
💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Sudah beberapa hari pak andi tidak bertemu dengan aluna dan sang menantu, Candra. Sepulang dari kantor pak andi tidak langsung pulang kerumahnya tetapi langsung menuju rumah kontrakan candra. Di perjalanan pak andi membelikan buah - buahan untuk aluna.
Bruumm.. Bruumm
Mobil pak andi berhenti tepat di samping mobil Candra. Aluna yang mendengar ada suara mobil langsung mengintip siapa yang datang. Setelah mengetahui siapa yang datang Aluna langsung membuka pintu dan menyambut kedatangan pak andi dengan gembira.
" Assalamualaikum Aluna " Seru pak andi dengan senyum mengembang pertanda sangat senang bertemu dengan aluna.
" Waalaikumsalam pa , ayuk masuk pa. Papa bawa apa itu?" Tanya aluna dengan wajah berbinar sambil memandang kantong plastik yang di tenteng sang papa.
" Ini buah - buahan untuk mu Aluna. Mana candra ?" Tanya pak andi dengan tangan menyerahkan kantong plastik yang berisi buah - buahan kepada Aluna.
" Kak candra ada di kamar pa, sepertinya belum bangun dari tidur nya " Ucap aluna malu - malu.
Pak andi mengangguk , namun tiba - tiba raut wajah pak andi berubah karena melihat ada kejanggalan di wajah aluna. Pak andi melihat pipi Aluna merah seperti bekas pukulan, darah pak andi mendidih lalu langsung bangkit dan menuju kamar candra.
Brraakk... Braakk.. Brakkk
Pak andi menggebrak pintu kamar candra dengan kuat sehingga candra yang masih terlelap pun kaget dan terbangun. Aluna yang melihat papanya marah belum paham hal apa yang membuat papa nya marah.
" Papa ada apa ? Apa papa marah karena kak candra tidak bangun menemui papa ? Kalau memang soal itu maafkan kak candra pa, karena kak candra juga belum tahu jika papa datang. " Ucap aluna mencari tahu kesalahan suaminya.
" Kamu jangan menutupi kesalahan suami mu Aluna. Papa harus memberi candra pelajaran agar dia tidak semena - mena sama kamu. Jangan mentang - mentang dia banyak uang dia bisa bersikap semaunya begini. Sampai kapanpun papa tidak ridho dia menyakitimu. " Seru pak andi terlihat marah dengan serius.
Aluna semakin tidak tahu ada apa dengan papanya dan kesalahan apa yang dilakukan suaminya. Karena selama tinggal dengan candra, candra belum pernah memarahi aluna ataupun menyakiti Aluna apalagi bersikap semena - mena.
Ceklekk
Pintu kamar candra terbuka dan nampaklah candra yanh berdiri masih dengan muka mengantuk. Bahkan dia sangat kaget saat melihat keberadaan mertuanya.
__ADS_1
" Papa " Seru candra menyapa papa mertuanya.
Bughh
Bughh
Pak andi tidak mau berbasa - basi dengan candra, dia langsung memukul perut candra. Aluna yang melihat perbuatan sang papa langsung meminta sang papa untuk menghentikan perbuatan papanya.
" Papa hentikan ! " Seru Aluna dengan suara keras.
Pak andi langsung berhenti memukuli candra, dan masih tetap menatap bengis kearah candra.
" Papa ini kenapa memukuli kak candra seperti ini ? Memangnya kak candra salah apa ? Kalau memang kak candra punya salah, tolong dimaafkan pa." Tanya aluna sambil memapah candra dan mendudukannya di kursi.
" Papa tidak suka dan tidak rela candra memukulmu seperti itu " Ucap pak andi melirik sinis kearah candra.
Aluna dan Candra saling beradu pandang, mereka baru sadar jika pipi aluna masih memerah bekas tamparan dari mama meri tadi siang. Pantas saja kalau pak andi
" Tapi pa, kak candra tidak memukul ku." Ucap aluna membela suaminya.
" Itu pipi kamu merah , papa yakin itu bekas tamparan . Dirumah ini hanya ada kalian berdua , siapa lagi yang memukul mu kalau bukan candra ? Masak kamu sendiri memukul wajah mu sendiri. " Ucap pak andi yang terlihat masih kesal.
" Mereka memang tidak bisa dibiarkan ! Papa sudah capek menghadapi mama dan kakak mu Lun. Mereka bukannya sadar diri tapi justru semakin menjadi - jadi " Seru pak andi terlihat begitu lemah dan lelah dengan masalah yang dihadapinya.
" Pa, sudah jangan marah dan emosi. Ingat papa punya darah tinggi, nanti kumat loh. " Ucap aluna mengingatkan pak andi.
" Kamu tenang saja aluna, papa tidak akan apa - apa. Kamu jangan khawatir. Candra maafkan papa ya, seharusnya tadi papa tanya dulu sama kalian tidak main asal pukul saja. " Ucap pak andi meminta maaf kepada menantunya.
" Iya pak tidak apa. Namanya juga salah paham pa jadi tidak ada yang bisa disalahkan. " Seru candra berbicara dengan masih menahan rasa sakit diperutnya.
Bagaimana tidak sakit jika pak andi memukulnya dengan kuat dan dengan emosi yang memuncak. Setelah kesalah pahaman selesai pak andi izin pulang dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mala dan meri tentunya pak andi akan membuat perhitungan.
*********
Setelah makan malam pak andi memanggil istrinya dan sang anak mala. Dengan tatapan mata tajam dia memandang keduanya secara bergantian. Mala dan mamanya terlihat begitu santai dan seakan tidak perduli.
" Apa yang sudah kalian lakukan kepada Aluna !!" Bentak pak andi lantang.
Deg..
__ADS_1
Jantung mala dan mamanya seakan berhenti berdetak, mereka tidak menyangka jika pak andi akan tahu secepat ini. Padahal kejadiaannya baru tadi siang, mereka mengira jika aluna sengaja mengadu .
" Maksud papa apa?" Tanya mama meri pura - pura tidak tahu.
" Jangan pura - pura tidak tahu atau pura - pura lupa Ma. Aku tahu apa yang kalian perbuat kepada aluna tadi siang dan kamu juga menampar Aluna Ma. Apa kurang selama ini ma ? aluna mengalah dan diam dengan semua perlakuan kalian yang semena - mena. Kali ini kamu sudah main fisik ma, untuk membuat kalian jera papa akan memberikan hukuman untuk kalian berdua " Ucap pak andi terdengar sangat serius.
Hukuman ?
Mata mala dan sang mama langsung terbelalak kaget, mereka takut jika pak andi akan menghajar atau memukul mereka juga. Mala memeluk mama nya sambil berlindung dibelakang sang mama.
" Pa semua itu mama lakukan karena mama menolong mala pa. Aluna sudah kurangajar dengan mendorong mala sampai mala jatuh ketanah pa. Aku tidak rela anak ku disakiti oleh orang lain apalagi orang itu Aluna. ! " Ucap mama meri tidak terima disalahkan oleh suaminya.
" Apa kamu lupa ma jika aluna itu juga anak mu ! Anak kandung mu, anak kedua ma ! Tapi seenaknya kamu mengabaikannya dan menyakitinya, bahkan aluna tidak kamu anggap ada. Mau sampai kapan kamu membenci aluna ma ? Semua sudah berlalu hampir 23 tahun mama memperlakukan aluna dengan tidak baik bahkan saat masih dalam kandungan pun mama sudah mengabaikannya " Ucap pak andi dengan wajah sedihnya.
" Sampai kapanpun aku tidak akan menyayangi Aluna ! " Ucap mama meri ketus.
Pak andi beralih menatap mala, mala hanya menunduk ketakutan.
" Kamu juga mala, kamu itu sebagai seorang kakak seharusnya bisa mengayomi adik mu. Kamu sudah menolak candra dan kenapa kamu sekarang yang mau sama candra, apa kamu lupa kalau candra itu suami adikmu ?" Tanya pak andi menatap tajam mala.
Tidak ada jawaban dari mala karena dia masih ketakutan dan tidak berani mengangkat wajahnya.
Braaakk
Pak andi memukul meja kayu yang ada dihadapannya dengan penuh amarah yang meluap - luap.
" Jika kalian masih mengusik rumah tangga aluna aku tidak segan - segan menghajar kalian. Dan aku akan menghentikan uang bulanan kalian, dan bila perlu aku akan mengusir kalian dari rumah ini. " Ucap pak andi dengan lantang.
" Besok aku mau kalian menemui Aluna dan meminta maaf kepada nya !!" Seru pak andi lagi.
" Aku tidak mau " Jawab mala dan meri serentak.
Pak andi semakin geram dengan kelakuan anak dan istrinya itu. Namun tiba - tiba kepala pak andi pusing dan pandangan mata nya pun gelap lalu pak andi sudah tidak sadarkan diri.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA AGAR AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT UP NYA 🙏🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️