
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Seminggu sudah berlalu, candra sudah menyelesaikan urusannya dikota dan saat ini dia sudah berada di luar negeri. Mama sita dan pak Akbar memutuskan pindah ke desa dan menikmati masa tua mereka, selama candra di luar negeri orang tuanya sementara waktu tinggal dengan Aluna.
Keseharian Aluna masih tetap sama harus kekampus , bahkan selama seminggu ini jadwal dikampus lumayan padat karena ada salah satu dosen yang masuk rumah sakit dan aluna menggantikannya sementara waktu. Melihat kesibukan aluna membuat mama sita khawatir dengan kesehatan Aluna apalagi aluna sedang hamil.
" Sayang hari ini pulang jam berapa ?" Tanya mama sita saat mengantar aluna sampai halaman depan menghampiri mobil.
" Hari ini cuma sampai jam 11 saja ma. " Jawab aluna dengan menyunggingkan senyum ramahnya.
" Ohh... Ya sudah kamu jangan terlalu capek ya sayang. Nanti kalau kamu sakit mama pasti diomelin sama suami kamu yang galak itu." Ucap mama sita sambil bercanda.
" Alhdulillah justru tubuh aluna semakin bugar ma, mungkin karena banyak gerak. Kalau hanya duduk dan tiduran dirumah malah gampang capek loh ma. Ini juga sebulan lagi Aluna sudah cuti. Jadi nanti bisa banyak - banyak istirahat dirumah. Oh iya ma, apa mas candra sudah menghubungi mama. ?" Tanya aluna menyakinkan sang mertua agar tidak menghawatirkannya. Aluna juga menanyakan tentang sang suami.
Ponsel candra dari kemarin tidak bisa dihubungi, padahal biasanya setiap hari dia memberi kabar. Aluna tetap berfikir positif mungkin sang suami sedang sibuk dan terkendala perbedaan waktu juga bisa menjadi alasan susahnya candra dihubungi.
" Belum sayang, mungkin candra sedang sibuk. Waktu terakhir video call diakan sudah bilang kalau kemingkinan akan sibuk dan tidak bisa sering - sering telepon. Dia sepertinya lembur agar urusannya disana cepat pulang dan bisa segera berkumpul dirumah." Ucap mama sita menasehati aluna.
Aluna tersenyum sambil mengangguk paham. Dia tidak boleh egois, suaminya disana sedang bekerja keras untuk menyelesaikan masalah perusahaannya. Alunapun masuk mobil dan berangkat kekampus dengan diantar oleh pak sopir.
Sepanjang perjalanan aluna terus kefikiran sang suami yang jauh disana. Mungki karena baru pertama kalinya mereka LDR sehingga aluna merasa takut dan terbawa suasana. Dalam hatinya yang paling dalam dia takut sang suami mengkhianatinya seperti cerita dalam sinetron atau novel yang sering dia baca.
" Mbak aluna sedih karena berjauhan sama mas candra ? Jangan sedih mbak, bapak tahu betul bagaimana mas candra. Dia itu baik dan setia sama pasangannya, bahkab mbak itukan wanita pertama yang bisa membuka hatinya. Mas candra itu tidak pernah pacaran loh mbak, meskipun banyak wanita yang mendekatinya mas candra tidak memperdulikannya " Ucap pak sopir menyakinkan aluna jika candra tidak akan menghianatinya.
" Iya pak. Mungkin karena ini pertama kalinya kami berjauhan apalagi saya sedang hamil begini. Jadi bawaannya takut pak. Terimakasih ya pak sudah menyakinkan saya " Ucap aluna tersenyum ramah.
" Sama - sama mbak. Nah begitu dong senyum lagi, kalau cemberut nanti dede bayinya ikut cemberut loh " Ucap pak sopir sudah menghibur aluna dengan leluconnya.
Aluna tertawa lepas mendengar perkataan pak sopir yang menurutnya terlalu berlebihan. Tanpa terasa mobil aluna sudah sampai di depan kampus tempatnya mengajar. Meskipun dalam keadaan hamil banyak mahasiswa yang terpesona dengan kecantikan aluna.
" Selamat pagi bu Aluna ? Kok tidak di antar suami bu ? Suaminya kemana ?" Tanya Arman sang mahasiswa yang menaruh hati kepada Aluna.
" Pagi. Suami saya masih ada kesibukan yang lain. " Jawab aluna bijak tanpa memberitahu jika sang suami ada di luar negeri.
" Oh begitu. Saya bantu bawakan bukunya bu " Tawar arman memcoba mencari perhatian aluna.
__ADS_1
" Tidak terimakasih, saya bisa sendiri. " Tolak aluna secara halus.
Aluna mempercepat langkahnya agar bisa segera sampao diruangannya. Arman tahu jika aluna tidak nyaman saat dia ada didekatnya, armanpun segera memisahkan diri dan berjalan menuju kelasnya.
* Hemmm.... Kenapa aku bisa mencintai ibu dosenku sendiri ya ? Padahal dari segi umur saja jauh, dan yang parahnya lagi dia sudah bersuami mana sedang hamil besar. Dasar cinta memang tidak ada logika seperti lagunya penyanyi indonesia yang go internasional itu. Bisa mencintai tapi tidak bisa memiliki, itulah yang saat ini aku rasakan * Gumam arman dalam hatinnya.
********
" Sayang resepsi kita kan dibatalkan ? Bagaimana kalau nanti resepsi kita dibuat bareng juga sama resepsi pernikahan mala ? Biar semakin meriah sayang. " Ucap julia sangat konyol.
Marko sama sekali tidak menanggapi ide gila julia, dia tetap fokus dengan ponsel nya dan berselancar di dunia maya. Merasa dicukin dan tidak ada tanggapan dari marko membuat julia marah dan merebut hp marko. Melihat kelakuan julia yang semakin hari semakin tidak karuan membuat marko lama - lama bosan berada dirumah.
" Julia ! Jangan berlebihan kamu ! Aku bosan melihat tingkah kekanak-kanakanmu. Ingat julia kamu itu sudah beristri dan bahkan kamu sudah punya anak meskipun anak itu tidak kamu urusin. " Ucap marko dengan keras namun tidak membuat julia takut .
" Salah siapa kamu sedari tadi cuek seperti itu ? Aku kan ingin diperhatikan juga tidak hp terus yang kamu perhatikan. Bahkan ucapanku tadi tidak kamu tanggapin " Jawab julia seenaknya tanpa rasa bersalah sama sekali.
Brraaakkkk
Marko memukul meja dengan kuat , dia sudah tidak tahan dengan sikap manja julia. Setiap hari ada saja kelakuan yang membuat marko marah. Melihat marko marah , julia mulai ketakutan sebab marko kalau sudah marah pasti main tampar.
" Sudah berapa kali aku bilang , tidak ada acara resepsi karena orang tuamu juga yang membatalkannya. Tidak perlu mencampur adukan dengan pernikahan mala, kalau kamu tetap saja seperti ini lebih baik kamu pulang saja kerumah orang tuamu dan bermanja - manjalah sama orang tuamu. Julia, belajarlah dewasa sedikit jangan apa - apa selalu ingin di prioritaskan dan dituruti. Aku juga punya kesibukan, adakalanya aku juga ingin bersantai. " Ucap marko yang mulai jengah dengan tingkah julia.
Hhhuuuufffttt
Marko membuang nafas dengan kasar, perbedaan usia yang cukup banyak membuat marko harus lebih banyak sabar menghadapi julia. Tetapi tidak selamanya marko harus bersabar dan mengalah, julia bukan tipe wanita yang mau mengoreksi dirinya sendiri. Semakin marko mengalah, semakin julia tidak bisa berfikir dewasa.
" Sudah jangan menangis lagi Julia, aku pusing mendengar tangisanmu " Ucap marko mengusap punggung julia dengan lembut.
" Kamu marah - marah terus akukan jadi takut " Jawab julia dengan manja.
" Kalau tidak mau aku marah seharusnya kamu jangab bersikap seperti anak kecil begini. Kamukan tahu jika rezepsi kita memang sengaja dibatalkan dan itu juga atas permintaan orang tua mu juga. Apa kamu tidak ingat bagaimana hubunganmu dengan kedua orang tua mu ?" Tanya marko mencoba mengingatkan julia.
" Lagipula yang menikah itu anak ku dan dia juga anak kamu , apa kata orang jika kita ikut mengadakan resepsi di acara mereka? Malu.. " Ucap marko lagi menekankan kata - kata malu.
Julia mengangguk seolah paham dengan apa yang dikatakan marko. Dia sudah tidak menangis lagi karena marko sudah memeluknya. Padahal julia memang hanya pura - pura menangis untuk menarik perhatian marko. Julia mengajak marko masuk kekamar, tanpa menolak markopun mengiyakan ajakan julia.
" Sekarang sudah dikamar , kamu berbaringlah dan istirahat saja agar fikiran kamu terbuka luas tidak cuma bisanya menangis dan egois " Ucap marko ketus.
Hhhhiiiiissss
Julia mendengus kesal, padahal niatnya mengajak marko kekamar karena dia ingin bermain tetapi kenapa marko seolah tidak peka dengan keinginan julia. Soal urusan ranjang akhir - akhir ini memamg selalu julia yang memintanya lebih dulu kepada marko.
__ADS_1
" Sayang aku pengen " Ucap julia tanpa malu yang kini sudah mengalungkan tangannya dileher marko.
Tanpa basa-basi julia langsung mencium bibir marko, marko sebenarnya malas untuk melakukannya karena dia harus kebengkel.
" Julia, emmm... Nanti malam saja ya . Aku harus kebengkel ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan " Ucap marko mencoba menolak permintaan julia.
" Sayang kenapa kamu menolak ? Sudah 2 malam aku menahannya, kamu selalu beralasan capeklah badan pegal - pegallah. Aku ini istrimu juga butuh nafkah batin sayang " Ucap julia bicara dengan kesal.
" Iya tapi tidak sekarang, ini sudah semakin siang . Nanti malam saja ya,nanti malam aku akan mengajakmu main sampai kamu lelah dan puas. " Jawab marko masih mencoba mengjindari permintaan Julia.
Julia tidak tinggal diam, dia langsung meraih milik marko kebeteluan memang marko hanya memakai celana pendek , dengan cepat julia meraih dan memainkannya membuat marko tidak bisa berbuat apa - apa lagi. Akhirnya apa yang diinginkan julia terjadi juga dan selama permainan , julialah yang memimpin permainan.
" Sudah kan , sekarang sudah puas. Kalau begitu aku mau bersih - bersih dulu. " Ucap marko berjalan kearah kamar mandi.
Sedangkan julia tersenyum senang diatas ranjang sambil memperhatikan marko yang berjalan kekamar mandi. Dia tidak bisa jika tidak melakukannya , padahal baru dua malam saja mereka tidak melakukannya. Julia sudah seperti orang uang kecanduan ****.
Marko keluar dari kamar mandi dan langsung mengganti pakaiannya. Julia masih saja terus memperhatikan marko yang sedang memakai baju.
" Kamu apa tidak takut masuk angin ? Lihat tubuhmu masih polos seperti itu. " Tanya marko kesal karena dia harus mandi lagi padahal tadi pagi sudah mandi.
" Sayang , jangan lupa nanti malam lagi ya " Ucap julia memeluk marko dari belakang dengan tubuh yang masih tetap polos.
" Tidak tahu julia. Kamu sekarang ini hiper sekali julia, cari kegiatan lain yang bermanfaat saja sana. Jangan cuma nonton film yang mempertontankan adegan seperti itu terus menerus. Yang ada difikiran kamu cuma urusan ranjang terus, aku capek julia kalau setiap hari bermain. Karena pekerjaanku sekarang semakin banyak, sudah lepas aku mau kebengkel dulu " Seru marko melepaskan pelukan julia.
Julia mengerucutkan bibirnya sambil mendengus. Padahak yang dia lihat jika pria dipeluk seperti dia tadi apalagi dalam keadaan polos pasti sang pria akan melahapnya ternyata apa yang didapat julia tidak sesuai dengan harapannya.
" Sayang. Aku mandi dulu ya,jangan lupa tutup pintunya. " Ucap julia lalu masuk kekamar mandi.
" Hemmmm " Jawab marko hanya berdehem saja.
* Semakin kesini julia semakin hiper, aku sampai kualahan mengikuti nya. Tetapi asalkan dia yang mengambil kendali aku tidak perlu pusing, yang penting aku juga menikmatinya, tapi tidak setiap hari juga harus melakukannya * Gumam marko dalam batinnya.
Markopun keluar dari rumah menghampiri mobil dan melajukan menuju bengkel yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kontrakannya, hanya butuh wakru 25 menit mobil marko sudah sampai dibengkel. Saat marko datang bengkel sudah terlihat ramai , marko bersyukur bengkelnya dari dulu terus bertahan. Didaerah tempat tinggalnya memang hanya ada 1 bengkel mobil dan itu bengkel marko.
************
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.
LIKE, KOMEN, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️
__ADS_1