Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Kegaduhan karena Julia


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Prangg....


Julia tanpa sengaja memecahkan piring-piring yang berisi kue yang ada diatas meja. Semua mata tertuju kearah Julia. Julia terlihat sengaja melakukan itu semua karena dia cemburu melihat marko yang berfoto dengan meri , padahal mereka berfoto juga dengan kedua pengantin.


Tidak tinggal diam begitu saja, setelah memecahkan beberapa piring, Julia naik kepelaminan dan menarik dengan paksa marko untuk turun. Dengan rasa malu yang teramat sangat markopun mengikuti kemauan Julia agar tidak terjadi ketibutan yang semakin besar.


" Kenapa kamu foto sama wanita tua itu ?" Tanya Julia kesal dengan tidak perduli lagi bagaimana tatapan para tamu undangan terutama sepasang pengantin yang sedang berbahagia.


" Kamu ini apa - apaan sih Julia, aku cuma berfoto saja. Itupun tidak berdua kan , ada kedua pengantin nya juga. Apa salahnya kami berfoto apalagi ini dihari bahagia anak ku. Ingat julia jika mala itu anak ku dengan meri!" Ucap Marko dengan tegas.


Namun bukannya mendengarkan penjelasan marko, Julia justru menghampiri meri dan melakukan tindak kekerasan kepada meri.


PPLAAAKKK


Dengan cepat Julia menampar meri dan disaksikan oleh banyak tamu undangan. Mungkin jika ingat bukan sedang diacara nikahan anaknya,meri juga akan membalas perlakuan kurang ajar Julia, namun dia tidak mau membuat acara anaknya berantakan .


" Itu tamparan untuk mu wanita tua ! Kamu pasti sengaja kan ngajakin suamiku untuk foto bersama agar kamu bisa dekat - dekat dengan suamiku. Dasar tidak tahu malu kamu !!" Bentak Julia dengan kesal.


Amarah julia memuncak dan tidak menghiraukan lagi saat ini dia sedang dimana. Yang terpenting saat ini amarahnya tersalurkan dan bisa mempermalukan meri dihadapan para tamu undangan. Padahal tanpa dia sadari jika saat ini dirinyalah yang sudah mempermalukan dirinya sendiri.


" Kamu ini apa - apaan Julia ? Aku tidak mungkin mau sama marko, kalau aku mau sudah dari dulu kami menikah. " Jawab meri membela diri. Dia tidak terima tuduhan julia yang menurutnya sama sekali tidak masuk akal.


" Jangan mengelak kamu wanita gatel. Dasar tua - tua mau jadi pelakor kamu !" Bentak julia lantang.


Candra ikut mendekat karena Julia sudah kelewatan, dia tidak mau acara bahagia sahabatnya dirusak oleh Julia. Saat candra ingin menghampiri Julia, marko lebih dulu menghampiri julia dan menarik paksa istrinya.


" Lepaskan ! Aku ingin menghajar wanita tua sialan itu. Lepaskan aku !" Teriak Julia dengan lantang sampai pusat perhatian orang - orang beralih kearahnya semua.

__ADS_1


Marko semakin malu dengan kelakuan Julia, tidak ada pilihan lain selain membawa Julia pergi dari tempat acara sebelum acara semakin kacau karena ulah Julia.


" Maaf mala, istri papa sudah membuat kacau acara kamu. Papa pulang dulu ya, nanti kalau julia sudah tenang papa akan kesini lagi. Sekali lagi maaf ... " Ucap marko sambil menunduk.


Mala dan surya hanya mengangguk, mereka tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Karena masih syok dengan kelakuan Julia, hampir saja acaranya mereka kacau karena Julia. Wanita itu tidak bisa bersikap sedikit tenang, apa - apa selalu diselesaikan dengan marah - marah tidak jelas.


" Kak mala tidak apa - apa kan ?" Tanya Aluna menghampiri mala.


" Tidak apa-apa lun. Kakak cuma syok saja karena tiba - tiba wanita gila itu menampar mama. Kamu tolong lihat mama Lun, dia kesakitan apa tidak ?" Seru mala menghawatirkan meri.


Meri kini sudah dibawa masuk oleh mama sita untuk, pipi meri memerah akibat tamparan dari julia. Dan kini mama sita sedang mengompres pipi meri menggunakan air hangat. Aluna datang menghampiri mamanya dan melihat pipi yang memar akibat tamparan dari Julia.


" Mama tidak apa - apakan ?" Tanya Aluna dengan lembut.


" Tidak apa - apa Aluna. Sudah jangan menghawatirkan mama, apa wanita gila itu sudah pergi ?" Tanya meri menanyakan keberadaan Julia.


" Om marko sudah membawanya pergi ma " Jawab Aluna jujur.


" Hhheeeehhh... Dia pasti akan sakit karena marko. Lihat saja,marko pasti akan menghajarnya tanpa ampun. Aku sudah paham bagaimana sikap marko saat marah. " Seru meri.


Aluna merinding dan ngeri mendengar pernyataan meri, saat ini fikirannya tertuju kapada Julia. Apa yang akan terjadi dengan Julia ?


*****


Tanpa ampun marko meluapkan amarahnya yang tadi dia tahan. Jika tidak ingat acara pernikahan anaknya sudah pasti marko akan menghajar julia disana.


" Ini mau kamu Julia,aku sudah jengah dengan kelakuan kamu. Selama ini aku diam bukan berarti aku tidak bisa marah. Aku diam karena aku tidak mau menyakiti kamu, terlebih kamu itu istriku. Tapi hari ini kamu sudah mempermalukan aku di acara pernikahan anakku sendiri. !" Bentak marko dengan penuh amarah.


Hiikksss.... Hikksss... Hikkssss Julia menangis sesunggukan. Tamparan marko sangat sakit,sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah. Namun julia sama sekali tidak kapok dengan amarah marko. Dengan beranj dia tetap membeladiri dan menyalahkan marko.


Disini Julia tetap tidak terima dan tidak suka marko dekat - dekat dengan meri. Dia takut jika marko akan tertarik lagi dengan meri, mengingat dulu marko sangat mencintai meri sampai - sampai dia tidak menikah dengan wanita lain karena menunggu meri.


" Aku tidak suka karena kamu dekat-dekat dengan wanita tua itu . Aku tidak sudi kamu dekat dengan wanita itu !" Bentak julia ikut marah.


Plakkk

__ADS_1


Kembali marko menampar julia, dia memang paling tidak suka ada orang yang bicara dengan lantang seperti itu, terlebih dia istrinya sendiri.


" Jangan buat aku semakin menyakitimu Julia. Jika aku mau hari ini juga aku meninggalkan mu ! Tapi aku tidak mau melakukannya, karena kamu itu istriku dan aku wajib menuntunmu kejalan yang lebih baik lagi. Akan tetapi jika kamu memang sudah tidak mau lagi hidup dengan ku, itu mudah kamu tinggal pergi dari kehidupan ku. Tapi ingat julia ! Aku bicara seperti ini bukan berarti aku tidak bisa meninggalkanmu. Tentu saja bisa,kamu tinggal tunggu saja tanggal mainnya " Ucap marko menyeringai sinis.


" Kamu tega ! Hanya karena wanita tua itu kamu berkali - kali menamparku ? Dasar gila kamu, kamu sudah tidak sayang dengan ku lagi. Tahu begitu tadi aku hajar wanita tua itu sampai dia babak belur biar dia tahu bagaimana Julia kalau marah." Seru Julia semakin berani dan berhasil membuat marko terpancing amarahnya.


Aowww.... Dengan kasar marko menarik rambut Julia sampai Julia memangis kesakitan. Semakin julia menangis, semakin senang marko menarik lagi rambut Julia.


" Kamu sudah menghancurkan acara pernikahan anakku. Dasar wanita gila,wanita murahan !! Menyesal aku menikah dengan wanita sepertimu,kelakuan melebihi anak kecil. Makin dibiarkan semakin jadi. Lihat saja aku juga bisa menghancurkan hidupmu Julia !" Sentak marko dengan kesal.


" Sakit... Sakit sayang. Ini tolong lepaskan tangan kamu dari rambutku. Sakit sayang, maaf aku minta maaf " Seru Julia akhirnya dia mengalah dan meminta maaf.


Marko melepaskan rambut Julia, dengan cara menghempaskannya sampai julia terjatuh dan mengaduh kesakitan. Namun itu lebih baik daripada dia hajar lagi oleh marko.


Marko duduk si sofa lalu menghidupkan rokok dan menghembuskan asap rokok tinggi - tinggi. Dia benar - benar malu atas tindakan julia saat di pesta tadi.


* Bagaimana ya keadaan disana ? Apa semuanya sudah kembali kondusif ? Lihat saja Julia jiks aku mendapat laporan pesta pernikahan anakku terhenti karena ulah mu tadi , aku tidak segan - segan untuk menyiksamu dan menceraikan kamu. Badan saja yang besar tetapi cara berfikirnya sama sekali tidak pakai logika * Gumam marko dalam hatinya.


" Sayang , apa kamu masih marah ?" Tanya Julia mendekati marko.


" Diam kamu !! Jangan mendekatiku, aku males kamu dekati. Sana kamu masuk kamar !" Bentak marko.


" Sayang. Maafkan aku .. Aku menyesal dan tidak akan mengulanginya lagi. Maaf sayang " Ucap julia kini bersimpuh meminta maaf dikaki marko.


Julia takut jika marko akan meningggalkannya apalagi saat ini julia ketakutan jika marko akan kembali lagi dengan meri. Bagaimanapun meri sekarang memang terlihat lebih cantik dan segar semenjak dia memakai hijab.


" Jangan ganggu aku dulu julia. Aku ingin sendiri dulu " Jawab marko dengan tegas.


" Baiklah aku tidak akan mengganggumu sayang , aku mau masuk kamar dulu ya. Jika kamu sudah tidak marah lagi kamu masuk kamar dan istirahatlah. " Ucap Julia.


Tidak ada jawaban dari marko, marko diam sambil menikmati rokoknya. Sedangkan Julia segera masuk kamar untuk segera membersihkan dirinya. Dia ingin berendam agar tubuhnya kembali segar dan rileks.


*********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.

__ADS_1


LIKE , KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️


__ADS_2