Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Menjenguk anak tika


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Putri kecil Tika dan Adit sudah dibawa pulang dan saat ini sudah berusia 3 hari . Banyak teman-teman yang bergantian datang untuk melihat bayi mungil dan cantik itu. salah satunya ada Aluna dan Candra. Aluna membawa Babby rayyan untuk melihat putri kecil tika.


" Tika baby nya mungil banget ,cantik banget jadi pengen baby cewek. Oh iya masalah nama bagaimana ? Apa sudah kalian siapkan ? Boleh dong kasih bocoran namanya?" Ucap aluna antusius ingin tahu nama anak sang sahabat karibnya.


" Aku dan mas Adit sudah menyiapkan nama kok Lun. Tenang namanya tidak dirahasiakan seperti anak-anak artis. " Jawab tika sambil tertawa.


Aluna semakin tidak sabar ingin mengetahui nama dari bayi cantik Tika. Aluna terus mendesak tika dan menanyakan siapa nama bayi cantik itu.


" Namanya Adisti Putri bisa dipanggil Putri biasa dipanggil Adisti. Tapi sepertinya lebih bagus dipanggil Adisti ya Lun?" Tanya tika meminta persetujuan aluna.


" Wahhh nama yang bagus itu Tik . Yaa aku setuju dipanggil Adisti tik, namanya cantik seperti wajahnya. Siapa tahu babi Adisti nanti bisa berjodoh sama rayyan.Hahaaaa.... " Ucap aluna lalu tertawa.


Candra dan Adit yang tadi asik mengobrol berdua , kini menghampiri Tika dan Aluna. Mereka ingin tahu apa yang membuat Aluna tertawa lebar seperti tadi. Tika sendiri juga ikut tertawa mendengar pernyataan. Anak baru lahir udah main jodoh-jodohan dasar Aluna yang aneh.


" Ada apa Sayang ? kenapa kamu tertawa sampai seperti ? itu awas loh baby cantik nanti bangun, kasihan dia baru saja tidur" Tegur candra mengingatkan Aluna.


Istrinya itu kalau sudah bertemu dengan tika memang itu barbar. Adit juga mendekati Tika ingin tahu hal apa yang membuat mereka.


" Itu istri kamu can, masa iya anak baru lahir sudah main di jodohkan saja. Adisti itu baru 3 hari sudah main dijodohkan sama rayyan. Agak kurang sepertinya istrimu Can, coba bawa berobat dulu sana siapa tahu sudah korslet " Seru tika lalu nyengir kuda kearah aluna yang melotot.


" Adisti ? Oh jadi babby cantik itu namanya adisti. Kalau mereka berjodoh ya tidak masalah. Aku sih oke - oke saja. " Jawab candra dengan santai.


" Baiklah aku mengalah saja daripada ujungnya tetap aku yang kalah bicara sama dua orang yang pengeyelan. " Ucap tika pura - pura pasrah begitu saja. Padahal dia sendiri juga tahu jika pernyataan Aluna tadi hanya sebuah candaan.

__ADS_1


Tetapi benar apa yang dikatakan Candra tadi jika memang berjodoh ya mau bagaimana lagi jodoh memang rahasia Allah. Masih terlalu dini untuk membicarakan soal perjodohan.


Candra mengambil Rayyan yang terbangun dari gendongan Aluna. Dia mengajak rayyan bermain di luar kamar dengan Adit juga. Candra tidak enak berlama-lama di dalam kamar , apalagi itu kamar Adit dan Tika yang sifatnya privasi. Mereka tadi datang untuk menjenguk Adisti anak adit dan tika yang baru saja dilahirkan.


Rayyan sudah dibawa candra keluar oleh Candra, sehingga aluna lebih leluasa untuk berbincang-bincang dengan tika. Candra memang suami yang paling pengertian, tahu saja jika istrinya ingin leluasa berbincang. Maafkan emak mu ya Rayyan .


" Lun, sekarang si cewek mulut pedas itu tinggal dimana ? Apa masih tinggal dirumah kontrakannya bang Marko ? Kok tidak malu ya sudah di grepek warga tapi tetap tinggal di sini ?" Seru tika dan aluna mulai bergibah soal julia.


" Sssttt.... Sejak kapan kamu ini tahu aku berghibah? apalagi ghibahan tidak penting seperti ini. Emm.. Tapi untuk kali ini aku mau menanggapi ghibahan kamu. Yang aku tahu dari kak mala si julia masih tetap tinggal dirumah kontrakan itu. Mungkin nunggu masa iddahnya habis baru dia pergi. " Jawab Aluna seperti apa yang diceritakan oleh Mala beberapa hari yang lalu.


" Terus mereka itu udah bercerai atau belum ?" Tanya tika lagi ingin tahu lebih banyak soal julia. Sebab dia senang sekali jika mendengar julia tertimpa masalah. Dia masih kesal karena julia pernah mengatainya cewek kampungan.


" Kata kak mala sih sudah bercerai . Saat pengerebekan itu bang Marko memang sudah menjatuhkan talak 3 dan surat-suratnya pun katanya sudah keluar jadi mereka resmi bercerai. Aku hanya tahu dari kak mala, aku dan mas candra tidak mau banyak tanya . Apalagi berurusan dengan Julia. Kami semua sudah tidak perduli, orang tua julia saja sudah angkat tangan . Beberapa hari setelah kejadian, orang tua julia datang menjemputnya tapi dia tidak mau ikut pulang. Sekarang kejadian itu sudah satu bulan , semoga saja julia segera sadar dan taubat " Ucap aluna penuh harap.


Tika mendengarkan cerita aluna secara seksama , dia benar-benar merasa senang mendengar apa yang di ceritajan Aluna. Dalam hatinya tika tersenyum bahagia , akhirnya Julia terkena karma dari kesombongannya sendiri.


" Kenapa tuh senyum-senyum sendiri ? Sepertinya bahagia banget kamu mendengar kabar tentang Julia . Masih kesal sama julia ? Jangan lama - lama memendam rasa kesal , aku saja yang hampir dicelakai sudah bisa memaafkannya. Tidak baik untuk kesehatan hati dan jantung kalau masih menyimpan dendam. " Ucap aluna mencoba menasehati tika.


" Tumben bicara bijak ? tapi memang sih dari dulu temanku yang bernama Aluna ini selalu bijak . Mana baik ramah, sopan dan tidak sombong " Seru tika sambil memainkan alis matanya.


Begitulah Tika dan Aluna jika bertemu , selalu ada saja bahan yang buat mereka tertawa. Dan ada saja bahan candaan mereka, meskipun sudah emak-emak jiwa tetap anak muda . Obrolan Tika dan Aluna berhenti karena mertua tika datang . Tidak lama kemudian aluna izin pamit karena waktu sudah semakin sore.


" Loh tante baru datang kok kamu malah pulang Lun ? " Seru mama adit saat aluna berpamitan.


" Maaf tante , soalnya sudah sore dan rayyan belum mandi. Nanti pasti aluna datang lagi kok, kalau begitu kami permisi ya tante. Tika, adit permisi ya " Ucap Aluna berpamitan.


Candra tadi sudah berpamitan dengan adit saja, karena rayyan menangis jadi dia membawa keluar lebih dulu dan aluna saja yang berpamitan.


" Iya hati-hati ya Luna sayang , jangan lupa nanti datang lagi. " Seru tika sambil memeluk aluna.


Selesai berpamitan Aluna dan Candra akhirnya pulang. Candra mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, terlebih saat ini ada rayyan dalam mobil sehingga candra benar berhati - hati saat berkendara. Tetapi tanpa ada rayyanpun tetap hati - hati. Setelah menempuh perjalan sekitar 15 menit mobil yang dikendarai candra sudah sampai di halaman rumah.

__ADS_1


Sementara itu saat ini Julia dan Bobi sedang berdebat. Julia mau menikah dengan bobi , dengan syarat bobi harus menceraikan istri pertama nya. Bobi keberatan karena dia masih sangat mencintai istrinya. Julia terpaksa mau menikah dengan bobi karena saat ini Julia sedang berbadan dua. Dan Julia yakini jika anak yang dia kandung adalah anak bobi karena usia kandungan julia baru 3 minggu.


" Aku tidak bisa menceraikan istriku Julia, dia sedang hamil. Dia memang meminta cerai selepas dia melahirkan. Tapi aku tidak mau, sudahlah julia lebih baik kita menikah secara siri saja. Daripada kamu tidak aku nikahi sama sekali." Ucap bobi dengan kesal.


Plaaakkk


Julia menampar bobi,karena bobi hanya mau enaknya saja. Padahal anak yang dia kandung juga darah dagingnya seenaknya dia tidak mau menikahinya. Akhirnya julia menyetujui apa yang dikatakan oleh bobi, daripada dia hamil tanpa ayah seperti saat hamil kenzo sampai kenzo lahir juga belum pernah bertemu dengan ayah kandungnya.


" Baiklah aku setuju kita menikah secara siri, tetapi aku tidak mau serumah dengan istrimu itu. Aku mau tinggal secara terpisah, atau kamu perpanjang saja sewa kontrakan ini. Tapi setahuku kontrakan ini masih lama karena saat aku pindah kesini kontrakan ini baru ditempati mas marko 3 bulan. Dia sudah membayar sampai 2 tahun, jadi selama 1 tahun lebih kamu bisa bebas dari biaya sewa kontrakan ini." Ucap Julia dengan malas.


" Baiklah Julia selesai masa iddahmu kita menikah . Aku tidak mau menikahi wanita yang masih dalam masalah iddah.


" Kapan sih masa iddah ini selesai ? " Tanya julia karena dia memang tidak tahu menahu soal masa Iddah.


" Bagi perempuan yang ditalak cerai oleh suaminya masa iddahnya itu 3 bulan. Itu yang pernah aku baca dari berbagai laman media sosial atau internet. Lebih jelasnya kamu cari saja sendiri. Ponsel kamu saja canggih, harga puluhan juta masa iya mencari seperti itu saja tidak bisa " Protes bobi yang kesal karena kebodohan Julia yang tidak mau usaha mencari tahu.


Bobi sebenarnya ragu jika anak yang di kandung Julia adalah anaknya. Tapi mau bagaimana lagi saat ini Marko dan julia sudah resmi bercerai. Apalagi marko dan julia sudah tidak tinggal bersama hampir 6 minggu, sekitar sebulan setengah dan julia saat ini hamil 3 minggu.


" Emm... Julia kamu yakin anak yang kamu kandung itu anakku Blbukan anak Pak Marko ? Secara kamu dan Pak Marko bercerai juga belum lama.?" Tanya bobi daripada dia ragu.


" Aku yakin ini anak kamu. Karena sebelum kejadian siang itu aku dan mas marko memang sudah ada hampir seminggu tidak melakukannya. Kalau dihitung - hitung ini ya anak kamu. Lagipula saat masih sama mas marko aku minum pil penunda kehamilan. " Ucap julia lebih menyakinkan.


" Apa kamu tidak mau meminta pertanggung jawaban pak marko. Secara kamu baru sebulan ini bercerai, dan kamu akui saja kalau itu anak dia. Bagaimana kamu setuju apa tidak ?" Tanya bobi merayu julia.


* Sebenarnya yang dikatakan bobi ada baiknya juga, tapi aku takut jika mas Marko tahu anak ini bukan anaknya habis lah aku. Bisa dicincang aku, apalagi mas marko itu mantan preman. Aku cari aman sajalah, kalau hati ragu lebih baik nanti saat sudah lahir tes DNA saja. Yang penting sekarang aku ada yang menikahi agar aku hamil punya suami. Urusan mas marko belakangan dulu* Gumam julia dalam hatinya.


Bobi sangat berharap jika Julia akan terpengaruh dengan perkataannya. Dengan begitu dia akan terbebas tidak akan menikahi Julia , namun tetap ingin berhubungan seperti biasa dengan Julia. Benar-benar pria yang tidak waras, pria yang tidak bertanggung jawab. Bobi hanya mementingkan kesenangannya semata , tetapi tidak mau menanggung akibat perbuatannya.


Setelah cukup lama Bobi ada di rumah kontrakan Julia, akhirnya bobi pamit pulang juga karena hari sudah menjelang magrib.


* Semoga saja Julia terpengaruh dengan ucapanku tadi, dan malam ini dia bisa memikirkan semuanya. Karena aku tidak mau menikahinya. Bagaimanapun aku masih sangat mencintai istriku dan untuk Julia aku hanya membutuhkan tubuhnya saja. Permainan Julia sangat mengesankan dan aku tidak bisa melupakan itu, aku sudah kecanduan permainannya. Bisa gila aku kalau tidak merasakan permainannya lagi * Gumam bobi terus senyum - senyum sendiri sambil mengendarai motornya menuju rumahnya.

__ADS_1


Bobi memang sudah mempunyai rumah sendiri dan rumahnya pun lumayan besar. Rumah itu pemberian dari Pak RT karena Bobi adalah anak satu-satunya. Usaha konter dan fotocopy bobi juga sekarang sudah mempekerjakan dua karyawan. Bobi sendiri jarang sekali datang ke tempat usahanya karena sering memilih main di rumah Julia. Dia datang di saat akan mengambil uang setoran saja.


*********


__ADS_2