Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Memberitahu pak andi


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Aluna dan candra kini dalam perjalanan pulang, sepanjang perjalanan pulang mereka masih terus membahas mala. Mereka akan mencari dimana meri tinggal agar bisa mengetahui keadaan mala yang sesungguhnya.


Perjalan pulang kali ini terasa sangat cepat, aluna yang biasanya tertidur namun kali ini dia tetap terjaga dan mengobrol dengan candra sehingga candra tidak merasa kesepian, meskipun yang dibicarakan banyak seputar sakitnya mala.


" Kita harus memberitahu papa mas , bagaimanapun papa harus tahu keadaan kak mala. Aku tahu meskipun selama ini mama sudah membohongi papa tentang kak mala, sampai sekarang papa itu masih menyayangi kak mala dan tetap menganggap kak mala anaknya. " Ucap aluna.


" Mulut memang bisa berkata tidak, tetapi hati tidak bisa berbohong " Ucap candra ikut menambahi.


Aluna mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh candra. Mobil sudah berhenti di halaman rumah, kedatangan aluna dan candra disambut oleh pak andi. Pak andi yang sedang menyiram tanaman tersenyum saat melihat anak dan menantunya pulang.


" Kok lama banget ? Apa ada masalah ?" Tanya pak andi heran karena mereka baru pulang saat sudah sore.


Setahu pak andi mereka berangkat kerumah sakit saat aluna selesai mengajar dan itu sekitar jam 11 siang. Pak andi menunggu dengan harap - harap cemas, takut terjadi sesuatu dengan aluna maupun kandungan aluna.


" Kami tidak apa - apa kok pa, kandungan aluna juga baik - baik saja. Cuma tadi aluna dan mas candra menjenguk kak mala dulu." Ucap aluna.


" Mala ? Ada apa dengan anak itu ? " Tanya pak andi .


Aluna memandang ke arah suaminya terlebih dahulu untuk meminta persetujuan. Candra yang tahu arti pandangan mata aluna pun menganggukkan kepalanya tanda dia setuju.


" Kita bicara didalam saja ya pa " Ajak aluna dengan lembut.


Pak andi, aluna dan candra masuk kerumah dan mereka lebih memilih duduk di ruang keluarga. Alunapun mulai menceritakan pertemuannya dengan marko dan bagaimana kabar dan keadaan mala yang sesungguhnya tanpa ada yang aluna tutup - tutupi.


" Jadi sekarang mala dirawat dirumah sakit ?" Seru pak andi.

__ADS_1


" Iya pa. Keadaan tubuh mala selama dua hari dirumah sakit sudah membaik. Tapi untuk kejiwaan mala sepertinya perlu dilakukan pemeriksaan, bang marko berencana besok akan memeriksakan kejiwaan mala. Menurut cerita bang marko mala sering mengancam ingin bunuh diri jika bang marko meninggalkannya. " Ucap candra menambahi.


Rasa sedih pasti ada, sebagai seorang ayah yang sudah merawat mala dari bayi sampai sedewasa ini tentunya rasa sayang dan kasihan untuk mala pasti ada. Namun mengingat pengkhianatan meri dan marko seakan membuat pak andi tidak mau perduli dengan mala. Tapi yang namanya hati itu tidak bisa berbohong, dia sedih mendengar kabar sakitnya mala.


Suasana hening, ketiga manusia yang ada diruangan itu sibuk dengan fikirannya sendiri - sendiri. Sampai keheningan mereka dikagetkan oleh deringan ponsel aluna, aluna mengambil ponsel yang ada di tasnya dan segera mengangkatnya.


" Pa, mas aku kekamar mau angkat telepon dari tika dulu ya. Sekalian aku mau mandi, badan sudah gerah dan lepek banget.." Ucap aluna lalu bangkit dan masuk kekamarnya.


Dering telepon alunapun sudah berhenti, aluna memilih mengabaikan nya terlebih dahulu karena dia ingin mandi. Setelah mandi dia akan menghubungi tika balik. Biasanya kalau sudah bergosip sama tika bisa lupa waktu, makanya mandi terlebih dahulu biar aman.


Sementara itu di ruang keluarga, candra dan pak andi masih meneruskan obrolan nya.


" Apa marko sudah menghubungi meri ?" Tanya pak andi.


" Nomor mama meri tidak bisa dihubungi pa, sepertinya mama ingin menjauh dari mereka pa. Karena terakhir mereka bertemu dengan mama, saat mereka kepergok mama sedang main kuda-kudaan. Lalu mama marah dan pergi begitu saja " Ucap candra berbicara sesuai cerita yang sudah di ceritakan oleh marko.


Mata pak andi langsung melotot saat mendengar marko dan mala tetap melakukan hubungan dosa itu. Perbuatan mereka sudah tidak bisa dibiarkan lagi.


" Marko itu otaknya dimana ? Apa dia juga sudah tidak waras lagi. Anak sendiri tetap di ajak bermain, jika seperti itu dia bisa jajan diluaran sana. Dasar pria bejat " Ucap pak andi sambil mengepalkan tangannya.


Hhhhhhuuuuuhhh


Terdengar helaan nafas pak andi yang berat. Tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa. Dia hanya bisa berharap dan berdoa semoga mala dan marko segera bertobat, dan mala disembuhkan dari sakitnya.


" Nanti papa coba hubungi meri untuk mengabari keadaan mala " Seru pak andi .


" Iya pa, mala itu butuh orang untuk merawatnya. Saat bersama suster kadang mau dan kadang juga tidak mau . Emm.. Pa,candra kekamar dulu ya mau mandi karena tadi dari rumah sakit badan lengket dan terasa obat " Ucap candra.


Setelah di iyakan oleh pak andi , candra bangkit dan menuju kamarnya. Saat sudah ada didalam kamar, ternyata aluna tidak ada dan dari kamar mandi terdengar gemercik air. Diam - diam candra masuk kekamar mandi, nasib baik untuk candra. Pintu kamar mandi tidak di kunci oleh aluna.


" Aaaaaa...." Teriak aluna saat tiba - tiba ada yang memeluknya saat dia sedang menikmati guyuran air dari shower.


" Ini aku sayang, suamimu" Ucap candra mempererat pelukannya.

__ADS_1


" Mas, kok bisa masuk sih.? Mas mau ngapain ?" Tanya aluna terbata-bata karena dia masih kaget.


Candra menyeringai licik, tatapan candra seperti orang yang kelaparan. Apalagi didepannya ada mahluk yang sangat indah yang sudah membangkitkan jiwa kelakiannya.


" Sayang, mas menginginkan mu " Ucap candra dengan suara parau.


" Mas, tapi aku lagi mandi" Jawab aluna.


" Kita bisa mandi bareng dan melakukannya sambil mandi. Kita berendam di bathup saja yuk, biar enak mainnya. Kalau berdiri begini nanti kamu yang kelelahan. " Seru candra lalu mengangkat tubuh polos istrinya dan merebahkannya di bathup.


Aluna hanya diam saja sambil memperhatikan apa saja yang dilakukan oleh sang suami. Candra mengisi bathup dengan air hangat, dan candra mulai menanggalkan pakaiannya. Melihat candra yang sudah polos, aluna langsung menutup matanya dengan jari - jarinya.


" Kenapa malu ? Bukannya kamu sudah merasakannya bahkan sudah tumbuh kecebong didalam sini " Ucap candra mengusap perut aluna dengan lembut.


" Ihh...apaan sih kak. " Seru aluna semakin malu - malu kucing.


Candra mulai melancarkan aksinya dengan pelan namun pasti. Aluna menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh candra. Dia tidak menyangka jika bermain di bathup juga bisa senikmat itu. Suara permainan mereka berdua memenuhi ruangan kamar mandi. Kini rasa malu aluna sudah berubah menjadi suara penuh kenikmatan.


" Bagaimana sayang ? Apa kamu menyukai permainan kita ini ?" Tanya candra tanpa berhenti.


" Iya mas,aku sangat menyukainya. " Jawab aluna tanpa ragu dan malu.


" Baiklah sayang kamu cukup nikmati saja dan biar aku yang bekerja. Karena kamu sedang hamil aku tidak membiarkan mu yang bekerja, agar kamu tidak kelelahan " Seru candra.


" Iya mas " Jawab aluna dengan mata terpejam.


Candra dan aluna cukup lama bermain di bathup sampai mereka berdua sama - sama sudah sampai puncak. Setelah dirasa cukup dan lelah, mereka pun mandi di bawah guyuran air shower yang dingin.


*******


RATE BINTANG 5 NYA DULU DONG KAK.


LIKE, KOMENTAR,VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2