Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Kabar wisuda mala


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Duh anak Papa makin menggemaskan, mau juga dong Papa minum asinya . Sisain ya sayang, kalau jatahnya papa kan buat nanti malam. Saat Rayyan sudah tidur. Ucap Candra sambil melirik ke arah Luna.


Aluna menggelengkan kepala sambil senyum - senyum, suaminya itu memang semakin hari semakin aneh. Bahkan selalu saja mesum. Anak lagi minum Asi masih saja digangguin.


" Mas jangan gangguin dulu dong. Nanti anaknya tersedak loh." Ucap Aluna menghentikan keisengan sang suaminya.


" Heheee habis gemes sih. Gemes sama anaknya gemes juga sama Mamanya , dua-duanya sama-sama menggemaskan . Tapi kalau mamanya menggemaskan saat malam hari apalagi saat di atas ranjang." Seru Candra semakin menggoda Aluna.


" Tidak lucu deh mas bicara seperti itu. Ada anak loh, nggak malu apa." Ucap Aluna sedikit cemberut sambil mengerucutkan mulutnya.


Candra mencubit gemas pipi Aluna yang semakin mengembang. Semenjak habis melahirkan, pipi Aluna semakin mengembang namun badannya tetap langsing. Dan itulah yang membuat Candra semakin gemas dengan sang Istri tercintanya.


" Rayyan itu masih kecil bahkan masih bayi, mana tahu dia yang begituan. Tahunya dia cuma menangis, minum Asi dan tidur. Sudah begitu saja yang dia tahu, mau kita disini ngomongin dia yang aneh - aneh bahkan kita ngomong jorok sekalipun dia tidak akan marah. " Seru Candra sambil melingkarkan tangannya dipundak Aluna.


" Iya memang Rayyan belum tahu apa - apa. Tapi tetap juga jangan bicara seperti itu, nanti saat ramai orang atau ditempat umum kelabasan bicara seperti itukan memalukan. Oh iya mas , kata kak mala si julia mengalami keguguran dua hari yang lalu. Dan kemarin sore baru pulang dari rumah sakit. Tante susan juga datang, mungkin saja dia masih dirumah kontrakan Julia." Ucap Aluna membahas soal Julia.


Membicarakan soal julia , Candra baru ingat jika kemarin mamanya bercerita, jika dia habis bertemu dengan tante Susan . Tante Susan sendiri yang datang ke rumah mama Sita dan menceritakan soal permasalahan Julia.

__ADS_1


" Iya, kata mama kemarin tante susan datang kerumah mama dan dia bercerita soal kelakuan Julia sambil menangis. Sebenarnya kasihan juga tante susan dan Om Hengki , punya anak semata wayang tapi anaknya salah arah . " Ucap candra merasa kasihan dengan kedua orang tua julia.


Aluna mendengarkan cerita Candra dengan seksama, dia serius sekali mendengarkan cerita Candra. Seolah dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh tante Susan. Orang tua mana yang tidak sedih melihat anaknya yang terjerumus dalam pergaulan bebas, bahkan sudah sampai dua kali hamil tanpa menikah. Apalagi Julia itu anak satu-satunya, yang seharusnya bisa menjadi kebangaan orang tuanya.


Membicarakan masalah Julia memang tidak ada habisnya. Dari pertama kali Aluna mengenal Julia, seakan Julia itu sudah seperti selebritis yang banyak sensasinya. Dari mulai ingin meracuni Aluna , ingin merebut Candra , hubungannya dengan Marko. Bahkan sekarang hubungab perselingkuhannya dengab Bobi lengkap sudah cerita hidup Julia.


" Julia itu sudah seperti Artis saja ya mas. Bahkan masalahnya itu menjadi konsumsi publik, kalau aku jadi julia mungkin aku tidak berani keluar rumah lagi. " Ucap Aluna sambil terkekeh.


" Jangan dong , kalau kamu jadi julia mas menikah sama siapa dong ? Terus anak ganteng ini bagaimana ?" Ucap Candra malah menanggapi cerita Aluna dengan bercanda.


Aluna melengos begitu saja. Bahkan dia juga mendengus dengan kesal . Dia kesal dengan jawaban suaminya , yang diajak bicara serius malah ditanggapi dengan bercandaan.


" Kenapa kok manyun? kurang jatahnya?." Tanya Candra semakin terus meledek aluna, sehingga aluna semakin kesal dengan sang suami.


" Tau ah gelap " Jawab Aluna dengan singkat semakin cemberut.


********


Pagi ini Mala datang kerumah sakit untuk memeriksakan kandungannya, dia datang bersama Surya sekalian dia berangkat bekerja. Kebetulan memang rumah sakit tempat mala memeriksakan kandungan adalah rumah sakit di mana Surya bekerja. Sebab hanya rumah sakit itulah yang dekat dengan tempat tinggal mereka. Jika harus ke rumah sakit lain harus menempuh perjalanan sekitar 2 setengah jam perjalanan.


Mala dapat nomor antrian 3 ,sekitar jam 9 mala baru masuk ke ruang pemeriksaan . Namun sayang Surya tidak bisa menemani mala, karena pekerajaannya tidak bisa ditinggalkan. Apalagi memang masih jam kerja Surya, sehingga dia tidak mudah untuk keluar begitu saja.


Sekitar jam setengah sepuluh mala sudah keluar dari ruangan pemeriksaan. Lalu mala mengambil obat di tempat penebusan obat sembari menunggu Surya untuk mengantarkannya pulang.


" Alhamdulillah kamu sehat didalam sini sayang. Kita tunggu papa dulu ya, karena papa masih sibuk dengan pekerjaannya. Nanti kalau papa masih saja sibuk , kita pulang naik taksi online saja ya sayang. " Ucap mala sambil mengusap perutnya.

__ADS_1


Setelah 30 menit menunggu akhirnya Surya datang menghampiri mala. Surya sudah meminta izin 1 jam untuk mengantarkan istrinya pulang . Karena mala memang sedang hamil, Suryapun diizinkan untuk mengantarkan sang istri pulang terlebih dahulu.


" Maaf ya sayang sudah lama menunggu. Mau pulang sekarang apa nanti ?." Tanya Surya dengan lembut.


" Iya mas tidak apa-apa. Kalau mas Surya sedang sibuk aku pulang naik taksi online saja tidak apa-apa mas. Nanti mengganggu jam kerjanya mas Surya loh , kan tidak enak kalau setiap habis mengantarkan mala cek kandungan , mas harus izin terlebih dahulu. " Ucap mala merasa tidak enak sudah mengganggu jam kerja suaminya.


" Tidak apa-apa sayang. Mas tadi sudah izin 1 jam kok. Ya sudah yuk, kalau begitu kita langsung pulang saja. " Ucap Surya sembari melingkarkan tangannya di pinggang mala.


Mala mengangguk setuju sembari mengulas senyum ke arah surya dan dibalas senyum manis juga oleh Surya. Benar-benar pasangan yang romantis , membuat iri siapapun yang melihatnya. Mereka berjalan menuju lobby rumah sakit dengan tangan surya yang tetap melingkar di pinggang mala.


" Bagaimana tadi kabar dedek bayi di dalam sini sayang." Tanya Surya sembari mengusap perut mala dengan lembut.


" Dedek bayinya baik dan sehat mas. Bulan depan kita bisa melihat jenis kelamin dedek bayinya. Semoga saja dedek bayinya cantik sepeeti mamanya. " Seru mala dengan senang.


Surya ikut tersenyum melihat istrinya yang bahagia seperti itu. Tidak ada hal yang membahagiakan selain melihat orang - orang yang kita sayangi hidup bahagia. Surya mengangguk dengan tangannya tetap fokus memegang kendali setir.


Setelah beberapa menit akhirnya mobil surya sudah sampai di depan halaman rumahnya. Rumah yang dulu dia kontrak kino sudah menjadi miliknya secara resmi.


" Mas, Bulan depan aku wisuda. " Seru Mala saat Surya baru saja menghentikan mobilnya.


" Wah benarkah sayang ?" Tanya surya ikut bahagia mendengar kabar sang istri akan wisuda.


" Iya mas benar. Masak aku bohong sih. Akhirnya apa yang aku tunggu-tunggu selama ini akan segera terjadi juga mas. Sudah bertahun-tahun aku kuliah, kurang lebih hampir 7 tahun ini dan sebulan lagi aku akan menyandang gelar sarjana mas. Ini sangat membahagiakan, tentunya mama dan papa juga akan ikut bahagia. Seharusnya sudah dari dulu aku menjadi sarjana, tetapi karena kesalahan ku semuanya jadi terbengkalai. Tapi aku tetap bahagia, akhirnya aku bisa menyelesaikan kuliahku. " Seru Mala bicara dengan bahagia.


" Istriku memang luar biasa " Ucap Surya.

__ADS_1


Surya memeluk mala dengan hangat, surya benar - benar bangga mempunyai istri seperti mala.


***********


__ADS_2