
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Rapat selesai dan saat ini di ruangan rapat hanya ada Candra, Aluna, pak Hadi dan pak Tirta. Pak Tirta saat ini hanya diam dan menundukan kepalanya karena ketakutan. Kali ini dia benar - benar mati kutu dan tidak bisa berkutik sama sekali.
" Apa pak Tirta tahu kenapa masih ada disini dan tidak boleh keluar dari ruangan ini ?" Tanya Candra dengan suara yang terdengar menakutkan.
" Saya.. Saya tidak tahu. " Jawab pak Tirta dengan suara terbata - bata.
Braaakkk ..
Candra menggebrak meja dengan kuat sehingga semua yang ada di ruangan itu terlonjak kaget. Begitupun dengan Aluna, dia juga kaget. Sebenarnya banyak hal yang ingin Aluna tanyakan kepada Candra, namun sekarang bukan saat yang tepat. Aluna memilih di rumah saja untuk meminta penjelasan dari Candra.
" Kamu jangan pura - pura tidak tahu pak Tirta !! Jangab menguji kesabaran ku lagi " Seru Candra dengan penuh penekanan.
Brakkk....
Candra melemparkan bukti - bukti kecurangan pak tirta di atas meja. Dengan gemetaran pak tirta mengambil dan membaca nya.
" Ini.. Ini tidak mungkin. Saya tidak seperti ini ." Seru pak tirta mencoba menyangkal bukti - bukti yang sudah ada.
" Oh kamu masih bisa mengelak, bagaimana kalau dengan yang ini. " Seru candra sambil memutar rekaman suara yang di berikan oleh Aluna waktu itu.
Pak tirta mendengarkan rekaman suara yang dia yakini jika itu memang suara nya. Namun dia tetap saja mengelak dan beralibi jika semua itu hanya akal - akalan aluna saja.
" Ini bohong !! Wanita ini merayuku dan aku menolak nya, tapi dia sudah memutar balik kan fakta dan memalsukan rekaman suara ini. " Ucap pak tirta menatap aluna penuh amarah.
" Ohh... Jadi bukti - bukti itu belum juga bisa membuat mu mengakui semua nya. Dan justru kamu menuduh Aluna merayu mu? Apa kamu itu lebih tampan dan gagah dari aku ? Haaahhh.... !! Aluna itu istri ku jadi tidak mungkin dia merayu pria tua seperti mu karena aku lebih segalanya darimu. " Seru Candra dengan percaya diri yang tinggi.
Aluna ingin tertawa namun dia tahan, karena dia tidak mau membuat suasana menjadi aneh.
__ADS_1
" Sekarang kamu bisa lihat ini " Seru candra memutar video di laptop nya.
Video itu berisi saat Pak Tirta memberi uang kepada Candra, dan video rekaman Cctv saat pak Tirta mengangkut barang dari gudang , dan semua bukti sudah jelas. Pak Tirta tidak bisa berkutik lagi , tubuh nya lemas seakan tidak memiliki tenaga lagi.
" Kerugian yang di alami paprik sekitar 2,5 milyar. Dalam waktu 1 minggu jika kamu tidak bisa mengembalikan uang itu terpaksa masalah ini akan aku serahkan kepada polisi.
" Jangan... Saya mohon jangan bawa masalah ini ke kantor polisi. Tolong beri aku waktu untuk mengembalikan semua uang itu, 3 bulan iya dalam 3 bulan aku akan mengembalikan uang itu."Seru pak tirta memohon kepada Candra.
" Aku hanya bisa memberi mu waktu 1 minggu. Terserah kamu mau dapat uang darimana yang penting hanya ada waktu 1 minggu untuk mu " Seru Candra.
" Uang 2,5 milyar itu uang yang banyak. Kamu kemanakan uang itu ? Oh iya besok mobil inventaris dari paprik harus kamu kembalikan. " Ucap pak hadi ikut menambahi.
Pak tirta semakin terpuruk, 2,5 milyar memang bukan uang yang sedikit. Uang itu sudah habis untuk renovasi rumah, beli mobil , untuk kebutuhan candra dan untuk bermain judi online. Judi online dan gaya hidup mewah lah yang memaksa pak tirta untuk mengambil jalan curang untuk mendapatkan uang.
* Rumah, dan mobil jika di jual tidak akan cukup untuk mengembalikan uang 2,5 milyar itu.* Gumam pak tirta dengan lesu.
********
Hari semakin sore dan saat nya jam pulang kerja, Aluna lebih dulu berada di parkiran dan menunggu Candra. Akhirnya yang di tunggu - tunggu datang juga, dengan senyum manis nya candra menghampiri Aluna yang sudah berdiri di dekat motor nya.
" Iya " Jawab Aluna singkat.
" Kok jawab nya begitu sih " Seru candra tidak suka dengan jawaban Aluna yang sangat singkat.
" Terus mau jawaban yang seperti apa ? Mau du jawab bohong, seperti orang yang saat ini ada di hadapan ku ini ?" Seru Aluna dengan cemberut sambil mengerucutkan bibir nya.
* Ohh.. Jadi masalah yang tadi. Dia marah karena aku bohong ? * Gumam candra dalan hati nya.
" Sudah ayok kita pulang sekarang, kasihan papa dia pasti sudah menunggu kita pulang. Nanti di rumah aku akan menjelaskan semuanya. Yang jelas aku punya alasan khusus kenapa aku menyembunyikan semua ini. " Seru Candra.
Aluna mengangguk pelan, dia pun naik ke atas motor. Candra melajukan motor nya dengan kecepatan sedang. Saat di perjalanan pulang candra membelokkan motor nya ke rumah makan langganan nya selama tinggal di daerah ini.
" Kok berhenti disini ?" Tanya Aluna.
" Kita beli makanan untuk makan malam dulu, aku tahu kamu pasti tidak semangat untuk memasak karena kamu masih ngambek begitu. Kasihan papa kan kalau kamu tidak masak." Ucap candra sambil tersenyum.
" Ya sudah sana cepat beli. Aku mau bebek goreng 2 dan sambalnya yang banyak " Ucap Aluna meminta bebek goreng 2 sekaligus.
__ADS_1
" Yakin habis 2, terus papa apa ?" Tanya candra sambil memainkan alisnya .
" Kalau cuma dua jelas habis dong, papa juga suka bebek goreng. Oh iya minta sambal nya sambal hijau saja ya kak, aku sama papa suka pedas " Seru aluna .
Aluna memang sudah beberapa kali makan di warung itu jadi dia sudah tahu sambal yang pedas dan yang tidak pedas.
" Kamu sering makan disini ?" Tanya candra yang sudah duduk di depan warung setelah memesan makanan.
" Sering sih tidak, saat aku malas makan di rumah aku lebih memilih makan diluar dan salah satu nya warung ini. Tahu sendirikan selama ini aku tidak di perbolehkan makan yang nama nya daging ,ikan. Kebayang kan bagaimana bosan nya makan hanya tempe tahu dan sayur setiap hari nya. Jadi jika ingin makan makanan enak aku beli di luar. " Ucap aluna menceritakan kehidupan nya.
" Kamu wanita hebat, wanita kuat. Aku tidak salah pilih istri " Seru Candra sambil mengusap pucuk kepala Aluna.
" Tidak usah ngegimbal, kamu masih hutang penjelasan kepada ku. Kalau penjelasan mu masuk akal, aku akan memaafkan mu. Tapi jika penjelasan mu tidak masuk akal aku akan marah dan malas bicara dengan mu." Seru Aluna sambil bersedekap.
Hhaaaahhhhh
Candra hanya bisa menghela nafas dengan berat, ternyata Aluna kalau sudah marah menakutkan juga.
Pesanan Candra sudah selesai, setelah membayar nya Candra dan Aluna kembali meneruskan perjalanan pulang.
" Wahh anak - anak papa sudah pulang ? Bawa apaan itu kamu Lun ?" Seru pak Andi sambil menyiram bunga - bunga yang ada di halaman rumah.
" Assalamualaikum pa...ini tadi kak candra beliin bebek goreng untuk papa. " Ucap Aluna sambil menyalami tangan papa nya dan di ikuti oleh candra.
" Waalaikumsalam.. Wah enak banget itu. Kebetulan papa memang ingin makan bebek goreng. Padahal papa sudah berencana nanti malam mau mengajak kalian makan bebek goreng. " Ucap pak Andi.
" Wah berarti papa dan kak candra sehati nih " Seru Aluna sambil terkekeh.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah, candra lebih dulu mandi. Sedangkan Aluna memindahkan makanan yang baru saja dibeli ke piring.
********
RATE BINTANG 5 NYA DONG KAK 🙏🙏
JANGAN LUPA KLIK LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAH NYA 🙏❤️❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️
__ADS_1