
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Apa yang harus aku lakukan untuk membuat mala bahagia sayang?" Tanya pria yang bernama Marko sambil menciumi rambut meri.
Kegiatan mereka sudah selesai dan saat ini meri dan marko sedang berbaring di atas kasur dengan hanya ditutupi simut tebal. Tubuh mereka masih sama - sama polos.
" Kamu kan tahu dari dulu aku sangat memanjakan mala , apapun yang dia inginkan aku berusaha memberikannya meskipun harus menentang suamiku terlebih dahulu. Kamu juga pasti inginkan membuat mala bahagia?" Tanya meri sambil memeluk marko.
" Aku sangat menyayangi mala dan ingin yang terbaik untuknya, apapun akan aku lakukan untuk membuat dia bahagia. Tapi sayangnya aku tidak punya cukup harta untuk membahagiakannya, bahkan untuk mengakui diri ku sebagai ayahnya saja aku malu. Itu karena aku sadar aku tidak punya apa - apa dan aku takut jika mala tahu aku ayah kandungnya dia akan marah dan malu. Makanya aku memintamu untuk merahasiakan semua ini , sehingga mala tahunya dia anaknya si andi." Ucap marko sambil menghisap rokoknya dan mengelulkan asap nya tinggi - tinggi.
" Saat ini hidup ku dan mala sedang susah, semua ini gara- gara anaknya andi itu. Dia sudah merebut laki - laki yang seharusnya menjadi suami mala. Dan mala sekarang bersedih dan putus asa karena pria yang dicintainya telah direbut dan menikah dengan adiknya " Ucap meri berbohong agar marko mau membantunya.
Sebenarnya marko itu orang baik, cuma tampangnya saja yang sangar dan suka mabok. Dia tidak pernah menyakiti orang lain atau cari masalah dengan orang lain. Selama ini dia hidup dengan bekerja serabutan, kadang jaga parkiran bebas dan terkadang juga ikut bisnis kecil - kecilan denga teman nongkrongnya.
" Kenapa bisa begitu ?" Tanya marko dengan heran.
" Karena aluna jatuh cinta dengan pria itu, sehingga aluna meminta andi untuk menikahkan mereka. Mala terpaksa merelakan calon suaminya itu untuk aluna, namun aku kasihan kepada mala karena dia terus bersedih. Sampai untuk kuliahpun dia tidak bersemangat, bahkan sudah seminggu ini andi meninggalkan aku dan mala, dan tidak menafkahi kami berdua. Dia lebih memilih tinggal dengan aluna, dan menelantarkan kami marko. Hikss...hikss...hikkss" Ucap meri sambil menangis tersedu - sedu.
Meri menguarkan air mata buayanya untuk lebih menyakinkan marko. Dan benar saja, marko terlihat mengepalkan tangannya , itu bukti jika dia sudah mulai terpancing dengan cerita bohong meri.
" Aku akan melakukan apapun untuk anak kita. Pasti mala sedih dan tersiksa sekali dengan semua ini. Apa yang harus aku lakukan ?" Tanya marko lagi.
" Sini aku bisikin " Seru meri.
__ADS_1
Marko pun mendekatkan kepalanya dan meri membisikkan sesuatu kepada marko. Marko mendengarkannya dengan seksama, lalu dia tersenyum.
" Kenapa harus pakai seperti itu? Bukan dulunya si candra itu pacarnya mala ?" Tanya marko sedikit heran. Jika lelaki itu dulunya pacar mala pasti dia akan melakukan apapun untuk mala bahkan akan menolak aluna saat pak andi meminta pria itu menikahi mala.
" Iya tapi candra itu pria yang penurut, mungkin si aluna sudah main pelet makanya sekarang pria itu juga membenci mala. Makanya hanya dengan itu dia bisa ditaklukkan mala." Ucap meri beralasan.
" Ok, aku akan cari barang seperti itu. Karena selama ini aku tidak pernah menggunakan yang seperti itu. Tanpa barang itu kamu sudah mendatangiku sendiri dan naik ke ranjangku meri. Biarpun wajahku dan penampilanku seperti brandal aku tidak pernah bikin masalah." Ucap marko sambil mencubit dagu meri.
" Ahh..marko. " Seru meri dengan manja.
Marko dan meri akhirnya kembali melakukannya lagi, tidak ingat lagi dengan umur mereka yang sudah tidak muda lagi. Dan sepertinya malam ini meri tidak akan pulang kerumahnya karena harus lembur terlebih dahulu dengan marko.
**********
Pagi hari yang cerah, pak andi maaih berada dirumah kontrakan candra. Pagi ini candra dan aluna harus kepabrik. Sebelum berangkat mereka sarapan bertiga dengan pak andi.
" Candra, Aluna sepertinya sore nanti papa akan pulang kerumah papa. Sudah seminggu papa tinggal bersama kalian, dan besok papa juga sudah mulai masuk kerja. Papa sudah sehat jadi kalian jangan menghawatirkan papa lagi" Ucap pak andi di sela - sela sarapannya.
" Papa yakin Lun " Jawab pak andi dengan senyum cerahnya.
" Padahal candra berniat pindah dari kontrakan ini agar papa bisa ikut tinggal bersama kami di rumah yang lebih besar. Setidaknya tidak sempit seperti kontrakan ini agar papa lebih nyaman. " Ucap candra serius.
Pak andi menggeleng dengan senyuman yang penuh kehangatan. Dia sangat tahu jika candra itu pria yang baik dan tulus, dan pasti dia akan melakukan sesuatu yang lebih agar mertuanya lebib nyaman.
" Tidak can, papa mau dirumah papa saja. Lagipula papa masih ada tanggung jawab, mama kalian. Ada hal yang harus kami selesaikan, papa tidak mau menambah dosa papa dengan membiarkan istri papa karena bagaimanapun mama meri masih tanggung jawab papa." Ucap pak andi menolak dengan halus tawaran candra.
" Baiklah pa, nanti sore biar candra dan aluna yang mengantarkan papa pulang." Seru candra terdengar tidak ada penolakan.
Pak andi mengangguk dengan mengembangkan senyumnya kepada anak dan menantunya itu. Selesai sarapan aluna dan candra berangkat ke pabrik. Hari ini terpaksa aluna harus berangkat ke pabrik karena ada pekerjaan yang benar - benar harus aluna sendiri yang mengerjakannya.
Drett Drett Drett
__ADS_1
Ponsel pak andi bergetar ada panggilan masuk dari mala. Tanpa menunggu lama pak andi langsung mengangkat sambungan telepon dari mala.
[ Hallo assalamualaikum mala ] Seru pak andi.
[ Waalaikumsalam pa... Mama dari semalam tidak pulang. Aku sudah mrnghubungi ponselnya tapi tidak diangkat juga ] Ucap mala langsung pada intinya.
[ Memangnya pamitnya kemana ?]
[ Semalam bilang kalau dia mau makan malam sama teman- temannya, tapi sampai jam segini belum pulang juga ]
[ Jangan panik, nanti dia bakalan pulang juga. Mamamu tidak akan pergi jauh karena dia tidak punya uang. ] Ucap pak andi seakan tahu kebiasaan sang istri.
Sebenarnya pak andi juga penasaran kemana perginya sang istri sampai dia tidak pulang. Biar bagaimamapun juga meri masih istrinya dan menjadi tanggung jawabnya.
[ Iya pa, papa kapan pulang sih pa.? Aku sudah tidak ada uang ini , mau kuliah juga bingung sedari tadi mencari kunci mobil papa tidak ada juga ]
[ Nanti papa akan pulang , sudah ya papa sibuk ]
Klik
Pak andi mematikan sambungan teleponnya. Dia memilih duduk di teras sambil melihat bunga - bunga indah yang tumbuh subur dihalaman rumah kontrakan candra. Pak andi terlihat sedang memikirkan sesuatu.
* Kira - kira kemana perginya meri ? Wanita itu makin lama makin liar * Gumam pak andi.
********
RATE BINTANG 5 NYA YA KAK 🙏❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️
TERIMAKASIH 🙏❤️
__ADS_1