
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Pergi dari ruangan ku sekarang !! Darimana kamu tahu jika ini ruangan ku ? Bukannya yang kamu tahu aku adalah hanya pekerja buruh kasar ?" Tanya candra dengan sinis.
Mala dan mamanya awalnya memang tidak tahu jika candra juga pemilik pabrik teh terbesar ini. Dia hanya tahu jika orang tuanya kaya raya, dia tahu candra pemilik pabrik teh dari satpam rumah candra. Sebelum mendatangi pabrik dia sudah datang kerumah orang tua candra tapi rumah kosong karena kedua orang tua candra sedang tidak ada dirumah. Dan satpa menyarankan untuk menemui candra kepabrik, akhirnya satpam pun memberitahu jika candra sudah mewarisi pabrik teh itu.
" Aku pasti tahu dong. Oh iya kita makan siang yuk, ini sudah waktunya makan siang." Ucap mala dengan suara dibuat selembut mungkin.
" Dasar wanita ular, tidak tahu malu. !! Aku ini suami adikmu dan kamu tidak ada rasa malu nya sama sekali menggodaku bahkan mengatakan kepada orang jika kamu calon istriku. Sekarang cepat tinggalkan ruangan ku, atau aku akan menyeretmu keluar !!" Seru candra keras.
Mala tidak bisa berkutik lagi, karena sepertinya candra benar - benar marah. Tanpa menunggu lama mala pun segera pergi meninggalkan ruang kerja candra. Dia takut dengan ancaman candra, mau di tarok mana wajahnya jika candra sampai menyeretnya keluar.
* Awas kamu candra, aku tidak akan menyerah. Sampai kapanpun aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan mu. Tidak perduli kamu suami aluna, karena dulu seharusnya aku yang menjadi istrimu bukan aluna* Gumam mala dengan geram.
Setelah mala keluar dari ruangannya candra pun duduk di kursi kerjanya,beberapa kali dia mengusap wajahnya. Candra terlihat kesal karena mala tidak berhenti menganggunya.
" Wanita itu memang tidak tahu malu. Bisa - bisanya dia datang kesini dan bilang jika dia calon istriku. Beruntung sekali aku tidak menikah dengannya, apa jadinya jika waktu itu aku jadi menikah dengannya. " Seru candra pada dirinya sendiri.
" Oh iya ini sudah jam makan siang, tadi seharusnya aku membelikan makan siang dulu untuk aluna dan papa. " Ucap candra.
Candra mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan kepada Aluna.
[ Maaf ya Lun aku tadi lupa untuk membelikan makan siang mu sama papa ] Tulis candra dan mengirimkannya kepada aluna.
__ADS_1
Setelah lima menit aluna baru membalas pesan candra.
[ Tidak apa - apa kak. Aku sudah masak kok, tadi pagi sebelum berangkat kerumah sakit aku sudah belanja sayuran di abang yang biasa keliling kontrakan.] Balas aluna.
Candra pun teringat jika dia belum memberi uang belwnja untuk Aluna. Bahkan terakhir sekitar dua minggu yang lalu. Dengan segera candra meminta nomor rekening aluna kepada sari , sari pasti tahu nomor rekenig aluna. Setelah mendapatkan nomor rekening Aluna , candra langsung mentrasfer sejumlah uang untuk Aluna.
[ Aku sudah mentransfer uang belanja sekaligus uang untuk membeli kebutuhan mu. ]
[ Ini tidak salah kak ? 10 juta ?]
[ Iya Lun, anggap saja 5 juta untuk biaya keperluan kita seperti makan , beli sabun shampo dan lainnya. Dan yang 5 juta untuk mu pribadi, itu nafkah dari suami mu ini. Kamu bebas menggunakan uang itu untuk kamu beli apapun yang kamu inginkan ]
[ Baiklah kak. Terimakasih, nanti saat sudah dirumah kita bahas lagi. Sekarang aluna mau mengambilkan papa makan dulu, jangan lupa kak candra juga makan.]
[ Iya istriku. I miss you ] Tulis candra tanpa sadar.
Haaahhh
Namun sudah hampir 15 menit aluna tak kunjung membalasnya. Padahal keterangan pesan sudah terbaca.
" Apa mungkin aluna marah ?. Atau memang dia tidak mempunyai rasa untukku. Benar kata papa andi, aku harua bicara berdua dengan aluna. Ini urusan hati jadi tidak bisa dipermainkan, apalagi kami sepasang suami istri yang sah. Aku harus membuat aluna merasa nyaman ada disisiku" Ucap candra.
********
Sampai rumah mala langsung mengadu kepada mamanyq tentang apa yang sudah terjadi dengannya. Mama meri semakin kaget saat mengetahui candra pemilik pabrik teh dan perkebunan teh yang luasnya berhektar - hektar itu.
" Kamu harus bisa mendapatkan candra apapun caranya. Karena dulu kamu yang dijodohkan dengan candra bukan sianak sialan itu." Ucap mama meri memberi dukungan untuk mala.
" Tapi bagaimana caranya ma ? Candra saja sudah menolakku bahkan tadi dia sudah memarahiku dan mengancam akan menyeretku keluar dari ruangannya." Seru mala dengan wajah cemberut.
" Itu urusan mama. Menghadapi lelaki seperti candra itu tidak bisa grasak - grusuk. Harus dengan cerdik bila perlu harus dengan cara licik." Ucap mama meri justru semakin menjerumuskan anaknya kejurang kesalahan.
__ADS_1
" Bagaimana caranya ma ?" Tanya mala sangat penasaran.
Mama meri pun membisikkan sesuatu ketelinga mala, dengan seksama dan senyum - senyum mala mendengarkan apa yang sibisikkan oleh mamanya.
" Mama yakin cara itu akan berhasil ?" Tanya mala kurang yakin.
" Kalau cara pertama tidak berhasil kita bisa menggunakan cara kedua. Dan mama yakin cara kedua bisa membuat candra bertekuk lutut kepadamu." Ucap mama meri sambil menyeringai sinis.
" Baiklah ma, mala percaya sama mama. Oh iya ma, kabar papa bagaimana ya ma ? Kapan papa akan dibawa pulang.?" Tanya mala ingat dengan keberadaan papanya.
" Jangan khawatir papa mu pasti dirawat baik sama anak bodohnha itu. Jadi kita tidak perlu susah - susah mengurus papa mu. Masalah uang mama masih ada dan jika uang kita habis kita bisa menambilnya dengan martu ATM papa yang ada sama mama." Ucap meri licik.
Sebelum pak andi dibawa kerumah sakit saat pak andi tidak sadarkan diri, meri mengambil kartu ATM pak andi dan uang 2 juta yang ada di dompet pak andi. Setelah itu dia mengembalikan dompet pak andi pada kantong celananya lagi.
" Mama memang cerdik. Tapi apa mama tahu kode pin ATM nya papa ?" Tanya mala penasaran.
" Tahu dong. Dulu mama pernah beberapa kali mengambil uang papamu pakai ATM nya. " Ucap mama meri merasa senang dan menang banyak.
Mala dan mamanya sama-sama sudah tidak waras dan tudak tahu diri. Bahkan sama sekali tidak perduli dengan keadaan suaminya. Dengan liciknya dia akan menguras uang pak andi, tapi pak andi bukanlah orang yang mudah dia kendalikan seperti dulu.
" Ma,aku lapar. Mama masak apa ?" Tanya mala sambil mengusap perutnya yang keroncongan.
" Mama tidak masak, sudah sana kamu pesan online saja. Jangan lupa pesan untuk mama juga. " Ucap meri sambil mengeluarkan uang 100 ribu dari kantong celananya dan memberikannya kepada mala.
Dengan cekatan mala menerima uang itu dan langsung membeli makanan lewat aplikasi online. Sambil menunggu pesanannya datang mala dan mamanya menonton televisi sambil rebahan santai.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.❤️❤️❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏