Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Permintaan maaf Julia


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Julia pulang dengan isak tangis yang tidak dapat lagi tertahan, dia menangis sesungguhkan karena penolakan dan pengusiran yang dilakukan oleh Marko. Bahkan Julia saja tidak diizinkan untuk masuk ke rumah Marko terlebih dahulu.


Julia mengendarai mobilnya menuju rumah Aluna dan Candra, dia sengaja datang ke rumah Aluna sebab dia ingin meminta tolong kepada Aluna dan Candra untuk berbicara dengan Marko, agar Marko mau bicara dengannya.


" Semoga saja Aluna dan Candra menerima kedatanganku dengan tangan terbuka. Aku hanya ingin bicara empat mata dengan Marko, setelah itu jika Marko tidak mau rujuk denganku akupun tidak akan memaksanya. Semoga Aluna atau Candra bisa membantuku." Ucap Julia sudah tidak menangis lagi.


Mobil Julia membelah jalanan menuju rumah Aluna. Tidak butuh waktu lama mobil Julia sudah berada dihalaman depan rumah Aluna. Baru saja turun dari mobil Julia sudah disambut dengan pemandangan yang membuat Julia terharu. Julia melihat Aluna yang sedang bermain dengan anaknya , tawa lepas mereka terdengar sampai telinga Julia.


* Aluna kelihatannya bahagia sekali bermain dengan anaknya. Kenapa aku jadi sesedih ini melihat kedekatan Aluna dengan anaknya. Apa mungkin karena dulu aku tidak bisa seperti itu dengan kenzo? Bahkan sampai sekarangpun aku tidak bisa sedekat itu dengan anakku sendiri. Aku sudah pernah mendekatinya, namun justru kenzo ketakutan.* Gumam Julia dalam batinnya.


Melihat pemilik mobil tidak turun juga membuat Aluna penasaran siapa sebenarnya orang yang ada didalam mobil itu. Aluna mencoba menghampiri mobil itu, namun baru saja melangkah Julia sudah lebih dulu turun dari mobil dan itu berhasil membuat Aluna terkejut dengan kedatangan Julia yang secara tiba - tiba.


" Julia " Lirih Aluna sambil membulatkan matanya.


Julia tersenyum dan berjalan mendekati Aluna, Aluna masih nampak syok dengan kedatangan Julia. Sampai Julia berdiri tepat dihadapannya pun dia masih saja bengong.


" Apa kabar Aluna?" Tanya Julia menyapa Aluna namun Aluna masih nampak terdiam.

__ADS_1


" Haii Aluna " Seru Julia sembari menepuk pundak Aluna pelan baru Aluna tersadar dari rasa terkejutnya.


" Eehh iya Julia. Kamu kenapa bisa sampai desa ini lagi ? Apa yang ingin kamu lakukan disini? Apa kamu tidak takut dengan warga?" Tanya Aluna secara beruntun.


Namun hanya dijawab dengan sebuah gelengan kepala saja oleh Julia. Aluna akhirnya mengajak Julia untuk masuk kerumahnya dan meminta bibik untuk mengajak Rayyan bermain ditaman belakang. Rayyan tidak menolak saat bibik mengajaknya bermain.


" Ada apa Julia? Apa kamu mau bikin masalah lagi?" Tanya Aluna waspada.


" Maaf kalau kedatanganku membuat kamu kaget. Aku datang kesini hanya ingin meminta tolong sama kamu Lun. Emm.. Aku tadi sempat datang kerumah mantan suamiku tetapi aku diusir." Ucap Julia langsung menceritakan apa yang tadi terjadi.


" Maksud kamu, tadi kamu datang ke rumah papa Marko ? Dan kamu diusir ? Terus kamu datang kerumah ku mau meminta tolong apa ?" Tanya Aluna lagi dengan tidak sabarannya.


Julia diam sesaat dan mencoba merangkai kata - kata terlebih dahulu sebelum dia mengucapkan kepada Aluna. Julia beranggapan jika dia berbicara dengan lugas dan hati - hati Aluna akan mau menolongnya.


" Aku ingin meminta tolong sama kamu. Emm... Mau kah kamu bicara dengan mas Marko jika aku ingin bicara empat mata dengannya.Tadi aku sudah datang kerumahnya dan meminta untuk bicara dengannya tapi dia menolak dan mengusirku." Seru Julia lagi.


" Tolonglah Aluna sekali ini saja." Seru Julia memohon dengan mengatupkan tangannya.


" Maaf aku tidak bisa !" Jawab tegas Aluna.


Julia terlihat bersedih atas penolaksn Aluna. Padahal harapannya hanya Aluna, namun Aluna justru menolaknya secara mentah - mentah. Julia benar - benar sedih, niatnya datang ke desa ini hanya ingin bertemu dengan Marko namun justru Marko tidak mau menemuinya.


" Sebenarnya maksud kamu ingin menemui papa Marco itu apa? kamu kan tahu kalian tidak mungkin bisa bersatu atau rujuk kembali. Papa Marko sudah bahagia dengan rumah tangga barunya. Jadi kamu jangan mengganggunya lagi, apa kamu mau diusir secara paksa oleh warga ? Ingat Julia, nama kamu di desa ini sudah tercoreng. Jadi kamu jangan bersikap macam-macam di sini."Ucap Aluna kembali mengingatkan Julia.


" Aku hanya ingin bertemu dan bicara dengan mas Marko. Aku hanya ingin melihatnya agar rasa rindu dan kangen ini bisa terobat. Setelah itu aku tidak akan mengganggu rumah tangga mas Marko lagi. Mungkin aku memang salah ingin bertemu dengan mantan suamiku yang sudah menikah dengan wanita lain. Tapi rasa rindu ini sangat berat, jujur aku masih mengharapkan bisa berumah tangga dengan mas Marko. Tetapi setelah tadi mas Marko mengusirku, sepertinya itu hal yang mustahil untuk aku bisa kembali bersamanya. Apalagi saat ini dia sudah mempunyai istri dan istrinya juga sedang hamil." Ucap Julia bicara cukup panjang.

__ADS_1


Aluna tertegun dengan apa yang barusan dikatakan oleh Julia. Sebab apa yang barusan dikatakan oleh Julia sama sekali tidak ada nada bicara yang kasar ataupun sombong. Baru kali ini Julia bicara dengan Aluna menggunakan bahasa yang lembut dan sangat mudah untuk dipahami.


" Tapi Julia kamu tidak boleh seperti ini. Tadi kamu kan sudah datang ke rumahnya papa Marko dan kamu diusir, itu berarti Papa Marko ingin menjaga perasaan istrinya. Dan dia tidak mau lagi berurusan dengan kamu, apalagi saat ini istrinya sedang hamil. Tentunya harus dijaga perasaannya benar-benar." Ucap Aluna kembali menasehati Julia.


" Aluna kenapa kamu masih baik denganku? Dan masih mau bicara dengan lembut tanpa ada amarah. Padahal selama ini aku sudah jahat sama kamu dan aku juga pernah ingin mencelakai kamu. Jika ingat masa itu, jujur aku sangat malu dan sangat menyesal atas semua perbuatanku itu, Aluna. Aluna aku datang kesini juga ingin meminta maaf sama kamu atas apa semua yang sudah pernah aku lakukan kepadamu."Ucap Julia sambil menundukkan kepalanya.


Aluna sangat senang melihat perubahan Julia, meskipun saat datang tadi sudah sempat membuat Aluna ingin marah. Namun ternyata dia tidak ada maksud untuk menghancurkan rumah tangga Marko dan Mina. Bahkan Julia berani meminta maaf dan mengakui semua kesalahannya di waktu dulu.


" Tanpa kamu meminta maaf dari jauh-jauh hari Aku sudah memaafkan kamu Julia. Yang penting sekarang kamu tidak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi. Dan aku hanya mendoakan semoga suatu saat nanti kamu bisa mendapatkan laki-laki yang bisa membahagiakan kamu dan menjadi imammu untuk dunia akhirat." Ucap Aluna dengan ikhlas dan tulus.


" Terima kasih Lun, kamu sudah mau memaafkan aku. Aku titip salam untuk Candra, sampaikan salam maafku untuknya . Kalau begitu aku permisi dulu ya Lun, nanti kapan-kapan aku akan main lagi ke sini." Seru Julia berpsmitan pulang.


" Iya aku tunggu kedatanganmu. Oh iya mas Candra ada dirumah kok, dia ada diruang kerjanya. Apa kamu mau aku panggilkan dia , biar kamu meminta maaf langsung pada dia."Seru Aluna sambil tersenyum dengan ramah.


" Tidak usah Aluna. Kamu sampaikan saja salam maafku tadi. Sudah semakin sore aku harus segera pulang." Ucap Julia menolak secara halus.


Julia bangkit dan menyalami Aluna, Aluna memeluk Julia dengan penuh rasa keikhlsan. Setiap manusia pasti punya salah dan dosa. Allah saja maha pemaaf jadi kita sebagai makhluk ciptaan Allah juga harus bisa memaafkan seseorang apalagi orang itu sudah meminta maaf kepada kita terlebih dulu. Berdosa bagi kita jika tidak mau memaafkan orang yang sudah meminta maaf kepada kita.


Mobil Julia sudah meninggalkan pekarangan rumah Aluna. Ada sedikit kelegaan dihati Julia, meskipun dia tidak bisa bicara dengan Marko namun dia lega bisa meminta maaf secara langsung kepada Aluna.


Kesalahannya kepada Aluna yang sampai saat ini masih dia ingat, hampir saja dia mencelakai Aluna dan bayi dalam kandungan Aluna dengan minuman yang sudah dicampur dengan obat peluruh kandungan. Jika teringat hal itu sungguh membuat Julia merasa sangat bersalah.


" Apa yang dikatakan Aluna benar. Aku tidak boleh mengganggu rumah tangga mas Marko. Biarkan dia bahagia dengan istri dan calon anaknya nanti." Ucap Julia pada dirinya sendiri.


Julia justru teringat dengan kenzo, selama ini dia sudah mengabaikan keberadaan anak kandungnya sendiri demi mengejar dunia nya sendiri dan kebahagiaannya sendiri. Tidak pernah sekalipun dia menunjukan kasih sayangnya kepada anaknya. Jadi wajar jika Kenzo tidak dekat dengannya.

__ADS_1


*************


__ADS_2