Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Teman pria meri


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Ma, bagaimana ini ? Papa tidak mau pulang terus kita bagaimana ? Kenapa mama diam saja sih , seharusnya tadi mama rayu papa agar papa mau diajak pulang. " Seru mala menyalahkan mamanya.


Meri masih kesal sehingga tidak menjawab apa yang dibicarakan oleh mala. Sepertinya meri sedang memikirkan sesuatu rencana untuk merebut candra dari Aluna. Sampai kapaanpun dia tidak akan membiarkan aluna lebih bahagia dari anaknya, mala. Padahal aluna sama - sama terlahir dari rahim yang sama.


" Mama mau kekamar dulu. Jangan ganggu mama, mama mau istirahat. " Seru meri bangkit lalu masuk kekamarnya.


Melihat mamanya masuk kamar, mala juga masuk kamarnya.


Sedangkan didalam kamar mama meri menghubungi seseorang, seseorang yang sudah puluhan tahun tidak dia hubungi. Namun kali ini dia terpaksa menghubunginya demi kebahagiaan mala sang anak tersayangnya.


[ Hallo.... ] Suara meri terdengar ragu - ragu menyapa orang yang diteleponnya.


[ Meri ] Jawab seseorang yang meri telepon.


[ Iya aku meri, ternyata telingamu masih tajam mengingat suara ku. Aku ada perlu dengan mu, apa kamu ada waktu menemui ku ?]


[ Untuk mu apa sih yang tidak bisa. Ada hal apa sampai kamu menghubungi ku ? ]


[ Tidak bisa aku bicarakan di telepon. Kita ketemuan saja di tempat dulu kita sering bertemu, kamu masih ingat kan ?]


[ Tentu aku masih ingat meri ku sayang . Jam berapa kita bertemu sayang ]


[ Jam tujuh pagi di hotel XX, jangan sampai telat ]


[ Memangnya kamu tidak dimarah suami mu keluar malam - malam ? Kalau suamimu tahu kamu menemuiku pasti dia akan murka. Hahahaaaa ]


[ Itu urusan ku. Sudah yang penting kamu datang dan jangan sampai telat. ]


[ Ok sayang aku tidak akan telat karena aku sangat merindukau, 12 tahun kita tidak bertemu. Aku juga merindukan tubuhmu meri sayang ]


[ Diam kamu ! Kita sudah sama - sama tua jangan cuma mikirin soal ranjang. Sudahlah.. ]


Klik

__ADS_1


Meri mematikan sambungan teleponnya lalu membuang teleponnya di atas kasur. Meri berbaring di kasur untuk merilekskan tubuhnya yang penat dengan segala kejahatannya.


* Terpaksa aku menghubungi b@jin9@n itu , kalau bukan karena mala aku tidak mau berurusan dengan nya lagi. * Gumam meri dalam hatinya.


*********


Di kontrakan Candra


Aluna sedang memasak untuk makan malam mereka, kebetulan candra tidak ada pekerjaan sehingga dia membantu aluna memasak.


" Kak candra memang bisa masak ?" Tanya aluna sambil mengiris bawang merah.


" Bisa dong. Tapi aku selama di kontrakan ini memang tidak pernah memasak karena aku malas. Namun sesekali masak,cuma buat mie instan saja. " Ucap candra sambil terkekeh.


" Makan mie instan terus tidak bagus kak. " Seru aluna mulai menggoreng bawang.


" Iya juga sih. Ini sudah selesai mau langsung dimasak atau dicuci dulu ?" Tanya candra.


" Ih ya dicuci dulu dong kak, masak iya langsung dimasak. Nah kan ketahuan kalau tidak bisa memasak " Seru Aluna sambil menunjuk ke arah candra lalu tersenyum.


Candra tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Akhirnya aluna bisa tertawa juga, padahal semenjak mama meri dan mala pulang tadi dia terlihat bersedih mungkin dia sedih melihat pak andi dan meri berantem seperti tadi.


" Heheee... Iya aku lupa kalau harus di cuci dulu maklum sudah lama tidak memasak. " Jawab candra.


" Kak candra, ihh... Basah tahu kak. Berhenti kak ! " Seru aluna menjerit karena kaget.


" Tidak apa - apa kan belum mandi. Apa mau nanti kita mandi bersama? Kita kan belum pernah mandi bersama, apa tidak mau mencoba sesekali mandi bersama? " Tanya candra dengan senyum jahilnya.


" Apa-apaan sih kak ? Jangan bikin aku marah ya, awas kalau aku marah aku tak akan bukain pintu kamar untuk kak candra. Biar kak candra tidur diluar dan biar kedinginan terus digigitin nyamuk. " Gerutu aluna mengancam.


" Tidak seru nih.. begitu saja mengancam tidak dibukain pintu. Apa kamu tidak kasihan kalau suami mu yang tampan ini kedinginan dan digigitin nyamuk ? " Ucap candra dengan wajah pura - pura cemberut.


Eeehheeemmm.. Eeheeem


Tiba - tiba pak andi datang sambil berdehem sehingga mengagetkan sepasang suami istri yang sedang membahas kunci mengunci pintu kamar. Seketika aluna dan candra salah tingkah.


" Awas masakannya gosong " Seru pak andi pura - pura mengambil air minum.


" Ehh... Iya pa " Jawab candra dan aluna bersamaan dengan sedikit gugup.


Pak andi sedari tadi memperhatikan keharmonisan aluna dan candra dari depan pintu kamarnya. Kontrakan yang kecil sehingga bisa melihat ke arah dapur secara langsung dari depan kamar. Pak andi sangat bahagia melihat aluna dan candra hidup bahagia dan rukun. Ternyata apa yang selama ini difikirkannya benar, jika candra memang pria yang tepat untuk aluna.


" Papa mau aluna buatkan teh ?" Tanya aluna mencairkan suasana canggung mereka.

__ADS_1


" Tidak usah Lun, papa cuma mau minum air putih saja. Ya sudah kalian lanjutkan masak nya, jangan bercanda terus nanti gosong. Ya sudah papa nonton tv saja dulu sambil menunggu adzan magrib. " Ucap pak andi dengan senyum mengejek sambil melirik aluna dan candra bergantian.


" Iya pa " Jawab aluna dan candra serempak.


Pak andi meninggalkan sepasang suami istri yang sedang kasmaran itu sambil tersenyum dengan menggelengkan kepalanya.


" Lanjut masak Lun, sebentar lagi magrib. " Ucap candra.


" Sudah kak candra mandi saja, ini tinggal memasak kangkung nya saja kok. Setelah ini aluna juga mau mandi, sana cepat mandi. Kamar mandinya bergantian loh. Jangan bikin ulah lagi malu dilihatin papa . " Seru Aluna mengingatkan.


" Kamu apaan sih Lun, siapa yang bikin ulah. Aku kan cuma menggoda istri cantik ku ini" Ucap candra.


" Iya suami ku sayang. Sudah sekarang mandi ya " Seru Aluna dengan menahan rasa geramnya.


Candra terkekeh lalu berlari menuju kamar untuk mengambil handuk. Setelah itu keluar lagi dan masuk kamar mandi.


Malampun sudah tiba, meri menemui seseorang di hotel XX sesuai tempat yang telah dijanjikan saat bertelepon sore tadi. Meri masuk kedalam gedung hotel dan langsung menuju kamar yang sudah di sewanya secara online tadi, di dalam kamar sudah ada seorang pria yang menunggunya.


" Akhirnya kamu datang juga sayang " Ucap pria itu menyambut kedatangan meri dengan senyum hangat.


Meri melangkah masuk dan mendekati pria itu, pria itu langsung menarik tubuh meri dalam pelukannya. Meri berontak namun tenaga nya kalah jauh.


" Aku hanya ingin memelukmu sayang. Apa kamu tidak merindukan ku ? Selama 12 tahun kita tidak bertemu, dan kamu masih saja terlihat cantik dan membuat aku semakin menginginkanmu sayang " Ucap pria itu semakin memeluk meri dengan erat.


" Jangan begini, aku datang kesini karena ingin meminta tolong padamu." Ucap meri.


" Minta tolong apa sayang ? Tapi di dunia ini tidak ada yang gratis Meri ku sayang. Untuk apa kamu meminta bertemu di hotel ini kalau kamu juga tidak menginginkannya. Ayolah sayang, aku sudah tidak tahan lagi sayang. " Ucap pria itu memaksa meri.


Sebenarnya meri juga menginginkannya karena sudah lama dia tidak mendapatkan nya dari sang suami. Lagi pula meri dan pria itu memang dulu sering melakukannya.


" Baiklah. Kamu memang pandai merayuku. Tapi setelah ini kamu mau melakukan apa saja yang aku minta, ini demi mala. Aku ingin mala hidup bahagia dan mempunyai segalanya. Hidup mala harus lebih baik dari Aluna si anak sialan itu. Kamu mau kan melakukan sesuatu demi mala ?" Tanya meri mulai mengalungkan tangannya dileher sang pria.


" Apapun untuk mala akan aku lakukan sayang. " Ucap pria itu mulai mencumbu meri.


Tanpa menunggu lama pria itu merebahkan tubuh meri di atas kasur dan mulai melancarkan aksinya. Tanpa ragu meri juga menikmati dan membalas apa yang pria itu lakukan. Mereka saling berbagi peluh melepas rasa rindu mereka yang sudah lama tidak bertemu.


*********


NB: Kira - kira siapa ya pria itu ? Temukan rasa penasaran kalian di bab selanjutnya.


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK. 🙏❤️


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK. 🙏❤️

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2