Perjodohan Pengganti

Perjodohan Pengganti
Dua wanita matre


__ADS_3

💞💞💞💞💞💞💞💞💞


.


.


.


⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️


" Ma , tadi aku bertemu aluna di kampus " Ucap mala memberitahu mamanya saat sudah sampai rumah.


Mama meri langsung kaget saat mala memberitahu jika dia bertemu dengan Aluna di kampus. Tidak kalah bingung dan kaget nya dengan mala tadi, mama meri juga penasaran kenapa Aluna bisa ada di kampus.


" Ngapain anak itu di kampus ?" Tanya mama meri heran.


" Dia bilang nya sih mau cari pekerjaan tambahan dengan menjadi pelayan di kantin kampus. Tapi tidak tahu juga tadi itu beneran atau tidak. Lagi pula dia sudah di pabrik terus bagi waktunya kapan dia mau kerja di kantin ? Atau jangan - jangan dia sudah di pecat dari pabrik ?" Seru mala beranggapan jika aluna dipecat dari pabrik.


" Kalau sampai di pecat kasihan juga dia, suami nya juga hanya buruh pabrik. Mana harus menanggung hidup aluna juga, belum bayar listrik dan kontrakan. Serba kekurangan hidup mereka " Ucap mama meri dengan senyum sinis nya membayangkan aluna dan candra datang dan memohon untuk bisa tinggal dirumah ini.


Mala dan mama Meri memang senang melihat Aluna hidup susah . Karena mereka memang tidak akan membiarkan Aluna untuk hidup bahagia. Terbuat dari apa hati seorang ibu yang tega dengan anak kandung nya sendiri, bahkan melihat anak nya bahagia pun dia tidak senang. Bukan hanya anak saja yang durhaka, tetapi ada juga ibu yang durhaka. Mungkin seperti ibu meri itu bisa dibilang ibu durhaka.


" Ma, sekarang aluna kan sudah besar dan sudah menikah. Tapi kenapa mama masih saja membencinya ?" Tanya Mala ingin tahu pasti alasan sang mama membenci Aluna sampai sekarang.


" Dari dulu mama memang tidak mengharapkan Aluna, bahkan mama sudah mau menggugurkan nya tapi ketahuan oleh nenek mu. Sampai papa mu marah dan menampar mama, dan itu tamparan pertama kali yang papa mu berikan selama mama 2 tahun menikah dengan papa mu. Dari mulai itu mama sudah berjanji tidak akan pernah mau menyayangi Aluna. " Ucap mama meri sambil mengingat masalalu nya.

__ADS_1


Mala tersenyum sinis, dia jadi tahu semua nya. Dulu yang dia tahu hanya karena jarak usia mala dan kehamilan ke dua mama nya yang membuat dia menolak aluna. Ternyata sang mama pernah mau mengugurkan Aluna saat masih dalam kandungan.


* Ternyata Aluna pernah hendak di gugurkan.. Apa aluna tahu soal ini ya ?* Gumam mala dalam hatinya.


" Suami mu kemana ? Sudah sore begini belum pulang ,?" Tanya mama meri.


" Aku tidak tahu ma , mungkin di rumah orang tuanya. Biarkan saja siapa tahu dia pulang bawa uang. Pusing aku ma , uang tidak punya. Mana harus bayaran kuliah , oh iya ma bagaimana bayaran kuliah mala ? Apa mama sudah meminta kepada papa ?" Tanya mala.


" Huuufff.... Sepertinya papa mu masih marah sama mama. Mama belum berani untuk meminta uang kuliah mu, ini uang belanja saja cuma dikasih 700 ribu untuk seminggu, sama saja sehari 100 ribu. " Gerutu mama meri kesal.


Pak Andi sudah tidak memberikan gaji nya kepada istrinya lagi, tapi bukan berarti pak andi tidak menafkahi istrinya. Pak andi memberinya uang 700 ribu untuk satu minggu tanpa memberi uang tambahan. Itu semua sebagai hukuman mama meri.


" Tapi kenapa bisa begitu ma ? Padahal dulu gaji papa hampir semua nya sama mama kan ?" Tanya mala heran.


" Mungkin dulu karena maaih ada Aluna, Aluna tinggal satu rumah sama kita. Papa mu takut jika mama akan menyakiti Aluna dan membuang Aluna makanya saat itu papa mu tunduk sama mama. Tapi sekarang Aluna kan sudah tidak tinggal di rumah ini lagi, jadi papa mu mulai tidak takut sama mama " Ucap mama meri berterus terang lagi kepada anaknya , Mala.


********


Adit sedang membantu orang tuanya pindahan ke kontrakan baru nya. Rumah sederhana yang tidak besar tapi cukup nyaman untuk mereka tinggali. Setidaknya mereka masih bersyukur candra tidak memenjarakan pak Tirta.


" Mau sampai kapan tinggal di kontrakan seperti ini ma ?" Tanya Adit.


" Ya mungkin selamanya, karena memang kita sudah tidak punya uang lagi untuk beli rumah. Jangankan beli rumah, untuk makan saja mama sama papa bingung mau cari dimana. Sisa uang penjualan perhiasan mama hanya cukup untuk mengontrak rumah ini saja Dit. Kita habis - habisan benar Dit. Tanah warisan mama , rumah, mobil, dan perhiasan mama juga ikut kejual. Sekarang mama hanya pegang uang 3 juta saja. Dan itu akan mama gunakan untuk buka usaha. " Ucap mama Adit dengan wajah sedih.


" Uang 3 juta mau buat usaha apa Ma ?" Tanya adit heran.

__ADS_1


" Mungkin mama bisa jualan makanan di depan kontrakan. Kebetulan itu teras lebar bisa digunakan untuk jualan." Seru mama adit.


" Mama mau jualan makanan ? Dan melayani para pembeli ? Mama tidak salah ?" Seru adit tidak percaya jika mamanya akan menjadi pedagang makanan.


Adit kurang setuju jika mamanya berjualan makanan, apalagi harus melayani para pembeli. Disaat seperti inilah adit merasa kasihan dengan mama nya, dia tidak akan pernah menyangka jika kehidupan nya akan berubah secapat ini.


" Tidak apa - apa Dit yang penting halal. Mama sadar, dulu saat hidup banyak uang kita kurang bersyukur dan tidak bisa mengatur keuangan kita. Kita foya - foya bahkan mama tidak pernah tahu papa mu dapat uang darimana. Sekarang kita terima resikonya, yang penting kita tidak menyusahkan orang lain. '" Ucap mama adit dengan penuh rasa penyesalan.


Adit terdiam menyimak semua perkataan sang mama, apa yang dikatakan mama nya memang benar adanya.


" Sekarang kamu pulang sana,hari sudah semakin sore. Istri mu pasti sudah menunggu kamu pulang. " Ucap mama adit.


" Adit tidak mau pulang Ma. Mungkin adit akan menceraikan Mala.Adit punya istri tapi seperti tidak punya istri. Masak tidak bisa, nyuciin baju adit tidak pernah, beres - beres rumah tidak bisa. Adit malu dengan papa andi Ma, adit hanya menumpang di rumah itu. Lagi pula mala juga sudah tidak hamil jadi lebih baik kami bercerai saja. " Ucap adit dengan yakin.


" Kamu sudah dewasa, kamu tahu yang terbaik untuk mu Dit. Ya sudah kalau kamu mau menceraikan Mala , kamu harus bicara baik - baik dengan mala dan orang tua nya. " Ucap mama adit menasehati anak nya.


" Iya ma. Tapi tidak sekarang, adit masih mau menenangkan diri dulu. Adit masih malas bertemu dengan mala yang di otak nya hanya uang - uang dan uang yang ada. " Ucap adit dengan kesal.


Mama adit pun membiarkan anak nya untuk menenangkan diri. Dia memilih ke dapur untuk memasak makan malam. Tidak ada menu spesial hanya ada bayam, tempe dan telor saja yang akan diolah mama Adit.


* Aku tidak mau hidup dengan wanita matre itu. Yang ada hanya uang dan uang saja , mama mertua juga sama saja. Istri tidak bisa melayani suami dengan baik. Masak tidak bisa, nyuciin baju tidak. Tapi uang terus yang diminta. * Gumam adit sambil tiduran di atas kursi.


**********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏

__ADS_1


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE, BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️


__ADS_2