
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kabar Julia masuk rumah sakit sampai terdengar di telinga orang tuanya . Marko sendiri yang sudah memberitahu orang tua Julia. Sebagai orang tua tentunya mereka tetap mengkhawatirkan keadaan Julia. Apalagi Julia adalah anak mereka satu-satunya, setelah mendapat kabar dari Marko , Susan dan suaminya langsung bertolak ke desa di mana saat ini Julia tinggal.
Susan dan suaminya belum tahu masalah apa yang menyebabkan Julia sampai dirawat di rumah sakit. Karena Marko tidak memberitahu alasannya. Sekitar jam 10 pagi, orang tua Julia sudah sampai di rumah sakit. Mereka langsung menanyakan kamar rawat Julia kepada petugas rumah sakit.
" Kira-kira Julia sakit apa ya Pah kenapa dia harus dirawat di rumah sakit segala?" Tanya Susan dengan khawatir.
Semarahnya seorang ibu kepada anaknya, pasti dia akan khawtir juga saat mengetahui anaknya dirawat di rumah sakit. Apalagi selama ini Julia memang hidup jauh dari kedua orang tuanya.
" Nanti kita juga akan tahu Ma. Ulah apa lagi yang diperbuat anak itu " Jawab papa Julia dengan kesal.
Kedua orang tua Julia berjalan menuju ruangan dimana Julia dirawat. Saat mereka sudah sampai didepan kamar perawatan Julia, mereka langsung masuk begitu saja. Mereka mengira jika Julia hanya sendirian didalam, ternyata ada seorang laki - laki muda yang sedang duduk di sofa.
Pria itupu kaget dan langsung bangkit serta menanyakan siapa mereka berdua , masuk ruangan rawat orang tanpa ketuk pintu atau izin terlebih dahulu.
" Anda berdua ini siapa ?." Tanya Bobi yang memang tidak mengenali orang tua Julia.
Saat ini Julia memang sedang tertidur , sehingga dia tidak tahu jika orang tuanya datang.
" Kami orang tua Julia. Pasti kamu yang bernama Bobi kan ? Maaf kami kira tadi julia sendirian , makanya kami langsung masuk begitu saja tanpa permisi terlebih dahulu." Jawab Susan dengan ramah.
" Oh maaf om, tante. Saya tidak tahu kalau om dan tante ini orang tuanya Julia. Maaf sekali lagi, silahkan duduk om , tante. Julianya baru saja tidur, tadi selesai sarapan dia minum obat mungkin efek obat jadi dia mengantuk. " Ucap Bobi menyambut baik kedatangan orang tua Julia.
Susan dan suaminya hanya mengangguk dan merekapun ikut duduk di sofa yang sama dengan Bobi. Bobi sendiri nampak terlihat gugup dan kikuk serta takut. Apalagi melihat wajah Papa Julia yang terlihat serius tidak ada senyum sama sekali.
Bobi takut jika orang tua Julia menyalahkannya atas insiden kegugurannya Julia.
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan Julia nak Bobi ? Kenapa dia sampai dirawat di rumah sakit. ?" Tanya Susan dengan ramah namun tetap terlihat gurat kekhawatirannya.
__ADS_1
* Jadi kedua orang tua julia belum tahu jika julia itu keguguran ? * Gumam bobi dalam hatinya.
Bobi masih terdiam dia masih ragu mau berkata jujur apa mau bohong. Bobi hanya takut orang tua Julia menyalahkan dia, karena dialah Julia keguguran dan dirawat di rumah sakit.
" Emm.. Anu tante, Julia.. Julia keguguran. Jawab Bobi terbata-bata.
Deg
Kedua orang tua Julia kaget saat mengetahui Julia masuk rumah sakit karena keguguran. Bahkan mereka saja tidak tahu jika Julia itu hamil. Pak Hengki bangkit dan berjalan mendekati Bobi.
Bugghh... Bughh.. Bugghhh..
Tiga pukulan mendarat di perut Bobi. Bobi kesakitan dan nafasnya terasa sesak karena menahan sakit dari pukulan pak Hengki.
" Papa hentikan ! Jangan seperti ini pa. Bisa mati nanti anak orang !" Ucap Susan mencoba melerai keributan antara suaminya dan Bobi.
" Gara - gara dia Julia dan Marko bercerai. Bahkan Julia sampai hamil karena dia. " Seru pak Hengki dengan kesal.
" Iya Pa , mama tahu. Tapi papa Jangan menyalahkan Bobi sendiri. Salahkan juga Julia , Papa lebih tahu bagaimana Julia selama ini, jadi jangan menyalahkan sepihak saja Pa." Ucap Susan melerai keributan dan mencoba bicara baik-baik dengan suaminya Pak Hengky memang orang nya mudah sekali emosi.
Pak hengki membuang nafasnya dengan kasar, nafaasnyapun tersengal - sengal karena emosinya yang belum selesai. Dia kembali duduk di tempatnya semula sembari melihat kearah bobi yang masih memegangi perutnya yang terasa sakit.
Mendengar ada keributan di kamarnya serta tidurnya pun terganggu, Julia akhirnya terbangun. Dan dia juga kaget saat terbangun mendapati kedua orang tuanya sudah ada di dalam kamarnya. Mata Julia melihat ke arah Bobi yang memegangi perutnya, serta wajah yang nampak seperti orang kesakitan.
* Ada apa dengan Bobi ? Apa papa tadi memukuli bobi ? Sudah pasti Papa marah sama Bobi. Tapi kasihan juga Bobi kalau tadi benar mendapatkan pukulan dari papa. * Gumam Julia dalam batinnya.
" Mama ,Papa ? Kapan datang ?" Tanya Julia akhirnya memberanika diri untuk menyapa kedua orang tuanya.
Mendengar Julia yang sudah menyapanya, Susan dan Hengki langsung bangkit dan mendekati ranjang di mana saat ini Julia sedang berbaring.
" Dasar anak tidak tahu diri. Bisanya bikin malu saja, kamu hamil lagi, beruntung sekarang ketahuan siapa bapaknya ! Kalau sampai kejadian seperti Kenzo itu terjadi lagi. Papa dan Mama sudah tidak akan perduli lagi sama kamu, dan kamu akan papa coret dari kartu keluarga. Dan kamu sedikitpun tidak akan mendapat warisan dari kami." Ucap Pak Hengki dengan marah. Jelas sekali gambaran amarah di wajah pak Hengki.
" Maaf pa, lagipula Julia sudah keguguran jadi anak itu sudah tidak ada lagi. Sore inipun Julia sudah bisa pulang dari rumah sakit. Jangan seperti itu dong pa, julia ini anak papa satu - satunya. Harta papa kalau tidak jatuh sama julia mau papa wariskan sama siapa pa ?" Tanya Julia dengan berani dia menjawab amarah papanya.
Pak Hengki terlihat semakin kesal dan marah dengan pernyataan Julia. Begitu gampangnya julia berkata sudah keguguran dan anak itu tidak ada. Keguguran tidaknya, Julia sudah membuat malu lagi kedua orang tuanya. Pak Hengki mengepalkan kedua tangannya, ingin sekali dia menampar Julia.
__ADS_1
Susan yang melihat suaminya mengepalkan tangannya, langsung mengusap lengan sang suami. Agar suaminya lebih sabar dan bisa mengontrol emosinya , apalagi saat ini mereka sedang ada di rumah sakit.
" Pak kontrol emosinya, jangan sampai ada keributan di sini. Ijgat sekarang kita masih di rumah sakit kalau sampai ada keributan kita juga yang akan malu. Nanti kita pasti akan diusir dari rumah sakit ini. Sudah papa kendalikan emosi papa. Papa sabar dan istighfar." Ucap Susan sambil mengusap lengan sang suami dengan lembut.
Pak Hengki mengucap Istighfar dalam hati l, diapun memilih untuk kembali duduk bersama Bobi. Tidak mau berada di dekat Julia . Berada di dekat julia yang ada emosinya akan semakin memuncak dan tidak terkendali lagi. Dia membiarkan istrinya saja yang bicara dengan Julia.
" Kamu ini memang bikin malu Julia. Mau sampai kapan kamu seperti ini? Hamil tanpa menikah, apalagi Bobi itu suami orang. Kamu tarok mana urat malu kamu julia ?" Tanya Susan dengan geram melihat tingkah Julia.
" Maaf ma. Julia lupa pakai pengaman, soalnya lebih enak yang tanpa pengaman. Lagipula Bobi berjanji mau menikahi Julia tapi tunggu dua bulan lagi setelah masa iddah ku hanis. " Ucap Julia menjawab seenaknya saja.
" Bobi itu sudah punya istri Julia, lebih baik setelah sembuh kamu ikut mama dan papa pulang. Bila perlu setelah keluar dari rumah sakit kamu ikut mama dan papa pulang . Jangan tinggal di sini lagi , terlalu lama kamu tinggal di sini hidupmu semakin tidak terarah. Lagi pula warga sini tidak akan marah jika kamu dan bobi tidak jadi menikah , yang penting kamu keluar dari kampung ini." Ucap Susan yang mulai terpancing amarahnya.
* Semoga saja Julia mau pulang dengan orang tuanya, sehingga aku tidak perlu menikahinyam. Jadi tidak tambah lagi beban hidupku * Gumam Bobi dalam hatinya.
Pak Hengki memperhatikan Bobi dengan lirikan yang tajam. Dia tidak pernah menyangka jika laki - laki kampung seperti ini bisa menghamili Julia, bahkan membuat marko menceraikan Julia.
" Kamu sudah beristrikan ? Jadi apa yang membuat berselingkuh dengan istri orang ?" Tanya pak Hengki dengan ketus.
" Iya saya sudah beristri. Aku suka dengan tubuh julia, aku suka dengan permainan Julia " Jawab bobi dengan polosnya.
" Dasar lelaki mata keranjang. Kalau kamu menikah dengan anakku , mau kamu kasih makan apa dia ? Sedangkan kamu juga sudah punya istri, yakin kamu bisa menafkahi anakku dengan layak ? Satu lagi, kamu serius mau menikahi Julia ?" Pertanyaan pak Hengki membuat Bobi bingung untuk menjawabnya.
Jika dia jawab jujur pasti orang tua Julia akan marah karena mau dengan tubuh julia tetapi tidak mau menikahi Julia. Pasti orang tua julia akan beranggapan bobi seorang lelaki pengecut. Jika dia jawab bersedia menikahi Julia, sama saja dia membohongi dirinya sendiri. Sebab dia tidak sanggup untuk menafkahi dua orang istri.
" Julia tidak mau ikut pulang mama dan papa ! " Jawab Julia dengan lantang, sehingga membuat pak hengki dan bobi langsung mengalihkan pandangan kearah Julia.
" Kamu ini kalau dikasih tahu Mama tidak pernah sama sekali menurut. Dulu awal kamu datang ke kampung ini karena kamu mengejar Candra . Setelah Candra tidak bisa kamu dapatkan , kamu mendekati Marko. Setelah sama Marko justru kamu berselingkuh sama Bobi, sekarang apalagi yang kamu harapkan Julia.?" Tanya Susan dengan kesal.
" Pokoknya aku tidak mau pulang ke kota, aku lebih nyaman tinggal di sini ma. " Jawab Julia tetap bersikukuh tidak mau pulang ke kota.
Hhhaaaahhhh
Susan sudah tidak tahu lagi harus membujuk Julia bagaimana agar dia mau ikut pulang ke kota. Susan tidak yakin jika Julia tetap tinggal di kampung ini, akan bisa berubah. Justru yang ada hidup Julia semakin tidak terarah. Bisa jadi , kejadian seperti sekarang ini akan terulang lagi . Hari ini Bobi yang menjadi selingkuhan Julia . Tidak akan tahu siapa lagi yang akan menjadi pria selingkuhan Julia.
Susan benar - benar malu dengan kelakuan Julia. Susan dan Hengki seakan sudah tidak ada muka lagi di depan teman - teman dan keluarganya. Sebab identitas kenzo yang ternyata anak Julia sudah diketahui oleh orang lain.
__ADS_1
************