Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Topeng hidup


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Ardan dan Leo jalan - jalan diseputar villa , dia menyusuri jalan perkampungan yang sangat terlihat asri dan sejuk. Mereka sengaja berjalan kaki agak jauh untuk mencari sarapan yang menurut candra ada yang jual diujung jalan desa.


" Ardan, kalau suasananya sejuk begini aku betah tinggal di indonesia. Bagaimana kalau villa ini kita beli saja sebagai tempat tinggal kita saat di Indonesia. Apalagi pemandangannya sangat indah begini, aku betah Dan " Ucap Leo sambil merentangkan tangannya.


" Yakin candra mau melepas Villa ini begitu saja, apalagi ini tuh villa keluarga. Kamu ini jangan asal kalau bicara, kita diizinkan tinggal di villa ini saja sudah lebih dari cukup malah mau kamu beli segala. " Ucap ardan tidak setuju dengan pendapat aneh dari leo tadi.


Huuhhhhh ...


Leo hanya mendengus. Mungkin nanti dia akan membeli tanah saja untuk diabangun sebuah rumah yang teihat nyaman dan damai.


Saat mereka berdua berjalan sambil menikmati udara sambil sesekali mengobrol tiba - tiba dari arah belakang mereka dikagetkan dengan suara klakson mobil.


Tin Tin Tin


Bunyi klakson itu semakin nyaring dan membuat telinga ardan dan leo sakit. Baru saja leo mau menggedor pintu mobil, sang pemilik sudah turun dari mobil lebih dulu dengan mengenakan kacamata hitam menutupi matanya yang garang.


Namun saat dia turun dari mobil, dia terkejut bahkan mulutnyapun terbuka lebar. Bagaimana tidak kaget jika sepagi ini dia harus melihat dua bule tampan dan perkasa, bahkan dia juga sedikit kenal dengan ardan dan Leo.


" Ardan, Leo ? Kok kalian ada disini ?" Tanya julia dengan heran sambil melepas kacamatanya.


" Ohh... kamu ini wanita yang dulu ngejar - ngejar candrakan ? Siapa nama kamu, aku lupa ?" Tanya ardan sambil mengingat - ingat nama julia.


" Aku Julia, masak begitu saja lupa. Dulu kita sudah pernah bertemu beberapa kali loh saat di Amsterdam. " Jawab julia dengan suara dibuat - buat.


" Lebay banget sih. Sudah yuk Dan kita pulang saja , kita sarapan saja di villa tidak usah beli karena ini juga sudah siang, lagian aku juga malas lama - lamaek mengobrol sama topeng hidup ini. " Ucap leo sambil menunjuk kearah Julia.


Cihhhh....


Julia berdecih kesal sambil mencebikkan bibirnya dengan kesal. Dari dulu perkataan leo tidak pernah berubah, selalu ceplas - ceplos tanpa perduli lawan bicaranya. Julia kesal lalu dia masuk ke mobilnya dan meninggalkan leo dan ardan tanpa sepatah katapun.

__ADS_1


Ardan dan leo juga kembali berbalik arah, mereka memutuskan untuk pulang ke villa saja dan makan sarapan yang sediakan bibik penjaga villa. Sebelumnya candra memang sudah berpesan agar bibik mengurus makan dan minum ardan serta leo.


" Wanita topeng hidup tadi kenapw bisa ada disini ya ? Menurut cerita candra bukannya dia itu dulu tinggal satu kota dengan candra, tetapi kenapa saat candra ada didesa ini dia juga ada. Jangan - jangan dia itu memang masih tetap mengejar - ngejar candra ? Hemm...ini tidak bisa dibiarkan " Ucap Leo .


" Itu bukan urusan kita, sudah biarkan saja wanita tadi. Nanti kalau dia lelah pasti akan berhenti sebdiri, tapi sepertinya wanita itu sudah tidak menganggu candra. Dasar wanita, tapi si candra tidak pernah bilangkan kalau wanita itu masih gangguin dia. Berarti memang benar dia sudah menjauh dari candra " Ucap ardan berasumsi sendiri.


" Hemmmm.... semoga saja memang begitu. " Jawab leo sambil mengangguk.


Ardan dan leo sudah kembali ke villa, setelah sarapan mereka berencana akan ikut candra ke papbrik pengolahan teh milik candra dengan diantar sopir yang sudah candra siapkan di villa, jadi kapanpun mereka mau jalan - jalan sudah ada mobil dan sopir yang siap mengantar mereka.


Sementara itu Julia yang saat ini sudah sampai rumahnya tiba - tiba mengomel - ngomel sendiri. Marko yang mendapati julia mengomelpun langsung menegurnya.


" Kamu ini kenapa pulang - pulang ngomel tidak jelas ? Mana belanjaanya ? Bukannya tadi kamu bilang mau kepasar ?" Tanya marko celingukan mencari keberadaan barang belanjaan julia.


" Tidak ada ! Aku tidak jadi kepasar !" Jawab ketus julia.


" Julia ! Bisa tidak bicara yang bagus, aku bertanya itu dengan bagus - bagus tapi kenapa kamu jawabnya ketus begitu. Jangan buat aku marah pagi - pagi begini ya julia " Ucap marko kesal karena julia bicara ketus dengannya.


Hhuuuuhhhhh....


Julia baru ingat jika saat ini dia ada sama marko, dan tadi dia sempat bicara dengan kasar. Dia langsung meminta maaf karena tidak mau membuat marko marah dan dia juga tidak mau dipukul oleh marko.


" Menghina ? Siapa ? Memang dia menghina bagaimana? ". Tanya marko dengan beruntun.


" Masak mereka mengatakan aku ini siwajah topeng hidup. Apa mata mereka itu juling, tidak bisa membedakan mana yang cantik dan mana yang tidak cantik. Secantik ini kok dibilang topeng hidup " Ucap julia kesal.


Hahaaahaaaaaa


Marko bukannya ikut kesal, justru dia tertawa ngakak mendengar pernyataan julia. Perut marko sampai sakit menertawakan Julia. Apa yang dikatakan orang itu memang ada benarnya mengatakan julia topeng hidup, karena mek up yang dipakai Julia terlalu tebal dan norak.


" Makanya kalau pakai mek up itu yang wajar - wajar saja Julia. Lihat kamu dikatain seperti topeng hidupkan ? Itu karena mek up kamu terlalu tebal jadi ya jangan salahkan orang itu, kamu koreksi saja diri kamu sendiri. " Ucap marko menasehati julia.


" Kenapa mas jadi bicara seperti itu sih ? Aku kan berdandan begini untuk kamu juga, agar kamu tambah sayang dan tidak melirik wanita lain . Terutama si meri tua itu " Ucap julia dengan kesal.


" Jangan mulai lagi, ingat meri itu cuma masalalu ku saja. Apalagi meri dan andi sebentar lagi mau rujuk jadi jangan pernah bawa - bawa dia lagi. Aku heran deh sebebarnya apa sih yang kamu cemburuin dari meri? Kalau soal cantik dan muda memang aku akui kamu yang lebih unggul terus apa yang buat kamu cemburu ? Oh iya, dulu kamu mek up tidak begini deh, tapi kenapa akhir - akhir ini jadi seperti ini. Ingat jangan mempermalukan dirimu sendiri. " Ucap marko bicara dengan tegas.


Julia mendengus kesal sambil mencebikkan bibirnya. Padahal dia berdandan untuk sang suami tetapi suaminya malah tidak suka dan protes.

__ADS_1


" Iya deh aku akan merubah cara ku memakai mek up " Jawab julia dengan pelan.


" Memang begitu yang benar, harus kami rubah. Makai mek up kok seperti itu , aku saja melihatnya tidak suka. Oh iya kamu tidak jadi belanja terus kita sarapan bagaimana? Masak iya aku kerja tidak sarapan dulu ?" Seru Marko menanyakan soal sarapan.


* Aduh... Kenapa aku lupa. Seharusnya aku ini tadi beli sarapan jadi saja, bubur ayam atau nasi uduk. Duh ini semua gara - gara dua bule sialan itu. Kenapa sih harus bertemu dengan mereka, dab kenapa juga mereka ada disini . Atau mereka memang datang untuk berlibur , huhh dasar bule gila * Gumam julia dalam hatinya.


" Maaf mas aku lupa beli sarapan matang. Emm.. Bagaimana kalau sarapan roto saja.?" Tanya julia .


" Ya sudah sana buatkan sekarang. Pakai selao coklat saja, jangan lupa kopi hitam. Takarannya sama seperti yang kemarin, awas kalau masih saja tidak paham " Ucap marko kesal.


Julia mengangguk dan langsung melesat pergi kedapur, buru - buru dia membuatkan sarapan untuk marko. Hanya roti tawar selai coklat dan kopi hitam saja menurut julia itu sangat mudah dan cepat. Benar saja 10 menit sarapan marko sudah terhidang dimeja makan.


*********


" Jadi pabrik kamu Can ? Hemmm... Lumayan besar dan alat - alatnya juga canggih " Ucap Leo saat melihat - lihat pabrik milik candra.


Banyak pasang mata yang melihat kearah mereka bertiga, bagaimana tidak ? Ketiga pria tampan itu saat ini ada didalam pabrik dan keadaan pabrik memang masih jam kerja, sehingga para pekerja mau tidak mau menikmati pemandangan 3 cowok tampan, ditambah yang dua seorang bule.


" Kalau dibandingkan negara kalian ini belum ada apa - apa nya bro. " Jawab candra sambil tersenyum.


" Setiap negara punya kualifikasi masing - masing Ndra. Oh iya apa bahan pokok teh ini berasal dari teh yang dipetik si sekitaran Villa. Soalnya aku lihat di dekat villa itu perkebunan teh yang sangat luas ?" Tanya Ardan dengan penasaran.


" Iya kamu betul. Kebun teh itu juga milikku, nanti kapan - kapan kalian aku ajari cara memetik teh. Apa kalian sudah puas melihat - lihatnya ? Kalau sudah sekarang kita keruangan ku saja, nanti disana kalian bisa menikmati hasil olahan teh ini " Ucap candra mengajak temannya ke ruangannya.


Ardan dan Leo mengangguk, merekapun kini berjalan menuju ruangan Candra. Ardan dan Leo kagum dengan usaha yang dimiliko oleh Candra, pabrik candra lumayan besar dan pekerjapun banyak. Kini mereka tahu jika candra memang orang kaya tetapi dia selalu bersikap sederhana.


" Ini ruangan ku , kalian bisa beristirahat disini. Kalau mau istirahat bisa disebelah sini, oh iya ini ada minuman olahan dari pabrik. Kalian bisa mencobanya, tenang saja ini gratis tanpa bayar. Tapi kalau mau dibawa pulang ya harus bayar . Hahahaaa " Ucap candra lalu tertawa dengan keras.


" Tenang saja kami nanti akan menghabiskan minuman ini. Tapi masak iya saat kami pulang kr negara kami nanti kamu tidak mau menggratiskan kami. Dasar teman pelit kamu ini " Ucap Leo yang memang lebih suka bicara ceplas - ceplos apa adanya.


" Dasar maunya gratisan. Tenang saja kalau untuk oleh - oleh pasti ada gratis untuk kalian. " Ucap candra.


Mereka bertiga menikmati minuman teh dari hasil olahan pabrik, ada kulkas mini di dalam ruangan candra sehingga mereka bisa menikmati minuman teh yang dingin.


" Oh iya cand, tadi pagi saat kami jalan - jalan pagi bertemu sama wanita yang dulu suka ngejar-ngejar kamu itu, kenapa wanita itu bisa ada didaerah ini. Bukannya dia itu ada di kota, apa dia mengikutimu sampai dia di desa ini ?" Tanya ardan dengan penasaran.


" Oh si julia. Awalnya sih dia memang mengikuti aku sampai sini. Bahkan saat tahu aku sudah menikahpun dia tidak perduli, tetap saja dia mengejar ku. Tetapi sekarang sudah tidak, karena dia sudah menikah dengan pria sini juga. Ya hitungan sekarang dia masih saudaraku meskipun jauh. Karena dia menikah dengan bang marko, ayah dari kakak ipar ku " Ucap candra menjelaskan.

__ADS_1


Hahhhh.... Ayah kakak ipar ?


**********


__ADS_2