang kerumah nya . Kalau sekarang sudah sore lebih baik tante beristirahat saja" Ucap candra .


" Yang dikatakan candra benar itu San, kamu bawa cucumu istirahat saja. Kasihan dia pasti capek, apalagi kalian baru datang tadi siang. Malam ini kalian menginap saja disini, baru besok kita cari anak kamu ." Ucap pak akbar menyampaikan pendapatnya.


Mama sita juga setuju dengan saran suaminya, dia kasihan dengan kenzo. Bocah kecil itu pasti sangat lelah apalagi mereka datang dengan perjalanan darat.


" Tante, aluna antar kekamar yuk. Anak ganteng yuk ikut tante, tante antar kekamar ya. " Ucap aluna bicara dengan ramah.


" Iya ante " Jawab kenzo dengan suara khas anak kecil yang terdengar menggemaskan.


Kenzo mengikut langkah kaki aluna , bocah kecil itu sepertinya sudah bisa menyesuaikan diri. Bahkan sama aluna saja sudah sepeeti kenal lama, padahal biasanya kenzo sangat takut dengan orang yang baru dilihatnya.


" Pelut ante ada ade ayinya ?" Tanya kenzo sambil menunjuk perut aluna.


" Iya sayang ini ada ada adek bayinya. Nanti kalau adek bayinya sudah lahir bisa main sama kenzo. " Ucap aluna lembut.


" Aciikk enzo unua emen ain " Seru kenzo terlihat sangat bahagia.


Aluna tersenyum melihat tingkal lucu dan tingkah polos kenzo. Dia berharap suatu saat kenzo bisa bahagia bersama orang tuanya, setidaknya julia kelak bisa menerima kenyataan jika kenzo tetap sebagai anak kandungnya dan marko bisa menerima keberadaan kenzo.


********


LIKE KOMENTAR VOTE FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK ❤️❤️


JANGAN LUPA RATE BINTANG 5 NYA JUGA YA KAK ❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2