Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Perubahan sikap Julia


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Untuk apa Julia datang kesini, Sayang?."Tanya Candra saat Aluna bercerita jika Julia tadi sempat datang kerumahnya.


Aluna menceritakan perihal kedatangan Julia kepada Candra saat Candra sudah keluar dari ruang kerjanya. Aluna tidak mau Candra salah paham perihal kedatangan Julia, jadi dia menceritakan apa adanya tanpa ada yanv ditutupi.


" Jadi dia mau meminta tolong untuk bertemu Bang Marko?." Tanya Candra yang masih sering memanggil Marko dengan panggilan Abang.


" Iya mas, tapi aku tolak. Dan yang anehnya tadi Julia juga meminta maaf loh mas. Dia bicara juga sopan, awalnya memang ngeselin." Seru Aluna lagi.


" Semoga saja dia sudah insaf dan tobat." Jawab Candra .


" Aamiin " Seru Aluna mengaminkan ucapan suaminya.


Candra memilih segera menemui anaknya yang saat ini sedang bermain dengan bibik di taman belakang. Seharian dia tidak bermain dengan anaknya, apalagi ini hari libur. Justru dia sibuk dengan pekerjaanya, maklum sejak perusahaan mereka pindah Candra jadi semakin sibuk. Kedua temannya juga sama - sama sibuk.


" Rayyan " Seru Candra menghampiri anaknya yang saat ini sedang bermain dengan bibik.


" Papa " Seru Rayyan memanggil Candra dan langsung berlari memeluk papanya.


Candra memeluk anaknya lalu dia membawanya dalam gendongan. Candra meminta bibik untuk meninggalkan Rayyan bersamanya, sebab dia ingin bermain dengan Rayyan sang anak tercintanya.


" Rayyan sama mas Candra ya bik?." Tanya Aluna saat bibik masuk kedapur.


" Iya mbak. Rayyan deket banget ya sama papanya. Apa mungkin karena anak laki - laki jadi dia dekat dengan papanya." Seru bibi sambil terkekeh.


" Bisa jadi Bik." Jawab Aluna sembari memotong sayuran yang akan dia masak untuk menu makan malam.

__ADS_1


Malam ini Pak Andi dan Meri ingin berkunjung ke rumah Aluna, untuk menemui cucu nya. Aluna ingin menjamu kedua orang tuanya dengan menu spesial kesukaan mama dan papanya. Aluna juga berencana akan mengundang Surya dan Mala sekalian biar terasa ramai. Sayangnya kedua mertua Aluna saat ini sedang berada di kota. Sebab mereka merindukan rumahnya yang ada di kota, yang saat ini sudah ditempati oleh saudara.


" Bi tolong cuci ayamnya ya, setelah itu langsung ungkap saja menggunakan bumbu yang sudah Aluna siapkan. Nanti biar Aluna saja yang goreng ayamnya. Bibi bisa selesaikan pekerjaan yang lainnya saja."Ucap Aluna memerintah dengan lembut.


" Iya mbak Aluna. Jadi bibik cuma mau disuruh cuci ayam sama ungkep ayamnya saja? Tidak enak dong, masa bibi cuman membantu sedikit. Padahal ini bisa bibi kerjakan sendiri. Mbak Aluna bermain saja sama nak Rayyan dan Mas Candra."Ucap bibi dengan ramah dan merasa tidak enak dengan Aluna.


" Sudah tidak apa-apa, Bi. Biar saya saja yang memasak karena aku kan sudah terbiasa memasak bik. Setelah selesai mengungkap ayam, bibik bisa mengerjakan yang lainnya saja. Soalnya mama dan papa mau datang, Aluna ingin memasakkan menu spesial untuk mereka. Nanti kalau Aluna butuh bantuan pasti Aluna memanggil bibik."Seru Aluna sembari tersenyum ramah agar bibi tidak merasa tersinggung dengan ucapannya.


Meskipun mempunyai asisten rumah tangga, untuk pekerjaan memasak Aluna tetap turun tangan sendiri. Terkadang bibi hanya membantunya saja jika Aluna benar-benar sibuk, dan tidak bisa memasak baru Bibi yang akan memasak.


Bibi pun membersihkan ayam yang sudah dipotong-potong lalu dia akan mengungkepnya dengan bumbu yang sudah dibuatkan oleh Aluna. Aluna sendiri saat ini sedang membuat bumbu untuk sayur sop dan ikan bakar.


" Sudah lama ya mbak kedua orang tua mbak Aluna tidak berkunjung ke sini."Seru bibi sambil menuangkan bumbu ungkep ayam ke dalam wajan.


" Iya bik. Mereka sudah mulai sibuk, sebab toko sembako mama sekarang sudah semakin besar. Sekarang mereka juga sudah memperkerjakan dua karyawan. Pokoknya semakin ramai makanya mereka jarang bisa datang ke sini, Bi."Seru Aluna memberitahu bibi dengan ramah.


" Di daerah sana memang jarang sekali warung atau toko sembako yang lengkap mbak. Jadi kebetulan sekali orang tua mbak Aluna mau membuka usaha di sana. Soalnya saudara saya juga ada yang tinggal di sana, dan kalau mau belanja secara mendadak dan banyak jauh banget. Ada perjalanan sekitar 10 menit. Sama saja seperti mau ke pasar, yang deket-deket adanya warung sayuran dan sembakonya tidak lengkap."Ucap bibik bekerja sembari bercerita.


Selesai mengungkep ayam, bibik pun meninggalkan dapur. Dia memilih menuju ke ruang setrikaan, di sana ada beberapa baju lagi yang memang belum selesai disetrika.


Aluna hampir saja melupakan Mala, dia berencana mengundang Mala tapi sampai sekarang belum juga dia hubungi. Selesai meracik bumbu, Aluna pun mengambil ponsel yang ada di atas meja makan dan segera menghubungi Mala. Dua kali deringan panggilan telepon akhirnya Mala mengangkat teleponnya.


[ Halo Assalamualaikum mbak Mala.]Seru Aluna menyapa Mala dengan sopan.


[Waalaikumsalam adikku yang cantik dan manisnya tidak ada yang mengalahkan.] Jawab malah meledek Aluna.


[ Ih apaan sih mbak lebay deh. Oh iya mbk nanti malam datang ke rumah ya, kita makan malam bersama. Soalnya mama dan papa juga mau datang untuk makan malam. Sudah lama juga kita tidak bertemu mama dan papa.]


[ Wah dengan senang hati aku pasti akan datang. Jangan lupa ya, request menu ikan gurame bakar.]


[ Iya tenang saja, nanti Aluna buatkan gurame spesial untuk kak Mala. Ya sudah ya, Aluna cuma mau memberitahu itu saja, jangan lupa datang ya.]


[ siapa adikku sayang.]

__ADS_1


[ Assalamualaikum.]


[ Waalaikumsalam.]


Selesai bertelepon dengan Mala, Aluna melanjutkan urusan masak memasaknya.


************


" Julia kenapa kamu datang ke desa ini lagi? Mama dan papa sudah melarangmu datang kesini lagikan?." Seru Susan yang memarahi Julia.


Julia sudah tahu jika mamanya pasti akan datang menemuinya, sehingga saat mamanya menanyakan alamat kontrakannya langsung dia berikan tanpa banyak drama terlebih dahulu.


" Ma, ini beda desa loh Ma. Cuma sama kecamatannya saja. Mama tenang saja, Julia tidak akan cari masalah kok disini. Julia lebih tenang tinggal di pedesaan begini Ma daripada dikota. Julia memutuskan akan tinggal disini saja Ma, siapa tahu disini Julia bisa menemukan suami yang tepat." Jawab Julia dengan Santai sembari mengusap kepala Kenzo dengan lembut.


Susan merasa heran dengan perlakuan lembut Julia kepada Kenzo. Kali ini dia mau mengusap lembut kepala Kenzo, padahal biasanya didekati Kenzo saja dia sudah marah-marah tidak jelas.


* Ada apa dengan Julia, tumben sekali dia lembut dengan Kenzo. Bicara juga tidak kasar dan arogan? Apakah ini pertanda anakku sudah sadar ?* Gumam Susan dalam batinnya.


" Kenzo ikut jalan - jalan diluar sama mama Julia yuk? Kita beli balon yang besar, mau tidak?." Tanya Julia dengan lembut.


Kenzo memandang kearah Susan, dan Susan menganggukkan kepalanya pertanda dia mengizinkan.


" Ma, Julia idak ahat lagi. Idak malah - malah lagi.?" Tanya Kenzo yang masih trauma dengan Julia.


" Tidak sayang. Mama Julia tidak akan marah ataupun jahat lagi. Sekarang mama Julia temannya Kenzo, Kenzo maukan berteman dengan Mama Julia?." Tanya Julia dengan lembut.


" Mau Ma." Jawab Kenzo dengan singkat.


Akhirnya Kenzo mau ikut Julia jalan - jalan sore di seputaran tempat tinggalnya. Susan sangat senang melihat perubahan sikap Julia yang jadi lembut dan penyabar terhadap anaknya sendiri, Kenzo.


************


Maaf ya kak baru bisa Up. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2