Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Makan di kantin


__ADS_3

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


HAPPY READING


Mala benar - benar tidak pulang sampai pagi hari dan itu membuat pak andi murka. Bahkan meri ikut disalahkan karena terlalu membebaskan mala, pak andi hanya tidak mau mala mencoreng nama baik nya. Karena pak andi sudah mencium gelagat tidak enak dari mala, yang mana mala secara terang - terangan menginginkan candra.


Meripun ikut marah karena pak andi turut menyalahkannya. Menurutnya mala itu sudah dewasa bahkan mala sudah pernah menikah sehingga mala bisa menjaga dirinya dengan baik.


" Mala itu sudah besar pa ! Dia sudah dewasa , tahu mana yang baik dan buruk buat dirinya. Papa tenang saja mala pasti bisa jaga dirinya baik - baik " Ucap meri membela mala.


" Kamu sebagai seorang ibu sama sekali tidak ada khawatirnya ! Apa kamu tidak ingat saat mala menikah dengan adit? Itu akibat pergaulan bebas dan mala sampai hamil. Apa kamu mau mala hamil seperti dulu ?" Bentak pak andi dengan lantang.


" Papa !! " Teriak meri dengan lantang karena dia tidak suka pak andi menjelekkan mala.


Nafas pak andi tersengal - sengal karena amarahnya yang memuncak. Seandainya dia tidak sedang ingin berangkat bekerja pak andi akan meladeni ocehan meri.


" Papa tega ya bicara seperti itu ? Mala itu anak papa, kenapa papa tidak bisa menjaga perkataan papa. Apa papa mau mala beneran hamil di luar nikah ?" Sentak meri emosi.


" Kenapa kamu justru membalikkan pertanyaan itu kepada ku ? " Ucap pak andi dengan kesal.


Meri terdiam dia tidak bisa menjawab pertanyaan suaminya. Melihat meri yang terdiam, pak andi langsung menyambar tas kerja dan kunci mobilnya dan berjalan keluar menuju mobil yang terparkir di halaman rumah. Sesampainya di mobil pak andi masuk mobil dan menghidupkan mesin mobil meninggalkan pekarangan rumahnya.


Tepat saat mobil pak andi keluar dari pekarangan rumah, ada mobil masuk kehalaman rumah. Mendengar deru suara mobil, meri langsung melihat siapa yang datang. Terlihat mala yang baru saja turun dari mobil, begitu malan turun mobil itu pun pergi meninggalkan mala.


" Darimana saja kamu jam segini baru pulang ? Tidur dimana kamu semalam ? Dan siapa itu yang mengantarkan kamu ?" Tanya meri langsung memberondong pertanyaan.

__ADS_1


" Mama ini apa-apaan sih ? Mala itu baru pulang langsung ditodong banyak pertanyaan begitu." Seru mala cemberut.


" Cepat jawab !" Bentak meri dengan kesal.


" Semalam mala tidur dirumah Jesi ma, banyak tugas kuliah jadi sampai larut malam. Terpaksa deh mala tidur dirumah jesi. Ponselku juga mati charger jesi tidak cocok sama ponselku dan mobil tadi itu taksi online ma. " Jawab mala tidak sepenuhnya berbohong karena mobil tadi memang benar taksi online.


Mendengar cerita mala , meri sama sekali tidak curiga. Dia percaya begitu saja dan segera menyuruh mala untuk masuk kamar. Mala sendiri hanya senyum - senyum senang karena mamanya sangat mudah untuk dia bohongi.


* Yang penting mama tidak marah, soal papa nanti biar mama yang mengatasinya * Gumam mala.


**********


" Terimakasih untuk yang tadi malam " Ucap candra membuat aluna tersipu malu - malu.


Candra dan aluna saat ini ada diperjalanan menuju pabrik, mereka berangkat bersama menaiki mobil candra. Mulai pagi ini candra dan aluna akan terus berangkat bersama dan pulang bersama - sama kecuali jika aluna ada jam kekampus.


" Jangan dibahas dong kan aku malu " Seru aluna sambil memukul lengan candra.


" Kenapa harus malu ? Kan sama suami sendiri ? Lagi pula kamu dapat ide darimana sih pakai baju seperti itu ? Tahu gak semalam aku terpesona melihat istriku memakai baju dinas malam nya, jangan lupa nanti malam dipakai lagi ya ? Pakai yang hitam " Ucap candra sambil terkekeh.


" Sudah aku duga pasti ajaran dari mama. Tapi kali ini aku harus berterimakasih sama mama. Berkat mama istriku jadi semakin Hot. Aku tahu di lemari ada dua lagi, tadi pagi tidak sengaja melihatnya " Jawab candra.


" Ihh... Dasar kepo banget. Oh iya kak nanti makan siang aku izin makan di kantin pabrik ya. Aku kangen sama sahabatku tika, sudah hampir sebulan aku tidak bertemu dengannya" Ucap aluna meminta izin.


" Iya tidak apa - apa. " Jawab candra.


Tanpa terasa mobil yang dikendarai candra sudah sampai di parkiran kantor pabrik. Merekapun langsung turun dan menuju ruangannya masing - masing. Staff kantor pabrik sudah banyak yang tahu jika aluna dan candra adalah sepasang suami istri. Sekertaris baru candra juga sudah tahu.


" Selamat pagi pak candra " Sapa sekertaris candra dengan sopan.


" Pagi, apa kamu sudah menyiapkan berkas yang kemarin aku minta ?" Tanya candra.


" Sudah pak , ini berkas nya " Ucap sekertaris candra sambil memberikan berkas yang diminta oleh candra.

__ADS_1


Candra menerima berkas itu dan membawanya masuk keruangannya.


Di ruangan lain, aluna juga disibukkan dengan pekerjaannya yang sempat di kerjakan oleh mbak sari. Sebenarnya aluna tidak enak selalu merepotkan mbak sari, padahal kemarin dia tidak kekampus tetapi mama sita mengajaknya untuk berbelanja jadi terpaksa bolos kerja.


" Mbak sari maaf ya minggu - minggu ini aku sudah merepotkan mbak sari. Mbak sari pasti kerepotan karena menghandel dua pekerjaan sekaligus. " Ucap aluna merasa tidak enak dengan mbak sari.


" Sudah tenang saja, aku merasa tidak direpotkan karena semua bisa aku handel kok. Justru aku salut sama kamu, kamu kan istri pemilik pabrik ini tapi kamu masih mau capek - capek bekerja, apalagi kegiatan mu dikampus juga lumayan padat. Aku justru kasihan sama badan kamu, takut kamu sakit. " Ucap mbak sari serius.


" Terimakasih ya mbak sudah menghawatirkan aku. Tapi insya allah aku masih sanggup kok mbak, kalau aku tidak bekerja justru badan ini pegel - pegel mbak. Maklum sudah biasa kerja keras dari dulu. " Seru aluna sambil terkekeh.


" Ya sudah yuk lanjut kerja" Ucap mbak sari ramah.


Aluna dan mbak sari pun melanjutkan pekerjaanya, tanpa terasa jam istirahat sudah tiba. Seperti janjinya tadi siang, aluna makan siang di kantin pabrik sekalian menemui sahabatnya.


" Tika.... !!" Seru aluna saat mendapati tika sedang makan siang sendirian. Karena teman nya yang lain ada yang membawa bekal makan siang.


" Issh... Aku kira sudah lupa sama aku " Ucap tika pura - pura cemberut.


" Apaan sih mana mungkin aku lupa sama sahabatku yang cantik dan manis ini. Maaf ya, kemarin - kemarin papa sakit dan aku harus merawat papa terus aku juga bolak - balik kampus. " Ucap aluna menjelaskan.


" Iya- iya... Aku sudah tahu kok. Itu suami mu sudah bilang sama aku kalau kamu memang sedang repot. Tapi tetap aku akan memberimu hukuman, makan siang ku kali ini kamu yang bayar. Bagaimana ? " Tanya tika.


" Ok siapa takut !!" Seru aluna mengacungkan jempol tangannya.


Tika pun memesan bakso beranak jumbo yang memang sering mereka makan . Aluna juga memesan bakso yang sama lengkap dengan es teh nya. Kedua sahabat itu makan sambil berbincang, menceritakan soal pekerjaan dan soal kehidupan asmaranya masing - masing


Dari cerita tika,aluna bisa tahu jika saat ini tika sedang dekat dengan seseorang.Tetapi seseorang itu duda tanpa anak, sebagai sahabat yang baik aluna mendukung tika asal bukan suami orang yang dipacari oleh tika.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏❤️


LIKE, KOMENTAR , VOTE DAN FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️


__ADS_2