
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Aluna . Boleh papa bertanya sama kamu ? Tapi papa minta tolong kamu jawab jujur. " Ucap pak Andi terdengar serius.
Aluna langsung menghentikan sarapan nya dan memandang sang papa dengan lekat. Aluna belum sadar jika saat ini dia sedang memakan daging ayam dan itu sangat membuat papa nya heran.
" Iya pa " Jawab Aluna singkat.
" Dulu saat belum menikah dan masih tinggal dengan papa , kamu tidak pernah mau makan daging , ikan dan sejenis nya. Dan kamu beralasan kamu alergi dan mual jika makan makanan itu. Tapi setelah menikah papa melihat mu dua kali ini kamu makan daging ayam. Bisa kamu jelaskan semua ini sama papa ?" Tanya pak Andi terlihat penuh harap agar Aluna bicara dengan serius.
Deg..
Aluna baru sadar jika saat ini dia sedang makab ayam, dan memang benar ini ini yang ke dua kali nya di lihat sang papa. Mungkin sudah saat nya untuk Aluna bicara jujur dengan papa nya tentang apa yang selama ini sudah di alami nya selama tinggal dengan orang tua nya.
" Karena mama yang melarang nya " Jawab Aluna dengan menundukkan kepala nya.
Jderre....
Wajah pak andi bagaikan di sambar petir, terasa panas dan teramat panas. Bahkan jantung nya seakan berhenti untuk berdetak, ternyata apa yang dia fikirkan selama ini benar ada nya. Istrinya yang sudah memperlakukan aluna dengan tidak adil, dari segi kasih sayang bahkan dari segi kebutuhan dan makanan saja juga tidak bisa adil.
Pak Andi langsung bangkit dan menghampiri Aluna dan membawa Aluna dalam pelukan nya. Betapa bersalahnya dia kepada Aluna karena selama ini tidak mengetahui penderitaan Aluna.
" Maafkan papa nak , maafkan papa. Papa mengira jika mama mu hanya tidak adil dari segi kasih sayang ternyata dari segi makanan pun dia tidak adil. Maafkan papa Nak " Seru pak Andi dengan isak tangis yang mulai tidak bisa di tahan nya lagi.
Candra orang yang baru berapa bulan mengenal Aluna pun sangat tidak percaya jika selama ini Aluna mengalami penderitaan yang dia dapat dari mama kandung nya sendiri. Sebagai seorang suami seakan dia tidak terima melihat Aluna diperlakukan dengan tidak adil begitu. Dalam hatinya Candra berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan Aluna.
* Aku berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan mu Aluna * Gumam Candra dalam hati nya.
__ADS_1
" Papa tidak perlu meminta maaf , papa tidak salah. Aluna sekarang sudah tidak tinggal dengan mama lagi jadi Aluna sudah bisa makan apa saja yang dulu tidak bisa Aluna makan" Ucap Aluna justru semakin membuat hati pak andi sakit.
Pak Andi semakin terisak sambil memeluk Aluna dengan erat. Betapa sakit nya seorang ayah mengetahui anak nya selama 22 tahun ini sangat tersiksa hidup serumah dengan nya.
" Papa sepertinya tidak berangkat ke kantor, papa ingin istirahat saja disini. Apa boleh?" Tanya pak andi serius.
" Boleh dong pa, nanti biar aluna yang menemani papa di rumah. Aluna kamu hari ini izin saja ya dan temani papa, nanti aku yang akan minta izin mu ke pak hadi langsung." Ucap Candra dengan senyum sumringah nya.
" Baiklah. Tapi nanti aku telepon mbak sari dulu ya karena ada pekerjaan sedikit banget belum selesai. " Ucap Aluna meminta izin.
" Iya nak kamu kabari dulu teman mu, papa mau ke mobil bentar ya ada yang mau papa ambil " Ucap pak Andi lalu keluar mengambil barang yang masih di mobil.
Candr sendiri setelah selesai sarapan langsung bersiap - siap untuk berangkat bekerja di paprik. Untuk Aluna tidak berangkat ke paprik pun tidak masalah karena paprik itu milik sang suami, tapi sayang Aluna belum tahu semua nya.
*********
Mala dan Adit sekitar jam sepuluh pagi kembali lagi ke rumah orang tua mala. Mala beralasan karena dia menginginkan tidur di kamar nya dan itu bawaan bayi, sehingga mau tidak mau adit menururi kemauan sang istri.
" Mama.... !!" Teriak mala saat sampai di dalam rumah orang tua nya.
" Tidak perlu repot - repot Ma. Oh iya sayang , aku pergi dulu ya. Ada pekerjaan dari papa yang harus aku selesaikan. " Seru adit ingin langsung pergi karena sebenarnya adit tinggal di rumah mertua nya tidak betah.
Mala dan meri hanya uang - uang dan uang terus menerus yang di minta tanpa tahu jika sudah beberapa hari ini Adit tidak menerima uang tranaferan dari Ayah nya.
" Iya sayang, jangan lupa nanti transfer uang yang aku minta ya. Aku mau beli baju baru dan tas baru, sebentar lagi cuti kita kan habis jadi kita harus masuk kuliah dan aku mau semua yang aku pakai juga baru. " Ucap mala seenak nya meminta uang tanpa tahu sang suami dapat uang darimana.
Tenntunya memang dari Papa mertua nya itu, tapi sekarang papa mertua nya itu sudah seminggu tidak memberi Adit uang. Adit sendiri bingung harus memberi mala uang darimana. Apalagi sekarang usaha papa nya sedang terpending.
" Iya nanti aku transfer " Seru Adit lebih baik berbohonh daripada bilang tidak dan ujung nya mala pasti akan marah.
" Iya nak Adit , mala ini kan istri mu jadi kamu harus menafkahinya dengan baik." Ucap Mama meri ikut berbicara.
Adit hanya mengangguk sambil tersenyum kepada mama mertua nya. Di otak mama mertua nya itu juga hanya ada uang saja yang di fikirkan, anak sama mama sama saja. Sama - sama matrealistis tingkat dewa.
Mala dan meri pun duduk bersantai di ruang keluarga sambil menonton acara televisi di temani cemilan yang tadi di beli mala saat di jalan.
__ADS_1
" Ma ini kan bulan pertama aku bersuami , kira - kira papa masih memberi aku uang jajan tidak ya ? Terus uang kuliah ku masih di bayarin tidak ya sama papa. ?" Tanya mala dengan mulut penuh.
" Pasti dong sayang... Papa itu sangat menyayangi mu sudah pasti dia akan tetap menanggung uang kuliah mu. Oh iya bagaimana rasa nya tinggal dengan ibu mertua mu ?" Tanya Mama meri ingin segera tahu cerita dari mala.
Hhuuffff...
Mala terdengar menghela nafas dengan berat. Dia sebenarnya malas mau bercerita tapi demi sang mama pasti dia akan cerita.
" Tiga hari tinggal dengan mertua serasa tinggal selama tiga bulan Ma. Aku yang cantik dan rapi begini di suruh bantuin masak dan beres - berez rumah sudah pasti aku ogah dong mas. Aku pakai saja alasan jika aku mual dan pusing, nah baru tuh aku di suruh beristirahat. " Ucap mala bercerita sambil terkekeh sendiri.
" Hemmm... Dasar anak mama , kamu pintar juga. Mama juga tidak rela dong jika anak kesayangan mama harus masak dan bersih - bersih rumah. Mama saja tidak pernah menyuruhmu untuk masak atau bersih - bersih. Enak saja dia menyuruh mu untuk mengerjakan semua itu " Seru mama meri tidak suka dengan tindakan bedan nya itu.
" Oh iya ma,bukan nya papa kemarin sudah gajian ya ? Apa papa menitipkan uang jajan mala sama mama ?" Tanya mala.
" Hahhh.... Gajian ? Kenapa mama jadi lupa begini ? Papa juga diam saja, dia tidak memberi mama uang bulanan juga. Atau mungkin memang papa belum mengambil uang gaji nya, lagi pula semalam papa juga lembur pulang mama sudah tidur dan tadi pagi tumben banget papa berangkat pagi - pagi sekali. " Ucap mama meri.
Sebenarnya tanpa meri ketahui suami nya mengambil cuti kerja selama 3 hari dan dia gunakan untuk tinggal di rumah kontrakan Aluna dan Candra. Pak Andi masih marah dengan istrinya karena kejadian beberapa hari yang lalu di tambah sekarang pak Andi sudah tahu semua kebusukan sang istri tercinta nya itu.
" Papa apa masih marah sama mama?" Tanya mala tiba - tiba.
" Sepertinya masih, karena sudah 3 hari ini papa tidak menegur Mama. " Jawab meri dengan bodoh nya.
" Aluna sudah menikah dan tidak tinggal disini tapi masih saja bikin masalah. " Gumam mala tidak suka dengan adik nya itu.
Mala pun menyeritakan pertemuan nya dengan aluna dan candra saat makan malam di cafe. Meri sangat marah saat mala bercerita jika Aluna makan - makanan mahal dan mempermalukan mala. Padahal semua itu juga berawal dari mala yang cari gara - gara dengan Aluna.
* Anak itu memang tidak bisa di biarkan, sudah suami miskin dan pekerjaan hanya buruh paprik sok - sokan makan di cafe mahal. Hemmm.... sepertinya aku harus buat perhitungan dengan nya * Gumam mama meri kesal.
*******
MAAF JIKA ADA BEBERAPA KATA YANG TYPO, HARAP DI MAKLUMI PONSEL SUKA ERROR. 🙏🙏🙏
RATE BINTANG 5 NYA YA KAK ❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, HADIAH NYA DAN RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️