
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
" Sayang kamu mau minum?" Tanya sita saat aluna sudah terbangun.
Aluna sudah dipindahkan diruang perawatan dan kini ada mama mertuanya yang menunggunya. Meri harus pulang karena dirumahnya sudah mulai disibukkan persiapan pernikahan Mala dan surya yang tinggal 4 hari lagi. Pak andi dan pak akbar ada di mushola rumah sakit untuk melaksanakan sholat magrib.
" Mama aku dimana ? Kenapa sudah malam ?" Tanya aluna yang memang baru menyadari jika hari sudah berganti malam.
" Kamu ada dirumah sakit sayang. Tadi perut kamu sakit dan kami membawa kamu kerumah sakit. Apa kamu mau minum atau makan sesuatu sayang ?" Tanya mama mertua aluna penuh kasih sayang.
Aluna diam dan mencoba mengingat kejadian tadi siang, diapun ingat jika tadi siang perutnya sakit dan dia dibawa kerumah sakit. Namun setelah masuk ruang UGD dia tidak ingat apa - apa lagi. Dan semua itu terjadi gara - gara aluna termakan dengan perkataan Julia, dimana dia percaya jika candra disana bermain serong.
" Aluna belum lapar ma. Mas candra apa tahu aluna masuk rumah sakit ma?" Tanya Aluna menanyakan soal suaminya.
" Tadi papa sudah mencoba menghubungi candra dan sudah mengabari candra. Candra titip salam buat kamu sayang, secepatnya dia akan pulang. " Ucap sita membuat hati aluna sedikit tenang.
Aluna hanya mengangguk pelan sambil mengulas senyum tipis. Dia menyakinkan dirinya jika candra tidak akan menghianati pernikahan mereka.
* Aku percaya mas candra tidak akan mengkhianatiku, dan julia hanya ingin menghancurkan rumah tangga kami saja. Aku tidak boleh percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Julia.* Gumam aluna dalam batinnya.
" Sayang kamu mikirin apa, kata dokter kamu tidak boleh capek dan banyak fikiran. Ingat ada bayi didalam sini, jadi apapun yang kamu dengar tentang suami kamu jangan kamu percaya begitu saja, mama yakin dan percaya candra itu suami yang setia. Mama juga tahu kamu seperti ini karena Julia kan ? Julia sudah mrngatakan yang tidak - tidak tentang candra, anak itu memang harus diberi pelajaran " Ucap sita dengan geram sambil mengepalkan kedua tangannya.
Ceklekk...
Pintu ruangan aluna terbuka, ada seorang perawat datang dan memeriksa botol infus Aluna. Perawat itu mengganti botol infus yang sudah habis dan menggantinya dengan botol infus yang masih full terisi. Setelah selesai perawat itupun keluar dari kamar ruangan Aluna, berbarengan dengan masuknya pak andi dan pak akbar.
" Aluna kamu sudah bangun nak ?" Seru pak andi kini sudah berdiri di samping Aluna.
__ADS_1
" Aluna tidak apa - apa kok pa. Papa sudah pada makan belum ?" Tanya Aluna.
" Alhamdulillah sudah nak" Jawab pak andi dan pak akbar.
Setelah jam besuk habis, pak andi dan pak akbar tidak diperbolehkan lagi ada didalam kamar rawat. Hanya boleh 1 orang saja yang menunggu didalam kamar. Pak andi dan pak akbar akhirnya memutuskan untuk pulang dengan meminta sopir untuk stay dirumah sakit siapa tahu ada yang ingin dibeli atau dibutuhkan oleh aluna maupun sita.
Sedangkan ditempat lain, saat ini candra sudah didalam pesawat yang mengudara. Dia berharap cepat sampai ke indonesia dan bisa segera bertemu dan memeluk istrinya yang sudah sebulan ini tidak bisa dia peluk. Berkomunikasi lewat sambungan teleponpun tidak bisa setiap hari.
" Bagaimana ya reaksi Aluna saat tahu tiba - tiba aku ada didepan rumah. Huuh.. Pasti dia akan tersenyum bahagia dan langsung memelukku dengan erat. " Ucap candra sudah tidak sabar lagi ingin segera bertemu dengan istri dan keluarganya.
Sampai sekarang candra belum mengaktifkan ponselnya apalagi sekarang dia masih didalam pesawat. Butuh waktu 10 jam lebih untuk bertemu dengan sang istri, penerbangan belum ada separuh perjalanan. Candra menepis rasa jenuh dengan membaca buku yang diabawakan oleh Aluna. Buku menjadi suami siaga saat akan menjadi seorang ayah.
" Hemmm... Dengan membaca buku ini aku bisa belajar menjadi suami siaga agar saat aluna melahirkan nanti aku sudah tahu apa saja yang harus aku lakukan. Tanpa terasa dua bulan lagi aku akan menjadi seorang ayah dan aluna akan menjadi ibu. Hemm... Ya Allah semoga anak dan istriku selalu dalam lindunganmu. Aamiin " Ucap candra berdoa penuh harap.
Terlalu lama membaca akhirnya mata Candrapun mengantuk, candra menyimpan buku dalam tasnya kembali lalu dia tidur. Pesawat yang dinaiki candra terbang sekitar jam 5 sore dan akan mendarat di Indonesia sekitar jam 8 pagi, kurang lebih 15 jam perjalanan.
Akhirnya jam 8 pagi pesawat yang dinaiki candra mendarat, setelah semuanya beres candra segera mencari taksi dan langsung pulang kerumahnya yang selama ini dia tempati bersama Aluna, sepanjang perjalanan dia senyum - senyum sendiri karena akan melihat bagaimana terkejutnya sang istri saat dia pulang. Apalagi hari ini bukan jadwal aluna kekampus.
Setelah menempuh 40 menit perjalanan , taksi yang membawa Candra sudah sampai didepan rumah. Candra turun dari mobil dan menurunkan dua koper bawannya dibantu sopir taksi, selesai membayar ongkos taksi candra berjalan cepat menuju pintu utama, namun belum sempat dia mengetuk pintu pak andi membuka pintu dan dibelakangnya juga ada pak Akbar.
" Candra "
" Candra "
" Kenapa kamu pulang tidak kasih kabar dulu Candra ? Kemarin papa telponin kamu tetapi ponsel kamu tidak aktif, bahkan sampai sekarangpun ponselmu tidak aktif " Ucap pak akbar menanyakan soal ponsel candra yang tidak aktif.
" Maaf pa, candra lupa mau menghidupkan ponsel. Sengaja sih pulang tidak kasih kabar, buat kejutan pa. Oh iya ini papa kok sudah rapi semua memang mau kemana ?" Tanya candra belum tahu jika aluna ada dirumah sakit dan kedua papanya akan kerumah sakit untuk menggantikan mama sita menjaga Aluna.
Pak andi dan pak akbar saling pandang , merekapun akhirnya memberitahu jika Aluna saat ini dirawat dirumah sakit. Saat mengetahui aluna dirawat candra langsung syok bahkan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak ada disamping sang istri saat sang istri sakit.
" Aluna sakit apa pa ? ini pasti salah ku karena tidak menghubungi Aluna , jadi dia sakit aku tidak tahu. " Seru candra khawatir.
Saat ini candra sudah berada didalam perjalanan kerumah sakit. Sepanjang perjalanan dia terus menyalahkan dirinya sendiri. Pak andi dan pak akbar jika aluna sakit bukan karena candra , tetapi karena tensinya tinggi dan kram perut yang berlebihan.
__ADS_1
" Papa kan sudah bilang, aluna tidak apa - apa. Dia hanya kram perut saja, kamu jangan seperti ini. Maly dong didepa mertua menangis seperti ini " Seru pak akbar.
" Papa, kenapa harus malu pa. Lagipula papa andi juga papa ku . Pa,cepetan bawa mobilnya aku sudah merindukan istriku dan aku sangat mengkhawatirkan dia. " Ucap candra tidak sabaran.
" Sabar candra ini juga papa sudah ngebut, kalau ditambah lagi kecepatannya yang ada kita nanti akan kena tilang sama polisi. Sudah kamu diam saja, kalau tidak bisa diam papa turunkan kamu ditengah jalan biar kamu jalan kaki saja ke rumah sakitnya" Ucap pak akbar kesal karena candra tidak sabaran.
Candrapun langsung diam, namun dalam hatinya dia tetap menggerutu agar papanya bisa mengendarai lebih cepat lagi. Akhirnya mobil yang dikendarai pak akbar sampai di rumah sakit, begitu sampai di parkiran candra langsung turun dan berlari masuk rumah sakit tanpa menunggu kedua papanya, bahkan dia juga melewatkan tempat informasi untuk mencari tahu kamar aluna.
" Lihat saja, sebentar lagi pasti dia mencari kita. " Ucap pak akbar berjalan beriringan dengan besannya masuk kerumah sakit.
Benar saja tiba - tiba candra sudah ada dihadapannya kembali dan menanyakan kamar aluna.
" Pa, kamar aluna sebelah mana ?" Tanya candra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan senyum - senyum malu.
" Makanya jadi orang itu sabar candra, kalau kamu panik seperti ini nanti akan membuat aluna tidak nyaman. Papakan sudah bilang, aluna sudah baik - baik saja bahkan siang ini dia juga sudah boleh pulang. " Ucap pak akbar.
" Iya pa " Jawab candra patuh.
Candra mengikuti kedua papanya menuju kamar Aluna,dan akhirnya mereka bertiga sampai didepan kamar rawat Aluna.
" Sayang ... " Seru candra berlari menghampiri Aluna yang masih berbaring diatas ranjang.
" Mas,.. Ini mas candrakan ? Kamu sudah pulang mas. " Seru aluna lalu menyambut pelukan sang suami dengan hangat.
" Maafkan mas ya sayang, mas tidak ada disamping kamu saat kamu sakit. Maaf..." Ucap candra penuh rasa penyesalan.
" Lebay.. Jadi cuma istri saja yang dipeluk. Mama sudah tidak perlu lagi dipeluk " Ucap mama sita pura - pura marah.
Candra melepaskan pelukannya lalu beralih memeluk mamanya. Setelah berbasa - basi sebentar dengan candra, mama sita dan yang lainnya keluar kamar rawat aluna dan membiarkan aluna dan candra berduaan untuk melepaskan rasa rindu mereka.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK. ❤️❤️
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️❤️