Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Rencana julia


__ADS_3

.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


Kini pak akbar sudah di ada dirumah dari kemarin siang, dan pagi tadi pak andi pulang ke kampung. Tinggalah aluna dan candra, mereka akan pulang saat keadaan pak akbar benar - benar sudah sehat. Siang ini dengan tidak tahu malunya julia datang dan ikut makan siang dirumah orang tua candra.


Julia memang teman candra dari zaman candra sekolah dan dulu memang sering datang kerumah bersama teman-teman nya yang lain. Julia memang dekat dengan mama sita bahkan sampai sekarangpun mereka tetap dekat seperti ibu dan anak.


" Julia apa mau keluar negeri lagi ?" Tanya mama sita saat sedang makan siang.


" Tidak tante, julia sudah memutuskan untuk bekerja disini saja. Julia ingin dekat sama orang tua julia Tan, diluar negeri tidak seru karena tidak ada candra. Dulu julia kuliaj diluar negerikan karena disana ada candra" Ucap julia tersenyum sambil melirik candra yang sama sekali tidak tertarik dengan perbincangan julia dan mamanya.


Aluna hanya menyimak, tanpa di jelaskanpun aluna tahu jika julia sengaja bicara seperti itu agar aluna cemburu. Aluna bukan tidak punya rasa cemburu, namun itu semua hanya masalalu bahkan julia dan candra dekat memang sebelum aluna dan candra kenal dan menikah. Setiap orang punya masalalu.


" Ma, papa sudah makan ?" Tanya candra mengalihkan pembicaraan.


" Sudah Can, tadi juga sudah minum obat. Mungkin sekarang sedang istirahat, papa mu belum boleh beraktifitas yang berat - berat. " Ucap mama sita menjelaskan.


" Aluna kamu makan yang banyak ya nak, biar kamu sehat dan anak dalam kandungan kamu juga sehat. Nanti kalau candra balik ke desa untuk mengurus paprik kamu tinggal disini saja ya sama mama." Seru mama sita dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Sepertinya tidak bisa ma, karena aluna disana punya tanggung jawab. Nanti dikira aluna tidak konsisten dengan pekerjaan aluna, nanti kalau pas libur aluna datang lagi kesini atau mama yang kesana." Ucap aluna menolak dengan sopan.


Bagaimanapun aluna punya tanggung jawab yang berat, sebagai seorang dosen dia harus bisa membagi waktunya antara rumah tangga dan pekerjaan. Apalagi sebagai seorang dosen itu bukanlah hal yang mudah.


" Padahal mertua sudah meminta dengan baik loh kok di tolak sih Lun? Seharusnya kamu ikuti apa kata mertua kamu dong lun." Seru julia ikut berbicara.


" Maaf ya mbak, ini bukan perkara mau dan tidaknya. Soalnya disana saya punya tanggung jawab dengan pekerjaan. Lagipula pasti mama bisa mengerti" Ucap aluna tersenyum lembut kearah mama mertuanya.

__ADS_1


" Iya sayang mama bisa mengerti kok. Kamu memang menantu mama yang paling baik, hehee... Karena menantu mama memang cuma satu. " Ucap mama meri.


Julia mendengus kesal karena mama meri ternyata justru lebih membela aluna ketimbang dirinya. Padahal julia sangat berharap jika mama sita memarahi aluna dan memaki aluna karena tidak mau tinggal bareng.


Acara makan siang susah selesai, aluna tidak tinggal diam. Dia ikut membantu membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang kotor. Saat aluna sedang mencuci piring dan bik tartik membereskan yang lainnya , julia menghampiri aluna.


" Kamu ini lebih pantas menjadi asisten rumah tangga ketimbang jadi istrinya candra. Pekerjaan kasar begini memang cocok untuk kamu si wanita kampungan dan pendidikan rendah. Aku tahu sebenarnya kamu itu hanya pura - pura baik , lugu dan polos agar kamu bisa menikmati harta yang dimiliki candra. Sudah mengaku saja tidak perlu membela diri.


Wanita yang ada dihadapannya ini adalah wanita yang licik dan mulutnya juga berbisa. Beruntung aluna sudah punya pengalaman menghadapi orang yang mempunyai dua wajah dan mulutnya busuk.


" Tidak perlu mengurusi urusanku mbak. Urus saja yang sudah menjadi urusan mu. Lagipula apa kamu ini tidak punya pekerjaan pagi siang malam datang kerumah orang, aku sendiri risih melihat tamu yang tidak tahu diri sepertimu ." Ucapan aluna tidak kalah ketus.


" Heeii... Kamu jangan mengaturku ! Lagian ini rumah tante sita dan hanya tante yang bisa mengusirku dari sini . Kamu takut jika candra akan melirikku, atau kamu cemburu.?" Seru julia sinis.


" Aku percaya dan yakin jika suamiku tidak akan tergoda dengan barang murahan. " Seru aluna menyudahi mencuci piringnya.


Selesai mencuci piring, aluna mengelap tanggannya sampai bersih dan berjalan menghampiri mama sita yang sedang duduk bersantai di gazebo belakang rumah.


" Aluna tidak tahu ma , tadi saat aluna cuci piring aluna tidak melihat mbak julia" Ucap aluna berbohong. Dia malas membahas si wanita tidak tahu malu itu.


Namun tiba - tiba julia datang dengan membawa 3 gelas es capucino. Dengan senyum sumringah julia meletakkan es capucino itu di tengah - tengah tempat mereka duduk.


" Karena cuaca panas jadi aku berinisiatif membuat capucino dingin untuk teman mengobrol kita. Ini untuk tante dan ini untuk aluna dan yang ini untuk aku." Seru julia.


" Wahh... Terimakasih ya julia. Padahal tadi tante baru saja mau menyuruh bi tartik membuatkannya tapi ternyata kamu sudah duluan buat." Seru mama sita.


" Iya dong tante. Aku ini tahu mana yang tante butuhkan dan apa saja yang tante sukai dan tidak sukai. Sebagai seorang menantu seharusnya peka dong dengan keinginan mertuanya." Seru julia melirik aluna yang terlihat mencebikkan bibirnya.


Mama sita menangkap ada perang dingin antara aluna dan julia. Bukan mama sita tidak tahu, dia tahu jika julia memamg memiliki perasaan lebih kepada candra. Bahkan dulu dia sempat ingin menjodohkan candra dengan julia namun terhalang dan tidak jadi karena suaminya sudah mengatur perjodohan untuk candra.


" Aluna bukannya tidak peka, tadi diakan masih repot cuci piring. Ya sudah sekarang kita minum capucinno nya sambil mengobrol yang seru - seru yuk." Ucap mama sita.

__ADS_1


" Iya ma . Terimakasih ya mbak sudah dibuatkan capucinno " Ucap aluna dengan senyum yang menawan dan siapapun yang mihat senyum aluna pasti akan tertarik.


Julia hanya tersenyum sekilas saja sambil menganggukkan kepalanya.


" Ini yang punya kamu Lun, ini punya ku tidak terlalu manis " Ucap julia langsung mengambil gelas yang ada dihadapannya.


Aluna menaruh curiga kepada julia, dia curiga jika julia akan mencelakainya. Orang seperti julia itu tidak bisa dianggap sepele, pasti dia akan melakukan segalq cara untuk mendapatkan keinginannya.


" Ayok minum lun " Ucap julia terlihat memaksa.


" Iya nanti dulu karena aku masih kenyang. Nanti pasti aku minum kok mbak." Ucap aluna dengan ramah.


Tiba - tiba ponsel julia berdering ada panggilan masuk. Julia mengangkat teleponnya dengan sedikit menjauh agar tidak terdengar oleh aluna dan mama sita.


Saat julia menerima telepon, diam - diam aluna menukar capucino miliknya dengan milik julia. Perbuatan alunq tidak luput dari pandangan mama sita.


" Kok ditukar sayang ?" Tanya mama sita.


" Iya ma,pengen saja minum yang tidak seberapa manis. Mungkin bawaan bayi ma " Ucap aluna sambil terkekeh.


Mama sita hanya mengangguk paham, aluna pun meminum capucinno nya sampai tinggal setengah. Julia tersenyum licik saat melihat aluna meminum capucinno buatannya.


* Habiskan aluna dan lihat saja setelah ini kamu akan kehilangan bayimu. Dengan begitu tante dan candra akan menyalahkanmu karena kamu tidak bisa menjaga kehamilanmu dengan baik * Gumam julia dalam batinnya.


*******


RATE BINTANG 5 NYA DULU DONG KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, SERTA BERIKAN HADIHNYA YA KAK.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2