
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Tok Tok Tok
Saat sore hari pintu rumah kontrakan Julia ada yang mengetuk. Saat itu Julia tidak ada dirumah sebab sedang mengajak Kenzo jalan - jalan sore. Mendengar pintu rumahnya diketuk membuat Susan langsung menuju pintu depan dan membukakannya.
Cekleeekkkk
Pintu terbuka dan terlihatlah lelaki yang masih muda, yang usianya tidak jauh dari Julia. Susan merasa tidak kenal dengan pria yang saat ini ada dihadapannya, namun wajah pria itu mirip seseorang namun Susan lupa siapa orang itu.
" Permisi tante. Emm apa ini rumah kontrakannya Julia?." Tanya Damar dengan sangat sopan.
Pria yang datang itu adalah Damar, sepulang kerja Damar mencari alamat tempat tinggal Julia. Dan kebetulan ada yang mengenal Julia dan memberitahu alamat rumah kontrakan Julia.
" Iya ini rumah kontrakan Julia. Maaf dengan siapa ya ? Dan ada perlu apa dengan anak saya. Emm ya sudah kita bicara didalam saja ya biar kita enak untuk ngobrolnya." Ucap Susan dengan ramah.
" Baik tante." Jawab Damar mengangguk ramah.
Kini Damar dan Susan sudah duduk di sofa ruang tamu, Susan membuatkan secangkir teh dan ada cemilan dalam toples. Damar mengucapkan terimakasih atas teh dan cemilan yang dihidangkan oleh Susan.
" Maaf, kalau boleh tahu nama kamu siapa?."Tanya Susan dengan ramah.
" Nama saya Damar, Tante." Jawab Damar singkat.
" Haahhh.... Damar?." Seru Susan yang merasa pernah mendengar nama itu.
Susan mengingat - ingat nama Damar, diapun ingat jika Damar adalah nama yang tadi pagi disebut oleh Kenzo. Kebetulan sekali Damar bertamu kekontrakannya, Susan ingin menanyakan ada hubungan apa Damar dengan Julia sampai tadi pagi Julia terlihat termenung setelah bertemu dengan Damar.
" Ada hubungan apa kamu dengan Julia? Setelah bertemu kamu tadi pagi, Julia termenung dan baru sore ini dia keluar kamar dan bermain dengan anaknya." Seru Susan mengintimidasi.
"Emm saya tidak ada hubungan apa-apa dengan Julia tante, saya dulu tanya teman Julia saat berkuliah di luar negeri. Dan itu pun hanya beberapa tahun saja, sebab setelah itu saya pulang ke Indonesia dan hilang kontak dengan Julia."Ucap Damar menjelaskan.
" Kalau boleh tahu ke mana perginya Julia tante? Apa Julia pergi dengan suami dan anaknya?."Tanya Damar ingin tahu lebih banyak soal Julia.
" Julia tidak mempunyai suami."Jawab Susan dengan singkat.
__ADS_1
Terlihat Damar mengerutkan keningnya, sebab dia tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Susan. Bagaimana bisa Juliqla mempunyai anak tetapi tidak mempunyai suami. Dan tadi saat bertemu dengannya, Julia mengatakan sudah menikah. Jadi sama saja dia mempunyai suami.
" Terus kalau Julia tidak punya suami, kenapa dia bisa punya anak? Atau Julia sudah bercerai dengan suaminya, Tante."Tanya Damar ingin lebih tahu lagi lagi soal Julia.
" Kenzo dilahirkan pada 4 tahun yang lalu, dan saat itu Julia belum menikah. Kenzo adalah anak di luar pernikahan yang tidak tahu siapa ayahnya. Julia sudah pernah menikah di saat usia Kenzo 3 tahun, dan mereka bercerai sudah lumayan lama. Jadi apa yang ingin kamu tahu lebih banyak lagi tentang Julia? Oh iya kalau dilihat-lihat wajah Kenzo ada kemiripannya dengan kamu atau jangan-jangan kamu orang yang sudah menghamili Julia dan tidak mau bertanggung jawab."Tanya Susan sedikit ketus.
Degghhh
Jantung Damar seakan berhenti berdetak, apakah yang dikatakan oleh Susan itu benar? Jika Kenzo adalah anaknya, mengingat Julia tidak mempunyai suami dan Kenzo lahir tanpa adanya seorang ayah.
" Maksud tante, Kenzo itu anak saya? Karena wajahnya mirip dengan saya?." Tanya Damar memperjelas semuanya.
" Memang mirip, tapi kamu merasa pernah melakukan hubungan itu dengan Julia atau tidak?." Tanya Susan penuh selidik.
Damar terdiam, mungkin memang ada baiknya dia bicara jujur jika dulu dia pernah meniduri Julia saat berkuliah diluar negeri. Tetapi semua itu bukan kemauan Damar, Julia sendiri yang mengajak Damar tidur.
" Pernah tante. Sekali dan itu sekitar 5 tahun yang lalu, tapi apa mungkin Kenzo itu anakku? Mengingat Julia dulu seperti piala bergilir. Maaf tante, aku tidak bermaksud menghina Julia. Dulu aku memang sangat mencintai Julia tetapi Julia menolak rasa cintaku, namun saat itu dia justru mengajak aku tidur. " Seru Damar bicara sembari mengingat ingat masalalunya.
Dan akhirnya Damar pun menceritakan semua yang pernah terjadi antara dia dan Julia saat di luar negerim Susan mendengarkan semua apa yang dikatakan oleh Damar. Susan tidak menyalahkan Damar dan juga tidak menyalahkan Julia. Mungkin memang semua sudah menjadi jalan hidup Julia.
" Kemungkinan besar Kenzo itu anak kamu. Bagaimana jika kita lakukan tes DNA."Seru Susan mengusulkan untuk tes DNA.
Tiba-tiba Julia datang dan menatap tajam ke arah Damar, terlihat sekali amarah di wajah Julia. Julia tidak akan pernah mau melakukan tes DNA antara Kenzo dan Damar, sebab Julia yakin 100 persen jika Kenzo adalah anak Damar. Sehingga tidak perlu melakukan tes DNA yang akan membuang-buang biaya dan waktu saja.
" Julia." seru Susan dan Damar bersamaan.
Julia masuk bersama Kenzo, Kenzo kecil belum tahu apa-apa soal permasalahan yang ada di depannya. Dengan lembut Julia meminta Kenzo untuk masuk ke kamarnya, Kenzo hanya mengangguk dan mengikuti apa kata Julia.
" Jika kamu memang pernah merasa melakukannya itu kepadaku kamu tidak perlu melakukan tes DNA untuk Kenzo. Sebenarnya aku tidak mau membahas masalah ini, tetapi jika kamu mau melakukan tes DNA aku tidak akan pernah setuju. Karena Kenzo itu benar anak kamu, Damar!!."Seru Julia penuh penekanan sembari menatap tajam wajah Damar.
" Kamu serius Julia? Aku bukan tidak mau mengakui Kenzo anakku, tetapi aku tahu bagaimana masa lalumu dulu Julia. Bahkan saat kamu tidur denganku itu pun kamu sudah tidak perawan lagi dan hal itulah yang menyebabkan aku menjauh dari kamu."Ucap Damar seakan tidak mempercayai pernyataan dari Julia.
" Jika kamu tidak percaya itu terserah kamu, yang penting aku tidak akan pernah mengizinkan kamu melakukan tes DNA kepada anakku. Dia anakku, aku yang melahirkan dia. Jangan pernah kamu berbuat semena-mena."Ucap Julia dengan ketus.
Damar terlihat menyugar rambutnya ke belakang. Bukan dia tidak mau mengakui Kenzo sebagai anaknya, Damar hanya tidak mau pengakuannya salah. Tetapi jika dilihat dari wajahnya Kenzo memang ada kemiripan dengannya. Matanya, mulut serta bentuk wajahnya sama persis dengan Damar, Kenzo fotocopy Damar kecil.
" Julia bukan mama mau membela Damar tetapi alangkah baiknya kita lakukan tes DNA agar Damar juga yakin jika Kenzo anaknya. Maaf bukan mama tidak mempercayai kamu, Mama tahu bagaimana masa lalu kamu dulu. Jadi untuk menjaga jaga dan untuk membuat semuanya pasti lebih baik kita lakukan tes DNA. Tolonglah Julia ini demi Kenzo, demi kebahagiaan Kenzi juga."Seru Susan menasehati Julia dengan pelan-pelan.
Julia memang mengaku bersalah jika masa lalunya dulu terlalu kelam. Bahkan sudah tidak terhitung berapa lelaki yang sudah menidurinya. Tetapi dia yakin jika Kenzo adalah anak Damar. Sebab saat bersama Damar lah dia tidak memakai pengaman begitupun dengan Damar.
" Baiklah, aku setuju. Tetapi aku tidak mau jika hal ini akan membuat psikis Kenzo terganggu."Seru Julia memandang sinis ke arah Damar.
__ADS_1
" Kenzo tidak akan tahu masalah apa yang sedang kalian lalui, dia masih terlalu kecil dan tidak akan pernah tahu apa yang itu namanya tes DNA. Baiklah kalau begitu, besok kita ke rumah sakit melakukan tes DNA agar semuanya jelas. Dan untuk kamu Damar, jika benar Kenzo itu anak kandung kamu. Tante mau kamu dan Julia menikah."Seru Susan tidak bisa terbantahkan lagi.
Hahhhhh
Julia dan Damar bersamaan langsung memandang ke arah Susan, mereka seakan terkejut dengan permintaan Susan tadi. Tidak sipungkiri jika sampai sekarang Damar memang masih mencintai Julia. Akan tetapi tidak dengan Julia, sedikitpun dia tidak mempunyai rasa cinta untuk Damar. Julia tidak mau menikah tanpa adanya cinta, dia trauma dengan pernikahannya yang sudah gagal.
" Tapi Ma, kenapa harus menikah? Yang penting kalau memang Kenzo itu anak dia, cukup dia mengakui Kenzi sebagai anaknya. Bertanggung jawab tidak perlu dengan menikahi Julia, Ma. Julia tidak mau menikah dengan dia, Julia tidak cinta dengannya, Ma." Tolak Julia dengan tegas.
" Apa kalian tidak kasihan melihat Kenzo? Dia pasti menginginkan keluarganya utuh, menginginkan papa dan mama yang sesungguhnya. Mama dan papa sudah tua Julia, tidak selamanya mama dan papa akan bersama kamu dan Kenzo. Jadi kalian menikahlah demi anak kalian."Ucap Susan menegaskan lagi.
" Jika Julia siap menikah denganku, aku pun siap tante. Aku akan mempertanggungjawabkan semua kesalahanku di masa lalu. Tetapi kita tunggu dulu hasil tes DNA nya nanti, jika memang Kenso itu anakku. Aku dengan senang hati aku akan menikahi Julia."Jawab Damar dengan yakin.
Julia meninggalkan Damar dan mamanya di ruang tamu, dan dia masuk ke kamarnya sembari membanting pintu kamar dengan keras. Sehingga membuat Damar dan mamanya tersentak kaget dengan suara dentuman pintu kamar yang Julia banting.
Brraaaakkkk
Hentakan pintu kamar Julia terdengar sampai kamar Kenzo. Kenzo pun keluar untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi, anak kecil itu terlihat sangat menggemaskan sembari memegang mainannya dan berdiri di ambang pintu kamarnya. Kenzo memperhatikan kedua orang dewasa yang saat ini sedang ada di ruang tamu.
" Suara apa tadi Ma."Tanya Kenzo dengan lembut dari ambang pintu kamarnya.
" Oh bukan suara apa-apa sayang. Tadi ada tikus lewat, terus sama Om Damar dipukul. Jadi suaranya terlalu keras, sini ikut duduk sama mama dan Om damar."Ucap Susan mengajak Kenzo untuk bergabung dengannya.
" Oh .. Ini Om Damar yang tadi pagi ketemu di jalan kan?." Seru Kenzo yang saat ini sudah berdiri di hadapan Damar.
" Iya sayang. Sini duduk di samping Om apa mau om pangku saja." Tanya Damar dengan lembut.
Kenzo mengangguk dan langsung duduk di pangkuan Damar, dia merasa sudah dekat dengan Damar. Padahal baru tadi pagi saja mereka bertemu dan itu pun hanya sebentar. Susan semakin yakin jika Damar memang ayah kandung dari Kenzo, sebab Kenzo semakin terlihat kemiripan diantara mereka berdua. Apalagi saat mereka duduk berdua seperti itu benar-benar terlihat kemiripannya.
" Kqlalian sangat mirip sekali, bagaikan pinang dibelah dua. Tante yakin kamu adalah ayah kandung Kenzo, tetapi tidak ada salahnya kita tetap melakukan tes DNA agar kamu lebih yakin. Tetapi seandainya kamu memang benar-benar ayah kandung Kenzo, apa orang tua kamu mau menerima Julia dan Kenzo."Tanya Susan takut jika orang tua Damar tidak bisa menerima keberadaan anak dan cucunya.
" Tante tidak perlu khawatir, dulu aku sudah pernah bercerita kepada mama soal Julia dan kesalahanku terhadap Julia. Mama memintaku untuk mencari keberadaan Julia. Mama khawatir Julia hamil anak Damar, jadi seandainya memang Kenzo anak Damar, kedua orang tua Damar pasti menerima keberadaan Kenzo dan Julia."Ucap Damar dengan sangat yakin.
Susan mengangguk sembari tersenyum ke arah Damar dan Kenzo. Kedua pria beda usia itu memang sangat mirip dan tidak diragukan lagi jika memang Damarlah ayah kandung dari Kenzo.
Sedangkan saat ini di kamarnya, Julia sedang menangis. Dia menangisi jalan hidupnya, dia yakin Kenzo memang anak dari Damar. Tetapi dia merasa malu jika harus menikah dengan Damar, sebab dulu dialah yang sudah menolak Damar secara mentah-mentah. Tetapi justru dia yang mengajak Damar tidur dengannya.
" Aku malu dengan Damar, apa aku pantas menjadi istri Damar. Tetapi bagaimana dengan Kenzo? Tanpa melakukan tes DNA pun aku yakin jika Damar memang Ayah dari Kenzo. Ternyata hidupku terlalu rumit dan ini karena perbuatanku sendiri."Ucap Julia menyesali semua perbuatannya di masa lalu.
Julia termenung dikamarnya, mengingat semua masalalu nya yang kelam. Dia menangis sesunggukan didalam kamarnya.
***********
__ADS_1