Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Pernikahan mala dan surya


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Keadaan aluna sudah semakin membaik setelah 3 hari beristirahat total dirumah. Dan pagi ini dia bisa datang kepernikahan mala dan surya. Pernikahan mala dan surya sangat mewah, bagi surya dan keluarganya tergolong sederhana. Namun tidak bagi orang - orang sekitar, menurut mereka sudah sangat mewah apalagi semua diatur oleh WO yang sengaja di ambil dari kota.


Hari ini Aluna dan candra mengenakan baju senada dengan keluarga yang lainnya. Candra memegang erat tangan aluna , candra sendiri masih menghawatirkan keadaan Aluna. Sesekali candra bertanya capek atau tidak kepada sang istri.


Acara ijab dan qabul baru saja selesai, dengan sekali tarikan nafas surya bisa menyelesaikannya dengan baik. Kini mala dan surya remsi menjadi sepasang suami istri bisa disebut sepasang pengantin baru. Ucapan selamat secara bergantian diberikan oleh keluarga, saudara, kerabat dan teman serta para tetangga.


" Meriah ya mas " Ucap aluna tersenyum bahagia kearah sepasang pengantin yang sedang berbahagia.


" Iya sayang. Nanti saat kelahiran anak kita , kita juga akan membuat pesta yang meriah sekaligus pesta resepsi kita. Mas akan mengundang semua teman - teman, keluarga dan saudara serta para tetangga. Tidak lupa teman mas yang diluar negeri sana juga mau datang untuk menemui candra junior " Ucap candra sambil melingkarkan tangannya di pinggang Aluna.


" Iya mas. Aku ngikut saja , yang penting jangan berlebihan ya. " Ucap Aluna lalu menyandarkan kepalanya di bahu candra.


Ehheemm... Ehhemm..


Tiba - tiba dari arah belakang ada yang berdehem, setelah dilihat ternyata itu adalah Juli. Julia memandang sinis kearh aluna dan candra, seperti tidak suka dengan keromantisan yang ditunjukan oleh aluna dan candra.


Julia lalu berjalan mendekati mereka dan kini sudah berdiri tepat di samping Candra. Senyum sinis julia belum juga hilang, makin kesini makin sinis dan semakin membuat Aluna ingin mengikat bibirnya yang merah merana seperti habis makan ayam mentah.


" Ada apa ? Tidak suka ? Kalau tidak suka jangan dilihat !" Seru candra dengan ketus tanpa memperdulikan perasaan julia yang semakin kesal.


" Idihhh... Begitu saja bangga Ndra. Masih kalah jauh lagi istrimu sama aku. Aku lebih cantik, lebih seksi dan tentunya lebih pandai berdandan " Ucap julia memuji dirinya sendiri.


" Istriku memang kalah seksi sama kamu, tetapi istriku yang sudah memenangkan hatiku. Tetapi dimataku tetap istriku yang paling cantik dan paling seksi, karena keseksiaan istriku hanya diperlihatkan untuk suaminya tidak di umbar diluaran sana. Satu lagi keunggulan istriku dibandingkan kamu, istriku itu cerdas dan pintar !!" Ucap candra penuh penekanan.


Hati Aluna berbunga - bunga mendapat pembelaan dan pujian dari sang suami dan langsung dihadapan sang rivalnya. Pernyataan candra barusan berhasil membungkam mulut panas Julia, terbukti julia langsung diam dan tidak berkomentar pedas lagi.


" Kamu ini wanita tidak ada harga dirinya, sana mau sini mau. Kamu sudah menikah dengan bang marko, tetapi kamu masih saja tebar pesona diluaran sana. Sama surya masih suka genit , sama diriku juga seperti itu. Tapi sorry ya aku tidak akan tegoda dengan wanita murahan seperti mu. Buat apa pilih yang murahan sedangkan aku sudah mempunyai bidadari yang halal." Ucap candra monohok semakin membungkam mulut Julia.


Julia terlihat kesal dan mengepalkan kedua tangannya. Baru kali ini dia merasa terhina , dan kata - kata hinaan itu keluar dari mulut candra, seorang pria yang sampai saat ini masih ada tempat di hatinya.


" Kamu saya cariin daritadi ada disini ,Julia" Tegur marko .

__ADS_1


" Ada apa sayang ?" Tanya julia sudah merubah raut wajahnya dengan senyum yang menawan. Senyum kepalsuan.


" Kita mau foto - foto sama pengantin. Candra , Aluna kalian juga bersiap , setelah ini kalian juga akan berfoto dengan pengantin. " Ucap marko memberitahu.


" Iya bang " Jawab candra.


Marko mengajak Julia lebih dulu untuk berfoto dengan pengantin. Sedangkan candra dan aluna memilih untuk duduk terlebih dahulu sambil menunggu giliran berfoto dengan sepasang pengantin.


" Sayang besok lusa kita adakan tujuh bulanan ya, kita cuma mau mengundang para tetangga dan anak - anak yatim saja. Kemarin lusa mama dan papa sudah membicarakannya sama mas. Maaf ya sedikit terlambat karena kemarin mas harus keluar negeri dulu " Ucap candra sambil mengusap perut aluna dengan lembut.


" Iya mas,pas kapan itu kami memang sudah membicarakannya. Tetapi menunggu mas pulang dulu dan selesai acara kak mala , jadu biar sepasang pengantin baru tidak terganggu acaranya " Ucap aluna yang memang sudah tahu.


" Ohh kamu sudah tahu ya sayang. Heemm... Berarti mas nih yang ketinggalan. " Seru candra sambil terkekeh.


Kini tiba giliran aluna dan candra yang berfoto dengan pengantin. Aluna sengaja minta bagian terakhir karena mereka akan berfoto berbagai pose dengan gaya sesuka mereka , tidak harus mengikuti arahan dari fotografernya.


" Bumil sekarang makan ya " Seru candra saat sudah selesai berfoto.


" Iya mas,kita duduk disana ya. Itu ada adit sama tika juga " Ucap aluna sambil menunjuk kearah tempat dimana tika dan adit sedang duduk.


" Oh ya sudah. Mas antar kamu kesana nanti mas balik lagi ambil makan untuk kita." Ucap candra.


Candra menganggukkan kepalanya, dia,mengambilkan makanan untuk aluna sekalian untuk dirinya sendiri. Tidak perlu membawa minumnya,karena dimeja tempat mereka duduk sudah tersedian minuman dan kue basah maupun kue kering.


" Aluna sayang " Ucap tika menyambut kedatangab sang sahabat.


" Tika, ingat sedang hamil. Jangan seperti itu " Ucap mama sita menegur tika karena tika sedikit berlari menghampiri Aluna.


" Heheee . . Iya tante, terimakasih sudah diingatkan " Jawab tika sambil nyengir kuda.


Tika dan Alunapun saling berpelukan , mereka saling melepas rasa rindu . Sudah lama mereka tidak bertemu , semenjak tika hamil memang baru beberapa kali saja mereka bertemu.


" Sudah berapa bulan tik ?" Tanya mama sita dengan ramah.


" Masuk 4 bulan tante, selisih 4 bulan sama Aluna. Oh iya lun, kamu pasti sudah bikin acara 7 bulanan kan ? Kok tidak ngundang - ngundang aku sih, aku sudah dilupakan ya ?" Gerutu tika tiba - tiba wajah cerianya berubah menjadi sedih.


" Belum tika sayang. Bulan kemarin mau bikin acara 7 bulanan tetapi mas candra ada diluar negeri. Jadi di tunda bulan ini, insya Allah hari rabu besok acara tujuh bulanannya. Sekalian nih ya aku kasih tahu kamu sama adit biar irit undangan " Ucap aluna lalu terkekeh kecil.


" Rabu ? Ini hari sabtu...hemm sekitar 4 hari lagi ya. Oke tidak masalah. Ibu hamil seperti ku yang tidak mempunyai kegiatan apa - apa pasti bisa datang dong. Iya kan mas adit ku sayang ?" Tanya tika dengan suara manja.

__ADS_1


" Iya sayang " Jawab adit sedikiy canggung.


Candrapun datang dengan membawa dua piring makanan , satu untuk aluna dan satu lagi untuk dirinya. Melihat perkumpulan para pasangan muda yang pada bucin, membuat mama sita undur diri dan memilih kembali bergabung dengan suaminya dan para tetangga yang lainnya.


" Haii aku ikut gabung ya, kita kan seumuran jadi aku lebih baik gabung sama kalian daripada sama ibu-ibu kampungan itu." Ucap julia tiba - tiba datang dan tanpa menunggu jawaban langsung duduk disamping Adit.


Melihat itu membuat aluna maupun candra menjadi jengah. Jika ada julia suasana jadi tidak nyaman, ibaratnya jalanan sudah sesak dan polusi dengan asap kendaraan. Namun julia sama sekali tidak perduli dengan tatapan tidak suka aluna dan candra.


" Ngapain kamu ada disini ? Sana cari tempat duduk yang lain. " Usir candra dengan ketus.


" Pelit amat sih candra, akukan cuma ingij gabung sama kalian. Masak begitu saja tidak boleh , ehh... Kalian sama - sama hamil ya. Lucu ya badan kalian melar dan kayak badut " Ucap Julia sengaja berkata seperti itu agar aluna merasa tersinggung dan marah.


" Lebih baik kami gemuk seperti ini tapi nanti bakalab sayang sama anaknya. Daripada badan cepat - cepat dibuat langsing tapi anak tidak diurus bahkan anak sendiri tidak diakui. Duhh... Kasihan banget itu anak ya punya ibu tapi tidak perduli, sudah mati kali ya saraf mata hatinya " Ucap aluna sambil melirik miris kearah Julia.


Julia yang merasa tersinggung hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dan menahan emosi. Nafasnya sudah memburu, ingin rasanya dia memukul mulut aluna yang menurutnya tidak tahu sopan santun dan beretika. Namun dia ingat saat ini ada di pernikahan anak tirinya, jika dia buat masalah sudah pasti marko akan memarahinya. Bukan hanya marah tetapi marko pasti akan menamparnya, dia sudah tahu bagaimana marko jika sedang marah.


" Ehh... Bu lebih baik kamu pergi deh dari sini, jangan merusak suasana . " Ucap tika memanggil julia dengan panggilan ibu.


" Heeehhh.... Kamu memanggilku ibu ? Kapan aku menikah sama bapak mu ?" Tanya julia dengan kesal.


" Kamu memang tidak menikah dengan bapak ku, tetapi kamu kan istrinya Om marko, alias mama tirinya mala. Wajar dong aku panggil bu , atau kamu mau aku panggil tante ? Hemm... Bagaimana ? Mau dipanggil tante ?" Tanya tika semakin berani.


Aluna dan yang lainnya hanya bisa menahan ketawa mereka melihat perdebatan julia dan tika. Sama - sama tidak mau mengalah, ditambah wajah julia yang terlihat garang namun takut untuk marah. Berkumpul dengan aluna dan temannya membuat julia semakin emosi saja, akhirnya diapun pergi dari meja aluna dan menghampiri marko yang sedang berbincang dengan temannya.


" Lucu deh mama tiri mala itu. Hahaaa...." Ucap tika lalu tertawa dan diikuti oleh Aluna.


" Memang begitu orang nya, dia sebenarnya tadi mau marah tapi takut sama om marko " Ucap Aluna memberitahu.


" Iya sih. Kelihatan banget dia nahab marah. " Ucap Tika lagi.


Alun dan candra melanjutkan acara makannya yang tertunda. Sedangkan adit dan candra yang memang sudah selesai makan lebih fokus dengan kamera ponselnya . Mereka berselfie ria dengan kamera ponselnya.


*********


MOHON MAAF JIKA ADA TYPO ATAU KATA YANG SALAH .


RATE BINTANG 5 SAMA VOTE NYA DULU YUK KAK. 😘😘😘


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2