
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Pernikahan Mala dan Surya semakin dekat namun Candra belum juga pulang. Dan hal ini membuat aluna tidak tenang, dia takut suaminya tidak pulang di hari bahagia mala dan surya. Mama sita terus memberi pengertian dan menyakinkan aluna jika candra pasti akan pulang.
" Huuhh .. Kasihan sekali deh kamu. Sudah hamil besar tapi suaminya tidak ada. Jangan - jangan suami kamu sudah menikah dengan gadis belanda. Karena gadis disana itu cantik - cantik dan kaya, tidak seperti kamu kampungan dan wajah juga pas - pasan " Ucap Julia yang kini sudah duduk disamping aluna.
Aluna, mama sita dan julia beserta marko saat ini ada di rumah kontrakan meri. Bukannya menenangkan perasaan aluna,julia justru semakin membuat hati aluna tidak tenang.
Didalam hati Aluna terdapat tempat khusus untuk cintanya untuk sang suami. Apa yang dikatakan julia tidak akan dia percaya begitu saja, mengingat julia memang menaruh hati kepada suaminya dan bahkan sampai detik ini aluna menyakini jika aluna masih mencintai candra.
" Tolong jangan pernah menjelekkan suamiku dan menganggap suamiku itu pria yang tidak bisa menjaga hatinya. Aku percaya jika suamiku itu bisa menjaga ikatan suci pernikahan kami , karena kami menikah karena cinta dan ibadah bukan karena sebuah nafsu belaka. Berbeda dengan dirimu, yang hanya mencari barang milik pria saja. Mau celup sana dan celup sini saja , jangan membuat mulutku untuk berucap kasar Julia " Ucap Aluna penuh penekanan.
Julia menatap sinis kearah Aluna, aluna sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapannya. Julia mengakui jika Aluna memang tidak seperti wanita diluaran sana, yang pasti akan marah - marah saat ada yang mengatakan hal buruk tentang suaminya. Aluna menyikapi semuanya dengan tenang dan sabar.
" Jangan terlalu kepada pria Aluna, apa kamu tahu yang dikerjakan suamimu disana. Asal kamu tahu Aluna, seorang laki - laki yang sudah menikah dia tidak akan mudah untuk menahan hasratnya. Pasti disana dia akan mencari pelariaan untuk melepaskan hasratnya. " Ucap Julia dengan sinis.
Deg...
Tiba - tiba jantung aluna terasa seperti berhenti berdetak. Perkataan Julia barusan sudah berhasil menggoyahkan keteguhan hatinya, apa yang dikatakan memang ada benarnya.
* Tidak ! Mas candra tidak seperti itu , dia itu pria yang bisa menjaga kesetiaannya. Aku percaya kepada suamiku, mas candra tidak akan seperti itu * Gumam aluna dalam hatinya.
Melihat Aluna yang terlihat terpengaruh dengan perkataannya membuat Julia semakin semangat untuk membuat Aluna down. Pernyataan - pernyataan buruk tentang candra terus julia lontarkan begitu saja. Dia ingin aluna bersedih dan Down, dengan begitu dia berhasil menghancurkan benteng kepercayaan Aluna.
Tiba - tiba perut Aluna terasa sakit bahkan kepalanyapun pusing. Aluna terus memegangi perutnya yang sakit, keringat dingin sudah membasahi tubuh Aluna. Hal itu tidak luput dari penghlihatan Julia, julia tersenyum sinis melihat wajah aluna yang memucat dengan keringat dingin yang sudah bercucuran.
" Aaaooww .. Sakit " Seru Aluna merasakan perutnya yang teramat sangat sakit.
" Kamu kenapa ? Sakit ?" Tanya julia pura - pura perduli dengan keadaan Aluna.
" Julia tolong panggilkan mama sita , aku ingin kerumah sakit. Tolong julia, ini sakit sekali " Seru Aluna dengan nafas tersengal - sengal.
Takut jika terjadi apa - apa dan dia akan disalahkan akhirnya Julia memanggil mertua Aluna yang ada didalam rumah, sebab saat ini aluna dan julia ada di teraa rumah.
" Tante sita... Tante ! Itu Aluna perutnya sakit, sekarang lebih baik tante lihat aluna " Ucap Julia bicara dengan keras sehingga semua orang yang ada didalam rumah tahu apa yang disampaikan oleh Julia.
" Kenapa dengan aluna ?" Tanya mama sita lantang.
__ADS_1
" Jeng sita sekarang kita lihat saja kedepan" Ucap meri langsung lari kedepan tanpa menunggu yang lainnya.
Begitu sampai depan dia kaget melihat wajah aluna yang pucat dan basah karena keringat dingin. Tanpa fikir panjang meri meminta marko untuk menggendong Aluna kedalam mobil,akhirnya aluna dilarikan kerumah sakit dengan mengendarai mobil marko. Meri, sita dan Julia akhirnya ikut juga kerumah sakit, sedangkan mala tidak diizinkan ikut.
" Cepat marko !" Ucap meri dengan suara khawatir.
" Iya ini aku sudah ngebut, kalian semua tenang jangan panik. Lebih baik kalian semua berdoa agar tidak terjadi apa - apa dengan Aluna." Ucap marko .
" Julia ! Apa yang kamu lakukan sampai aluna kesakitan seperti ini? Ini pasti ulah mu, kamu ini memang wanita ular !" Seru mama sita memandang tajam kearah julia.
" Aku.. Aku tidak melakukan apa - apa tante. Aku tadi hanya mengobrol saja sama Aluna terus tiba - tiba aluna kesakitan seperti ini. Jadi jangan salahkan aku dong tante, enak saja main menyalahkan . Mungkin memang dasar alunanya saja yang tidak hati - hati atau memang tadi dia salah makan. " Ucap Julia membela diri. Tidak mau disalahkan dengan apa yang sudah dia perbuat kepada Aluna.
Sita dan meri bergantian mengusap perut aluna , aluna masih saja kesakitan. Membuat meri dan sita semakin cemas dan khawatir, setelah menempuh 35 menit perjalanan akhirnya mobil yang dikendadai marko sudah sampai dirumah sakit dan aluna langsung ditangani oleh dokter.
" Awas kalau sampai terjadi sesuatu dengan aluna dan anaknya. Aku tahu ini pasti ulah kamu !" Tunjuk meri kearah julia, dia tidak perduli dengan marko.
Sedangkan sita menghubungi suaminya dan memberitahu jika aluna masuk rumah sakit. Setelah itu dia kembali berkumpul dengan meri lagi didepan UGD. Marko menarik julia menjauh dari UGD dan dia mulai memarahi Julia. Apa yang terjadi dengan Aluna pasti ada hubungannya dengan Julia.
" Kamu apakan aluna sampai dia kesakitan seperti itu Julia ?" Tanya marko penuh penekanan.
" Aku.. Aku tidak melakukan apa - apa sayang. " Jawab julia gugup.
" Jangan bohong !" Bentak marko.
" Tadi kami hanya mengobrol dan kami membicarakan candra yang ada di amsterdam. Dan aku bilang disaba banyak wanita cantik yang menyukai candra, awas saja pasti nanti candra akan tergoda juga. Cuma itu sayang, aku cuma bicara seperti itu " Ucap julia mencoba jujur tetapi tidak semua dia katakan.
Marko kembali lagi keruangan UGD saat dia sampai sana ternyata disana sudah ada pak Andi dan Akbar. Dimana mereka masing - masing sedang memeluk sita dan meri. Kedua wanita itu menangis dalam pelukan akbar dan andi.
" Apa dokter sudah keluar ?" Tanya marko .
" Belum " Jawab pak akbar singkat.
Cekekkk
Pintu UGD terbuka dan keluarlah seorang dokter yang tadi menangani Aluna.
" Bagaimana keadaan anak saya dokter ?" Tanya meri dan sita bersamaan.
Hhhuuufff...
Dokter terlihat menghela nafas panjang, sepertinya dia kaget karena begitu keluar langsung diberondong pertanyaan dari keluarga pasien.
" Alhamdulillah pasien tidak apa - apa. Namun tensi darah pasien terhitung tinggi, usahakan pasien banyak istirahat dan jangan sampai stress atau mendengar kabar yang tidak baik. Untuk kram perutnya alhamdulillah sudah bisa diatasi. Tetapi pasien lebih baik dirawat satu atau dua hari dulu dirumah sakit. " Ucap dokter menjelaskan.
__ADS_1
" Alhamdulillah " Ucap semuanya mengucapkan syukur kecuali Julia.
* Huhh... Cuma begitu saja bikin heboh semua orang. Dasar lemah banget , semoga saja candra disana selingkuh jadi biar kejang sekaliam itu ibi hamil * Gumam Julia.
Saat mereka sedang menunggu aluna dipindahkan di ruang perawatan, tiba - tiba tika dan adit datang menghampiri mereka.
" Tante,om... Siapa yang sakit ?" Tanya tika yang perutnya sudah mulai terlihat membesar.
" Tika, adit. Emm...Aluna yang sakit, tapi sudah tidak apa - apa kok. Tadi perut Aluna hanya kram saja, ini sudah mau dipindahkan diruang perawatan. Kamu sendiri ngapain dirumah sakit Tika ?" Tanya meri.
" Aku habis periksa kandungan tante, terus melihat kalian semua ada disini jadi aku penasaran siapa yang sakit. Kalau aluna tidak apa - apa kenapa harus dirawat inap tante ? " Tanya tika sedikit heran.
* Siapa sih ini, sok perduli banget sama aluna. Pasti sama - sama wanita kampung ini. Huuhh... Banyak banget sih wanita kampung disini. * Gumam julia dalam hatinya.
" Tadi tensi aluna tinggi tika,jadi dia harus dirawat inap mungkin hanya sehari saja. Setelah tensinya stabil dia sudah boleh pulang kok. Kamu jaga kandungan kamu,janga pola makan. Jangan khawatir, aluna tidak apa - apa." Ucap meri dengan lembut.
Aluna akhirnya dibawa keluar dari ruang UGD dan dipindahkan kekamar rawat inap Vip sesuai dengan permintaan pak Akbar. Sampai sekarang Candra belum dikasih tahu jika Aluna masuk rumah sakit. Pak Akbar sudah menghubungi Candra namun ponsel candra tidak bisa dihubungi.
Sedangkan di negara lain, saat ini candra sudah berada dibandara untuk terbang kenegar asalnya. Sengaja pulang tanpa mengabari aluna dan yang lainnya, karena dia ingin memberi kejutan aluna.
" Hati - hati ya bro, nanti kalau keadaan perusahaan sudah stabil kami akan berkunjung ke negaramu. Kami juga ingin mengenal keluargamu terutama wanita cantik yang sudah bisa membuat sibatu es ini jatuh cinta. " Ucap Leo.
" Betul , kami juga ingin mengenal calon candra junior. Dua uncle nya ini suatu saat pasti akan sampai indonesia " Ucap Ardan ikut menambahi.
" Terimakasih bro. Aku titip perusahaan ya, kalau ada apa - apa cepat kabari aku. " Ucap Candra. Mereka berpelukan karena sebentar lagi candra akan masuk.
Benar saja dari pengeras suara sudah ada peringatan jika penumpang diharapkan untuk segera masuk dan bersiap - siap. Candra melambaikan tangannya kearah kedua sahabatnya dan tubuh candrapun menghilang berbaur dengan para penumpang yang lainnya.
" Candra... Candra tunggu.... !!" Teriak Yuki memanggil candra namun candra sama sekali tidak mendengarnya.
Yuki berlari menuju dimana leo dan ardan berdiri dia berharap masih ada candra diantara mereka berdua. Namun harapan yuki pupus sudah, orang yang dicarinya ternyata sudah tidak ada.
" Mana Candra ?" Tanya yuki dengan mata yang berkaca - kaca.
" Candra sudah pulang ke negaranya. Kamu mau apalagi ?" Tanya leo ketus.
Air mata yuki menetes begitu saja , Ardan melihat yuki yang menangis timbul rasa kasihan. Wanita secantik Yuki harus menelan pil pahit karena pria yang dia cintai ternyata sudah mempunyai tambatan hati.
* Semoga kelak kamu bisa menyadari rasa ini, Yuki * Ucap ardan dalam batinnya.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️