Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Hampir saja


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Cciiiiiitttttttt


Suara rem mobil Marko terdengar sangat nyaring. Marko mengerem mobilnya secara mendadak karena tiba-tiba ada seorang perempuan yang menyeberang tanpa melihat kanan dan kiri terlebih dahulu. Beruntung Marko segera menyadarinya, dan diapun langsung mengerem secara mendadak sehingga kecelakaan pun bisa terhindarkan.


Jantung Marco masih dag dig dug dan berdebar tidak menentu. Bukan berdebar karena sedang jatuh cinta, tetapi berdebar karena kaget dan hampir saja terjadi kecelakaan. Setelah tenang , Marko pun keluar dari mobilnya dan melihat wanita yang hampir saja dia tabrak.


" Mbak tidak apa - apa ? Lain kali kalau mau menyebrang tengok kanan kiri dulu mbak. Beruntung kendaraan lagi sepi sehingga kecelakaan bisa terhindarkan. Coba kalau tadi kendaraan sedang ramai sudah pasti terjadi kecelakaan beruntun." Ucap Marko sedikit marah karena bagaimanapun perempuan itu yang salah dia menyebrang secara tiba-tiba tanpa melihat kanan kiri terlebih dahulu.


" Maaf , saya tadi buru-buru sehingga tidak memperhatikan jalanan. Maaf... " Ucap wanita itu dengan takut sambil memegangi sikunya.


Marko melirik ke arah siku wanita itu,ternyata siku wanita itu terluka. Mungkin karena tadi kaget dan dia terjatuh sehingga sikunya mencium aspal jalan. Merasa kasihan dengan wanita itu, Markopun mengambil kotak P3K yang ada di mobilnya dan segera mengobati luka wanita itu. Namun sebelumnya Marko menepikan mobilnya terlebih dahulu dan meminta wanita itu untuk menepi di pinggir jalan.


" Maaf biar saya obati sendiri mas, saya bisa sendiri. " Tolak wanita itu secara halus. Sepertinya wanita itu tidak nyaman karena Marko hendak memegang tangannya.


" Oh ya sudah ini cepat kamu obati luka kamu sebelum darahnya sampai mengenai baju kamu. " Seru Maro dengan suara yang mulai terdengar ramah.


Wanita itupun menganggak, lalu menerima kotak P3K yang diberikan oleh Marko. Dengan pelan dia mengobati lukanya sendiri. Setelah selesai kotak P3K itu kembali diserahkan kepada Marko dan tidak lupa wanita itu mengucapkan terima kasih. Wanita itu tetap meminta maaf karena tadi hampir saja mencelakai Marko.


" Memangnya mbak mau ke mana sih ? Sampai jalan buru-buru begitu. " Tanya Marco ingin tahu.


" Saya mau berangkat kerja. Tadinya hari ini saya libur tapi Boss tadi menelpon saya, dan menyuruh saya berangkat karena hari ini ada banyak orderan. Jadi saya berangkat kesiangan , jalan buru-buru tanpa melihat kanan dan kiri. Ucap wanita itu menjelaskan.

__ADS_1


" Tapi tetap saja kamu jangan jalan seperti tadi. Beruntung tadi aku langsung mengerem. Ya sudah kalau begitu mari saya antar kamu ke tempat kerja kamu, biar kamu cepat sampai. " Ucap Marko menawarkan jasa.


Wanita itu terlihat berpikir, dia sepertinya takut dan ragu menerima tawaran dari Marko. Sebab mereka juga tidak saling mengenal bahkan namanya pun mereka tidak saling tahu. Marko melihat keraguan dalam diri wanita itu.


" Sudah jangan takut aku bukan orang jahat aku tidak mungkin macam-macam sama kamu. Ucap Marko menyakinkan wanita itu.


" Baiklah saya terima niat baik Anda. " Ucap wanita itu.


Marko dan wanita itu berjalan kearah mobil, lalu masuk kemobil. Marko tidak masalah saat wanita itu duduk di kursi belakang. Marko tahu jika perempuan itu pasti masih takut karena mereka belum saling mengenal.


" Kamu kerja dimana ?" Tanya marko mulai membuka keheningan.


" Di toko Kue Selera rasa." Jawabnya cepat.


" Oh toko kue itu, nama kamu siapa ? Kalau aku marko, terserah kamu mau panggil mas, pak atau om. Karena aku memang sudah berumur, sudah kepala 4 lebih. " Ucap marko bicara dengan lancar.


Marko hanya menganggukkan kepalanya saja, dia sudah tidak bertanya lagi karena sudah tahu nama wanita itu. Setelah 15 menit mobil marko sudah sampai didepan toko kue tempat kerjanya Mina. Mina turun dari mobil dan tidak lupa mengucapkan terimakasih kepad Marko.


Setelah Mina turun dari mobil, Marko kembali melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang dia tuju, yang tidak jauh dari toko kue tempat Mina bekerja. Mungkin hanya butuh perjalanan sekitar 10 menit lagi.


*********


" Ibu Aluna kenapa sekarang kok sombong sih ? Kalau ditegur cuma senyum tipis saja ." Ucap Arman yang masih saja berusaha mendekati Aluna.


Aluna sudah tahu jika Arman menaruh hati kepadanya. Aluna sebisa mungkin akan menjaga jarak dari Arman. Tidak akan ada hubungan yang lebih antara dosen dan mahasiswanya, mereka akan berintetaksi saat dikelas saja. Kecuali jika memang ada materi yang ingin ditanyakan saat di luar jam pelajaran.


" Maaf ya Arman, saya sudah berulang kali menegaskan. Tolong kamu jangan seperti ini, saya biarpun masih muda atau umur kita tidak jauh. Saya ini dosen kamu dan kamu mahasiswa saya. Saya tahu kamu mempunyai perasaan lebih kepada saya tapi saya sudah bersuami bahkan saya sudah mempunyai anak. Jika kamu masih saja terus mengganggu saya, saya tidak akan segan memberi kamu pelajaran." Ucap alunan dengan tegas.


" Maaf Bu, rasa ini memang salah tidak semestinya aku mempunyai rasa kepada ibu. Tapi Ibu harus yakin saya tidak akan mengganggu rumah tangga Ibu. mungkin rasa saya ini hanya bisa saya pendam saja dan saya tidak mau dikatakan pembinor." Ucap Arman dengan mengulas senyum tipis.

__ADS_1


" Baguslah kalau seperti itu. Maaf Arman, bukan saya gila jabatan atau kehormatan tapi tolong hargai saya di sini sebagai dosen kamu." Ucap Aluna lagi.


Setelah bicara seperti itu Aluna langsung masuk mobilnya dan meminta pak sopir untuk segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran kampus. Aman memandang kepergian aluna dengan tatapan yang nanar. Baru pertama kali merasakan jatuh cinta kepada lawan jenisnya, namun rasa cintanya tidak terbalaskan bahkan wanita yang dia cintai ternyata istri orang lain.


" Semoga kebahagiaan selalu menyertai ibu aluna dan keluarganya. Maafkan aku bu, mungkin rasa cinta ini salah dan mungkin juga aku memang hanya terobsesi sama ibu. Sebelum semuanya semakin rumit, lebih baik aku yang menjauh. Sebenarnya tadi aku hanya ingin berpamitan dengan ibu saja, karena besok lusa aku sudah pindah keluar kota ikut dengan kedua orang tuaku dan akan berkuliah di sana." Arman bermonolog sendiri.


Arman pun menuju ke parkiran motor dan mengambil motornya yang terparkir di sana. Setelah itu arman meninggalkan parkiran kampus.


* Ada-ada saja kelakuan Arman itu, semoga saja dia mendapatkan wanita dan jodoh terbaik. Meski bagaimanapun arman dulu pernah menolongku, saat aku hampir saja terjatuh di saat aku masih hamil. Mungkin kalau saat itu Arman tidak menolong ku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kandunganku. " Gumam Aluna masih mengingat kebaikan Arman.


Sebelum sampai rumah Aluna meminta Pak sopir untuk mampir ke toko kue langganannya terlebih dahulu. Karena dia ingin membeli kue pesanan Mama mertuanya. Aluna juga membeli beberapa macam kue untuk diberikan kepada Mala dan Mama Meri, sudah lama juga alunan tidak berkunjung ke rumah orang tuanya.


Setelah selesai membeli kue Aluna kembali ke mobil , tik lupa juga aluna membelikan untuk pak sopir dan bibi. Pak sopir dengan cepat mengendarai mobil menuju rumah, nanti sore rencananya Aluna akan berkunjung ke rumah orang tuanya. Aluna sendiri sudah meminta kepada mala agar datang sekalian di rumah orang tuanya. Mereka ingin makan malam di rumah Mama Meri dan Pak Andi.


[ Kak mala nanti malam jadikan kerumah mama ? Kita makan malam dirumah mama, sudah lama nih tidak makan malam sama - sama. ] Aluna mengirim pesan untuk mala.


Kebetulan mala memang sedang bersantai sehingga pesan dari alunan cepat dibalasnya.


[ Iya Aluna jadi kamu mau menginap apa pulang? Sesekali menginap yuk di rumah mama biar seru, lagi pula kita sudah lama loh tidak kumpul.]


[ Iya kak , boleh tu. Ide bagus kak. Jangan kabari mama dan papa kak, biar jadi kejutan untuk mereka berdua. ]


[ Nah kamu betul itu Lun, baiklah kalau begitu sampai ketemu nanti malam ya. Maaf aku tutup dulu ya teleponnya, lagi goreng ikan nih. ]


[ Ok kak. Assalamualaikum]


[ Waalaikumsalam ]


*******

__ADS_1


__ADS_2