
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Seminggu kemudian
" Kapan kalian mau kepesantren lagi ? Aku ikut ya ?" Tanya surya saat bertemu aluna dan candra dirumah sakit.
Hari ini jadwal aluna periksa kehamilan, selesai pulang dari kampus aluna di jemput candra dan langsung kerumah sakit. Alhamdulillah keadaan janin aluna sehat dan bertembuh sesuai dengan usia kehamilan. Selesai periksa kehamilan, kebetulan jam makan siang. Aluna dan candra sekalian mengajak surya makan siang di kantin rumah sakit.
" Cieee yang kangen sama kak mala " Seru aluna menggoda surya.
" Idih siapa yang kangen sama cewek galak dan ngeselin itu. Ngarang banget kamu ini lun " Jawab surya sambil membuang muka. Dia tidak berani menatap candra maupun aluna.
" Terus kamu mau ngapain kesana ?" Tanya candra semakin menyudutkan surya.
Surya semakin salah tingkah dan merasa terjebak dengan ucapannya sendiri. Dia menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal sambil berusaha mencari alasan yang tepat.
" Emm.. Aku merasa nyaman saja di sana . Tempatnya sejuk dan nyaman pokoknya " Jawab surya beralasan.
" Iya nyaman karena disana ada kak mala " Ucap aluna lagi sambil terkekeh. Begitipun dengan candra, dia juga ikut tertawa bersama aluna.
Heeeemmmm....
Surya semakin salah tingkah. Yang dikatakan aluna memang benar adanya jika surya memang mulai menaruh hati kepada mala, namun dia takut jika mala tidak bisa menerimanya karena masalalu surya yang benar - benar kelam. Surya sendiri belum tahu betul hal apa yang membuat mala memilih tinggal di pesantren itu, yang dia tahu daru candra jika mala ingin memperbaiki diri dan melupakan masalalu.
" Iya aku mengaku jika aku memang menaruh hati kepada kakakmu. Tapi apa aku bisa bersanding dengan nya ? Aku ini bukan pria yang baik, kamu pasti sudah tahu bagaimana aku dulu. Candra si mulut ember ini pasti sudah cerita sama kamu " Ucap surya melirik candra sambil memanyunkan bibirnya.
" Aku karetin itu bibir " Ucap candra meledek surya.
" Kalian seperti tom and jarry saja. Mas surya, kalau soal diterima tidaknya jujur aku tidak tahu. Tapi jika mas surya memang serius sama kak mala, berusa terus mendekati dia dan meluluhkan hatinya. Aku sih setuju - setuju saja mas surya mau sama kak mala, tapi kembali lagi sama kak mala. Nanti aku kasih nomor ponsel kak mala, tapi aku harus izin kak mala dulu. Aku tidak mau asal memberi nomor ponsel nya." Ucap aluna tetap menghargai mala dengan tidak sembarang memberi nomor ponsel kepada orang lain.
Candra mengangguk tanda setuju dengan apa yang dikatakan oleh istrinya. Bagaimanapun mala punya privasi yang harus dihargai.
" Terimakasih atas dukungan nya calon adik ipar . Ingat can , kalau aku bisa menikah sama mala berarti aku ini kakak ipar kamu. Kamu harus memanggil ku mas,kak atau abang ipar jangan surya surya terus " Ucap surya sudah mulai mood lagi untuk bercanda.
Pleetaaakkk
Candra memukul kepala surya dengan sendok yang tadi dia gunakan untuk makan. Candra kesal belum apa- apa surya sudah percaya diri sekali.
__ADS_1
" Percaya diri tingkat dewa kamu ini. Belum tentu juga mala mau sama kamu, dasar lebay. Kalau begitu kita jangan dukung dia sayang. Biarkan dia berusaha tanpa pendukung" Ucap candra kesal.
" Aku mau minta dukungan om andi sama tante meri dong" Jawab surya semakin membuat candra dan aluna menggelengkan kepala.
" Baiklah, baiklah terserah kalian saja. Sekarang aku sudah mengantuk jadi aku mau pulang dan mas surya jangan lupa rujaknya ya , nanti bisa antar kerumah atau aluna suruh pak sopir mengambil di kontrakan mas surya." Ucap aluna menghentikan perdebatan tom and jerry .
Surya lupa jika dari kemarin aluna meminta buatkan rujak, tidak dengan buah - buahannya tidak masalah yang penting bumbu rujaknya.
" Nanti malam aku antar kerumah saja,sekalian aku nebeng makan malam. " Jawab surya santai.
" Nebeng mulu, jangan lupa ini bayar sekalian hitung - hitung untuk mengganti biaya makan malam nanti malam. " Ucap candra dengan santainya berjalan meninggalkan surya yang terlihat kesal karena candra berhasil mengerjainya.
Begitulah candra dan surya jika sudah bertemu ada saja pembahasan yang membuat mereka ribut, berdebat dan saling bantahan namun itulah bumbu - bumbu persahabatan mereka.
**********
Dalam perjalanan pulang, aluna mengajak candra untuk mampir kesupermarket terlebih dahulu karena aluna ingin membeli buah - buahan. Stok buah dirumah sudah menipis, apalagi surya nanti malam mau datang membawa bumbu rujak jadi harus banyak stok buah.
" Kamu yakin setuju dan mendukung jika surya mendekati kakak mu sayang ?" Tanya candra saat dalam perjalanan menuju supermarket.
" Memang nya kenapa mas ? Apa ada yang salah ? Aku sih setuju saja mas, lagi pula mereka sama - sama sendirikan ? " Tanya aluna . Memang benar adanya jika mereka sama - sama sendiri.
Candra hanya tidak mau seandainya mereka benar - benar bisa bersatu dan ada kesalahpahaman dikemudian hari , candra akan ikut disalahkan karena bagaimanapun surya teman candra.
Tanpa terasa mobil candra sudah sampai di depan supermarket. Aluna turun lebih dulu karena cuaca terik, setelah aluna turun di depan lobby supermarket candra melajukan mobilnya keparkiran.
Aaoouuwww.... Tiba - tiba ada orang yang tidak sengaja menabrak aluna, sehingga tubuh aluna limbung dan hampir saja jatuh beruntung ada orang yang langsung menarik aluna .
" Ibu aluna tidak apa-apa ?" Tanya arman dengan raut wajah khawatir.
" Emm... Arman ! Ibu tidak apa - apa " Jawab aluna sambil tersenyum ramah.
" Maaf ... Maaf ya mbak, saya tadi jalan sedikit berlari karena itu anak saya sudah lar duluan dan masuk kesupermarket. " Ucap ibu - ibu yang menabrak aluna. Dia memang tergesa - gesa karena anaknya sudah berlari duluan masuk supermarket, apalagi anaknya memang masih balita kemungkinan ibu itu takut terjadi apa - apa dengan anaknya.
" Iya bu tidak apa - apa. Lain kali hati - hati ya bu." Jawab aluna ramah dan sopan.
Ibu - ibu itu pun pergi mengejar anaknya. Aluna melepaskan tangan arman dari pinggangnya, tanpa aluna sadari ada sepasang mata yang sedang mengawasinya dan tatapan matanya tajam setajam mata elang yang marah.
" Aluna ! Siapa dia ?" Tanya candra menatap tajam arman.
" Ehh...Mas, kenalkan ini arman dia salah satu mahasiswa semester dua yang ikut kelas ku. Arman kenalkan ini suami ibu " Ucap aluna saling mengenalkan.
" Arman, Candra " Ucap mereka berjabat tangan dan saling menyebutkan nama masing - masing.
__ADS_1
Aluna melihat tatapan mata yang aneh, dia tahu saat ini suaminya sedang cemburu. Aluna tidak mau ada kesakahpahaman jadi dia menjelaskan kepada candra didepan arman langsung.
" Mas, tadi ada orang yang menabrakku dan hampir saja aku jatuh. Beruntung ada arman yang langsung menarikku, kalau tidak pasti aku sudah jatuh dan kesakitan." Ucap aluna menjelaskan.
" Apa ? Kamu hampir jatuh? Mana yang sakit sayang , apa perlu kita kerumah sakit lagi untuk periksa dan mana orang yang menabrak mu ? Tidak bertanggung jawab sekali dia main pergi begitu saja " Ucap candra beruntun membuat aluna menggeleng karena heran dengan tingkah suaminya.
Arman ingin tertawa tapi takut jika candra tersinggung. Ternyata arman memang kalah jauh jika dibandingkan dengan candra, bukan soal harta tapi soal kasih sayang dan perhatian candralah yang lebih layak bersanding dengan aluna.
Ehhemmm... Ehermmm Arman sengaja berdehem untuk mengingatkan aluna jika masih ada arman didekatnya.
" Em..bu kalau begitu saya permisi ya bu " Ucap arman .
" Oh iya arman terimakasih ya tadi sudah menolong ibu. Maaf suami saya memang suka begini, kamu jangan takut ya sama suami saya " Ucap aluna merasa tidak enak karena tatapan mata candra masih saja tajam kearah arman.
" Iya bu , tidak apa - apa dan lagipula hal seperti ini sudah biasa " Ucap arman sambil melirik dan tersenyum kearah candra.
Saat arman sudah menjauh , aluna menarik candra agar segera masuk kedalam supermarket.
" Mas, matanya tidak seperti juga kali. Kan tidak enak sama arman. Tadi dia itu cuma nolongin aku , kalau bukan di tempat umum sudah aku colok itu mata kamu mas. " Ucap aluna pura - pura ngambek.
" Sayang jangan ngambek ya, maaf. Habis tadi mas lihat dia meluk pinggang kamu, mas kan cemburu. Dari pandangan mata mas dia itu sepertinya suka sama kamu loh sayang " Ucap candra.
" Heleh... lagi pula kalau dia suka sama aluna itu wajar dong mas. Aluna ini dosen nya, masak iya mahasiswa benci sama dosennya. Lagian ya mas,suka itu bukan berarti cinta. Tidak lihat apa perut istrinya sudah mulai buncit begini. " Ucap aluna sambil menunjuk kearah perutnya.
Candra tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan aluna sudah memilih - milih buah yang akan dia beli. Ada buah mangga, melon, anggur, dan apel serta bengkuang untuk rujakan. Masih ada stok mangga mentah di kulkas yang dia ambil di kontrakan mama meri seminggu yang lalu.
Selesai belanja aluna dan candra memilih lamgsung pulang karena hari sudah sore. Aluna sudah tidak sabar menunggu malam dan surya datang membawa bumbu rujak kesukaannya.
" Sayang, kok kamu maunya bumbu rujak buatan surya sih ? Kan yang diperut itu anak ku ? Seharusnya yang dia mau itu masakan papanya?" Tanya candra cemburu dengan surya.
" Dihh...ada yang cemburu. Anak ini pintar dia bisa membedakan mana makanan yang enak dan tidak enak, masak makam masakan papanya ? Bisa muntah ni anak dalam perut " Jawab aluna sambil mengerjai candra .
" Ya sudah kalau begitu nanti aku belajar bikin rujak yang enak sama surya. Surya itu dari dulu memang pintar memasak sayang , mas paling suka itu nasi goreng buatan surya. Huuhh... Rasanya mantap dan enak banget, restorant bintang lima saja kalah " Ucap candra sengaja agar aluna minta dimasakin nasi goreng oleh surya.
Aluna membayangkan nasi goreng buatan surya, tiba - tiba dia juga ingin makan nasi goreng buatan surya. Candra tersenyum senang karena sepertinya aluna akan meminta surya untuk masak nasi goreng.
" Kalau begitu nanti aku minta mas surya sekalian masak nasi goreng, aku ingin mencicipi masakan mas surya. " Ucap aluna senang.
* Mampus kamu surya, pokonya malam ini habis kamu aku kerjain surya * Gumam candra dalam batinnya.
Bersambung....
********
__ADS_1
JANGAN LUPA UNTUK TERUS DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️