
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Candra mengantar Aluna ke pabrik menggunakan mobil, sesampai pabrik aluna turun dari mobil dan candra melajukan mobilnya menuju rumah almarhum sang kakek. Candra sebelumnya jika dia mau menemui orang tuanya , candra beralasan ada urusan pabrik yang ingin dibahas dengan papanya. Candra tidak bilang jika sang mama yang menyuruhnhnya datang tanpa membawa Aluna.
" Sebenarnya ada apa sih ma ? Seperti ada hal yang sangat penting saja dari kemarin meminta candra datang?. " Tanya candra.
Kini Candra dan kedua orang tuanya sudah berada di halaman belakang rumah sambil menikmati secangkir teh yang dipanen dari hasil kebunnya sendiri. Selain diolah menjadi minuman jadi , teh juga dikemas dalam bentuk daun yang dikeringkan.
" Ada apa mama meminta candra datang kemari ?" Tanya pak akbar yang baru tahu jika istrinya meminta anaknya datang.
" Mama ingin meminta candra untuk menikah dengan Mala dan menceraikan Aluna !!" Ucap mama sita terdengar sangat serius.
Deg.
Candra langsung menatap mama nya dengan lekat, bagaimana bisa sang mama meminta dirinya untuk menikahi kakak dari istrinya sendiri. Bahkan harus menceraikan Aluna
" Maksud mama apa ?" Tanya candra belum paham maksud mamanya.
" Apa mama kurang jelas bicaranya ? Mama menintamu untuk menikah dengan mala, karena dari dulu kan memang mala yang seharusnya menjadi istrimu bukan si Aluna itu. Aluna meminta papanya untuk menikahkan kamu dengannya, dan bodohnya kamu tidak mau menolak permintaan pak Andi. " Ucap mama sita dengan serius.
" Kenapa mama bisa beranggapan seperti itu ?" Kini pak akbar yang bertanya.
Huuuffff
Mama sita menghembuskan nafas dengan panjang. Dia ingin marah dengan candra namun dia tahan. Dia menyalahkan candra karena candra tidak menolak tawaran pak andi untuk menikah dengan Aluna.
" Candra ! Kamu menikah dengan Aluna pasti karena kamu tidak enak kan menolak permintaan pak Andi. Aluna yang licik,sudah tahu mala yang akan menjadi istrimu tapi dia memaksa papa nya untuk menikahkannya dengan mu. Dan bodohnya kamu tidak mau menolaknya dengan alasan tidak enak dengan pak andi. " Ucap mama sita.
__ADS_1
" Mama dapat darimana cerita itu?" Tanya candra sambil menyipitkan mata.
" Apa benar seperti itu Candra?" Tanya pak Akbar.
" Tidak pa " Jawab candra tegas.
" Heleh jangan bohong kamu Can , sudah jelas - jelas mala dan jeng meri cerita seperti itu. Jadi mana mungkin mereka bohong, mala bercerita sambil menangis. Dia terlalu banyak mengalah sama Aluna sampai merelakan kamu menjadi suami aluna. Padahal mala sangat mencintai kamu. " Ucap mama sita berbicara seperti yang sudah di ceritakan mala.
Candra tersenyum sinis, ternyata biang masalahnya ada pada mala dan mamanya. Padahal sudah jelas - jelas dia yang menolak perjodohan dan meminta Aluna untuk menjadi perjodohan pengganti.
" Terus mama percaya begitu saja ?" Seru candra.
" Percayalah karena memang itu terjadi sebenarnya. Mama tidak menyangka ternyata Aluna itu orang yang licik. Dia pasti sudah mempengaruhimu sehingga kamu akan membelanya,iya kan ? Kamu pasti membelanya ?" Tanya mama sita.
" Mala itu calon sarjana dan dia lebih cantik, kenapa kamu mau menikahi wanita bodoh seperti aluna itu sih Candra !" Seru mama sita lagi.
Mungkin sudah saat nya candra membuka siapa aluna sebenarnya agar mama nya tidak salah paham dan tidak berfikiran buruk kepada Aluna.
" Mama kan tahu saat candra datang ke desa ini, candra menutup identitas candra yang sebenarnya. Nah karena candra miskin jadi mala tidak mau menikah dengan Candra. Bahkan mala menghina candra hanya buruh pabrik yang miskin. Karena mala menolak jadi pak andi meminta aluna menggantikan perjodohan itu. " Ucap candra menjelaskan semuanya.
" Aku tidak di pengaruhi Aluna ma, tapi kenyataan nya memang begitu. Pasti mala dan mamanya tahu jika candra ini orang kayac makanya dia mendekati mama dan memfitnah Aluna. " Ucap candra.
" Satu lagi yang mama harus tahu. Aluna itu bukan wanita bodoh ma, aluna itu wanita yang mandiri dan cerdas. Bahkan dia berkuliah tanpa bantuan dari orang tuanya, Aluna sekarang sedang menempuh S2 nya Ma " Ucap candra mengatakan yang sebenarnya.
Mama sita dan pak Akbar terkejut dengan pengakuan candra. Apalagi mama sita, karena apa yang dia dengar dari candra sangat berbanding terbalik apa yang dikatakan oleh mala dan mamanya. Bahkan Aluna yang mereka katakan bodoh dan hanya tamatan SMA ternyata dia sedang menempuh S2 nya.
" Kamu serius Can ?" Tanya mama sita.
" Candra serius ma. Aluna memang merahasiakan semuanya karena dia tidak mau mala dan mamanya semakin membencinya. Candra dan pak Andi juga baru - baru ini kok tahu semuanya. Bahkan Aluna bekerja di pabrik itu bukan dibagian pabriknya , tetapi dia sebagai tenaga keuangan di kantor nya. " Ucap candra menceritakan semua tentang Aluna.
Akhirnya candra menceritakan semua tentang Aluna dan semua perlakuan mala dan meri kepada Aluna. Mama sita tidak menyangka ternyata mala dan mamanya sudah membohonginya.
" Mama dibohongi " Ucap mama sita geram.
" Makanya ma kalau ada apa - apa itu jangan di telan mentah - mentah. Tanyakan dulu sama yang bersangkutan. Beruntung mama tidak memarahi Aluna " Ucap pak akbar memberi peringatan istrinya.
__ADS_1
" Iya pa. Tapi mama juga tanya dulu ke candra tidak langsung memarahi Aluna. Mama tidak menyangka jika jeng meri sejahat dan selicik itu. Padahal aku juga tidak terlalu dekat dengan nya, saat pernikahan candra dan aluna dia juga terlihat sombong dan cuek sama mama. Setelah tahu kita kaya kok dia mendekat. " Ucap mama sita heran.
" Apa mama tahu jika Mala itu seorang Janda ?" Tanya candra membuat mama dan papanya melotot.
Janda ?
Pak akbar dan mama sita terkejut dan sampai memelototkan matanya. Mereka tidak tahu jika status mala adalah seorang janda, apalagi usia mala masih terbilang sangat muda.
" Mala menikah beberapa hari setelah candra dan aluna menikah. Makanya pernikahan candra dan aluna di percepat, karena mala sudah hamil duluan. Mala menikah dengan adit anaknya pak tirta, karena dia mengira adit anak orang kaya makanya dia lebih memilih adit daripada candra. " Ucap candra lebih jelas.
" Pak tirta yang korupsi itu ?" Tanya mama sita .
" Iya betul. Sekarang mereka bercerai karena mala tidak mau hidup miskin sama adit. " Jawab candra.
" Tapi perut mala kemari kempes, tidak seperti orang hamil. ?" Tanya mama sita.
" Mala keguguran " Jawab candra singkat.
Candra berfikir jika saat ini dia sudah seperti ibu - ibu komplek yang sedang bergosip. Semua tentang mala dan meri dia ceritakan kepada orang tuanya.
* Sudah seperti ibu tukang gosip saja aku * Gumam candra.
" Mama dan papa jika bertemu aluna pura - pura tidak tahu saja soal aluna. Karena candra tidak mau aluna salah paham sama candra. " Ucap candra.
" Iya mama dan papa akan pura- pura tidak tahu. Begitupun di depan mala dan jeng meri , mama juga akan pura - pura tidak tahu jika mereka sudah berbohong. " Seru mama sita dengan senyum sinis.
Setelah urusan dengan orang tuanya selesai candra memilih segera kembali ke pabrik. Masih banyak pekerjaan di pabrik yang harus dia selesaikan. Candra memacu kuda besinya meninggalkan kediaman almarhum kakeknya yang saat ini ditempati oleh orang tuanya. Candra melihat ada mama mertuanya dan mala yang baru saja turun dari mobil yang candra yakini itu taksi online.
* Itu tadi mama meri dan mala. Mau apa lagi mereka datang kesini ? Huuuhhh.... Pasti mau mempengaruhi mama lagi , kali ini kalian salah target * Gumam Candra terus melajukan mobilnya.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK 🙏🙏❤️❤️
LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏❤️
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️